Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Membaca Kanal Hoaks di Web Kominfo Itu Hiburan, Lho!

Fatony Royhan Darmawan oleh Fatony Royhan Darmawan
5 Oktober 2020
A A
Membaca Kanal Hoaks di Web Kominfo Itu Hiburan, Lho! terminal mojok.co

Membaca Kanal Hoaks di Web Kominfo Itu Hiburan, Lho! terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai kementerian yang baik, Kominfo berusaha sebaik-baiknya menjalankan tugasnya. Salah satu terobosan yang mencoba dilakukan adalah membuka kanal laporan berita hoaks di kominfo.go.id. Akan tetapi bagi saya, alih-alih menghindarkan dari kabar bohong, kanal ini justru jadi hiburan.

Menurut saya kanal berita hoaks di web kominfo.go.id ini sangatlah kaku. Ya, identik dengan sifat-sifat boomers gitu lah. Soalnya beberapa berita hoaks yang ada di kanal ini tidak seharusnya diklarifikasi sebagai berita hoaks oleh sekelas Kominfo.

ADVERTISEMENT

Yang koplak itu kalau sudah jelas berita itu nggak bakal dipercaya eh masih saja diklarifikasi. Dikiranya masyarakat ini kelewat goblok apa? Pasalnya, beberapa berita yang diklarifikasi sangatlah receh. Di mana seharusnya masyarakat sudah bisa menilai sendiri, tapi masih masuk di kanal hoaks ini. Jatuhnya kan malah jadi bahan tertawaan alias hiburan, yak.

Mungkin cuma boomers saja yang bisa percaya berita-berita ini. Atau jangan-jangan memang Kominfo ini isinya boomers semua? Eh.

Berikut berita yang jelas nggak bakal dipercaya tapi masih diklarifikasi~

#1 [HOAKS] Terapi Uap Panci Presto Dapat Mengusir Corona

Kabar ini didapat dari media sosial. Beredar video terapi uap yang dipercaya bisa melindungi diri dari virus corona. Uap berasal dari pipa yang terhubung panci presto, lalu dihirup lewat hidung dan mulut. Video ini berlokasi di India.

Coba kalian pikir, masyarakat mana yang percaya uap panci presto bisa mengusir corona. Udah jelas-jelas berita ini nggak bakal bisa dipercaya masih aja diklarifikasi. Lagian Kominfo mainnya jauh amat sampai klarifikasi video dari India. Eh, tapi wajar ding, lha wong sekelas Kementan saja percaya kalau kalung bisa mencegah corona.

Saya sendiri bisa memaklumi kalau memang pemerintah (tidak terkecuali Kominfo) sekarang ini lagi pusing-pusingnya mikirin corona di Indonesia. Tapi, ya mbok tolonglah jangan serius-serius amat. Pakai logikanya dong, buat memfilter mana yang harus diklarifikasi, mana yang nggak. Masyarakat juga paham kali kalau virus nggak mungkin hilang cuma gara-gara uap panci presto.

Baca Juga:

Sungguh Memalukan, Operator Warnet 3 Ribu Sejam Ternyata Lebih Jago ketimbang PDN Kominfo yang Anggarannya 700 Miliar!

Dosa Orang yang Sering Nyampah di Grup WA, Memang Pantas Di-kick

#2 [HOAKS] Obat Corona Bernama Pil-Kada

Nah, yang kedua ini lebih lawak lagi. Tapi kalau dipikir-pikir bener juga Pil-Kada itu obat Covid-19. Buktinya, Pilkada tetep dilanjutin. Bahkan data dari satgas mengklaim zona merah corona di daerah pilkada itu menurun. Sedangkan di daerah yang nggak ikut pilkada kayak DKI Jakarta angka positif coronanya makin meningkat.

Namun, saya sendiri malah jadi respek sama Kominfo yang membantu memviralkan meme ini. Lumayan, kan, karena secara tidak langsung mengkritik ke pemerintah alias dirinya sendiri. Tapi sayangnya, nggak peka-peka juga.

Jujur saya sendiri termasuk yang sangat kecewa karena sekolah bahkan sepak bola yang notabene nggak boleh dihadiri penonton malah nggak dapat izin. Lah ini sebaliknya pilkada yang jadi lumbung berkumpulnya massa justru jalan terus.

#3 [DISINFORMASI] Foto Uya Kuya Bertanya ke Wakil Presiden Ma’ruf Amin Apa yang Dikerjakan Selama Ini

Foto ini banyak beredar di media sosial baik Facebook maupun Twitter. Sebenarnya, menurut saya foto ini hanyalah satir dari netizen. Nggak perlulah ditanggepin sampai serius begini sama Kominfo apalagi sampai harus diklarifikasi segala. Lagian orang-orang juga tau kali kalau ini nggak serius alias cuma candaan.

Mungkin satir di mata Kominfo itu termasuk hoaks. Memang ya kalau boomers ini nggak pernah mau belajar. Eh, tapi klarifikasi Kominfo buat foto yang satu ini patut diapresiasi karena berkat berita ini saya jadi ingat kalau Indonesia masih punya wakil presiden.

#4 [HOAKS] Menkes Terawan Mundur Gara-gara Najwa Shihab

Eh, kalau buat informasi yang satu ini sih saya yakin masyarakat berharapnya bukan hoaks. Saat ini performa Terawan sebagai menkes memang tengah jadi sorotan. Terlebih lagi beliau seperti lenyap ditelan bumi.

Di sisi lain harusnya sih informasi ini nggak perlulah diklarifikasi. Terlepas dari satir Najwa Shihab yang mewawancarai bangku kosong, masyarakat juga bisa kali menilai kalau ini hanya satir. Saya yakin Pak Terawan ini nggak bakalan mundur, lha wong hadir saja tidak bagaimana mau mundur, Bro?

Ini salah satu bukti kalau kinerja Kominfo buat kanal klarifikasi disinformasi dan hoaks itu sama sekali nggak berguna. Daripada melakukan klarifikasi untuk satir dan joke receh kayak gini, mendingan Kominfo itu mikirlah supaya jaringan internet di Indonesia bisa mencakup di semua daerah.

Di musim daring kayak gini aja masih ada loh daerah-daerah yang belum terjangkau sinyal internet. Urus juga itu kartu operator. Sampai sekarang pun nomor saya yang didaftarin pakai KK sama KTP tiap hari masih dapat SMS penipuan berkedok menang undian. Eh, btw tulisan saya ini jangan diklarifikasi juga ya, Om Kominfo. Xixixi~

BACA JUGA Kena Penipuan dan Sudah Lapor ke Kominfo: Kok Nggak Ada Tindak Lanjutnya? dan tulisan Fatony Royhan Darmawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 April 2026 oleh

Tags: hoakskominfo
Fatony Royhan Darmawan

Fatony Royhan Darmawan

Seorang mahasiswa yang hobi main Pro Evolution Soccer level beginner dan suporter klub liga 3 yang hampir bubar.

ArtikelTerkait

tutorial balikan dengan mantan pacar pasangan ngambek marah konflik pacaran pacar janji mojok

Jangan Percaya Kalimat ‘Aku Janji Bakal Berubah demi Kamu’, Itu Hoaks

16 November 2020
Dilema Tukang Tembak Thermo Gun_ Kemakan Hoaks atau Tidak, Sama-sama Susah MOJOK.CO

Dilema Tukang Tembak Thermo Gun: Kemakan Hoaks atau Tidak, Sama-sama Susah

25 Juli 2020
Operator Warnet 3 Ribu Sejam Lebih Jago ketimbang Kominfo (Unsplash)

Sungguh Memalukan, Operator Warnet 3 Ribu Sejam Ternyata Lebih Jago ketimbang PDN Kominfo yang Anggarannya 700 Miliar!

7 Juli 2024
Dosa Orang yang Sering Nyampah di Grup WA, Memang Pantas Di-kick Mojok.co

Dosa Orang yang Sering Nyampah di Grup WA, Memang Pantas Di-kick

25 November 2023
link di bio

Hei Kalian yang Link di Bio Medsos Kalau Dibuka Isinya Kosong: Tolong Sadar Diri!

26 Juni 2019
Apakah Kampanye Body Positivity Harus Dilakukan dengan Busana yang Minim?

Apakah Kampanye Body Positivity Harus Dilakukan dengan Busana yang Minim?

6 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga Mojok.co

4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga

21 Juli 2026
Pesan untuk orang tua ambis yang khawatir anaknya nggak juara kelas Mojok.co

Pesan dari orang tua untuk sesama orang tua, stop paksa anak yang baru masuk SD jadi juara kelas

24 Juli 2026
Tempe mendol yang endul gusur bakso Malang dari hati saya (Wikimedia Commons)

Bakso Malang minggir dulu, status makanan khas Malang mending kasihin ke tempe mendol yang endul itu

26 Juli 2026
Kebodohan pembeli soto ayam yang bikin saya muak dan jijik (Wikimedia Commons)

Akulah pelanggan soto ayam yang marah itu gara-gara konsumen nggak punya hati yang bikin muak, mual, dan jijik

26 Juli 2026
Jadi warga Tegal bukan sekadar soal domisili, tapi ujian mental karena harus menelan kekalahan demi kekalahan Mojok.co

Jadi warga Tegal bukan sekadar soal domisili, tapi ujian mental karena harus menelan kekalahan demi kekalahan

25 Juli 2026
Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu Mojok.co

Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu

26 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.