Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Adu Sakti Djoko Tjandra vs Joko Widodo

Yesaya Sihombing oleh Yesaya Sihombing
12 Juli 2020
A A
Djoko Tjandra Jokowi MOJOK.CO

Djoko Tjandra Jokowi MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Mana yang lebih sakti, Djoko Tjandra atau Jokowi?

Jagat persilatan negara Indonesia belakangan terguncang dengan kembalinya seorang pendekar sakti yang selama ini hilang dari peredaran. Ia bukan Joko Tarub yang terkenal mengambil selendang seorang bidadari.

Pendekar sakti satu ini bernama Djoko “Joker” Tjandra. Ia adalah buronan kasus korupsi yang divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 2 tahun penjara oleh Mahkamah Agung sejak 2009. Ia mengambil uang negara untuk memperkaya dirinya. Selendang bidadari mah nggak level, maap.

Seakan kebakaran kumis (karena tidak berjenggot), Jaksa Agung Burhanuddin ST merasa sakit hati level dewa saat mendengar kabar berkeliarannya Djoko Tjandra di Indonesia selama 3 bulan ini.

“Bisa-bisanya, 10 tahun tak bertemu, datang-datang kok nggak ngasih kabar,” mungkin demikian yang dalam benak Pak Jaksa. Bandingkan dengan kamu yang ditinggal pacar 10 tahun trus waktu dia balik, dia nggak ngabari. Sakit hati ga? Apalagi kalau udah gitu trus kita diberi gelar penjaga jodoh orang. Jleb!

Jika selama ini orang-orang hanya mendengar kesaktian Djoko Tjandra berdasarkan kata orang, sekarang kita menjadi saksi betapa sakti mandragunanya sang pendekar. Mau tau saktinya Djoko Tjandra? Baca saja secuplik pernyataan pengacara blio:

“Pak Djoko Tjandra masuk Indonesia tanggal 8 Juni tidak ada pencegahan. Sedangkan untuk bisa ke Pengadilan Negeri ini kan, baris depannya pemerintah banyak banget. Ada dari Imigrasi, ada kepolisian, itu semua dilewati sebelum sampai sini.” Kerasa nggak saktinya?

Imigrasi yang biasanya getol mencekal hape black market terlihat lunglai tak berdaya. Kepolisian yang sangat cepat mengejar orang nggak pakai helm di jalan raya kok bisa-bisanya diem-diem bae?

Baca Juga:

Kuliah di UNU Yogyakarta: Senang dengan Fasilitasnya tapi Sedih karena Nama Gedungnya

Isu Ijazah Jokowi Palsu Adalah Isu Goblok, Amat Tidak Penting, dan Menghina Kecerdasan, Lebih Baik Nggak Usah Digubris!

Djoko Tjandra bisa mendaftar Peninjauan Kembali di Pengadilan tanpa halangan sama sekali. Kok bisa? Ya bisalah, sakti og.

Itu baru satu contoh.

Contoh kesaktian Djoko Tjandra selanjutnya terlihat saat pendekar kelahiran 1950 itu merekam e-KTPnya (ternyata ia warga negara yang baik). Proses perekaman yang biasanya memakan waktu cukup lama (apalagi kalau lagi kehabisan blangko), bisa diselesaikannya dalam waktu 1 jam saja. Gimana? Sakti bukan?

Saya yakin Djoko pasti tidak pernah merasakan saat harus menyelesaikan urusan administrasi memakai suket (surat keterangan, bukan rumput) yang terlipat-lipat kusam hampir robek, gara-gara e-KTPnya belum jadi.

Belum lagi kalau menghitung kelihaian Djoko Tjandra menghilang dari radar interpol selama 10 tahun ini. Menurut kabar burung, ia bisa melenggang bebas antarnegara, Papua Nugini, Malaysia, Singapura, dan tempat lainnya. Mungkinkah Djoko sudah menguasai Shunshin no jutsu ala Shishui Uchiha?

Kembalinya Djoko Tjandra memang membuat banyak orang keder sekaligus geregetan. Namun rakyat Indonesia tidak perlu takut. Di padepokan Istana, kita punya jagoan bernama Joko juga, lengkapnya Joko Widodo. Ia sudah mendapat amanah untuk menjaga negeri ini sejak 2014.

Kesaktiannya tidak usah dipertanyakan. Mulai dari ilmu sakti, jurus sakti, sampai kartu sakti semua dimiliki blio. Tak heran, ia dijuluki “Panglima Tertinggi” di Indonesia.

Tentunya sebagai panglima tertinggi, ia menjadikan hukum sebagai penjaga marwah bangsa. Wong blio memiliki seluruh sumber daya yang dibutuhkan untuk menangkap pendekar nakal dan bengal pengganggu negara ini. Ia juga pastinya memegang kendali atas setiap punggawa di bawahnya. Itulah digdaya sang pendekar Istana. Tak perlu diragukan jagoan kita ini.

Kelihaian Djoko Tjandra lolos dari berbagai jerat hukum menjadi sinyal perlawanannya terhadap kedigdayaan Joko Widodo. Hal ini tentu dapat mengancam keberlangsungan sekaligus kewarasan negara ini.

Ya, belakangan kita memang sedang banyak diuji tentang kewarasan. Seperti kartu prakerja yang digadang-gadang dapat menjadi solusi bagi pencari kerja. Eh, malah jadi masalah. Atau yang terbaru adalah kalung antivirus ajaib minyak kayu putih (cap lang? atau cap badak?) yang dianggap bisa membunuh virus Corona. Eh, belakangan namanya malah diubah jadi jamu. Ujian kewarasan bertambah saat buronan interpol bisa berjalan-jalan dengan bebas di negeri ini. Masih waras?

Tapa laku batin yang saya yakin biasa dijalankan pendekar Joko Widodo seharusnya ditiru oleh para pembantunya. Tapa laku batin dengan mendengar hati nurani akan dapat menjaga pikiran manusia tetap waras.  Jangan hanya mau dapat fasilitas padepokan doang bos! Mosok selalu telat nyadar kalau pas ada masalah. Kok yo kebiasaan.

Mau tidak mau, adu sakti Djoko Tjandra vs Joko Widodo pasti terjadi. Seharusnya pertandingan ini berakhir dengan kemenangan mudah buat Jokowi. Jelas, dong.

Yang kita khawatirkan adalah kalau ternyata Djoko Tjandra punya ilmu pamungkas yang hanya bisa dikuasai segelintir orang di negeri ini. Ilmu itu bernama kebal hukum.

Sumber Gambar: Wikimedia Commons.

Terakhir diperbarui pada 12 Juli 2020 oleh

Tags: djoko tjandraImigrasijoko widodoJokowikebal hukum
Yesaya Sihombing

Yesaya Sihombing

Pengamat segala hal.

ArtikelTerkait

Jokowi Belum Pernah Ke Kediri (Unsplash)

Bahkan Sampai Masa Jabatan akan Berakhir, Jokowi Belum Pernah Ke Kediri

17 Mei 2023
Burgerkill

Bangga Menjadi Fan Burgerkill di Tengah Aksi Mahasiswa

3 Oktober 2019
alasan jokowi tunjuk prabowo jadi pemimpin proyek food estate pulang pisau kalimantan tengah mojok.co

Prabowo Ditunjuk Urusi Food Estate: Memahami Kebijakan Jokowi yang Kerap Tak Tertebak 

24 Juli 2020
Polisi Bilang Harun Masiku Tidak Ada di Tongkrongannya: Sudah Coba WA, Pak?

Polisi Bilang Harun Masiku Tidak Ada di Tongkrongannya: Sudah Coba WA, Pak?

14 Februari 2020
Beban Santri Melawan Ormas yang Mengaku Paling Pancasila se-Indonesia

Beban Santri Melawan Ormas yang Mengaku Paling Pancasila se-Indonesia

30 Oktober 2019
menag

Sudahi Ramai Menag RI, Ini Upaya Pak Jokowi Biar Nggak Monoton

25 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan Mojok.co

Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan

4 Juni 2026
Derita Di Balik Keindahan Brown Canyon Semarang: Kisah Warga yang Harus Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang Mojok.co

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Brown Canyon Semarang, Warga (Terpaksa) Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang

4 Juni 2026
Pengalaman Orang Semarang Kaget Menemukan Sisi Lain Solo (Unsplash)

Pengalaman Orang Semarang yang Kaget Menemukan Sisi Lain Kota Solo

6 Juni 2026
Indomaret Tutup, Orang Dewasa Depresi Bakal Makin Stres (Unsplash)

Membayangkan Semua Gerai Indomaret Tutup: Ibu-Ibu Merana Kehilangan Promo Minyak Goreng, Orang Dewasa Stres Makin Depresi Kehilangan Kursi Besi Andalan

1 Juni 2026
4 Mitos Seputar Skripsi yang Bikin Mahasiswa Stres magang skripsi kuantitatif

Tips Cepat Lulus Skripsi Kuantitatif Tanpa Jadi Tumbal Statistik dari Dosen, Dijamin Waras!

4 Juni 2026
Bahaya di Gamping Sleman- Ketika Anak Muda Pesimis Hidup (Unsplash)

Bahaya yang Saya Lihat di Gamping Sleman: Ketika Anak Muda Pesimis dengan Kondisi Ekonomi dan Lari ke Judol Sebagai Pelampiasan

1 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.