Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Politik

Mengkhawatirkan Flora dan Fauna Jika Ibu Kota Pindah ke Kalimantan

Yudi Kuswanto oleh Yudi Kuswanto
5 Agustus 2019
A A
ibu kota pindah kalimantan

ibu kota pindah kalimantan

Share on FacebookShare on Twitter

Nampaknya pemerintah sangat serius dalam persoalan pemindahan ibu kota negara ke luar Pulau Jawa dan menempatkanya di bagian pulau yang letak geografisnya tidak terlalu kebarat-baratan dan ketimuran biar terkesan Indonesia-sentris. Pemindahan ini pun juga akan dapat mematahkan sangkaan tentang pemerataan pembangunan Indonesia yang katanya lebih condong terpusat di wilayah tertentu, sebut saja dengan Pulau Jawa.

Padahal jelas pemerintah tidak sejahat seperti sangkaan-sangkaan itu. Dari dulu hingga sampai sekarang komitmen pemerintah tetap sama seperti yang tertulis di sila kelima yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kecuali jika alasan pemerintah memindahkan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke luar Pulau Jawa alasanya untuk menghindari Anies, eh maaf. hehe

ADVERTISEMENT

Nah, baru-baru ini lewat tanya jawab antara berbagai wartawan dan Jokowi seusai mengunjungi kawasan wisata The Kaldera Toba Nomadic Escape di Toba Samosir pada Selasa, 30 Juli 2019 yang terpampang nyata di website Sekretaris Kabinet Republik Indonesia (Setkab) beliau menyatakan bahwa keputusan untuk memindahkanya akan dipilih Kalimantan sebagai bakal Ibu Kota Negara baru Indonesia. Persisnya provinsi mana ini akan disampaikan pada Agustus ini.

Demi progres Indonesia yang semakin baik ke depanya, tentu pemindahan tersebut disambut hangat oleh masyarakat. Setidaknya dapat memberi suntikan semangat bagi calon mantan Ibu Kota yang akan ditinggalkan untuk memperbaiki tata ruang kota dan permasalahan pelik lainya yang mendera contohnya kemacetan, kualitas udara buruk akhir-akhir ini dan permasalahan yang membuat haru biru masyarakat Jawa Timur terkhusus Surabaya dengan pernyataan siap membantu permasalahan sampah di Jakarta dari Ibu Tri Rismaharini. Jujur, Rek—dari situ saya mbrebes mili terpukau.

Namun dari rencana manis pemindahan Ibu Kota, di sisi lain kita semua akan memiliki kekhawatiran tinggi bagi terjaganya flora dan fauna di Kalimantan meski nantinya konsep yang diambil adalah Forest City. Di sini sungguh tidak ada alasan sedikitpun rasa tidak percaya kepada pemerintah dalam hal menjaga kelestarian hutan.

Walau nantinya Ibu Kota baru hanya akan memindahkan pusat pemerintahan sedangkan pusat ekonomi dan bisnis tetap bertumpu di wilayah Jakarta dan sekitarnya, hal tersebut juga tidak akan mengurangi kekhawatiran pasalnya saya yakin meski sudah dipisah-pisah kaya begitu sedikit banyaknya pegiat ekonomi dan bisnis tetap ikut pada wilayah pusat pemerintahan sebab dirasa wilayah pemerintahan sangat menjanjikan  dalam segi ekonomi.

Sebagai contoh, lihat saja Surabaya yang memikul beban berat selain jadi pusat pemerintahan juga menjadi pusat perekonomian potensial. Ini jujur sangat dilematis sekali. Saya takut nantinya banyak deforestasi yang dilakukan entah sebagai perkantoran, perumahan terlebih lagi menjadi pabrik. Jangan.

Fauna yang statusnya punah tersebut seperti orang utan jelas menjadi hal yang patut disorot. Jangan sampai perpindahan Ibu Kota juga menjadi ajang pembalakan hutan secara besar-besaran—jangankan nanti ketika sudah terjadi perpindahan yang pasti dan sudah melangsungkan pembangunan, sekarang saja kerusakan hutan di wilayah Kalimantan dapat dikatakan mengancam habitat langka tersebut. Apalagi nanti digadang-gadang sekitar satu juta jiwa Aparatur Sipil Negara (ASN) di berbagai kementerian juga ikut pindah menemani kinerja pemerintah. Tentu efeknya bukan hanya bukan kepada hutan saja tetapi juga tingkat emisi dari kendaraan baik umum maupun dinas kemudian menyebabkan polusi.

Baca Juga:

Polemik Pembangunan PLTS Terapung di Batam: Yang Sengsara Indonesia, yang Untung Malah Negara Tetangga

Pak Prabowo Foto Tanpa Pasangan: Ya Memangnya Kenapa?

Namun, meski begitu tidak usah ragu dengan pemerintah. Khawatir yang amat dalam akan lingkungan memang hal baik tapi ragu pada pemerintah tidak semestinya dilakukan, harusnya sebagai warga negara yang baik kita harus tetap mendukung. Sekali lagi demi kemaslahatan umat maksudnya masyarakat untuk menyongsong kehidupan masa depan dengan penuh kemakmuran.

Pokoknya pengkajian wilayah harus benar-benar matang untuk menekan terancamnya kelestarian hutan dan berdampak buruk kepada populasi flora dan fauna yang hidup di dalamnya. Ini hanya sebatas opini saja yang tidak perlu dicermati lalu disungging tinggi-tinggi sebagai alasan salah bagi fenomena yang ada. Tulisan ini hanya cerminan kalau di negara ini memang masih bisa berdemokrasi. Pendapat umum masih dihargai.

Kalau menurutmu bagaimana? Pokok yang terpenting dari semua ini yakni jangan sampai orang utan yang terbiasa hidupnya di hutan menjadi orang kuto (orang kota)—jangan sampai. Tidak usah terlalu serius, my lov~

Terakhir diperbarui pada 9 Februari 2022 oleh

Tags: ibu kota negaraibu kota pindahibu kota pindah kalimantanpolemikPolitik Indonesia
Yudi Kuswanto

Yudi Kuswanto

ArtikelTerkait

hewan atau diam

Mau Mengkritik, Tetapi Takut Dianggap Anakan Hewan

28 Mei 2019
pak prabowo Menteri Kabinet Indonesia Maju

Pak Prabowo Foto Tanpa Pasangan: Ya Memangnya Kenapa?

25 Oktober 2019
perdamaian politik

Kebersamaan Keluarga Pak SBY dan Ibu Mega dan Pentingnya Perdamaian Dalam Politik

9 Juni 2019
prabowo ziarah

Apa Salahnya Prabowo Ziarah Ke Makam Pak Harto?

31 Mei 2019
@NKR_Internet

@NKR_Internet : Alternatif Negara Fiktif Buat Kita yang Lelah dengan Drama Capres di Indonesia

4 Juli 2019
Daripada Blusukan Daring, Gibran Rakabuming Mending Lakukan Hal yang Lebih Wangun kaesang pilkada jokowi terminal mojok.co

Jika Gibran dan Kaesang Layak Menjadi Politisi, Itu Karena Hasil Survei

6 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur Mojok.co

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur

8 Agustus 2026
Takut ke Puskesmas karena malas hadepin antrean panjang (Unsplash)

Pergi ke Puskesmas itu tidak menakutkan, yang menakutkan menghadapi antrean panjang dan tidak tahu harus bertanya kepada siapa

10 Agustus 2026
Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang Mojok.co

Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang

9 Agustus 2026
Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua Mojok.co

Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua

7 Agustus 2026
Nalar Cacat Kepala Sekolah yang Menganggap Enteng Bullying pada Siswa

Penyelesaian bullying di sekolah hanya dengan permintaan maaf adalah bukti bahwa hal ini nggak pernah dianggap serius

8 Agustus 2026
Iuran wajib Hari Kemerdekaan Indonesia itu penjajahan gaya baru (Unsplash)

Tradisi iuran wajib untuk perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di kampung itu nggak masuk akal karena nggak semua warga punya uang sisa cuma buat panggung hiburan yang bikin berisik

9 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.