Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Acara TV

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

Faris Firdaus Alkautsar oleh Faris Firdaus Alkautsar
16 Januari 2026
A A
Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh (upin ipin fandom)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau ada satu nama yang layak menggantikan Tok Dalang sebagai kepala Kampung Durian Runtuh dalam serial Upin Ipin, itu adalah Abang Iz.

Sebagai penonton setia Upin Ipin sejak masih belum masuk sekolah sampai usia awal 20-an, saya sampai pada satu kesimpulan penting. Kampung Durian Runtuh sebenarnya tidak kekurangan tokoh, tapi mengapa Tok Dalang belum pensiun dan melakukan regenerasi kepemimpinan?

Tok Dalang, sebagai figur sepuh yang selama ini menjadi penenang konflik dan penyangga moral kampung, tentu tidak bisa selamanya aktif. Usia dan kebijaksanaan ada masanya untuk diwariskan. Setiap orang ada zamannya. Pertanyaannya, siapa yang pantas menggantikan posisi Kepala Desa Kampung Durian Runtuh?

Jawabannya, setelah bertahun-tahun observasi santai dari layar televisi, mengerucut pada satu nama: Abang Iz.

Kemampuan Abang Iz dalam serial Upin Ipin

Abang Iz bukan tipe tokoh yang sibuk memberi nasihat tanpa praktik. Dia seorang wirausahawan yang hidupnya penuh trial and error. Kedai Runcit yang berhasil dia kelola setelah diakuisisi dari Abang Zain menunjukkan satu hal penting: dia bisa mengelola aset, bukan cuma bermimpi.

Belum lagi portofolio pekerjaannya yang absurd tapi realistis. Abang Iz memiliki kerjaan sampingan sebagai sales asuransi, sales filter air, sampai inovator kuliner dadakan. Ini bukan sekadar gimik karakter, tapi gambaran nyata orang yang paham cara bertahan hidup di ekonomi kampung. Seorang kepala desa ideal memang bukan yang paling pintar pidato, tapi yang tahu cara dapur tetap ngebul.

Baca juga: Menerka Kegiatan Abang Iz “Upin Ipin” di Kampus yang Membuatnya Jadi Idola Kampung Durian Runtuh.

Sosok dermawan tanpa hobi pencitraan

Kalau dibandingkan dengan Mail yang hitungannya detail sampai ke sen terakhir, atau Ah Tong yang jelas-jelas pebisnis murni, Abang Iz dalam serial Upin Ipin berdiri di tengah. Dia berdagang, tapi empatinya tetap hidup.

Baca Juga:

Semakin Dewasa, Saya Sadar Bahwa Makan Sambil Nonton Upin Ipin Itu adalah Terapi Paling Manjur karena Bikin Kita Lupa Diri Terhadap Berbagai Masalah Hidup

Cerita Upin dan Ipin “Sahabat Baik Abah” Paling Menyayat Hati Dibanding Semua Episode Sedih yang Pernah Tayang

Dalam episode Gerobok Rezeki, Abang Iz menyisihkan dagangannya untuk warga kurang mampu tanpa drama kamera dan baliho. Dia bahkan mengajak kolaborasi, bukan mengambil panggung sendirian. Ini kualitas langka, bahkan di dunia nyata, yaitu membantu tanpa perlu terlihat paling baik.

Empati yang tidak sekadar basa-basi

Satu hal yang sering luput dari kandidat pemimpin adalah empati praktis. Abang Iz dalam serial Upin Ipin menunjukkannya lewat kunjungan ke panti werdha. Dia tidak datang sebagai pahlawan, tapi sebagai manusia yang mau mendengar dan menemani.

Pemimpin kampung bukan hanya pengatur administrasi, tapi pengayom emosi warganya. Dan Abang Iz, entah disengaja atau tidak oleh penulis skenario, punya itu.

Dia dengan sukarela memberi bantuan tanpa imbalan. Selain pada episode Panti Werdha, dia juga mentraktir si kembar Upin Ipin yang merupakan yatim-piatu jajan es krim. Abang Iz juga menggalang dana untuk surau yang terbakar, menolong Tok Dalang ketika terjatuh dari motor sehingga karpet masjid yang dibawa jadi kotor semua. Pokoknya Abang Iz memenuhi standar dari segi empati.

Baca juga: 5 Cameo dalam Upin Ipin yang Selalu Berhasil Mencuri Perhatian Penonton.

Abang Iz Upin Ipin serbabisa tapi tetap membumi

Abang Iz religius, bisa jadi imam, jago olahraga, bisa bermusik, memancing dan tampil menjadi dirinya sendiri. Multitalenta tanpa terlihat sok paling bisa.

Ini penting, karena pemimpin desa sering kali harus jadi segalanya dalam satu waktu: panitia, penengah, motivator, bahkan MC acara tujuh belasan. Hal ini sebelas dua belas juga dengan profil Tok Dalang sebagai lansia produktif dengan berbagai kesibukan dan keahlian. Mereka berdua pun tidak menyombongkan keahlian.

Abang Iz dan fantasi kepemimpinan ideal

Jika Kampung Durian Runtuh dalam serial Upin Ipin adalah miniatur masyarakat, maka Abang Iz adalah gambaran pemimpin ideal versi rakyat kecil. Mottonya adalah bekerja, peduli, dan tidak menganggap dirinya sempurna tapi terus melakukan koreksi serta perbaikan.

Barangkali ini yang membuat karakter Abang Iz terasa relevan. Jujur saja, kalau dunia nyata punya lebih banyak “Abang Iz”, mungkin urusan kepemimpinan lokal tidak akan serumit sekarang.

Jadi, jika suatu hari Tok Dalang memilih pensiun dengan tenang, saya tidak ragu. Kampung Durian Runtuh dalam serial Upin Ipin sudah punya penerus yang layak, yaitu Abang Iz.

Penulis: Faris Firdaus Alkautsar
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Alasan Abang Iz Lebih Cocok dengan Kak Ros di Upin Ipin.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Januari 2026 oleh

Tags: abang izepisode upin dan ipinKampung Durian RuntuhKampung Durian Runtuh “Upin Ipin”Tok DalangTok Dalang Upin IpinUpin dan Ipinupin-ipin
Faris Firdaus Alkautsar

Faris Firdaus Alkautsar

Mahasiswa Akuntansi Universitas Terbuka. Punya motto hidup "walau berjalan di atas bumi, ingatlah bahwa kita hidup di bawah langit".

ArtikelTerkait

3 Keresahan Saya Selama 17 Tahun Menonton Serial Kartun Upin Ipin

3 Keresahan Saya Selama 17 Tahun Menonton Serial Kartun Upin Ipin

15 Mei 2024
Sisi Kelam Ehsan dalam Serial Upin Ipin yang Tidak Disadari Penonton Mojok.co

Sisi Kelam Ehsan dalam Serial Upin Ipin yang Tidak Disadari Penonton

1 Oktober 2024
Seandainya Abah dan Emak Upin Ipin Masih Hidup, Serial Upin Ipin Jadi Membosankan Mojok.co

Seandainya Abah dan Emak Masih Hidup, Serial Upin Ipin Malah Jadi Membosankan

10 Februari 2025
Dari Upin dan Ipin Kita Tahu, Fenomena “Halo Dek” Juga Terjadi di Malaysia. Abah dan Emak Salah Satunya. Mojok.co

Dari Upin dan Ipin Kita Tahu, Fenomena “Halo Dek” Juga Terjadi di Malaysia. Abah dan Emak Salah Satunya 

17 Mei 2024
Abang Saleh Upin Ipin, Pemuda Berprestasi yang Harusnya Dapat Apresiasi Terminal Mojok

Abang Saleh ‘Upin Ipin’, Pemuda Berprestasi yang Harusnya Dapat Apresiasi

19 Juli 2022
Upin Ipin Kalau Jadi Mahasiswa dan KKN Bakal Jadi Kayak Gini (Upin Ipin Fandom)

Membayangkan Upin Ipin dan Anak Kampung Durian Runtuh KKN. Mei Mei dan Mail Jadi Kesayangan Karang Taruna, Ehsan Dibenci Teman-temannya

20 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026
Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama Mojok.co

Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama

14 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokal Mojok.co

Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokalnya

11 Mei 2026
Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.