Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Meski Nama Mirip Perempuan, Saya Tetap Chelsea Tapi Bukan Chelsea Islan

Chelsea Venda oleh Chelsea Venda
7 Agustus 2019
A A
chelsea islan

chelsea islan

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau suatu hari kamu mendengar nama Chelsea Venda tanpa melihat foto atau mengetahui orangnya, apa yang terlintas di pikiranmu pertama kali? Mungkin beberapa orang langsung kepikiran Chelsea Islan kan—seorang perempuan cantik dengan rambut hitam yang menawan? Jika memang begitu, ya sudahlah, kamu nggak sendiri, kok.

Sebagai seseorang yang lahir di generasi 90-an, mempunyai nama depan Chelsea membuat saya cukup bangga—setidaknya dimirip-miripin Chelsea Islan. Orang tua saya rupanya cukup visioner juga dengan memberi nama depan saya Chelsea. Nama yang keren.

ADVERTISEMENT

Sayangnya, realita dunia kadang tak sesuai harapan. Sudah nggak terhitung saya disangka oleh banyak orang bukan sebagai seorang laki-laki, berkat nama mirip perempuan yang saya punya. Sebagian membuat saya ingin tertawa sendiri, sebagiannya lagi membuat bibir ini berkerut. Bikin risih!

Sejak sekolah dasar sampai sekarang di bangku kuliah, kejadian itu terus berulang padahal saya merasa nggak daftar remidian.  Saya terus menghadapi perlakuan yang sama pada saat presensi.

“Chelsea Venda,” panggil dosen.

“Chelsea!” ucapnya lagi.

Dosen itu memanggil saya sambil melihat ke kanan dan ke kiri, tetapi matanya hanya fokus ke gerombolan perempuan. Ketika saya mengacungkan tangan, beliau pun kaget. “Loh, Chelsea itu laki-laki?” tambahnya dengan raut muka keheranan.

Setelah itu, beragam pertanyaan lain muncul hanya karena nama Chelsea adalah nama mirip perempuan. Beberapa teman di kanan dan kiri tak luput berbisik, seolah nama ini harusnya disematkan ke seorang perempuan, bukan pada saya. Seolah–olah, mereka ingin menyerbu saya dengan beribu pertanyaan, “Kok namanya Chelsea? Aku kira Chelsea itu perempuan. Eh, taunya laki-laki.” Untung aja nggak ada yang mengira saya ini seorang transgender.

Baca Juga:

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

Konflik batin dosen nggak enakan hadapi mahasiswa pemalas: diberi nilai jelek kasihan, diluluskan kok malah ngelunjak

Kejadian paling menjengkelkan adalah ketika saya akan membayar uang SPP kuliah kemarin. Ketika saya maju ke depan loket, mas-mas penjaga loket dengan santainya ngomong, “Kakaknya Chelsea, Mas?”

Segera, saya jawab, “Bukan, Mas!” sembari mengeluarkan uang di dompet. Ternyata, rasa penasaran mas-mas loket itu belum kelar juga.

“Oh, pacarnya Mbak Chelsea ya, Mas? Atau udah nikah, sampai-sampai uang SPP aja Masnya yang bayar?” tambahnya. Dalam hati, saya ingin mengatakan, “Pacare matamu, Cuk!”

“Chelsea itu saya sendiri, Mas,” ucap saya dengan tenang. Sontak, suasana canggung pun muncul.

Tapi, serius deh. Memangnya, sebegitu perempuankah nama Chelsea? Kok bisa-bisanya saya sendiri yang punya nama malah dianggap pacarnya si Chelsea?!

Tak dipungkiri, yang mempopulerkan nama Chelsea pertama di Indonesia itu memang perempuan. Mari kita daftar satu-satu: Mulai dari Chelsea Olivia yang dulu sering main sinetron, yang suaminya bernama Glenn Alinskie, lalu ada Agatha Chelsea si penyanyi jebolan Idola Cilik, dan yang terakhir ada Chelsea Islan, seorang perempuan yang belakangan ini menjadi sosok yang bisa membahagiakan imajinasi laki–laki. Tak tanggung-tanggung, ada pula pedoman hidup yang baru populer: harta, tahta, Chelsea Islan. hehehe

Tapi, tolong ya, hanya karena yang populer pakai nama Chelsea itu perempuan, bukan berarti semua yang punya nama Chelsea itu auto-perempuan! Huh. Nggak gitu juga, keleus.

Kesalahan–kesalahan persepsi yang orang lain sangkakan ke saya ternyata juga terjadi oleh orang terdekat saya: kedua orang tua saya. Aneh sekali, saya pun dibuatnya heran. Tapi yang jelas, di kartu keluarga saya, pada kolom jenis kelamin, saya dituliskan sebagai seorang perempuan. Busyet, ini semua cuma karena nama mirip perempuan!

Entah apa yang ada di pikiran orang tua saya pada waktu itu. Saya juga nggak tahu apakah petugasnya salah input atau dasarnya orang tua saya saha yang ingin punya anak perempuan. Tulisan “perempuan” di kartu keluarga itu dibiarkan begitu saja, bahkan sampai menjelang lulus SMA. Saat akan membuat KTP, barulah saya urus segala sesuatunya.

Bagaimana keganjilan ini terjadi, sungguh membuat saya geli sendiri. Kejadian seperti ini nyatanya juga dialami oleh teman saya, Yudha Ade. Kalau saya punya nama mirip perempuan, teman saya ini memiliki nama yang mirip laki-laki. Pada saya, dia bercerita bahwa, sejak kecil, dia sering dianggap sebagai laki–laki. Pertanyaan–pertanyaan seputar, “Namanya Yudha, tapi kok perempuan?” sudah menjadi rutinitas yang harus dijawab setiap kali dia memasuki lingkungan baru.

Saya dan Yudha pernah berada di satu kelas yang sama. Pada saat presensi berlangsung, keheranan orang–orang makin menjadi-jadi, bahkan sampai ada yang menyarankan kami untuk bertukar nama. Argumennya masih sama—Chelsea itu nama perempuan sedang Yudha nama laki-laki.

Duh, memangnya kenapa, sih, punya nama yang keperempuan-perempuanan alias nama mirip perempuan? Memangnya itu ngaruh sama proses tumbuh kita dan jalinan pertemanan kita? Kan nggak! Lagian, siapa, sih, yang mengotak–ngotakkan nama untuk perempuan dan nama untuk laki-laki? Sejak kapan ada pembagian serupa dan mengapa di kultur masyarakat kita seolah seperti mengamininya?

Sudahlah, berhenti mengotak–ngotakkan bahwa nama ini hanya untuk perempuan dan yang ini khusus untuk laki-laki. Lagian Chelsea itu nama yang keren, seperti nama klub bola nan jauh di sana.

Seking kerennya,  saya pernah bertanya ke orang tua, kenapa memberi nama Chelsea. Saya pikir jawabannya akan sekeren yang dibayangkan, meski nama ini dicap sebagai nama mirip perempuan. Tapi, coba tebak?

Jawaban dari orang tua saya sungguh nggak terduga. Kata mereka, “Chelsea itu singkatan, Nak, CEritane Laire jam SEpuluh Awan. Itu pun karena kamu dulu lahirnya pagi sekitar jam 10.”

Mantul! Mantap betul!

Ah, seandainya saja orang-orang yang kekeuh bilang nama saya mirip perempuan dari zaman dulu itu bisa membaca penjelasan terakhir barusan. Nama saya boleh saja nama mirip perempuan, tapi maknanya tetap netral—kayak nama band. hehe

Biar nggak ngeyel terus!

Terakhir diperbarui pada 9 Februari 2022 oleh

Tags: artiscerita lucuchelsea islanMahasiswamemberi nama anaknamaProblematikasalah sangkaWanita
Chelsea Venda

Chelsea Venda

ArtikelTerkait

Penampilan Serba Nanggung Khas Mahasiswa S-3 yang Saya Jumpai di Kampus Terminal Mojok

Penampilan Serba Nanggung Khas Mahasiswa S-3 yang Saya Jumpai di Kampus

14 Oktober 2022
4 Salah Kaprah Tentang Unpad yang Harus Diluruskan

Kalau Mau Kuliah di Bandung ke Unpad Aja dan Salah Kaprah Lainnya tentang Unpad yang Perlu Diluruskan

14 Juli 2023
skripsi pandemi tips agar skripsi cepat selesai skripsi ditiadakan, skripsian di rumah Pak Jokowi, Selain UN, Skripsi Juga Harusnya Ditiadakan Tahun Ini

Pak Jokowi, Selain UN, Skripsi Juga Harusnya Ditiadakan Tahun Ini

25 Maret 2020
lanjut s2

Dilema Fresh Graduate: Langsung Kerja, Lanjut S2, atau Daftar CPNS?

21 Oktober 2019
4 Film yang Siap Menyentil Kemalasanmu Mengerjakan Skripsi terminal mojok.co

4 Film yang Siap Menyentil Kemalasanmu Mengerjakan Skripsi

23 Oktober 2020
4 Hal yang Membuktikan Mahasiswa Universitas Terbuka Tak Bisa Diremehkan

4 Hal yang Membuktikan Mahasiswa Universitas Terbuka Tak Bisa Diremehkan

10 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi ruang publik yang lebih hidup  Mojok.co

4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi jadi daerah lebih hidup 

17 Juli 2026
Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak Mojok.co

Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak

17 Juli 2026
Mohon maaf, tidak semua orang suka tahu campur Lamongan, bahkan saya sebagai warlok juga kurang cocok

Mohon maaf, tidak semua orang suka tahu campur Lamongan, bahkan saya sebagai warlok juga kurang cocok

19 Juli 2026
Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga Mojok.co yusril fahriza

Lamongan butuh dipimpin Yusril Fahriza agar makin maju dan kalcer, dan saya serius!

20 Juli 2026
Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer Mojok.co

Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer

19 Juli 2026
4 jajanan tradisional Bandung yang bikin orang Semarang gagal paham. Nama dan tampilan mirip, tapi rasanya jauh berbeda Mojok.co

4 kuliner Bandung yang bikin orang Semarang gagal paham. Nama dan tampilan mirip, tapi rasanya berbeda

16 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.