Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

5 Stereotip Introver yang Laku Keras di Masyarakat

Delia Anjali oleh Delia Anjali
20 Juli 2020
A A
5 Stereotip Introver yang Laku Keras di Masyarakat MOJOK.CO

5 Stereotip Introver yang Laku Keras di Masyarakat MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Buat yang nggak kenal, atau setidaknya, nggak tahu apa-apa, stereotip introver itu nyata adanya. Buat saya, sih, nggak terlalu masalah. Namun, sedih saja, pandangan yang nggak akurat itu langgeng banget sampai sekarang. Padahal pemikiran-pemikiran mereka toh belum tentu atau sama sekali beda dengan kondisi realita si introver, kan?

Gara-gara stereotip introver yang itu-itu melulu, akhirnya kebanyakan dari kita menyamaratakan seorang introver dengan sesuatu yang bukan mereka banget. Stereotip yang banyak kita telan mentah-mentah tersebut, akhirnya membentuk pola pikir di alam bawah sadar. Berikut stereotip introver yang laku keras di masyarakat.

Pasti pemalu

Pandangan ini yang paling laku. Pokoknya kalau suka tempat sepi dan ogah ketemu orang baru, pasti pandangan kayak gini: “Pemalu, ya? Pasti introver.”

Padahal, pemalu dan introver itu berbeda. Keduanya nggak bisa dipaksakan sebagai satu paket. Pemalu itu lebih mendekati ekstrover daripada introver. Pemalu, ingin berada dalam kelompok besar. Namun, karena sifat malunya, ia tak berani langsung turun ke kerumunan dan bergaul. Ada rasa canggung yang membuatnya tidak nyaman.

Berbeda dengan introver yang sebenarnya bisa bersosialisasi, namun memilih untuk tidak melakukannya. Ia lebih nyaman dengan kesendiriannya. Berada di kerumunan akan menghabiskan energinya.

Sombong banget

Sombong adalah steretip introver paling laku nomor 2. Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya, introver itu bisa bersosialisasi namun cenderung tidak melakukannya. Saat sendiri, Ia lebih punya banyak energi.

Kalau harus dipaksa meninggalkan tempat “bertapa”, ia akan minggat juga. Namun, ketika berpapasan, jangan berharap dia akan bertegur sapa lebih dulu. Ia cenderung cuek. Sehingga sifatnya itu banyak disalahartikan sebagai suatu kesombongan.

Padahal mah mau dibilang apa juga dia nggak peduli, karena sifat cueknya tadi.

Baca Juga:

Derita Pengguna MacBook, Foto Laptop Sendiri Dikira Sombong

Berbagai Reaksi Orang ketika Menjumpai Orang yang Merendah untuk Meroket

Judes banget

Mohon maaf sebelumnya, stereotip introver ini sering banget berasal dari para emak yang hewir banget kalau lihat atau papasan sama orang yang nggak pernah kelihatan ke luar dari rumah. Sekalinya main, dibilang judes pula, haduh.

Bukan apa-apa, ya namanya orang yang ogah ketemu orang baru, ya. Walau nggak bisa diwajarin juga perilaku cuek menurut sopan santun masyarakat kita, tapi kan memang sudah bawaannya begitu.

Mau kita paksa biar dia pura-pura ramah untuk menyenangkan hati para emak ini juga, gimana. Bukan tempatnya disitu. Bisa panas dingin kayaknya untuk si introver akut.

Kayaknya susah main sama dia

Kalau untuk stereotip introver ini, saya pernah melakukan survei ke teman-teman saya yang ekstrover. Menurut mereka, mereka lebih tertantang untuk menjalin pertemanan dengan seorang introver karena preferensinya tadi.

Makanya, mula-mula si ekstrover ini membuat stereotip yang super subjektif dulu. Misalnya: “Kayaknya susah untuk berteman sama introver.” Padahal, dia mulai pertemanan saja belum, hehehe.

Akhirnya, stereotipnya itu menimbulkan suatu tantangan buat si ekstrover untuk memulai pertemanan. Gimana dia membujuk si introver agar lebih terbuka untuk menyesuaikan porsi masing-masing mereka, agar pertemanan yang terjalin pun lebih menyenangkan untuk satu sama lain.

Nggak bisa diajak bercanda

Bersamaan stereotip introver nggak bisa diajak berteman, muncul pemikiran begini:

Karena saking kakunya saat belum kenal, banyak orang mengira kalau selera humor orang introver ini sekering laut mati. Padahal kalau sudah kenal, bisa ketawa bareng terus setiap hari! Nggak jarang, si introver ini juga sering melucu dan levelnya bisa lebih unik dan lebih lucu dari yang orang bisa bayangkan.

Introver itu nggak selamanya sama dengan stereotip di masyarakat. Mujur-mujur kita nemuin yang beda sama apa yang dibilang stereotip tadi. Biar bisa memahami lebih dalam tentang keunikan “Si Pertapa” ini. Biar kita bisa melihat dunia dari sudut pandangnya juga.

BACA JUGA Percayalah, Kami Para Introvert Juga Ingin Berteman atau tulisan lainnya di Terminal Mojok.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 Juli 2020 oleh

Tags: introverpendiamsombongstereotip introver
Delia Anjali

Delia Anjali

Seorang introver yang memilih kesunyian dalam bicara, namun sangat lantang dalam berkata-kata. Menulis adalah ruang paling merdeka untuk mengekspresikan pikiran.

ArtikelTerkait

Punya Default Wajah Kalem Juga Banyak Nggak Enaknya, Kok!

Punya Default Wajah Kalem Juga Banyak Nggak Enaknya, Kok!

9 Maret 2020
sombong humblebrag merendah untuk meninggi dosa, berdosa

Berbagai Reaksi Orang ketika Menjumpai Orang yang Merendah untuk Meroket

21 Juni 2020
Gara-gara Pakai MacBook, Teman-teman Menganggap Saya Mapan dan Mau Meminjam Uang

Derita Pengguna MacBook, Foto Laptop Sendiri Dikira Sombong

13 Agustus 2023
humblebrag

Menghindari Humblebrag Si Kemaki Terselubung

22 Oktober 2019
pemalu

Jangan Salah Paham dengan Pertemanan Kami, Para Pemalu

20 Agustus 2019
orang sombong dalam islam hukuman virus corona pandemi menular mojok.co

Bersiap Menghadapi Orang Sombong yang Akan Muncul setelah Corona Mereda

30 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

4 Juni 2026
4 Cara Menikmati Wisata Semarang Secara Gratis (Unsplash)

Panduan Wisata Gratis di Semarang: 4 Cara Menikmati Kota Atlas Tanpa Perlu Pusing Mikir Tagihan

8 Juni 2026
10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh Mojok.co

10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh

10 Juni 2026
Selempang Cum Laude untuk Wisuda: Penting, tapi Tidak Sepenting Itu biaya wisuda, malang, kampus di malang

Dulu Wisuda Milik Sarjana, Kini Dirayakan di Setiap Jenjang, dan Itu Tak Masalah, tapi Ada yang Lebih Penting

8 Juni 2026
Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Saya Kira Orang Bilang Suzuki Burgman Jelek Itu Cuma Lebay, ternyata Memang Sejelek Itu

9 Juni 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Para Pengendara Motor di Jogja Itu Terkenal dengan Santainya, kecuali Orang Bantul Selatan

9 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.