Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tidak Ada yang Salah dari Makan Nasi Padang Dicampur Kecap

Iqbal AR oleh Iqbal AR
10 November 2020
A A
Tidak Ada yang Salah dari Makan Nasi Padang Dicampur Kecap terminal mojok.co

Tidak Ada yang Salah dari Makan Nasi Padang Dicampur Kecap terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Perdebatan masalah makanan rasanya sudah jadi konsumsi rutin masyarakat kita. Satu hingga dua tahun terakhir, kita disuguhkan banyak sekali perdebatan mengenai makanan dan tetek-bengeknya. Mulai dari makan bubur diaduk, makan mi instan pakai es, dan lain sebagainya. Rasa-rasanya, kita tidak akan pernah capek kalau disuguhkan perdebatan atau bahkan ikut dalam perdebatan soal makanan. Sayang sekali bahwa perdebatan yang terjadi kemarin-kemarin ternyata tidak terlalu prinsipil, dan cenderung sia-sia. Perdebatan terbaru yang muncul adalah mengenai apakah boleh makan nasi Padang dicampur kecap?

Ini berawal dari sebuah video yang cukup ramai di Twitter, yang menunjukkan seseorang yang bersiap memakan nasi Padang (dibungkus) lalu dituang kecap di atasnya. Video pendek yang sudah tersebar luas dan dibagikan ratusan hingga ribuan kali ini jelas memancing reaksi warganet. Ada yang biasa saja dan tidak mempermasalahkan, tapi kebanyakan warganet (yang kebetulan adalah para fasis nasi Padang) marah dan mempertanyakan kejiwaan orang yang ada di dalam video. Padahal, secara etika dan aturan, tidak ada yang melarang memakannya dengan dituang kecap di atasnya.

Alasannya sederhananya, nasi Padang adalah makanan yang cenderung punya rasa asam dan pedas yang kuat. Mulai dari kuah gulai, rendang, ayam goreng, telur goreng, daun singkong, kikil, atau sambal, semuanya dominan rasa asam, gurih, dan pedas. Rasa manis mungkin hanya ada dari nasi putih (itu pun tidak terlalu kentara rasa manisnya), dan ayam pop yang rasa manisnya pun sedikit sekali. Bagi orang yang suka manis dan ingin makan nasi Padang, kecap tentunya menjadi pilihan paling masuk akal untuk dicampur dengannya.

Memang, nasi Padang memang makanan manis seperti gudeg. Namun, tidak ada salahnya dong kalau ada orang yang mencoba menambahkan rasa manis, entah dari kecap, lolipop, atau mogu-mogu sekalipun. Rasanya juga tidak akan banyak berubah. Toh, dari sananya juga tidak ada aturan bahwa kecap itu dilarang dicampur dengan nasi Padang. Kalau ia dicampur dengan kuah rawon atau kuah bakso, baru itu keliru dan harus dipermasalahkan.

Setelah video ini ramai dan banyak memancing reaksi warganet (yang sebagian besar marah), saya jadi penasaran dengan pola pikir orang-orang yang sok fasis dengan nasi Padang. Menambahkan kecap ke nasi Padang itu kan bukan hal yang prinsipil. Kok, mereka dengan sok asyiknya merasa paling benar ketika memakannya dengan tidak dicampur kecap?

Mempertanyakan orang yang makan nasi Padang dicampur dengan kecap pun sebenarnya sangat tidak perlu. Pasalnya, itu urusannya dengan lidah dan selera, bukan manner atau hal-hal yang prinsip lainnya. Urusan lidah, ya urusan masing-masing. Kalau ada yang suka memakannya dicampur kecap, ya sudah biarkan, tidak perlu dimarahi. Itu selera dia.

Lagian, mereka yang marah-marah kan juga tidak ikut beli. Harusnya mereka tidak punya hak marah-marah kalau ada orang yang mencampur kecap di nasinya. Terserah yang beli dong, mau diapakan. Mau dicampur kecap, dicampur saus, dicampur tumpeng pun terserah yang beli. Toh, kalaupun memang si nasi ini dicampur kecap itu salah, apa bisa mereka menunjukkan di mana salahnya? Saya berani taruhan kalau mereka tidak bisa tunjukkan salahnya.

Daripada sibuk marah-marah tidak jelas pada orang yang makan nasi Padang dicampur kecap, lebih baik kemarahannya dialihkan ke ranah lain saja. Misalnya, memarahi orang yang makan soto atau rawon tetapi nasinya dipisah. Atau memarahi orang yang makan rujak cingur pakai nasi. Itu jelas lebih prinsipil dan lebih fundamental, daripada nasi Padang yang dicampur kecap. Bisa juga kalau masih mau marah-marah di ranah nasi Padang, coba itu marah-marah ke restoran Padang yang kalau kita makan di tempat dengan sistem “hidang”, makanannya ditutupi pakai plastic wrap. Kan kita jadinya tidak bisa ambil kuah.

Baca Juga:

4 Alasan Makan Nasi Padang Lebih Masuk Akal daripada Makan di Angkringan  

Makan Nasi Padang Pakai Sendok Itu Bukan Dosa dan Tidak Melanggar Hukum!

Jadi, buat para fasis dan ultra-nasionalis nasi Padang, cobalah dipikir-pikir lagi kalau mau marah soal ini. Perkara kecap kan perkara selera, bukan hal yang mendasar. Tidak perlu marah. Lebih baik kalian perjuangkan untuk menolak plastic wrap di restoran Padang saja. Oke?

BACA JUGA Kecap Manis yang Terdiskriminasi dan tulisan Iqbal AR lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 10 Oktober 2021 oleh

Tags: kecapNasi Padang
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

4 Dosa Saat Makan Nasi Padang yang Kerap Dilakukan terminal mojok.co

4 Dosa Saat Makan Nasi Padang yang Kerap Dilakukan

4 Februari 2022
5 Alasan di Balik Nasi Padang yang Ngangenin dan Bikin Kita Pengin Terus Menyantapnya Terminal Mojok

5 Alasan di Balik Nasi Padang yang Ngangenin dan Bikin Kita Pengin Terus Menyantapnya

23 April 2022
Nasi Padang Lauk Telur Dadar, Comfort Food Terbaik di Rumah Makan Padang warteg masakan padang

Nasi Padang Lauk Telur Dadar, Comfort Food Terbaik di Rumah Makan Padang

23 Juni 2022
Makan Soto tapi Nasinya Dipisah Itu Masih Mending daripada Makan Soto tapi Kebanyakan Kecap Sampai Mirip Rawon

Makan Soto tapi Nasinya Dipisah Itu Mendingan daripada Makan Soto tapi Kebanyakan Kecap

11 Februari 2020
Betapa Menyebalkannya Kemasan Kecap dengan Auto Lock: Ditekan Pelan Keluar Dikit, Dikasih Tenaga Malah Tumpah

Betapa Menyebalkannya Kemasan Kecap dengan Auto Lock: Ditekan Pelan Keluar Dikit, Dikasih Tenaga Malah Tumpah

19 Mei 2023
Kecap Manis Adalah Candu, Bikin Saya Merasa Berdosa terhadap Makanan

Kecap Manis Adalah Candu, Bikin Saya Merasa Berdosa terhadap Makanan

4 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Sudah Saatnya Soreang Punya Mal supaya Nggak Bergantung sama Mal di Kota Bandung

Sudah Saatnya Soreang Punya Mal supaya Nggak Bergantung sama Mal di Kota Bandung

30 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam
  • Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.