Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Starter Pack Saat Naik Bus Pantura biar Aman Sampai Tujuan

Rusda Khoiruz Zaman oleh Rusda Khoiruz Zaman
6 Juli 2020
A A
pantura mojok.co

pantura mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Apa kalian pernah naik bis jalur Pantura bertarif ekonomi semacam bis Indonesia, Jaya Utama, Sinar Mandiri? Fix, berarti kalian pernah merasakan bagaimana sensasinya berakrobat dengan nyawa. Betapa tidak, bis ini melaju kayak remnya sedang blong saja alih-alih kejar waktu setoran. Malah, seringkali ia tak segan memotong jalur lawan arah demi nyalip. Bahkan demi nyalip, supir bis ini rela menerjang badan jalan (tanah) sampai nerabas ranting pepohonan. Asal kepala bisnya muat masuk, gas teroshhh.

Tentu saja untuk masalah keselamatan tak perlu diragukan lagi. Insha allah sebagian besar penumpang sudah pasrah kepada Tuhan dan pak supir. Layaknya seorang mayyit yang sedang dimandikan. Jadi, ketika kalian naik bis Pantura, risiko benar-benar ditanggung penumpang. Berharap bakal diperhatikan Jasa Raharja soal keselamatan ini boleh, tapi dikit aja ya, nder. Untuk itu, ada beberapa starter pack yang akan kalian butuhkan manakala naik bis Pantura supaya aman, nyaman dan, tentu saja, selamat sampai tujuan. Antara lain;

Antimo/minyak angin/fresh care dan sejenisnya

Ada baiknya sedia payung sebelum hujan, pun demikian juga dengan sedia antimo/minyak angin/fresh care dan sejenisnya ketika naik bus Pantura, tentu saja untuk mengatasi mabok perjalanan. Sebabnya, di dalam bus yang sangat ekonomis dan merakyat ini nantinya kalian akan bertemu dengan banyak jenis profesi orang.

Semuanya masuk, mulai perokok kelas wahid, nelayan, kuli bangunan, dan sebangsanya. Alhasil, sirkulasi udara yang seadanya—minus AC—dibarengi kencangnya angin laut Pantura menjadikan cita rasa dan aroma di dalam bis ini bercampur aduk. Belum lagi kita akan diajak pak supir bermanuver nyalip gaya zig-zag, menaklukkan emak-emak—ras terkuat di jalan raya, ngeblong, sampai menerobos macet. Yang kesemua itu, pastinya—bagi yang nggak terbiasa—akan mengocok isi perut dan kepala Anda.

Nikmati saja dan jangan lupa tenggak obat anti mabok, nder!

Kresek

Saya punya cerita tak mengenakkan ketika naik bis Indonesia trayek Semarang-Surabaya, kala itu ada seorang pak tua yang sudah cukup berumur. Beliau duduk di jok paling belakang tepat di atas ban, persis di samping pintu bis. Tak berselang lama setelah beliau makan arem-arem, kemudian beliau muntah-muntah. Ya yang namanya muntah itu kan kadang reflek saja. Eh, tak dinyana si kernet bis bereaksi marah-marah dan hendak menurunkan pak tua tadi di tengah perjalanan.

“Mbok ya bilang-bilang toh kalau mau muntah, pak! Kalau gini kan bikin penumpang yang lain jadi jijik aja. Muntah di kresek kan bisa! Sampean turun saja habis ini ya. Uangnya saya kembalikan nih” Kata si kernet.

“Lah dari mana saya dapat kresek? Saya kan juga nggak mengira kalau akan muntah. Bisnya saja nggak menyediakan kresek gitu kok, mas.” Timpal pak tua datar.

Baca Juga:

Orang Pantura Adalah Orang Paling Tabah, Mereka Paling Kuat Menghadapi Kesengsaraan karena Banjir

Ambarawa Ekspres, Kereta Api yang Menyesatkan Calon Penumpang

Saya yang duduk tak jauh dari pak tua turut prihatin. Sebelumnya saya sudah mengira kalau pak tua tadi memberikan sinyal akan muntah. Hla apa boleh buat? Saya juga nggak bawa kresek je. Oleh karena itu, saya kira kresek merupakan salah satu starter pack yang tak boleh ditinggalkan ketika naik bis Pantura. Meski nantinya kita nggak muntah, tapi setidaknya kita bisa menyelamatkan marwah pak tua-pak tua lain seperti kasus di atas dari makian kernet bis Pantura.

Uang receh

Nggak perlu jauh-jauh bila kalian ingin menikmati konser dangdutan. Cukup naik bis Pantura, kalian akan disuguhi pertunjukan ciamik orang ngamen—khas bis Pantura—yang membawakan genre dangdut cum memainkan kendang untuk menghibur para penumpang. Ada juga yang pakai gitar, kentrung, icrik-icrik dsb.

Lazimnya, usai pertunjukan, si pengamen bakal memutarkan gelas atau semacam wadah dari kursi paling depan sampai belakang. Ya yang namanya ngamen, meski kita nggak bisa ngasih banyak seperti yang duduk di Senayan sana, uang receh sekalipun akan berarti bagi mereka. Jangan lupa bawa uang—meski receh—ya, nder. Itung-itung amal soleh dan membalas jasa mereka yang telah menghibur kita di tengah perjalanan.

Sandal jepit

Selain wajib menjaga etika berkumpul dengan khalayak ketika naik bis Pantura ini, ada baiknya soal alas kaki juga perlu diperhatikan, nder. Sepengalaman saya bolak-balik naik bis Pantura, tercatat sebanyak 4 kali saya dicemooh karena memakai sepatu. Bukan pakai sepatunya yang disoal. Tapi baunya. Wkwkwk. Ya gimana lagi, itu kan sudah konsekuensi naik bus tanpa AC; lembab bin panas.

Lebih baik pakai sandal jepit saja deh pas naik bis Pantura. Minimal jemari kakinya kena angin dikit-dikit dan nggak mengeluarkan bau telor busuk pecah seperti pas memakai sepatu.

Batu

Biasanya, di samping kaca bis akan disediakan palu untuk memecahkan kaca manakala terjadi keadaan genting. Namun, selama ini saya rasa nggak pernah tuh menemukan palu di samping kacanya. Mungkin karena bis Pantura memegang prinsip pluralisme, siapa saja dari golongan mana pun boleh menaikinya. Jadi, besar kemungkinan kang tukang bangunan—ketika naik bus—telah membawa pulang dan memanfaatkan palu tersebut untuk membangun rumah.

Sebagai gantinya, kalian bisa membawa batu untuk memecahkan kaca bus. Dan ini saya kira penting. Siapa tau di tengah unjuk gigi pak supir yang sedang berakrobat terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Kan kalian bisa langsung pecahkan kaca lalu melompat. Percayalah! Nggak ada ruginya kita bawa batu ketika naik bis Pantura, kalaupun nggak jadi kecelakaan, mengantongi batu tetap ada manfaatnya kok. Kata orang Jawa, mengantongi batu juga berguna untuk menahan kebelet ngising. Kebetulan juga bis ini nggak punya toilet.

Itu tadi starter pack naik bus Pantura yang jelas nggak ada peraturan tertulisnya dari Jasa Raharja. Kalau kurang ditambahin sendiri ya, nder.

Satu lagi, FYI kalian juga jangan kaget dengan kernet bis Pantura yang terkesan “kasar” atau “bernada tinggi” ketika berbicara dan narik tiket. Kata teman saya, maklum saja mereka bernada tinggi kayak orang lagi ngamuk pas bicara, hla kalau nggak gitu nanti suaranya kalah dan hilang diterjang kencangnya angin Pantura je.

BACA JUGA Nggak Usah Tersinggung kalau Pesantren Diasumsikan sebagai Bengkel Moral atau tulisan Rusda Khoiruz Zaman lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Juli 2020 oleh

Tags: Bisobat anti mabokpantura
Rusda Khoiruz Zaman

Rusda Khoiruz Zaman

Sedang mencari genre hidup yang pas.

ArtikelTerkait

Kendal, Surga bagi Tukang Parkir Liar, Nggak Ditindak, Nggak Kena Razia, Aman! jukir liar

Kendal, Surga bagi Tukang Parkir Liar, Nggak Ditindak, Nggak Kena Razia, Aman!

25 Januari 2024
Jangan Punya Rumah Dekat Jalur Pantura kalau Nggak Siap Menghadapi Hawa Panas dan Truk Tronton "Nyasar" Mojok.co

Jangan Punya Rumah Dekat Jalur Pantura kalau Nggak Siap Menghadapi Hawa Panas dan Truk Tronton “Nyasar”

12 Juli 2024
Kecamatan Belik, Bukti Nyata Kabupaten Pemalang Bukan Hanya Jalur Pantura dan Hawa Panas

Kecamatan Belik, Bukti Nyata Kabupaten Pemalang Bukan Hanya Jalur Pantura dan Udara Panas

11 Juli 2023
Kereta Api Sancaka Utara, Kereta Penolong Warga Pantura untuk Menjangkau Daerah Selatan

Kereta Api Sancaka Utara, Kereta Penolong Warga Pantura untuk Menjangkau Daerah Selatan

5 Februari 2025
Batang, Kabupaten di Jawa Tengah yang Nggak Terkenal kabupaten batang

Batang, Kabupaten di Jawa Tengah yang Nggak Terkenal

5 November 2023
terminal mojok

Terminal Mojok: Penulis sebagai Bis, Tulisan sebagai Penumpang, dan Pembaca sebagai Bis Mania

7 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rindu Kota Batu Zaman Dahulu yang Jauh Lebih Nyaman dan Damai daripada Sekarang Mojok.co apel batu

Senjakala Apel Batu, Ikon Kota yang Perlahan Tersisihkan. Lalu Masih Pantaskah Apel Jadi Ikon Kota Batu?  

10 April 2026
Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

9 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.