Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Apa Salahnya kalau Punya Usaha Toko Sembako di Usia Muda?

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
4 Januari 2021
A A
Apa Salahnya kalau Punya Usaha Toko Sembako di Usia Muda? terminal mojok.co

Apa Salahnya kalau Punya Usaha Toko Sembako di Usia Muda? terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

“Masih muda kan, kok, nggak kerja malah buka toko sembako?”

Saat memutuskan membuka toko sembako di kampung, banyak sekali orang yang kaget dan mengutarakan pendapatnya seperti kalimat di atas. Saya sendiri nggak paham dengan pemikiran orang-orang yang menyangka bahwa membuka toko sembako itu bukanlah sebuah pekerjaan. Mungkin definisi bekerja versi mereka adalah orang yang mburuh alias bekerja untuk orang lain. Sehingga membuka toko sembako ini bukanlah sebuah pekerjaan, tapi hanya ritual duduk ongkang-ongkang sambil menunggu pembeli menyetor duit.

Padahal asal tahu aja, membuka toko sembako itu capeknya minta ampun kerjaannya. Angkat sana angkat sini, badan rasanya kayak dipukuli orang sekampung gini masih dibilang nggak kerja coba. Terlalu~

Membuka toko sembako di daerah saya itu identik dilakukan oleh orang yang umurnya sudah tua. Biasanya para pensiunan. Mereka menganggap bahwa memiliki toko sembako itu bisa dijadikan pekerjaan ringan untuk menambah penghasilan di hari tua. Kebanyakan anak mudanya biasanya bekerja di kota. Kalaupun ada yang buka toko biasanya merupakan warisan orang tuanya. Makanya saya nggak kaget kalau mendapat tanggapan seperti itu dari orang-orang atas keputusan saya balik kampung dan membuka toko sembako. Tak sedikit juga kami disangka korban PHK pandemi yang frustasi karena nggak dapat pekerjaan lagi di kota. Wkwkwk.

Awal kami merintis usaha sembako, banyak sekali orang yang pesimis. Mereka kebanyakan menakut-nakuti kami dengan segala cerita kegagalan dalam dunia per-sembako-an. Katanya untung dari berjualan sembako itu nggak seberapa dan nggak bakal cukup untuk memenuhi segala hal. Paling cuma cukup buat makan. Jadi dengan penuh keyakinan banyak orang menasihati kami untuk menyerah dan mending pergi kerja saja. Lagi-lagi, orang menyangka bahwa berjualan sembako bukanlah sebuah pekerjaan.

Jujur saja, saya melihat peluang usaha sembako di daerah saya ini menurut saya sangat amat menjanjikan sekali. Pertama, di daerah saya relatif semua warganya semua merupakan petani salak. Sedikit sekali warga yang menanam padi. Padahal kita tahu semua bahwa sebagai manusia yang tinggal di Indonesia, makanan pokok kita itu adalah nasi. Makanya berjualan beras di daerah yang jarang petani padinya dan setiap orangnya semua mengonsumsi nasi bukankah sebuah peluang?

Kedua, sebagai masyarakat Jawa yang lidahnya serba manis, konsumsi gula di daerah saya itu sangat tinggi sekali. Biasanya tiap rumah itu bisa menghabiskan satu kilogram gula pasir untuk tiga hari saja. Jadi berjualan gula bukannya merupakan target pasar yang pas, kan, ya?

Ketiga, hajatan di kampung itu sangat kental sekali hubungannya dengan dunia per-sembako-an. Ada orang mantu bawa sembako satu karung. Ada tetangga sakit bawa gula, teh, dan biskuit. Ada tetangga meninggal, bawa mie, beras, gula, minyak, dll. Belum lagi acara kenduri, syukuran, dll, yang semuanya menggunakan sembako.

Baca Juga:

12 Kerugian yang Kita Rasakan Seandainya Warung Madura Tak Pernah Ada

Usaha Toko Sembako di Desa Bikin Boncos. Jam Buka Menyesuaikan Teriakan Tetangga, Saldo ATM Nggak Bertambah pula

Dari fenomena yang saya jelaskan di atas, saya heran saja kenapa usaha sembako justru dikira merupakan bisnis yang kurang menjanjikan? Mungkin bagi anak muda jarang sekali melirik usaha yang satu ini karena sembako dianggap dunia para orang tua. Hal ini tentu akan bersinggungan langsung dengan para emak-emak, makanya jarang sekali saya lihat anak muda yang fokus menggerakan usaha yang satu ini. Kalaupun ada, tak banyak.

Saya masih awam sekali dengan dunia perdagangan seperti ini. Bahkan bisa dibilang, saya nggak tahu menahu dengan harga sembako. Biasanya dulu saya hanya membeli kebutuhan pokok di supermarket, sehingga tak tahu menahu dengan harga pasaran. Namun, untungnya teknologi memudahkan saya dalam belajar hal ini. Entah itu dalam hal mencari suplier, mencari tempat kulakan dengan harga miring, bahkan mencari tempat desain spanduk teknologi sangat amat membantu saya. Justru di usia muda ini, kita bisa melihat persaingan dan inovasi baru dalam perdagangan sembako. Setelah saya telusuri ya, ternyata banyak “pemain” dalam dunia per-sembako-an ini. Sehingga harga suka naik turun tanpa permisi dan menyusahkan orang bawah.

Setelah memantau harga pasar, survei sana-sini,dalam dua minggu ini Alhamdulillah toko sembako saya lumayan ramai untuk ukuran toko baru. Saya akui tidak mudah menggaet pembeli yang mungkin sudah fanatik atau setia untuk berpaling dari toko langganannya. Sehingga saya mendesain toko seramah mungkin pada pengguna jalan agar menarik perhatian mereka untuk turun.

Saya menekankan pada diri sendiri, hal apa yang saya sukai ketika saya di posisi pembeli. Dan saya juga harus memahami apa saja yang nggak disukai saat saya berada di posisi pembeli. Dengan modal ini, saya membuat banner besar dengan list harga untuk item bahan pokok yang penting. Saya juga menulisi setiap jenis beras dengan tempelan harga super besar dan bisa terbaca dalam jarak yang jauh. Sehingga orang-orang tak berpikir bahwa uang yang mereka bawa kurang.

Untuk mengakhiri artikel ini biarkan saya cerita pengalaman tragis saya saat membuka toko sembako ini. Sebelum saya mengontrak ruko ini, saya sudah tiga kali mendatangi ibu kontrakan untuk melihat kontrakannya. Bahkan hujan-hujan saya datangi karena saya anggap lokasinya sangat strategis sekali. Di pikiran saya, kalau saya sudah melihat tempatnya dan cocok yah bakal saya bayar kan, ya. Namun, tiap saya ke sana dicuekin dan kayak nggak dianggap. Sumpah pengin nangis rasanya. Terus kata si ibu, “Memangnya serius mau ngontrak dan buka toko sembako? Saya lagi sibuk, nanti buang waktu saya aja kalau nggak jadi!”

Sip nasib. Mungkin karena tampang saya yang masih muda dan nggak meyakinkan kali yah mau buka toko sembako, sampai-sampai mau ngontrak aja si ibu kontrakannya nggak percaya saya punya duit buat bayar sewa. Masa harus nunggu tua dulu cuma mau buka toko sembako, sih? Hadeh.

BACA JUGA 4 Tipe Pembeli di Warung Sembako dari yang Manutan sampai Ngeyelan dan tulisan Reni Soengkunie lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 3 Januari 2021 oleh

Tags: toko sembakowarung kelontong
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

Ciri Orang Paling Menyebalkan yang Belanja di Toko Kelontong (Unsplash)

Ciri Orang Paling Menyebalkan yang Belanja di Toko Kelontong

8 Januari 2023
Kecurangan Warung Sembako yang Bikin Pembeli Rugi tapi Nggak Mereka Sadari

Kecurangan Warung Sembako yang Bikin Pembeli Rugi tapi Nggak Mereka Sadari

16 Juli 2024
4 Hal Horor yang Kita Alami Saat Disuruh Emak Belanja ke Warung Kelontong terminal mojok.co

4 Hal Horor yang Kita Alami Saat Disuruh Emak Belanja ke Warung Kelontong

10 Februari 2021
Membantah Tulisan tentang Hal yang Bisa Bikin Usaha Warung Kelontong Bangkrut terminal mojok.co

Perbedaan Mencolok Warung Kelontong Milik Orang Madura dan Batak

19 Desember 2020
Warung Kelontong Sulit Disaingi Minimarket, asal Bisa Membenahi Boroknya Mojok.co

Warung Kelontong Sulit Disaingi Minimarket, asal “Boroknya” Dibenahi

26 Mei 2024
4 Dosa Warung Kelontong yang Bikin Pelanggan Kabur

4 Dosa Warung Kelontong yang Bikin Pelanggan Kabur

12 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa Mojok.co

Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa

9 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Memang Penuh Cerita dan Keresahan, Makanya Dibicarakan Berulang-ulang dan Hampir Tanpa Jeda

10 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.