Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sapa Mantan

Agus Mulyadi, Penyebab Utama Prahara dalam Hubungan Saya

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
20 Januari 2021
A A
Agus Mulyadi, Penyebab Utama Prahara dalam Hubungan Saya

Agus Mulyadi, Penyebab Utama Prahara dalam Hubungan Saya

Share on FacebookShare on Twitter

Kata mas-mbak relationship goals, cemburu itu adalah bumbu asmara. Sedangkan kata anon seram, cemburu berlebih itu bisa saja masuk kategori toxic. Ngeri gereh memang, tapi saya akui bahwa cemburu itu amat menyiksa.

Saya lebih berpihak kepada anon seram bahwa cemburu kepada sesuatu yang aneh-aneh itu blas nggak wangun. Lha wong cemburu biasa saja nggak wangun, apalagi cemburu sama yang aneh-aneh.

Cemburu itu malah bikin kesal sendiri dan hubungan jadi nggak harmonis. Saya mengalami hal ini. Dari sekian banyak faktor yang menyebabkan cemburu, kok ya bisa-bisanya Mas Agus Mulyadi jadi faktor utama penyebab hubungan saya dengan pacar sering kerengan alias berantem.

Lha ini lho, masih banyak faktor penyebab cemburu yang lebih wangun semisal cemburu sama mantan atau cemburu kedekatan yangmu dengan sahabat lawan jenis. Dua ini masih okelah. Kok ya dari sekian banyak faktor, cemburu kepada Agus Mulyadi jadi tajuk utama dalam hubungan saya.

Masalah dimulai ketika dalam talk show Zoom Terminal Mojok, kala ditanya Mbak Ajeng Rizka sebagai moderator siapa penulis favorit saya, tanpa tedeng aling-aling jelas saya menjawab Agus Mulyadi. Ndilalahnya pacar saya yang juga nyimak, setelah acara selesai mengatakan blio juga mengidolai Agus Mulyadi.

Oke. Nggak masalah.

Perkara dimulai ketika pacar saya bilang ia ngefans sama Agus Mulyadi lebih lama dari saya. Merasa paling militan, saya pun bilang kepada pacar saya bahwa saya adalah fans Agus Mulyadi yang paling die hard. Dengan asunya, ia hanya tertawa. Kemudian ia bilang bahwa dirinya lebih ultras ketimbang saya. Welah, pitikih.

Ia menjelaskan bahwa dirinya dan Agus Mulyadi itu sama-sama kelahiran Magelang. Merasa di atas angin, ia berkata, “Ya jelas aku fansnya yang lebih fanatik dari kamu, nih lho, lihat saja, aku dan Mas Agus lahirnya sama-sama di Magelang.”

Baca Juga:

3 Ide Pacaran Unik yang Hanya Ada di Bantul, Dijamin Nggak akan Terlupa

Jangan Jatuh Cinta dengan Orang Kabupaten Semarang, Kamu Nggak Akan Kuat!

Setelah itu saya pun cemburu. Aneh puol ketika orang lain cemburu pacarnya didekati cowok lain, saya cemburu karena merasa tercoreng sebagai fans militan Agus Mulyadi. Apalagi pelakunya pacar sendiri. Lahir di Bantul memang nggak salah, namun saat itu juga saya pengin lahir kembali di Magelang. Blas nggak masuk.

Kejadian macam ini nggak sekali dua kali saja terjadinya. Entah pacar saya ini hobi gelut atau bagaimana, bisa seminggu sekali kami breng karena perkara siapa fans paling loyal kepada Mas Agus.

Contoh nyatanya ya baru kemarin-kemarin ini. Di satu malam ketika ia terbangun untuk shalat malam, sedang saya masih terjaga nonton bola, ia bertanya, “Kamu jagoin Liverpool kan, Mas? Wah, susah. Lha Mas Agus aja ngefansnya sama MU,” katanya sambil tertawa menyebalkan.

Lagi-lagi saya cemburu. Betapa nggak adilnya ketika tingkat kefanatikan seseorang diukur dari bagaimana orang itu “menyerupai” idolanya. Lha ya saya itu ngefans sama Agus Mulyadi karena cara ia bertutur dalam tulisan jhe. Mosok ya ditarik rata dalam masalah kehidupan. Teneh banyak sekali sisi-sisi kami yang berbeda. Dan pacar saya menang besar malam itu dalam hal ngenyek saya.

“Tapi gini lho, Mas. Mosok idola bersitegang sama fans, sih? Walau urusannya bola, mosok kamu sengit sama Mas Agus gara-gara blio ngefans sama MU?” Katanya bikin saya makin bertanya-tanya, lha yo yang sengit sama Mas Agus gara-gara blio dukung MU ki siapa?

Akhirnya ya sama, tetap dipungkasi dengan kalimat yang amat menyebalkan. “Berarti lebih militan aku, Mas. Lha aku kan nggak ada masalah sama MU, berarti nggak ada masalah sama Mas Agus. Sedang kamu, katanya ngefans Mas Agus, tapi ngenyek fans MU. Itu kan berarti kamu ngenyek Mas Agus juga?”

Puncaknya kecemburuan saya kepada Agus Mulyadi itu terjadi kala blio repost tulisan saya untuk Mojok yang berjudul “Agar Film ‘Nussa dan Rara’ Nggak Dibacotin Denny Siregar Lagi” dan Agus Mulyadi quoted tweet, “Mashoooooook.”

Mashoooooook ??? https://t.co/LCVVBDr0vs

— Agus Mulyadi (@AgusMagelangan) January 12, 2021

Jelas senang bukan kepalang. Bisa dibilang itu adalah puncak karir saya. Misal ketika saya cari kerja, HRD tanya prestasi saya selama kuliah apa, dengan bangga saya akan berkata, “Tulisan saya dinotis Agus Mulyadi!” Nek nggak ya akan saya tulis di LinkedIn. Mbok menowo ada media yang keblinger merekrut saya.

Kenapa saya cemburu? Lagi-lagi ulah kemlinthi pacar saya. Nih ya, saya lihat postingan Agus Mulyadi yang quoted tweet tulisan saya itu masih nol yang menyukai. Dengan bangga saya pencet like, pada kenyataannya saya adalah orang kedua. Mau tahu siapa yang pertama nge-like? Pacar saya!

Padahal saya pengin screenshot, tulisan saya di-repost, dan saya adalah orang yang like pertama. Namun, semua itu gagal karena pacar saya. Buyar nggak karuan. Cen buajingaaaaan.

Setelah itu pun pacar saya pun balas pesan, katanya, “Aku bangga tulisan kamu di-repost Mas Agus, Mas. Namun aku lebih bangga karena jadi orang pertama yang nge-like postingan yang spesial bagimu itu.”

Sumber gambar: Akun Twitter @AgusMagelangan.

BACA JUGA Sahabat Perempuan Pacar Sudah Biasa Dicemburui dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 November 2022 oleh

Tags: agus mulyadicemburuhubunganPacaran
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Seni Mencintai Ala Erich Fromm yang Bagus buat Rujukan Yang-yangan terminal mojok.co

Soal Cinta Kita Semua Biadab

31 Mei 2019
Kencan Buta via MIRC dengan Ending Membagongkan. Kencan Amburadul #1 terminal mojok.co

Kencan Buta via MIRC dengan Ending Membagongkan. Kencan Amburadul #1

14 Februari 2021
surat cinta

Apa Itu Nembak Lewat Chat, Lewat Surat Cinta Dong Lebih Romantis

21 September 2019
berhenti merokok

Tidak Memaksa Pasangan Untuk Berhenti Merokok, Apakah Tanda Bahwa Kita Tak Mencintainya?

28 Juni 2019
Jasa Merangkai Kata yang Laris Manis: Kok Bisa?

Jasa Merangkai Kata yang Laris Manis: Kok Bisa?

7 Agustus 2019
dulu saya

Sebuah Curhatan Mahasiswi : Perilaku yang Saya Benci Dulu Adalah Perilaku Saya Sekarang

11 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bakpia Kukus Tidak Layak Pakai Nama Bakpia Asli Jogja (Unsplash)

Bakpia Kukus Tidak Layak Menyandang Nama “Bakpia” karena Ia Bolu Kukus yang Mengaku sebagai Kuliner Asli Jogja

21 Februari 2026
Trio Senator AS Roma: Mancini, Pellegrini, Cristante

Trio Senator AS Roma

23 Februari 2026
Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah (Wikimedia Commons)

Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah

24 Februari 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

UNNES Semarang Rajin Menambah Mahasiswa, tapi Lupa Menyediakan Parkiran yang Cukup

24 Februari 2026
Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

25 Februari 2026
3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain Mojok.co

3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain

21 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik
  • 8 Tahun Pakai iPhone, Ternyata Saya Dibutakan Gengsi padahal Android Lebih Praktis dan Nyaman
  • Adhit & Carlo Jikustik Gandeng Klaten Project Rilis Lagu Religi “Tuhan itu Ada”
  • User Bus Sumber Selamat Pertama Kali Makan di Kantin Kereta, Niat buat Gaya dan Berekspektasi Tinggi malah Berakhir Meratapi
  • Penerima LPDP Dalam Negeri Terkena Getah Awardee Luar Negeri yang “Diburu” Seantero Negeri, padahal Tak Ikut Bikin Dosa
  • Kumpul Keluarga Justru bikin Ortu Makin Kesepian dan Terabaikan, Anak Sibuk sama HP dan Tak Saling Bicara

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.