Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Review Ultraman Netflix: Lebih Futuristik dan Realistis

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
27 September 2020
A A
ultraman netflix review mojok

ultraman netflix review mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Saya masih ingat, bagaimana masa kecil saya diisi dengan film kartun. Apalagi kalau kartunnya tentang superhero. Rasanya greget dan seru aja gitu melihat para pahlawan di serial kartun bertempur melawan monster juga para penjahat. Dan salah satu superhero yang menarik perhatian saya adalah Ultraman. Pada 2019 lalu, Netflix membuat serial anime Ultraman yang memiliki 13 episode. Dan untuk mengenang masa lalu, tentu saja saya menyempatkan diri untuk menontonnya.

Pada dasarnya, Ultraman adalah orang biasa yang diberi kekuatan kosmos (luar angkasa) agar bisa berubah menjadi sosok pahlawan bertubuh besar dan bertugas melawan para monster alien raksasa.

Para nama karakter animasi Ultraman di Netflix pun masih sama, diadaptasi dari serial Ultraman original yang tayang beberapa puluh tahun lalu. Shinjiro Hayata sebagai Ultraman, Dan Moroboshi sebagai Ultraman Seven, dan Seiji Hokuto sebagai Ultraman Ace. Hanya saja, cerita dibuat ringkas dan lebih padat.

Ada perbedaan mendasar dari Ultraman original di masa lalu dengan masa sekarang. Jika dahulu Ultraman diidentikan dengan pakaian spandex yang sangat ketat, saat ini kostum Ultraman yang tayang di Netflix lebih futuristik. Bahkan, dari sudut pandang saya, mirip seperti Iron Man. Lawan Ultraman masih sama, para monster alien.

Yang menarik dari serial Ultraman Netflix ini adalah, baik Ultraman maupun para monster tidak berubah bentuk menjadi raksasa. Mereka bertarung dalam wujud seukuran manusia. Sebab, kita semua tahu, ciri khas Ultraman sebelum bertarung dengan para monster adalah mengubah wujudnya menjadi raksasa untuk menyesuaikan bentuk monster yang dilawan.

Hal menarik lain yang saya temui adalah konflik yang begitu kental antara para Ultraman. Baik dari Shinjiro, Moroboshi, dan Seiji, punya kepentingan masing-masing selama menjadi Ultraman, dibuat persis seperti aslinya dengan menyesuaikan kondisi yang terjadi dalam anime tersebut. Dan itu yang menjadi klimaks pada serial anime ini.

Selain itu, karena dikemas dalam bentuk animasi, keseluruhan alur cerita terbilang menjadi lebih emosional dari versi manusia atau serial aslinya. Lebih ekspresif karena gambaran raut muka yang sangat detil. Ini sangat menarik dan kalau boleh jujur, lebih seru dari cerita aslinya.

Hal detil yang jadi pembeda dan sangat jelas terlihat, salah satunya ada pada saat Ultraman bertarung dengan para monster. Pada film originalnya, selama bertarung Ultraman tidak akan berbicara. Bahkan hanya bisa mengeluarkan suara, “Zyat! Zyat!” sedangkan pada serial animasi Ultraman, ia bisa bertarung sambil berbicara. Ini sangat menarik. Karena jujur saja, bertarung tanpa ada dialog itu rasanya malah monoton. Kurang greget dan malah jadi nggak seru.

Baca Juga:

Penjelasan Ending Film The Great Flood buat Kamu yang Masih Mikir Keras Ini Sebenarnya Film Apa

6 Rekomendasi Tontonan Netflix untuk Kamu yang Mager Keluar Rumah Saat Liburan Tahun Baru

Pembeda lainnya adalah identitas yang tidak dirahasiakan. Sejak kali pertama mengikuti serial Ultraman di tivi, baru kali ini saya lihat identitas Ultraman yang tidak dirahasiakan. Beberapa orang sekaligus langsung mengetahui, siapa karakter yang menjadi Ultraman. Padahal, hampir semua serial Ultraman merahasiakan identitasnya dan baru diketahui saat episode akhir. Sampai akhirnya saya menyadari, template film juga serial Ultraman memang begitu adanya.

Senjata yang digunakan Ultraman di serial animenya juga terbilang beragam. Selain pancaran sinar laser, para Ultraman menggunakan senjata lain sejenis pedang atau katana. Tentu saja ini menarik perhatian saya sebagai salah satu penggemarnya. Akhirnya, Ultraman bisa bertempur dengan senjata ketika melawan para monster, tidak lagi dengan tangan kosong.

Perbedaan mendasar lainnya ada pada durasi bertarung. Entah kenapa, waktu bertarung Ultraman dibatasi selama tiga menit. Lebih dari itu, jika masih bertarung, Ultraman akan berubah jadi batu atau tidak aktif. Di serial anime Ultraman, ia bisa bertarung sepuasnya. Batas waktu tiga menit baru akan diaktifkan jika menggunakan tenaga ekstra yang dikontrol oleh tim dari markas Ultraman.

Keren, sih. Ada tim monitoringnya juga. Hehehe.

Secara keseluruhan, serial anime Ultraman di Netflix ini keren dan nggak ngebosenin. Selain tokoh antagonisnya sulit ditebak, Ultraman pun juga nggak gampang menang lawan tiap monsternya. Sekalinya menang, caranya beragam. Tidak seperti film seri Ultraman yang gitu-gitu aja. Pas udah menang, selalu saja mengangguk terlebih dahulu, melihat ke atas langit, kedua tangan mengarah ke atas, lalu lompat, terus terbang, dan menghilang begitu saja.

Sumber gambar: Akun Twitter @rabbitank

BACA JUGA Cara Menjadi Master of Something dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 September 2020 oleh

Tags: netflixReviewultraman
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

6 Alasan Alchemy of Souls Sayang untuk Dilewatkan Terminal Mojok

Alchemy of Souls, Drama Korea Terbaru Netflix yang Sayang untuk Dilewatkan

23 Juni 2022
the way of househusband mojok

‘The Way of Househusband’: Ketika Mantan Yakuza Jadi Bapak Rumah Tangga

29 April 2021
Penjelasan Ending Film The Great Flood buat Kamu yang Masih Mikir Keras Ini Sebenarnya Film Apa

Penjelasan Ending Film The Great Flood buat Kamu yang Masih Mikir Keras Ini Sebenarnya Film Apa

28 Desember 2025
5 Hal yang Mungkin Terjadi Setelah Netflix Resmi Mengakuisisi Warner Bros

5 Hal yang Mungkin Terjadi Setelah Netflix Resmi Mengakuisisi Warner Bros

8 Desember 2025
Profil dan Biodata Pemeran Utama Mask Girl dan Behind Your Touch, 2 Drakor Terpopuler di Netflix Saat Ini

Profil dan Biodata Pemeran Utama Mask Girl dan Behind Your Touch, 2 Drakor Terpopuler di Netflix Saat Ini

3 September 2023
Serial Beef: Marah-marah Struktural yang Sureal

Serial Beef: Marah-marah Struktural yang Sureal

17 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kecamatan Kalitengah Adalah Daerah Paling Ikhlas di Lamongan: Kebanjiran Dua Bulan dan Masih Mau Menyambut Bupatinya

Kecamatan Kalitengah Adalah Daerah Paling Ikhlas di Lamongan: Kebanjiran Dua Bulan dan Masih Mau Menyambut Bupatinya

18 Januari 2026
Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas Mojok.co

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

14 Januari 2026
Honda PCX 160 Dibuat Ceper, Modifikasi Motor yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda PCX 160 Dibuat Ceper, Modifikasi Motor yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan

19 Januari 2026
Tugas Presentasi di Kampus: Yang Presentasi Nggak Paham, yang Dengerin Lebih Nggak Paham

Tugas Presentasi di Kampus: Yang Presentasi Nggak Paham, yang Dengerin Lebih Nggak Paham

17 Januari 2026
Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja Mojok.co

Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja

16 Januari 2026
Alasan Orang Luar Jogja Lebih Cocok Kulineran Bakmi Jawa daripada Gudeg Mojok.co

Alasan Orang Luar Jogja Lebih Cocok Kulineran Bakmi Jawa daripada Gudeg

17 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.