Baru-baru ini muncul video singkat tentang sebuah booth kopi Nescafe di Kulon Progo. Booth-nya terlihat kecil, tapi antreannya panjang. Saya pikir booth Nescafe itu ramai karena konten, aslinya mungkin biasa aja. Anggapan itu terpatahkan ketika saya melihatnya sendiri di dekat Stasiun Wates.
Booth Nescafe kecil itu benar-benar ramai. Bukan ramai dadakan, tapi konsisten. Ada orang datang, pesan, nunggu sebentar, lalu pergi sambil bawa kopi. Antrean mengalir terus.
Tempat ini bukan juga coffee shop estetik yang tiap sudutnya siap masuk feed. Cuma booth kecil, menunya nggak banyak, tapi entah kenapa, orang-orang datang dan pergi silih berganti. Dari situ, rasa penasaran mulai muncul. Kenapa booth sekecil ini bisa jadi magnet?
#1 Kopi Nescafe enak dan rasanya aman
booth ini datang dengan rasa yang familiar. Apalagi di tengah tren kopi yang makin ke sini makin aneh-aneh. Ada tren yang pakai topping ini-itu atau dicampur rasa yang bikin mikir dua kali.
Menu di booth Nescafe berbeda. Nggak ada kejutan, tapi juga nggak mengecewakan. Kopinya bisa diminum sambil jalan, sambil nunggu kereta, atau sambil ngobrol. Rasa yang aman dan pasti justru menjadi daya tarik bagi banyak orang.
#2 Harganya masuk akal
Ini klise, tapi nyata. Di saat harga kopi pelan-pelan naik dan sering bikin dompet mikir ulang, booth ini masih berdiri di wilayah aman. Cocok buat mahasiswa, pekerja, keluarga, atau siapa pun yang cuma pengin ngopi tanpa drama finansial. Murah di sini bukan soal pelit, tapi soal tahu diri. Tahu kalau nggak semua orang ngopi buat gaya.
#3 Menunya nggak bikin capek milih
Kadang kita lupa, terlalu banyak pilihan justru bikin lelah. Menu panjang sampai dua halaman sering bikin orang berdiri lama, ujung-ujungnya pesan yang itu-itu juga. Booth Nescafe ini sebaliknya. Pilihannya terbatas, jelas, dan familiar. Datang, pesan, bayar, ambil. Selesai. Buat pengunjung yang lagi jalan-jalan atau cuma mampir sebentar, kesederhanaan ini terasa menyenangkan.
#4 Desain booth Nescafe yang kelihatan niat
Walaupun kecil, booth kopi ini nggak kelihatan asal-asalan. Rapi, bersih, dan memberi kesan “kelas” tanpa harus terlihat mahal. Ada semacam pesan diam-diam yang ditangkap mata: ini serius, tapi nggak sok. Di era visual kayak sekarang, kesan pertama sering menentukan. Orang mungkin nggak sadar kenapa mereka tertarik, tapi desain yang niat itu bekerja pelan-pelan.
Banyak orang sekarang capek. Capek sama hidup yang serba cepat, pilihan yang terlalu banyak, dan tuntutan untuk selalu tampil beda. Dalam kondisi seperti itu, sesuatu yang sederhana, konsisten, dan bisa diandalkan justru terasa menenangkan. Kopi dari booth ini mungkin nggak akan jadi kopi paling memorable seumur hidup, tapi dia cukup. Dan kata “cukup” itu belakangan terasa langka.
Booth Nescafe di Kulon Progo seolah ngasih pelajaran berharga kalau kamu nggak harus jadi yang paling mencolok untuk jadi pilihan. Kamu cuma perlu ngerti siapa yang kamu layani dan apa yang mereka butuhkan. Dalam dunia yang penuh gimmick, kesederhanaan justru bisa jadi strategi paling tahan lama.
Penulis: Nur Anisa Budi Utami
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA Kulon Progo Sepi, tapi Punya Pesona Tersendiri.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















