Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

4 Tempat Pacaran di Jogja yang Harus Dihindari

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
5 November 2020
A A
4 Tempat Pacaran di Jogja yang Seharusnya Dihindari

4 Tempat Pacaran di Jogja yang Seharusnya Dihindari

Share on FacebookShare on Twitter

Jogja itu sejatinya nggak romantis-romantis amat. Nggak seperti yang dicuitkan akun buzzer andalan Jogja yang sudah centang biru maupun akun mandiri yang sedang cari panggung demi rezeki endorse-an. Istimewa sih sudah jelas, provinsi mana yang gubernurnya infiniti. Tapi romantis? Tunggu dulu.

Dalam khazanah pengalaman saya berpacaran di Jogja dan Solo, saya lebih memilih Solo buat tempat memadu kasih. Banyak alasan hingga akhirnya pilihan saya jatuh ke kota jiran. Ini bukan bermaksud menyamaratakan seluruh lokasi di Jogja lho ya. Agar tidak dianggap pukul rata, saya akan menjelaskan beberapa tempat populer buat pacaran di Jogja, tapi sesungguhnya tidak romantis.

Tempat pacaran di Jogja yang seharusnya dihindari #1 Nol Kilometer

Pacaran itu ada banyak tipenya. Pertama, nyari kesenangan dengan cara bergembira. Nah, jika kamu dan pacarmu mengejar aspek ini, mungkin titik Nol Kilometer masih masuk kategori nyaman. Namun, jika kamu dan pacarmu adalah tipe kedua, yakni pacaran itu harus ngobrol dengan nyaman, memilih tempat ini adalah kesalahan besar.

Lha piye, mau ngobrol bentar, pengamen sudah berkerumun. Lagi mau berbagi kisah, ndilalah ada yang nyanyi, “Bohong… dia tukang bohong….” Kan asu. Pacaran yang menitikberatkan obrolan jadi kurang khusyuk. Belum lagi masalah keramaian. Kita ngobrol apa, orang lain pasti mendengar. Kalau modelannya begini, sekalian aja bikin tablig akbar.

Nol Kilometer adalah pusat perasan romantisasi Jogja bagi akun-akun selebtwit (selain Tugu, tentunya). Sangat cocok bagi kamu yang mau pacaran cuma dengan foto-foto, ngguya-ngguyu, dan makan sate gajih. Namun, bagi kalian yang pacaran mau ngelurusin masalah, wes tho, tempat ini bukan solusi. Bukannya masalah menjadi lurus, pulang-pulang malah tambah bundet kayak kabel hetset.

Tempat pacaran di Jogja yang seharusnya dihindari #2 Tugu Jogja

Lokasi ini bisa sampai masuk, saya yakin banyak yang akan protes. Bisa saja saya ditanya KTP mana di kolom komentar. Tapi saya harus bersifat objektif, aktual, dan gesit dalam mengabarkan kebenaran. Tugu Jogja itu paling cocok untuk orang-orang yang sedang piknik, bukan pacaran. Kalo kamu pacaran di Tugu mau ngapain jal? Mengamati kandungan emas di pucuknya? Nggatheli.

Tugu Jogja, bagi saya, tempat yang pas untuk muter kendaraan. Selain itu ya sebatas monumen yang tinggal menunggu waktu untuk proyekan renovasi lagi dan lagi. Seperti saat ini, area Tugu sedang bersolek dengan master plannya yang nggak berseri. Mungkin sudah saatnya kita bilang, Jogja selain kota pelajar juga adalah kota proyekan renovasi Tugu.

Mau pacaran di area proyekan? Ya, tinggal bergegas saja pakai helm proyek, rompi warna terang, dan jangan lupa bekal makanan. Lha ini kamu mau pacaran apa mau jadi mandor. Pacaran mbok yang nggenah gitu loh. Selagi ada jalan panjang bernama Ring Road, ngapain pacaran di tempat proyek.

Baca Juga:

Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan 

Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik

Tempat pacaran di Jogja yang seharusnya dihindari #3 Hotel

Ya, saya tahu, hotel di Jogja itu pating tlecek. Tiap kelokan ada. Jika kata selebtwit tiap sudut Jogja adalah kenangan, silakan tertawa sepuasnya. Kenangan gimana, lha wong tiap sudut Jogja itu hotel bertingkat. Mulai dari yang bintang lima sampai bintang-bintangan ada. Apa maksudnya kenangan di tiap sudut Jogja = kenangan di hotel?

Lantas kenapa hotel nggak disarankan? Apa lagi, ya karena harganya mahal. Uang sakumu gajimu lebih baik digunakan buat hal yang lebih penting. Eh, tapi UMP Jogja 2021 naik 68 ribu lho. Lumayan buat beli nasi kucing di angkringan selama sebulan, sampai mukamu kayak sambel tempe.

Tempat pacaran di Jogja yang seharusnya dihindari #4 Sepanjang Malioboro

Inilah jalan yang selalu tampil di FTV-FTV dengan perempuan cantik dan mas-mas berblangkon. Malioboro, tak bisa disangkal, adalah ikon Jogja. Tapi mending jangan buat pacaran.

Lha kok? Bukannya nggak mau mendukung usaha sekitar, pun nggak melarisi tukang becak dan andong, tapi uji coba pedestrian ini lho yang bikin saya garuk-garuk kepala. (Uji coba pedestrian adalah isolasi Malioboro dari kendaraan bermotor. Jadi hanya boleh jalan kaki.)

Ya gimana, ketika kalian pacaran sambil haha-hehe, warga yang bergantung pada akses jalan ini malah sedang sedih karena penghasilan hariannya menurun. Pacaran jadi nggak seromantis akun nasihat lantaran kepala harus memikirkan perihal lain di luar pokok substansi yang-yangan.

Malioboro tidak sesederhana “tempat wisata Instagramable”. Lebih dari itu, banyak manusia yang menggantungkan harap dari sini. Bagaimana bisa pacaran dengan tenang sedangkan kebijakan daerah makin aneh saja.

Dilansir dari Harian Jogja, di hari pertama dan kedua uji coba pedestrian, sejumlah pedagang keluhkan omzet yang turun drastis. Lalu karena ada rekayasa lalu lintas giratori (jalur lalu lintas dibikin berlawanan arah jarum jam), orang yang sering lalu lalang di sekitar Malioboro jadi bingung mau keluar-masuk jalan ini.

Jika di masa pandemi seperti ini, ketika orang-orang bertahan untuk hidup dan mencari sedikit rupiah aksesnya malah dibatasi, jatuhnya bukan romantis, tetapi miris. Atau malah tragis? Yang jelas bikin meringis.

Photo by Naufal Hilmiaji on Unsplash

BACA JUGA Tempat-tempat Anti-Mainstream Untuk Pacaran Memadu Kasih dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 November 2020 oleh

Tags: JogjaMalioboroPacarantugu
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Warong Texas 1978: Legenda Nasi Rames Jogja Dekat Kampus Sanata Dharma yang Menyediakan hingga 50 Pilihan Menu

Warong Texas 1978: Legenda Nasi Rames Jogja Dekat Kampus Sanata Dharma yang Menyediakan hingga 50 Pilihan Menu

7 September 2023
Hal yang Akan Terjadi Jika Karakter Pokemon Beneran Ada di Jogja terminal mojok.co

Hal yang Akan Terjadi jika Karakter Pokemon Beneran Ada di Jogja

12 Januari 2021
Kecamatan Kalasan Memang Nanggung, Terlalu Cupu untuk Jogja, tapi Terlalu Modern untuk Klaten  

Kecamatan Kalasan Memang Nanggung, Terlalu Cupu untuk Jogja, tapi Terlalu Modern untuk Klaten  

23 Juli 2024
kos jogja

Lika-Liku Anak Kos Jogja (1)

13 Juli 2019
Dari Tekyan Sampai Garangan: 40 Kata Slang Jogja yang Mulai Punah terminal mojok.co

Dari Tekyan Sampai Garangan: 40 Kata Slang Jogja yang Mulai Punah

21 Januari 2022
3 Hal yang Tidak Bisa Dilakukan di Jogja

3 Hal yang Tidak Bisa Dilakukan di Jogja

7 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi Purwokerto dan Purwakarta, Bikin Kurir Ekspedisi Kena Mental (Unsplash)

Purwokerto dan Purwakarta: Nama Mirip Beda Provinsi yang Bikin Paket Nyasar, Ongkir Membengkak, dan Kurir Ekspedisi Kena Mental

19 Januari 2026
Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

14 Januari 2026
8 Istilah Bahasa Jawa yang Orang Jawa Sendiri Salah Paham (Unsplash)

8 Istilah Bahasa Jawa yang Masih Bikin Sesama Orang Jawa Salah Paham

18 Januari 2026
Honda PCX 160 Dibuat Ceper, Modifikasi Motor yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda PCX 160 Dibuat Ceper, Modifikasi Motor yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan

19 Januari 2026
Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

15 Januari 2026
Fisioterapis, Profesi Menjanjikan dan Krusial di Tengah Masyarakat yang Sedang Begitu Gila Olahraga

Fisioterapis, Profesi Menjanjikan dan Krusial di Tengah Masyarakat yang Sedang Begitu Gila Olahraga

18 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.