Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Alasan Kenapa Kucing Jantan Jarang yang Belang Tiga

Maria Kristi oleh Maria Kristi
20 Juli 2020
A A
kucing hilang kucing scabies pet lovers memelihara kucing mojok

memelihara kucing mojok

Share on FacebookShare on Twitter

“Kucingku belang tiga … Sungguh manis rupanya … Meong-meong bunyinya … Tanda lapar perutnya”

Yang membaca paragraf di atas sambil auto nyanyi kemungkinan sedang punya anak kecil atau punya masa kecil yang indah. Lagu ciptaan Pak Kasur yang berjudul Kucingku Belang Tiga itu sempat menjadi misteri bagi saya.

“Kucing yang ada di kucingku belang tiga itu pasti betina,” kata teman saya.

“Kok bisa?” Tanya saya.

“Mamaku bilang, kalau kucing belang tiga kebanyakan betina. Soalnya kalau kucing yang belang tiga itu jantan, pasti dimakan sama bapaknya. Soalnya terlalu cantik, nanti ngurangin pasaran.”

Weleh-weleh, kucing pun mengenal persaingan antar pejantan rupanya. Saya ngeri membayangkan bapak kucing yang tega memangsa darah dagingnya sendiri yang masih bayi hanya karena takut kalah bersaing kelak di kemudian hari.

Mitos ini cukup lama saya percayai, tapi saya jadi tergerak untuk mencari faktanya. Benarkah kucing belang tiga kebanyakan betina? Benar. Benarkah kucing jantan yang belang tiga jumlahnya sedikit? Sangat benar. Benarkah para bapak kucing tega memangsa anaknya yang masih bayi karena takut kalah saing? Separuh benar.

Lho, separuh benar? Ya, sebab bapak kucing memang bisa memangsa anaknya yang masih bayi, terutama jika bayi kucing itu, katakanlah, lahir prematur atau cacat berat. Kucing betina saya melahirkan bayi prematur dan tidak lama kemudian bayinya hilang dimakan bapaknya.

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Maaf ya, Cing, semoga kamu tenang di sana.

Seperti yang saya tulis di atas, kucing jantan yang memangsa bayinya yang jantan dan belang tiga adalah mitos. Mitos, bukan fakta. Jadi alasan kucing jantan jarang sekali memiliki warna belang tiga (entah disebut kembang telon atau yang lebih cantik: kucing calico) bukan karena dimakan bapaknya waktu bayi. Alasan kucing jantan jarang yang memiliki warna belang tiga ada dalam genetiknya.

Gen yang mengatur warna bulu kucing terkandung dalam kromosom seksnya, tepatnya pada kromosom X. Sama seperti manusia, kucing memiliki sepasang kromosom seks. Kromosom XY untuk kucing jantan dan XX untuk kucing betina.
Ada dua warna yang dikode oleh gen ini: hitam dan oranye. Adapun warna putih tidak dikode di gen X, tapi merupakan variasi tambahan.

Gen pembawa warna hitam bersifat dominan, sedangkan pembawa warna oranye resesif. Maksudnya adalah jika salah satu gen X yang dimiliki kucing betina membawa warna hitam, kucing tersebut pasti ada warna hitamnya, bisa belang tiga (hitam-oranye-putih), belang dua (hitam-putih), atau malah hitam seluruhnya. Tapi untuk menghasilkan kucing betina berwarna oranye, kedua gen X pada kucing betina harus mengkode warna oranye.

Kucing jantan hanya memiliki satu buah gen X dalam kromosomnya. Bisa pembawa warna hitam (saja) atau oranye (saja). Itu sebabnya lebih banyak kucing jantan yang berwarna oranye dibandingkan kucing betina. Ini juga menjelaskan mengapa Garfield merupakan berkelamin jantan.

Nah, dari penjelasan ini sudah terlihat mengapa juaraaang sekali dijumpai kucing jantan yang belang tiga. Sebab kromosom seks kucing jantan adalah XY, dengan satu X saja. X ini bisa membawa warna hitam atau oranye, tapi tidak keduanya.

“T-tapi kucing teman saya ada yang belang tiga dan jantan lho.”

Bisa saja, jarang kan bukan berarti tidak ada. Kucing jantan yang berwarna belang tiga kemungkinan besar memiliki dua buah kromosom X (XXY) yang jika kelainan ini terjadi pada manusia biasa disebut sindroma Klinifelter. Ada dua gen X pada kucing Klinifelter sehingga bisa saja salah satu mengkode warna hitam dan yang lainnya oranye sehingga menghasilkan kucing jantan belang tiga. Kucing tersebut tetap memiliki penis karena memiliki gen Y.

Meskipun demikian, kucing-kucing ini tidak akan sesehat kucing jantan lainnya yang hanya memiliki satu X (XY). Yah, namanya juga kelainan.

“Tapi kucing temanku sehat kok.”

Baiklah, jika demikian teman Anda adalah orang yang sangat beruntung karena memiliki kucing yang langka. Pada beberapa kasus, memang dapat terjadi mutasi parsial pada gen pembawa warna kucing sehingga kucing jantan yang sehat dengan satu buah gen X (XY) memiliki tampilan bulu tiga warna. Kucing semacam ini tetap sehat, namun belum tentu anaknya yang berkelamin sama akan memiliki warna bulu yang sama.

Begitulah kira-kira penjelasan kenapa kucing belang tiga berkelamin jantan itu jarang. Jadi clear nih ya, mitos kalau kucing belang tiga bakal dimakan bapaknya itu nggak bener. Jangan salahin bapaknya lagi lho ya, salahin yang lain aja. Jokowi, misalnya.

Ampun, Pak, Bercanda.

BACA JUGA Teori Soal Kenapa Orang Sunda Tidak Menikah dengan Orang Jawa dan tulisan Maria Kristi Widhi Handayani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 Juli 2020 oleh

Tags: calicokucing jantan
Maria Kristi

Maria Kristi

Seorang Dokter Spesialis Anak yang menemukan ruang praktiknya tidak hanya di rumah sakit, tetapi juga di rumah bersama lima buah hatinya. Ia Memadukan ilmu medis dengan insting seorang ibu

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kuliah S2 Itu Wajib Caper kalau Tidak, Kalian Cuma Buang-buang Uang dan Melewatkan Banyak Kesempatan Mojok.co

Kuliah S2 Itu Ternyata Mahal: SPP-nya Bisa Jadi Murah, tapi Akan Ada Biaya Tambahan yang Menghantam!

23 April 2026
6 Tanda Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan Mojok.co

6 Ciri Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan

22 April 2026
Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku Mojok.co

Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku

20 April 2026
7 Sisi Terang Jakarta yang Jarang Dibahas, tapi Nyata Adanya: Bikin Saya Betah dan Nggak Jadi Pulang Kampung kerja di jakarta

Jangan Mencari Peruntungan dengan Kerja di Jakarta, Saya Cari Magang di Sini Saja Susah, Sekalinya Dapat Tidak Digaji dan Dijadikan Tenaga Gratisan

20 April 2026

Di Balik Cap Manja, Anak Bungsu Sebenarnya Dilema antara Kejar Cita-cita atau Jaga Ortu karena Kakak-kakak Sudah Berumah Tangga 

17 April 2026
3 Dosa Jalan Bantul yang Membuat Warga Lokal seperti Saya Sering Apes ketika Melewatinya Mojok.co

Bantul Itu Maju ya, Gaes, Bukan Desa Tertinggal dan Tak Tersentuh Peradaban seperti yang Ada di Pikiran Kalian!

17 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.