Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Tips dan Trik Meningkatkan Pengalaman Makan Mi Instan

Friska Wulandari oleh Friska Wulandari
28 Desember 2020
A A
Tips dan Trik Meningkatkan Pengalaman Makan Mi Instan Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu lalu, jagat internet Indonesia dihebohkan dengan keberadaan mi instan yang matang dalam waktu 1 menit 45 detik saja. Fenomena itu populer berkat salah seorang selebgram bernama Asoka Remadja yang mengunggahnya di media sosial. Bahkan penjualan Supermi, mi instan yang ia masak pada video tersebut, laris manis berkat serbuan para warganet yang penasaran.

Tunggu… Bukankah mi instan idealnya dimasak dalam waktu 3-5 menit? Menurut Asoka, rasa dan tekstur mi instan yang ia masak jauh lebih enak dibandingkan dengan mi instan yang harus dimasak sesuai dengan petunjuk pada bungkusnya.

Video yang sempat viral beberapa waktu lalu bisa menjadi pelajaran bagi kita, apalagi bagi para penggemar mi instan seperti saya, agar lebih kreatif dalam mengolahnya. Tidak selamanya makan mi instan itu ala kadarnya layaknya anak kos di tanggal tua, kan? Berikut tips dan trik meningkatkan pengalaman makan mi instan yang bisa kita lakukan dalam keseharian.

#1 Memasak mi dengan kematangan al dente

Al dente merupakan istilah yang sering muncul ketika memasak pasta. Tingkat kematangan ini berada di antara setengah matang dan matang. Tekstur pasta yang kita gigit kenyal, tapi mudah untuk digigit. Jika mengambil padanan yang paling mendekati dalam bahasa Indonesia, boleh jadi al dente mendekati “pulen”.

Teknik memasak pasta ini juga bisa kita terapkan saat memasak mi instan. Teknik memasak yang dipopulerkan oleh Asoka Remadja sendiri membuat mi yang matang pun berada dalam tingkat kematangan al dente. Sensasi kenyal dan mudah digigit yang kita rasakan sewaktu memakannya bisa membuat mi yang kita makan seperti pasta buatan restoran mahal.

#2 Memodifikasi kuah mi instan

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan agar kuah mi instan jauh lebih spesial, misalnya memasak dengan durasi tertentu seperti cara Asoka. Selain itu, kita juga bisa melakukan cara lain untuk mengubah bumbu kuah mi instan yang biasa menjadi berbeda seperti menggunakan kuah kaldu asli sebagai pengganti air putih untuk kuah mi.

Banyak resep kaldu sederhana beredar di internet yang bisa kita coba di dapur, mulai dari kaldu ala restoran sampai kaldu low budget penyelamat tanggal tua. Perpaduan unik antara kaldu buatan rumah dengan bumbu mi instan favorit kita bisa meningkatkan pengalaman makan mi yang itu-itu saja menjadi lebih baik.

#3 Memaksimalkan topping mi instan

Setiap orang pasti memiliki selera sendiri dalam menikmati mi instan favoritnya. Ada yang suka polos tanpa topping, ada juga yang suka dengan topping tambahan seperti foto pada bungkus mi instan, Nah, salah satu cara untuk memaksimalkan pengalaman makan kita bisa dengan mengubah cara menambahkan topping itu sendiri.

Baca Juga:

Tak Ada Mie Instan yang Tetap Enak Dimakan Mentah selain Mie Sedaap Goreng

Dosa Indomie Ayam Bawang: Nggak Ada Bawang Goreng sebagai Pelengkap

Pertama, ubah cara memasak topping kita. Jika biasanya kita merebus topping sayuran sampai matang, coba deh sesekali memasak topping sayuran dalam waktu tertentu. Rasa dari sayuran akan berubah, teksturnya akan berbeda, dan tidak banyak vitamin sayuran yang hilang selama proses memasak.

Kedua, gunakan kombinasi topping yang seimbang. Tidak harus dengan topping kekinian juga, sih. Sesuaikan saja topping yang akan kita tambahkan dengan rasa dari mi instan tersebut.

Misalnya, kita memasak Supermi rasa ayam bawang yang cenderung netral. Kita bisa menambahkan topping untuk menaikkan rasa kuah mi ayam bawang yang biasa saja atau menambahkan sensasi lain seperti pedas atau asam pada mi instan kita. Dengan demikian, rasa mi yang kita santap akan menarik.

#4 Mencampur rasa dari dua bungkus mi instan

Sekilas ide ini sangat aneh mengingat variasi rasa mi instan di Indonesia yang beragam dan tidak semuanya cocok. Saya pernah mencampur dua rasa mi instan sekaligus. Hasilnya, campuran dua rasa tersebut menghasilkan kombinasi rasa yang tidak pernah terduga sebelumnya.

Saya pernah mencoba membuat salah satu menu mi instan dari kedai Upnormal di rumah, yakni Indomie Goreng Kari Ayam. Rasanya sendiri merupakan perpaduan dari Indomie Mie Goreng dan Indomie Kari Ayam. Uniknya, kedua rasa itu saling melengkapi satu sama lain bila dimasak dengan takaran bumbu yang pas.

Sebelum menggabungkan dua rasa mi instan, alangkah baiknya jika kita mengetahui beberapa hal:

Pertama, kenali rasa-rasa dari setiap merek mi instan. Setiap merek memiliki ciri khas tersendiri biarpun sama-sama varian mi goreng. Selain itu, kita akan lebih tahu mi instan mana saja yang bisa digabungkan atau tidak.

Kedua, sebisa mungkin campurkan rasa dari dua mi instan yang masih dalam satu merek. Hal ini dilakukan lantaran tekstur setiap mi berbeda-beda. Mie Sedaap yang tipis jauh lebih cepat matang daripada Indomie dan Supermi. Rasa yang maksimal baru akan tercapai bila kematangan dua jenis mi sama rata.

Ketiga, gunakan takaran bumbu yang berbeda bila mencampur mi instan dengan jenis yang berbeda. Dalam hal ini kita akan mencampur mi goreng dan mi kuah sekaligus. Takaran bumbu mi kuah harus dikurangi agar tidak terlalu asin bila akan menjadi mi goreng.

#5 Memasak dalam bentuk lain

Mi kuah tidak selalu harus dimasak menjadi mi kuah. Kita juga bisa membuat mi kuah dengan penyajian ala mi goreng. Begitu halnya dengan mi goreng. Kita bisa membuat mi goreng ala mi nyemek dengan sedikit kuah.

Coba sesekali ubah cara kita dalam memasak mi instan. Kita bisa mengubahnya menjadi apa pun sesuai dengan kreativitas dan budget yang tersedia di kantong. Hal ini tidak hanya bisa meningkatkan kemampuan memasak, kita juga bisa membuat pengalaman makan mi yang biasa saja menjadi unik. Bahkan kayaknya seru juga kalau mi instan bisa dibikin kue, nih.

Nah, itu tadi cara-cara meningkatkan pengalaman makan mi instan yang bisa dilakukan siapa saja. Asalkan punya kompor untuk memasak dan kemauan, semua teknik di atas bisa kita coba. Selamat mencoba!

BACA JUGA Kalap Berkat Kabut Asap dan artikel Friska Wulandari lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Oktober 2021 oleh

Tags: Mi Instan
Friska Wulandari

Friska Wulandari

ArtikelTerkait

5 Kombinasi Pop Mie yang Paling Cocok. Enaknya Kebangetan!

5 Kombinasi Pop Mie yang Paling Cocok. Enaknya Kebangetan!

6 November 2023
Pop Mie Pangsit Jontor, Nggak Sukses Bikin Bibir Jadi Jontor Terminal Mojok

Pop Mie Pangsit Jontor, Nggak Sukses Bikin Bibir Jadi Jontor

5 Desember 2022
Top 5 Varian Rasa Mi ABC Selera Pedas, Anak Kos Mari Merapat Terminal Mojok.co

Top 5 Varian Rasa Mi ABC Selera Pedas, Anak Kos Mari Merapat

12 April 2022
Surat Jawab dari Pemeluk Ajaran Indomie buat Misionaris Mie Sedaap terminal mojok.co

Cara Terbaik Menikmati Mi Rebus Adalah dengan Dijadikan Mi Goreng

16 Januari 2021
Bakmi Mewah Rasa Sop Buntut, Mi Instan yang Menurut Saya Cukup Mewah terminal mojok

Bakmi Mewah Rasa Sop Buntut, Mi Instan yang Menurut Saya Cukup Mewah

25 Juni 2021
3 Rekomendasi Mi Samyang KW yang Harganya Nggak Bikin Kantong Jebol Terminal Mojok

3 Rekomendasi Mi Samyang KW yang Harganya Nggak Bikin Kantong Jebol

30 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.