Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Akun Medsos Pribadi Diganti Pakai Nama dan Foto Anak Itu Buat Apa sih?

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
1 April 2020
A A
media sosial nama akun pakai nama anak itu ngeselin posting foto anak di media sosial mojok.co

media sosial nama akun pakai nama anak itu ngeselin posting foto anak di media sosial mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari lalu saya mendapat pesan di Facebook dari seseorang yang nama akunnya memakai nama anak. Kurang lebih isi pesannya itu kayak gini, “Hei, Ren, bagaimana kabarnya. Masih ingat aku nggak?”

Jujur saja, butuh waktu lama untuk menjawab pertanyaan sepele ini. Saya merasa nggak kenal dengan orang di akun tersebut. Mau saya balas, “Siapa ya?” kok rasanya kurang sopan. Akhirnya saya memutuskan berkunjung ke laman profil yang bernama “Bundanya QFRYT” tersebut untuk mencari informasi.

Dilihat dari cara akun ini menyapa saya, sepertinya di masa lalu kami pernah kenal dan mungkin saja dekat. Selain itu akun ini berteman dengan saya dalam kurun waktu yang sudah lama, hanya saja jarang komunikasi baik itu like, komen, ataupun ngobrol di inboks.

Setelah memeriksa album fotonya, saya tetap tak menemukan petunjuk apa pun. Album fotonya hanya berisi foto dua anak kecil. Saya curiga salah satu dari mereka inilah yang bernama QFRYT. sehingga ibunya ini mengganti namanya menjadi “Bundanya QFRYT”. Saya scroll-scroll berandanya, melihat status-statusnya, penuh dengan postingan religius. Jadi, siapa orang ini?

Akhirnya saya menyerah, saya bilang lupa. Dia mencak-mencak. Saya dibilang sombong dan lupa teman lama. Setelah itu dia menyebutkan namanya. Oalah, ternyata dia memang teman lama saya. Kami bertemu 11 tahun silam, dan sudah 8 tahun tak pernah bertemu ataupun bertegur sapa di media sosial. Saya baru tahu dia sudah menikah dan punya dua anak, salah satunya dinamai QFRYT.

Hal seperti ini tak cuma sekali ini terjadi. Pernah dulu saya posting foto zaman sekolah. Sebagian teman yang ada di foto tersebut saya tandai. Kemudian ada akun bernam “Miminya Mumu” yang ngomel-ngomel di komentar karena tidak saya tandai. Yah, mana saya kenal si Mumu lah ya. Saya kan kenalnya nama emaknya, bukan nama anaknya. Gimana sih.

Ada juga yang sering protes ke saya bahwa dia sudah mengirimkan permintaan pertemanan di media sosial sudah cukup lama, tapi saya tak meng-approve. Jujur saja, untuk akun-akun yang tidak saya kenal dan memakai nama akun yang bukan nama aslinya, saya jarang sekali menerima permintaan pertemanannya.

Entah kenapa hampir 40% teman-teman saya di Facebook itu kalau sudah punya anak, akan mengganti namanya menjadi nama anak atau embel-embel nama anaknya. Misal, Bundanya Zahzihzuhzoh, Uminya Risrusrasros, Mamanya Hihhahhuhhoh, Simboknya Wihwahwuhwoh, Ayahnya Fiffohfahfohfuh, dan seterusnya.

Baca Juga:

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Drama Cina: Ending Gitu-gitu Aja, tapi Saya Nggak Pernah Skip Menontonnya

Saya jadi penasaran, buat apa sih mengganti nama akun media sosial dengan nama anak itu buat apa sih? Bukannya bikin orang sulit melacak akun media sosialnya ya? Lagi pula itu kan media sosial kita, kenapa harus pakai nama anak. Sama seperti halnya biodata atau kartu identitas, bukankah nama itu sangat penting untuk menunjukkan diri kita? Toh, nanti kalau sudah besar anak juga bisa punya nama akun  sendiri. Kalau hanya ingin nama anak terpampang sambil mengenalkan nama si anak, menurut saya bisa aja tuh ditaruh di deskripsi media sosial. Misal akun FB-nya Romlah Sutinah, di bawahnya ditulisi (Mamaknya Azuzahrabahra Kadabrah).

Iya, saya tahu, akun media sosial mau dikasih nama atau ditulisin apa pun nggak masalah, suka-suka yang punya. Asal jangan merepotkan orang lain jugalah. Sudah tahu namanya disamarkan dengan nama anak, eh masih minta main tebak-tebakan. Mending kalau salah dimaklumi, lah ini masih diomeli dikira sombong dan lupa sama teman.

Untuk teman yang selalu berhubungan, tentu tak sulit mengenali wajah dan nama anaknya. Tapi bagi teman-teman dari masa lalu, menurut saya nama itu sangat penting. Karena hanya itu yang kadang mereka ingat. Wajah saja kadang bisa berubah. Dulu pas kita kenal masih muda, sekarang sudah tua. Dulu nggak pakai hijab, sekarang pakai hijab. Dulu pas muda kurus dan langsing, tapi setelah punya anak jadi gendut. Harusnya kita paham akan hal itu.

BACA JUGA Alasan Perempuan Suka Pakai Daster yang Udah Buluk dan Bolong-Bolong dan tulisan Reni Soengkunie lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 April 2020 oleh

Tags: foto anakMedia Sosialnama anak
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

3 Contoh Variabel Penelitian Bermodalkan Scroll Timeline dan Trending di Twitter terminal mojok.co

3 Contoh Variabel Penelitian Bermodalkan Scroll Timeline dan Trending di Twitter

27 Januari 2021
menulis

Andai Budaya Menulis Seperti Budaya Komentar

25 April 2023
Kebahagiaan dan Merasa Eksis di Media Sosial Saat Mention Dibalas oleh Tokoh Idola

Kebahagiaan dan Merasa Eksis di Media Sosial Saat Mention Dibalas oleh Tokoh Idola

4 Desember 2019
Drama Cina: Ending Gitu-gitu Aja, tapi Saya Nggak Pernah Skip Menontonnya Mojok.co

Drama Cina: Ending Gitu-gitu Aja, tapi Saya Nggak Pernah Skip Menontonnya

9 November 2025
Menebak Alasan Orang yang Sembrono Mengunggah ID Card di Medsos terminal mojok

Menebak Alasan Orang yang Sembrono Mengunggah ID Card di Medsos

17 Oktober 2021
Grup WhatsApp Keluarga Besar Adalah Kawah Candradimuka Sebelum Berdebat di Sosial  Media

Grup WhatsApp Adalah Tempat Debat Kusir Paling Brutal Kedua Setelah Twitter

9 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jatiwaringin Bekasi, Daerah Seribu Galian yang Nggak Tahu Kapan Kelarnya. Warga di Sini Punya Kesabaran Tingkat Tinggi bekasi jogja

Setahun Hidup di Jogja Bikin Saya Rindu Jalan Berlubang di Bekasi

6 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan

Surat Terbuka untuk KAI: War Tiket Lebaran Bikin Stres, Memainkan Perasaan Perantau yang Dikoyak-koyak Rindu!

7 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
Siasat “Membunuh” Waktu Saat Kereta Api Berhenti Lama di Stasiun Cirebon Mojok.co

Siasat “Membunuh” Waktu Saat Kereta Api Berhenti Lama di Stasiun Cirebon

8 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat
  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.