Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Saya Punya Alasan untuk Tidak Perhitungan Follow IG Orang

Firdaus Deni Febriansyah oleh Firdaus Deni Febriansyah
7 Januari 2021
A A
Saya Punya Alasan untuk Tidak Perhitungan Follow IG Orang terminal mojok.co

Saya Punya Alasan untuk Tidak Perhitungan Follow IG Orang terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saya adalah salah satu dari milyaran orang di muka bumi ini yang memiliki akun Instagram. Ya walaupun jarang upload foto pribadi, saya tetap menggunakan IG untuk upload gambar lainnya dan juga mengetahui isu terkini yang sedang terjadi. Saya harus memiliki akun Instagram karena profesi saya sebagai blogger sekaligus content writer. Terkadang ada artikel bersponsor yang harus dibagikan ke Instagram dan menandai akun-akun milik brand tertentu. Saya juga termasuk orang yang tidak perhitungan dan ragu-ragu dalam melakukan follow IG orang lain.

Saya bukanlah orang yang bermain Instagram hanya untuk mendapatkan banyak follower. Sampai detik ini, jumlah followers saya segitu-gitu saja, nggak sebanding dengan jumlah follower milik Deddy Corbuzier, Maell Lee, Maria Vania, Jessie Amalia, maupun selebgram lainnya.

ADVERTISEMENT

Dan memang untuk saat ini, saya belum kepikiran menjadi seorang influencer atau buzzer walaupun (katanya) pekerjaan itu penghasilannya cukup menjanjikan. Saya ingin menjadi penulis saja, sesuai dengan jalan ninjaku dan nggak mau yang lain.

Saya sangat sependapat dengan tulisan Mas Maulana Iqbal yang menyatakan bahwa nggak ada larangan punya lebih banyak following di akun Instagram. Jumlah dua ribu following tanpa ada followers pun bukan jadi masalah bagi saya.

Kalau dihitung-hitung, jumlah follower saya hanya 50% dari jumlah following. Toh, saya tetap bisa berkomunikasi dan melihat foto mereka kan?

Ya kecuali kalau mereka memprivate akun IG-nya sehingga nggak ada seorang pun yang bisa mengintip.

Sejak punya akun Instagram sampai sekarang, sudah banyak akun lain yang saya follow. Mulai dari keluarga, teman, sahabat, tokoh publik, hingga tokoh pemerintahan. Saya nggak peduli mereka tidak mem-follow back saya dan saya nggak akan mengemis-ngemis meminta mereka untuk melakukan hal yang sama. Jelas saya punya alasan kenapa saya nggak perhitungan soal follow IG orang lain dan akan saya jelaskan.

#1 Wawasan saya bertambah

Saya sangat suka dengan akun-akun baik bisnis maupun pribadi yang membagikan seputar hal-hal bermanfaat, terutama tentang penulisan dan lowongan kerja (beginilah nasib pengangguran, hiks).

Baca Juga:

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Drama Cina: Ending Gitu-gitu Aja, tapi Saya Nggak Pernah Skip Menontonnya

Walaupun bukan akun terkenal atau terverifikasi, saya tetap mengikuti Instagramnya selama ada informasi bermanfaat di dalamnya. Dengan mengikuti akun-akun tersebut, pengetahuan dan wawasan semakin bertambah sehingga otak saya bisa terupgrade ke pentium yang lebih tinggi.

#2 Mungkin suatu saat saya butuh mereka

Saya nggak ragu apalagi gengsi follow IG orang lain (termasuk teman sendiri) karena bukan nggak mungkin suatu saat saya membutuhkan mereka. Mumpung sekarang akun IG-nya masih belum di-private atau belum dihapus, ya saya follow saja.

Ketika sudah berhasil mem-follow akan jauh lebih mudah menghubungi mereka untuk meminta pertolongan atau bantuan. Saya adalah makhluk sosial yang sangat membutuhkan orang lain.

Namanya juga butuh bantuan, yang membutuhkan harus menghampiri yang dibutuhkan, bukan sebaliknya. Jadi memang seharusnya saya mengikuti akun medsos mereka terlebih dahulu, bukan hanya berdiam diri mengharapkan bantuan.

#3 Pengobat Rindu

Instagram adalah salah satu tempat untuk mengobati rasa kangen kepada teman-teman saya yang terpisah sudah sejak lama. Saya bisa melihat foto bersama teman saya yang diupload di akun Instagramnya.

Bahkan bisa dibilang, sekarang IG adalah media sosial yang paling sering digunakan oleh teman-teman saya. Bukan lagi Facebook yang mulai ditinggalkan karena dianggap membosankan.

Sebab itulah saya membuat akun Instagram dan follow IG akun teman lama saya.

#4 Saya hanya orang biasa

Saya hanyalah orang biasa, bukanlah figur publik atau tokoh terkenal. Jadi, memiliki sedikit pengikut di media sosial bukan jadi problem bagi saya.

Orang-orang seperti saya yang menggunakan IG ala kadarnya ini sama sekali nggak mempedulikan tentang jumlah following maupun followers. Kalaupun kalian melihat di akun Instagram saya memposting gambar yang dilengkapi dengan hastag, itu semata-mata supaya postingan tersebut dilihat oleh pengguna IG lainnya. Dilihat saja nggak masalah, walaupun nggak memfollow.

Jadi kurang lebih itulah beberapa alasan yang membuat saya sama sekali nggak ragu untuk follow IG orang lain, apalagi akun keluarga atau teman sendiri. Mereka orang yang saya kenal, jadi buat apa ragu mem-follow mereka?

Terakhir saya ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang tidak mengunci akun Instagramnya sehingga saya lebih bebas untuk mengikuti akun Instagram kalian dan mendapatkan banyak wawasan bermanfaat dari gambar-gambar yang kalian upload.

BACA JUGA Alasan Saya Masuk Golongan Sekte Ayam Geprek yang Tidak Digeprek dan tulisan Firdaus Deni Febriansyah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2021 oleh

Tags: instagramMedia Sosial
Firdaus Deni Febriansyah

Firdaus Deni Febriansyah

Seorang content writer di salah satu agency dan juga mahasiswa di Universitas Terbuka. Tertarik dengan dunia content writing, copywriting, dan SEO.

ArtikelTerkait

Barista Posting di Coffee Shop Terus Abis Itu Makan Promag, Jangan Menyakiti Diri demi Konten!

Posting di Coffee Shop Terus Abis Itu Makan Promag, Jangan Menyakiti Diri demi Konten!

28 Januari 2020
4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang Mojok.co

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

9 Desember 2025
4 Dosa Besar yang Sering Dilakukan oleh Motivator

4 Dosa Besar yang Sering Dilakukan oleh Motivator

27 Oktober 2023
Saya Punya Alasan untuk Tidak Perhitungan Follow IG Orang terminal mojok.co

Unfollow Instagram, Blokir WA, dan Sejenisnya Tidak Menandakan Kedewasaan Seseorang

10 Desember 2020
twitter

Twitter itu (Sedikit) Menyebalkan

27 Juli 2019
akun gosip

Fenomena Akun Gosip di Media Sosial

18 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
Nakes vs pasien BPJS sama-sama korban sistem kesehatan (Unsplash)

Nakes vs pasien BPJS terjadi karena sistem kesehatan yang busuk

9 Agustus 2026
Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh Mojok.co

Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh

6 Agustus 2026
Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

5 Agustus 2026
Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

7 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.