Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

7 Istilah Dingin dalam Bahasa Jawa, Mulai dari Adem sampai Sembribit

Wulan Maulina oleh Wulan Maulina
14 Februari 2026
A A
7 Istilah Dingin dalam Bahasa Jawa, Mulai dari Adem sampai Sembribit Mojok.co

7 Istilah Dingin dalam Bahasa Jawa, Mulai dari Adem sampai Sembribit (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Akhir-akhir ini cuaca sedang ekstrem di daerah tempat tinggal saya dan mungkin juga daerah lain. Satu hari bisa sangat panas, hari lain bisa sangat dingin. Soal hawa dingin yang terjadi di daerah saya, benar-benar kondisinya di level lain. Lebih dingin daripada musim dingin biasanya. 

Gara-gara fenomena alam ini saya jadi menyadari ada beberapa kata atau istilah dalam Bahasa Jawa untuk menggambarkan hawa dingin. Nah, berikut ini ragam istilah dingin dalam Bahasa Jawa yang sering digunakan.

#1 Adem, kata dalam Bahasa Jawa yang paling umum digunakan

Kata paling umum untuk mengungkapkan rasa dingin adalah adem. Adem masuk dalam bahasa ngoko yang biasanya dipakai dalam obrolan dengan teman sebaya atau seumuran, bukan yang lebih tua. Contoh kalimatnya seperti ini, “Hawane kok adem banget yo” yang berarti udaranya kok dingin sekali ya. Istilah dingin dalam Bahasa Jawa yang paling umum dan sering digunakan. 

#2 Atis, anyep, atau anyes istilah lainnya

Selain kata adem, ada istilah lain untuk menggambarkan dingin dalam Bahasa Jawa yaitu atis, anyep, atau anyes. Penggunaannya biasanya seperti ini, “Banyune atis nemen,” yang artinya airnya dingin banget. 

Kata anyep juga bisa digunakan untuk mengungkapkan rasa hambar pada makanan. Jika dalam makanan kata anyep sering diartikan untuk rasa yang hambar atau kurang bumbu.

#3 Kathuken, istilah dalam Bahasa Jawa untuk hawa dingin yang ekstrem

Ketika kedinginan biasanya tubuh akan menggigil. Dalam Bahasa Jawa, kathuken biasa digunakan untuk menggambarkan hal itu. Kondisi di mana tubuh kedinginan sangat ekstrem hingga menggigil. Contoh penggunaannya, “Aku kathuken mergo ra gawa mantol,” yang artinya aku menggingil karena tidak membawa mantel. 

#4 Methotolen istilah untuk kedinginan yang sangat parah

Di dalam Bahasa Jawa ada istilah untuk menggambarkan menggigil yang sangat parah, yakni methotolen. Orang yang methotolen mengigil seluruh tubuh hingga mulut ikut bergetar. Contoh penggunaan kalimat ini sebagai berikut, “Adem pol, awakku ngasi metotolen”. Artinya, dingin sekali sampai badan menggigil dan betol-bentol seperti orang biduran.

#5 Kancilen Bahasa Jawa untuk kedinginan yang disertai meriang

Kedinginan disertai sedikit batuk atau flu disebut kancilen. Penggunaannya seperti ini, “Aku kancilen amarga mubengi nonton bal tekan jam 3” yang artinya kurang lebih aku kedinginan sampai meriang gara-gara nonton bola sampai jam 3

Baca Juga:

Momen Pulang ke Lembata NTT Setelah Sekian Lama Merantau di Jawa Diliputi Rasa Kaget, Kampung Halaman Banyak Berubah

13 Kosakata Bahasa Madura Paling “Menjebak” dan Perlu Diperhatikan Pendatang yang Baru Belajar

#6 Dengkelen, istilah untuk kedinginan setelah terguyur air

Istilah Bahasa Jawa methotolen bisa digunakan untuk kedinginan dengan sebab apa saja. Sementara, kata dengkelen untuk mengekspresikan kedinginan setelah terguyur air atau setelah kelamaan berendam di air. Contohnya kurang lebih seperti ini, “Aku dengkelen soale kesuwen sing renang” yang artinya aku kedinginan sampai bergetar karena kelamaan berenenag. Dengkelen ini bukan hanya dingin biasa tapi juga disertai dengan menggigil.

#7. Semridik atau semribit, istilah dalam Bahasa Jawa untuk hawa dingin karena hembusan angin

Bahasa Jawa itu kaya. Untuk hawa dingin yang disebabkan oleh hembusan angin, ada istilahnya sendiri yakni semridik atau semribit. Dikatakan semribit jika angin tersebut bisa menerbangkan helaian rambut atau daun-daun di sekitar. Orang-orang menggunakannya seperti ini, “Angine semribit banget yo” yang berarti anginnya dingin sekali ya. 

Itulah beberapa istilah dalam untuk menggambarkan hawa dingin. Banyak sekali kan pilihannya? Begitulah Bahasa Jawa, setiap konteks dan kondisi ada istilahnya sendiri. Adakah istilah dingin lainnya dalam Bahasa Jawa yang kalian tahu?  

Penulis: Wulan Maulina
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 8 Istilah Bahasa Jawa yang Masih Bikin Sesama Orang Jawa Salah Paham.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Februari 2026 oleh

Tags: BahasaBahasa Jawabahasa ngokodinginistilahJawa
Wulan Maulina

Wulan Maulina

Lulusan Bahasa Indonesia Universitas Tidar. Suka menulis tentang kearifan lokal dan punya minat besar terhadap Pengajaran BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Beranggapan memelihara kata ternyata lebih aman daripada memelihara harapan.

ArtikelTerkait

13 Pamali yang Masih Dipercaya Orang Jawa hingga Kini

13 Pamali yang Masih Dipercaya Orang Jawa hingga Kini

25 Oktober 2023
Sebelum Paylater Mempermudah Belanja dan Meneror Kehidupan, Mindring Jadi Jawaban para Pencinta Belanja di Pelosok Jawa (Pixabay.com)

Sebelum Paylater Mempermudah Belanja dan Meneror Kehidupan, Mindring Jadi Jawaban para Pencinta Belanja di Pelosok Jawa

6 September 2023
Universitas Terbaik di Jambi, Bisa Jadi Pilihan bagi Warga Jambi yang Enggan Merantau ke Jawa Mojok.co

Universitas Terbaik di Jambi, Bisa Jadi Pilihan bagi Warga Jambi yang Enggan Merantau ke Jawa

30 Oktober 2023
Culture Shock Orang Jawa yang Merantau ke Bali turis asing sewa motor

Culture Shock Orang Jawa yang Merantau ke Bali

26 Oktober 2022
keragaman kosakata bahasa jawa terminal mojok

Keragaman Kosakata Bahasa Jawa Bikin Kumpul-kumpul Jadi Masalah Asusila. Terminal Mulok #14

21 Maret 2021
5 Istilah yang Hanya Diketahui oleh Mahasiswa UIN Saizu Purwokerto Mojok.co

5 Istilah yang Hanya Diketahui Mahasiswa UIN Saizu Purwokerto

9 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Bikin Sengsara Lulusan S2 (Unsplash) LPDP

Beasiswa LPDP Terkadang Memang Tak Tepat Sasaran, tapi BIB Justru Jauh lebih Mengecewakan

2 Maret 2026
Sisi Gelap Purwokerto yang Membunuh Wisatanya Sendiri (Unsplash)

Sisi Gelap Purwokerto, Kota Seribu Curug yang Membuat Wisatawan Tidak Mau Kembali

3 Maret 2026
Lamongan, Kota yang Tak Pernah Lahir untuk Menjadi Rumah bagi Anak Mudanya

Sebagai Warga Asli Lamongan, Saya Risih ketika Ada yang Menyebut Lamongan Kota

4 Maret 2026
Stasiun Tandes Surabaya, Stasiun Red Flag sekaligus Anak Tiri (WIkimedia Commons)

Stasiun Tandes Surabaya, Menjadi Stasiun Red Flag karena Terlalu Kecil dan Dilupakan oleh Pembangunan

5 Maret 2026
Hanya Media Bodoh yang Masih Menerima Penulis Luar, Kecuali…

Hanya Media Bodoh yang Masih Menerima Penulis Luar, Kecuali…

4 Maret 2026
Dosa Penjual Tongseng Kambing yang Merusak Rasa dan Mengecewakan Pembeli Mojok.co

Dosa Penjual Tongseng Kambing yang Merusak Rasa dan Mengecewakan Pembeli

28 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Derita Anak Rantau di Jogja: Sulit Cari Kos Murah, Nyaris Terjebak Dunia Gelap, hingga Temukan “Berkah” di Masjid
  • Bela-belain Kuliah di UGM Sampai Kena Mental demi Bahagiakan Ayah Ibu yang Hanya Lulusan SD hingga Jadi Wisudawan Terbaik
  • KA Ambarawa Ekspres Andalan Bonek Tempuh “Jalan Kegilaan” di Rute Grobogan – Pasarturi, Demi Ziarah ke Rumah Kedua
  • Menertawakan Usia 30 Tahun Bersama Priska Baru Segu Lewat “Pertigapuluhan” di Yogyakarta
  • Lebaran, Momen yang Ingin Saya “Skip” dari Kehidupan karena Hanya Berisi Trauma dan Kesedihan
  • Di Balik Camilan “Mainstream” saat Lebaran, Ada Nilai Sentimental yang Mencairkan Suasana Kumpul Keluarga

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.