Alasan Dji Sam Soe Kretek Sering Dijadikan Alternatif Obat Batuk oleh Perokok – Terminal Mojok

Alasan Dji Sam Soe Kretek Sering Dijadikan Alternatif Obat Batuk oleh Perokok

Featured

Avatar

Jika di suatu sirkel pertemanan nggak ada yang ngerokok Dji Sam Soe kretek, tapi di meja tongkrongan tiba-tiba ada bungkusnya, setiap orang yang ada di tempat itu pasti akan segera menduga kalau di antara mereka ada yang lagi nggak sehat-sehat aja. Kalau nggak batuk, pasti pilek. Hebatnya, dugaan itu hampir nggak pernah salah.

Dikenalnya Dji Sam Soe kretek sebagai alternatif obat batuk oleh para pemuda, berawal dari banyaknya bapak-bapak yang mengatakan, jika rokok yang telah eksis sejak 90 tahun yang lalu itu memiliki khasiat untuk mengusir penyakit-penyakit receh musiman seperti batuk atau pilek. Setiap kali kamu kepergok batuk pas lagi ngerokok sama bapak-bapak perokok, bapak itu pasti nyaranin kamu untuk beralih ke rokok ini untuk sementara. Kalau pas batuk itu kamu memang lagi ngerokok Dji Sam Soe, bapak itu pasti akan bilang, “Oalah, pantes aja rokoknya Dji Sam Soe.”

Kretek yang lebih sering disebut dengan nama Sam Soe itu memang cukup identik dengan per-batuk-an. Dji Sam Soe dan batuk sudah melebur menjadi sebuah mitos yang dipercayai dan diwariskan dari generasi ke generasi. Meskipun keterkaitan antar keduanya itu tidak jelas asal-muasalnya, tapi manusia-manusia Indonesia—jika memang mitos ini hidup di seluruh penjuru Indonesia—tetap percaya jika Dji Sam Soe dapat menjadi alternatif pengobatan ketika batuk melanda.

Seberapa pun besarnya usaha pemerintah dalam memajukan pendidikan dan kesehatan, agaknya nggak akan bisa mengubah keyakinan para perokok yang lebih percaya akan kekuatan magis Sam Soe yang melegenda itu dibanding khasiat obat-obatan yang memang dibuat khusus untuk menangani penyakit yang bersangkutan.

Namun, berdasarkan pengalaman saya, sejatinya Dji Sam Soe yang warna bungkusnya kuning agak hijau itu tidak pernah berperan penting dalam proses penyembuhan saya dari penyakit-penyakit recehan itu. Dji Sam Soe kretek hanya menawarkan alternatif yang sempurna ketika tenggorokan saya lagi nggak bisa menikmati rokok andalan saya. Namun, di sisi lain, banyak teman-teman saya yang tetap percaya bahwa rokok ini turut membantu mereka dalam proses penyembuhan.

Mungkin non-perokok akan terkejut dan terheran-heran sembari berpikir, “Lagi batuk, kok, masih aja maksain ngerokok, sih?” Yha, namanya juga perokok. Ora ngudud, paru-paru ora smile~

Kelembutan dari hasil harmonisasi tembakau Madura dengan Virginia, dan aroma rempah-rempah yang khas, membuat Dji Sam Soe tetap terasa aman dan nyaman dirokok sekalipun tenggorokan lagi kemarau. Meskipun menghisapnya dibutuhkan tenaga yang ekstra, tapi hal tersebut tidak menjadi masalah bagi para perokok. Mengingat tiada satu pun produk rokok yang lebih pantas untuk diandalkan ketika sedang batuk pilek selain Sang 234.

Bayangin aja, kalau Anda lagi batuk parah, terus ngerokok Marlboro atau rokok putih lainnya, saya jamin itu tenggorokan serasa dicekoki pasir buat bahan bangunan. Rokok-rokok putih memang cocoknya dinikmati ketika jasmani dan ekonomi sedang sehat. Jika keduanya sedang bermasalah, nggak elok rasanya untuk merokok rokok-rokok putih itu.

Alasan lain kenapa Dji Sam Soe kretek sering dijadikan alternatif obat batuk adalah harganya yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Selain itu, ia juga mudah ditemukan di hampir setiap swalayan, warung-warung kecil, hingga pedagang-pedagang keliling yang sering dijumpai di terminal dan tempat-tempat pemberhentian lainnya. Terlebih, banyak di antara mereka yang menjualnya secara eceran alias batangan. Hal tersebut tentunya sangat membantu bagi manusia-manusia seperti saya, yang mesti pandai-pandai mengatur uang agar tetap bisa makan dan merokok tanpa harus mengorbankan salah satunya.

Kretek yang menjadi tulang punggung bagi Sampoerna itu memiliki rasa yang selalu konsisten dan nggak pernah berubah sekalipun ngerokoknya pas lagi batuk dan pilek. Oleh karena itu, kenikmatan ngerokok Dji Sam Soe pas jiwa raga lagi sehat-sehatnya itu udah nggak perlu dipertanyakan lagi. Apalagi Dji Sam Soe-nya itu yang versi Premium. Selain ia lebih nikmat dan halus, tampilan kemasannya pun lebih gagah. Tentunya, ia terlihat lebih elegan jika dibawa ke tempat umum.

Cita rasa yang kaya akan rempah-rempah Indonesia serta berbagai cerita legendarisnya, membuat rokok ini menjadi salah satu produk rokok paling tua di Indonesia. Setiap kali saya menikmatinya, saya selalu merasa menjadi manusia Indonesia yang paripurna. Terima kasih, Dji Sam Soe.

BACA JUGA Tidak Merokok dan Tidak Minum Kopi Bukanlah Aib dan tulisan Nanda Naradhipa lainnya.

Baca Juga:  Tragedi Nahas Kegiatan Susur Sungai dan Kekonyolan Pembina Pramuka yang Harus Dihentikan
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
7


Komentar

Comments are closed.