Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Membahagiakan Ibu dengan Menjadi Anak Manja

Muhammad Rohman oleh Muhammad Rohman
25 September 2020
A A
Istilah 'Ibu Dilarang Sakit' Menunjukkan Betapa Saktinya Ibu Rumah Tangga terminal mojok.co

Membahagiakan Ibu dengan Menjadi Anak Manja terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Membaca buku Erich Fromm, Seni Mencintai, memberi saya gambaran bagaimana seorang ibu mencintai anaknya. Ibu mencintai anaknya tanpa syarat suatu apa pun. Bagaimanapun anak dilahirkan, bagaimanapun anak ini tumbuh, cinta ibu tetap sama. Ibu mencintai karena apa adanya kamu, tanpa membutuhkan alasan apakah kamu layak dicintai. Sayangnya sebagai anak, kadang kita kesulitan membahagiakan ibu dan membalas cintanya. 

Cinta anak ke ibu dianggap cinta pasif. Sebab, tanpa memberi apa pun anak tetap dicintai ibu. Tapi, karena hal ini anak jadi nggak punya kepekaan untuk berusaha menyenangkan hati ibu. Kita hidup mengikuti keinginan hati. Padahal, setiap ibu yang melahirkan anak pasti punya cita-cita untuk anak-anaknya yang bisa menyenangkan hatinya. Lagi-lagi, meskipun cita-cita nggak terwujud, cinta ibu tetap ada.

Ketika mulai tumbuh dewasa, kita suka mengidentitaskan diri menjadi anak yang mandiri. Bisa melakukan apa pun sendiri. Menyelesaikan permasalahan sendiri. Berdiri tegak sendiri. Di satu sisi kita akan membahagiakan ibu, melihat anaknya tumbuh dewasa rasanya sudah cukup. Nggak perlu khawatir lagi, kalau meninggal kapan saja. Sebab, anaknya sudah tumbuh menjadi anak yang bisa mengurusi diri sendiri. Tapi, di sisi lain, ibu bakal sedih karena merasa kesepian. Merasa nggak lagi dibutuhkan. Merasa nggak ada lagi yang bisa diberikan untuk anaknya.

Nah, di situlah permasalahannya, meskipun dewasa adalah keharusan yang nggak terelakkan, menampilkan diri sebagai dewasa (baca: bisa melakukan segalanya sendiri) adalah pilihan. Nggak ada salahnya sedikit merepotkan ibu, kalau itu bertujuan menyenangkan hati ibu. Ibu akan senang karena merasa masih dibutuhkan, masih ada yang bisa dikerjakan untuk anaknya.

Saya jadi ingat dengan tokoh Ra Mi-ran (ibu Kim Jung-hwan), dalam drama Reply 1988. Bisa dibilan, tokoh Mi-ran ini digambarkan sebagai wanita superior. Dia yang memimpin rumah tangga. Dia bisa melakukan semua pekerjaan rumah. Mengganti briket, mengurus toilet mampet, mengobati anaknya yang terluka, dan masih banyak lagi. Semua pekerjaan domestik bisa dilakukannya sendiri, meskipun kadang dibantu suami yang payah. Sampai Mi-ran merasa kalau rumah nggak bakal berjalan baik tanpa dia.

Pagi itu Mi-ran mendapat telepon. Saudaranya mengabari bahwa Ibunya sakit, dan harus dibawa ke rumah sakit. Oleh karena harus mengantar ibunya ke rumah sakit dan bakal menginap dua hari, Mi-ran khawatir dengan keadaan rumah tanpa dia. Alhasil, dia mengumpulkan anak-anak dan suami untuk diberi pengarahan gimana caranya hidup selama dua hari ke depan tanpa dia. Mulai dari mengganti briket, memasak makanan, menata pakaian, dan lainnya.

Ketika Mi-ran pergi, rumah langsung berantakan. Keluarga yang tadinya lumayan disiplin, menjadi barbar. Semua lepas celana, baju, kaos kaki, lalu buang ke sembarang tempat. Ayah menonton TV dengan memindahkan kanal pakai kaki sambil ngupil sembarangan. Jung-bong makan nasi pakai mayones, margarin, dan gula diaduk rata. Jung-hwan membuka makanan ringan sampai berserakan di lantai. Keduanya menonton TV hanya mengenakan celana pendek.

Rumah benar-benar berantakan. Lebih parah dibanding teman kos saya yang mahasiswa semester akhir. Setelah dua hari, akhirnya Mi-ran menelepon rumah untuk mengabari, kalau sebentar lagi bakal segera sampai rumah. Mendengar itu, mereka langsung kelabakan membereskan seisi rumah. Setelah semua beres, Mi-ran sampai rumah. Dia heran, tanpa dia rumah bisa berjalan dengan baik. Bukannya bahagia, justru dia bersedih. Dia sedih karena rumah baik-baik saja tanpa dia. Mi-ran Merasa kehadirannya nggak ditunggu, apalagi dibutuhkan.

Baca Juga:

4 Nasihat dalam “Upin dan Ipin” yang Cocok buat Caleg Pemilu 2024

Hari Ibu, Perayaan Penuh Cinta yang Harusnya Jadi Ajang Introspeksi Seorang Anak

Merasa ada yang aneh dengan ibunya, Jung-hwan menanyakan ini kepada Dong-ryong. Dia bilang sudah melakukan semua: bersih-bersih, mencuci baju dan piring dengan sempurna, lalu mengganti briket, makan semua lauk yang dibuatnya. Tapi, justru ini yang membuat ibunya bersedih. Dong-ryong menjelaskan yang membuat ibunya bersedih itu karena mereka baik-baik saja tanpa dia. Mengetahui ini akhirnya Jung-hwan kembali melakukan hal-hal payah demi membahagiakan ibunya.

Kakaknya dibikin melepuh tangannya seolah nggak becus bikin ramyeon, supaya diobati ibu. Ayah yang mengganti briket, dijatuhkan briketnya biar dibantu ibunya. Dia sendiri ngeberantakin pakaian mencari celana pendek yang nggak kunjung ketemu, biar dibantu ibunya. Semua dilakukan biar ibunya merasa masih dibutuhkan, dan rumah nggak bakal baik-baik saja tanpa dia. Alhasil, suasana hati ibu kembali membaik.

Terkadang hal-hal kecil kayak begitu, justru bisa membahagiakan ibu. Di depan ibu kita nggak perlu menjadi dewasa yang bisa melakukan segala dengan sempurna. Mintalah tolong pada ibu. Buatlah dia merasa masih berguna di usia tuanya. Dengan begitu ibu akan bahagia. Jadi nggak masalah menjadi anak manja, yang penting tujuannya. Sebab bagi ibu kalimat, “Mak, aku membutuhkanmu.” Itu sudah lebih dari cukup.

BACA JUGA Pengalaman Saya Jadi Teman Orang yang Dikucilkan Pergaulan Kampus dan tulisan Muhammad Rohman lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 24 September 2020 oleh

Tags: ibu dan anaknasihat orang tua
Muhammad Rohman

Muhammad Rohman

Seorang kakak yang paling bahagia karena diberkahi dua adik lucu. Segera lulus dari Universitas Negeri Semarang. Twitter: @rochman_7610.

ArtikelTerkait

4 Nasihat dalam Upin dan Ipin yang Cocok buat Caleg Pemilu 2024

4 Nasihat dalam “Upin dan Ipin” yang Cocok buat Caleg Pemilu 2024

4 Januari 2024
Istilah 'Ibu Dilarang Sakit' Menunjukkan Betapa Saktinya Ibu Rumah Tangga terminal mojok.co

Kesal Pas Diomelin Ibu di Rumah, Tapi Pas Jauh, Apa yang Beliau Bilang Kok Betul Semua

4 Maret 2020
3 Hal yang Bisa Dipetik dari Jadoo dan Ibunya dalam Kartun Hello Jadoo Terminal Mojok

3 Hal yang Bisa Dipetik dari Jadoo dan Ibunya dalam Kartun Hello Jadoo

13 Januari 2022
Hari Ibu, Perayaan Penuh Cinta yang Harusnya Jadi Ajang Introspeksi Seorang Anak

Hari Ibu, Perayaan Penuh Cinta yang Harusnya Jadi Ajang Introspeksi Seorang Anak

22 Desember 2023
5 Nasihat Klasik Orang Tua ketika Anaknya Ujian Sekolah terminal mojok

5 Nasihat Klasik Orang Tua ketika Anaknya Ujian Sekolah

6 Desember 2021
4 Film Korea tentang Relasi Ibu dan Anak yang Pantang Dilewatkan Terminal Mojok

4 Film Korea tentang Relasi Ibu dan Anak yang Pantang Dilewatkan

25 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Di Balik Keindahan Brown Canyon Semarang: Kisah Warga yang Harus Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang Mojok.co

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Brown Canyon Semarang, Warga (Terpaksa) Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang

4 Juni 2026
Panduan Mengenali Bakso Malang yang Asli dari Kera Ngalam, biar Kalian Nggak Kena Tipu

Susahnya Jadi Arek Malang di Jakarta: Berniat Mengobati Homesick Lewat Bakso Malang, eh yang Jual Malah Orang Tasik

4 Juni 2026
Kebiasaan di Hajatan Pedesaan yang Nggak Masuk Akal kondangan jawa tengah

Orang yang Menggelar Hajatan hingga Menutupi Jalan Umum Patut Dibenci, Bikin Susah!

7 Juni 2026
Suzuki GSX-R150, Motor Sport untuk Kalian yang Muak dengan Honda CBR dan Yamaha R15 suzuki hayate 125 motor suzuki shogun 110 suzuki access 125 motor suzuki nex crossover suzuki nex II

Suzuki Nex II Benar-benar Nggak Tahu Diri, Harganya Lebih Mahal dari Honda BeAT, tapi Fiturnya Masih Saja Tertinggal  

6 Juni 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Para Pengendara Motor di Jogja Itu Terkenal dengan Santainya, kecuali Orang Bantul Selatan

9 Juni 2026
Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co

Malang Bukan Lagi Kota yang Dingin dan Asri, Kini Ia Menjelma Jadi Kota Panas dan Tak Menyenangkan

10 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.