Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Analisis Serius 4 Video TikTok Viral yang Absurd

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
16 Agustus 2020
A A
TikTok Pernah Dibunuh, Mati, dan Kini Bangkit dari Kuburnya
Share on FacebookShare on Twitter

Berawal dari Bowo, TikTok mulai dikenal di arus utama orang-orang Indonesia. Awalnya dianggap aplikasi alay, lama-lama aplikasi ini digandrungi banyak orang. Ya tentu saja formulanya tetap sama. Semakin banyak orang glowing masuk ke sebuah “arus alay”, maka dimaafkan. Dari TikTok, kita mendapat banyak kreativitas baru.

Setidaknya saya catat ada tiga kreativitas baru. Pertama, joged-joged yang biasa dilakukan dan lazim dipertontonkan. Kedua, kreasi. Lathi Challenge dan challenge lainnya masuk dalam kategori ini. Pun konten check-check-an seperti “rumah mewah check” dan “cakruk Pak RT check”, masuk kategori kreasi.

Dan yang ketiga adalah sketsa. Sebagai pengamat kultur TikTok, saya agak dibuat bingung dengan sub-kultur TikTok yang satu ini. Lha piye ya, banyak di antara konten ini, menyimpan berbagai makna yang sulit dijelaskan. Mungkin kalian menganggap konten tersebut wagu atau aneh, namun menurut saya, konten-konten seperti ini adalah palu gada pembawa dampak kemajuan.

Mungkin konten ini adalah “blueprint” dari Vine dan video kocak Instagram yang sebenarnya nggak kocak-kocak amat. Dari sana, mereka memanfaatkan fitur-fitur TikTok untuk membuat sketsa mereka kian mbois. Sewaktu kecil, saya mengira 2020 itu penuh mobil bertebangan di langit. Namun, tebakan saya salah. Tahun 2020 justru lebih modern lagi dengan adanya konten sketsa di TikTok. Dan melalui tulisan ini, saya akan menjelaskan letak wangunnya itu di mana.

Konten family friendly

konco pic.twitter.com/r2jJIu88AY

— tiktokjelek (@tiktokjelek) August 14, 2020

Sketsa TikTok di atas mendidik dengan cara yang unik. Diawali dengan mas-mas yang berjalan lawan arah, kemudian memeluk rencangnya, hal ini saja sudah menyimpan subliminal message yang tidak akan terpikirkan oleh siapapun juga. Bahkan Joko Anwar sekali pun. Setelah berpelukan, adegan selanjutnya adalah scene badass dengan memperlihatkan pria pertama balik menemani pria kedua. Apa maksudnya?

Walau terkesan nggapleki, siapa yang menyangka bahwa kedua pria ini berniat untuk pulang kampung. Dan di dekat bus, sudah ditunggu keluarga mereka. Jangan tanya kenapa mas pertama terlihat sok keren, maksud terselubung dia adalah “mudik lah dengan wangun, agar keluarga di kampung tahu bahwa kita kembali dengan sukses”. Ini memperlihatkan bahwa konten sketsa TikTok sangat family friendly.

Konten percintaan epik

pic.twitter.com/ljGLYN4QVV

— tiktokjelek (@tiktokjelek) August 13, 2020

Baca Juga:

Suka Duka Pengusaha Kecil Jualan Live di TikTok: Nggak Ada yang Nonton, Sekalinya Ada yang Nonton Malah PHP

Jadi Affiliator TikTok Nyesek, Kelihatan Santai dan Cuan padahal Komisinya Gaib

Jeda di menit awal, ini bukanlah kesalahan editing. Maksud jeda menunggu itu adalah hendak menyampaikan, ada proses yang rumit di balik ruwetnya proses kreatif. Kemudian, konten ini tanpa musik bukan karena si TikTokers ini lupa atau bagaimana. Hal ini bertujuan untuk menjunjung tinggi copyright yang acap kali. Video ini sejatinya sebuah perlawanan dalam menentang paham-paham lama.

Untuk urusan koreo, ini merupakan karya orisinil mereka lantaran kebanyakan sketsa dari Amerika atau India. Hal kecil seperti ini patut diacungi jempol. Dalam video ini, mereka hendak menunjukan bahwa bikin konten di sekitaran kompleks yang mepet kebon pun juga bisa menghasilkan sesuatu yang uwu. Sungguh Revolutionary love ala remaja kita.

Konten otak lebih dari otot

pukul pic.twitter.com/bOTKQfpqDO

— tiktokjelek (@tiktokjelek) August 13, 2020

Nggak ada penjelasan konten ini bertempat di Mineral Town atau di mana, dengan banyaknya sapi yang terhampar, TikTokers ini jelas ingin kontenya berkonsep back to nature. Gaya ketiga pemuda ini tidak ingin menunjukan kekerasan, jadi mereka memutar otak bagaimana kontennya tetap bisa wangun tanpa harus saling pukul. Jalan tengahnya ya adu melotot, yang duluan kedip bakal kalah.

Ini merupakan twist yang sempurna, bahkan sekelas Netflix seharusnya mengadaptasi konten “pukul” ini. juga, industri film harus melirik, ada jalan tengah dari sebuah perselisihan dan tidak harus mengandalkan adu jotos saja, namun bisa dengan cara ala mereka, lomba dulu-duluan kedip.

Konten sentilan khusus untuk sinetron Indonesia

pic.twitter.com/7p1Q7LcMXn

— tiktokjelek (@tiktokjelek) August 13, 2020

Tentu kita ingat dengan video TikTok India tentang si pembeli yang diperlakukan tidak sopan oleh si pemilik mini market. Dengan “pembalasan” yang savage dari si pembeli, viral lah video tersebut. Nah, video ini merupakan adaptasi dari video itu. Tentunya, dengan lokal pride yang hendak mereka tonjolkan semisal transisi yang super ngeselin.

Tapi tunggu dulu, siapa yang nyana bahwa konten ini bukan hanya sekadar adaptasi, namun juga sentilan bagi sinetron di indonesia yang membosankan dan tidak ada kemajuan. Pertama, masalah transisi, hal ini menyentil sinetron Indonesia yang super menyebalkan, lebai dan wagu. Nah, mereka yang muntab dengan kultur sinetron seperti itu, mencoba untuk sarkas melalui video ini.

Kedua, merek makanan yang mereka sengaja pertegas dalam pengambilan shoot. Apa lagi jika bukan sindiran untuk sinetron Indonesia yang banyak iklan di dalam cerita? Bahkan, dengan cerita yang nggak jelas, mereka berani-beraninya ngiklan di jam prime time. Nah, dua pemuda progresif ini lah yang berani menunjukan suaranya dengan lantang melalui konten TikTok sketsanya.

Saya sadar sejatinya si konten kreator sketsa ini tak mudah untuk bisa dimengerti. Kita nggak mungkin kepikiran dengan maksud terselubung dari pembuatan video-video tersebut dengan sekali lihat saja. Percaya sama saya, kita ini hanya sibuk dan terjebak dalam gelak tawa. Tetapi, tertawa juga boleh, sih, asal jangan lupa setelah itu mengapresiasi.

BACA JUGA Teror Andong Pocong di Sidoarjo dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 Agustus 2020 oleh

Tags: Alaytiktok
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Membela Boger Bojinov yang Dihujat: Teruslah Bergoyang, agar Dunia Tetap Seimbang

Membela Boger Bojinov yang Dihujat: Teruslah Bergoyang, agar Dunia Tetap Seimbang

26 Mei 2023
Sulit Dibantah kalau Sisca Kohl Adalah Seorang Konten Kreator yang Jenius! terminal mojok.co

Sulit Dibantah kalau Sisca Kohl Adalah Seorang Konten Kreator yang Jenius!

31 Maret 2021
4 Konten Kreator Make Up di TikTok yang Cantul terminal mojok.co

4 Konten Kreator Make Up di TikTok yang Cantul

13 Desember 2021
Penyalahgunaan Beasiswa KIP-K oleh Koket Girl Viral di Media Sosial. Apa sih Koket Girl Itu?

Penyalahgunaan Beasiswa KIP-K oleh Koket Girl Viral di Media Sosial. Apa sih Koket Girl Itu?

2 Mei 2024
Hadeh, Masih Aja Pamer Fasilitas Kampus Pakai Kedok University Check!

Hadeh, Masih Aja Pamer Fasilitas Kampus Pakai Kedok University Check!

12 Maret 2020
Raja Brawijaya Fokus TikTok ketimbang Isu Kemanusiaan (Anom Harya via Shutterstock.com)

Bukannya Menyuarakan Keadilan tuk Kaum Marjinal, Raja Brawijaya Malah Fokus Main TikTok biar Viral

17 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gambar Masjid Kauman Kebumen yang terletak di sisi barat alun-alun kebumen - Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026
3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.