Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pengangguran Nggak Usah Insecure, Lihat dong Perjalanan Karier Dustin Zero Logic

Dicky Setyawan oleh Dicky Setyawan
15 Juni 2020
A A
dustin tiffani dustin zero logic majelis lucu indonesia the comment radio jakarta perjalanan karier penganggura mojok.co

dustin tiffani dustin zero logic majelis lucu indonesia the comment radio jakarta perjalanan karier penganggura mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Buat kalian yang juga pendengar radio-radio Jakarta, subscriber Majelis Lucu Indonesia (MLI) yang biasa disebut Deadwood, atau pemirsa Malam Malam NET TV, pasti tidak asing dengan sosok manusia bernama Dustin Tiffani si manusia Zero Logic. Orang yang pernah diundang ke podcast Deddy Corbuzier ini mungkin pernah membuat kalian bertanya-tanya, “Siapa sih, Mas-mas satu ini, kok bisa-bisanya masuk industri hiburan?”

Orang sukses selalu berkata, “Kalian jangan lihat hasilnya saja, tapi lihat proses gimana dia sampai di sini.” Saya yakin kalian bosan mendengar kutipan tersebut, tapi emang bener kok. Dustin Zero Logic tuh salah satu dari sekian testimoni bahwa proses tidak mengkhianati hasil. Seorang entertainer yang lahir bukan dari casting, follower, apalagi jual tampang. Yang membawanya ke posisi saat ini hingga mempunyai fans militan hanya satu: konsisten.

Kayaknya penyiar radio besar Jakarta nggak ada yang nggak kenal Dustin deh, si manusia yang punya tiga radio di rumahnya. Mendengar radio dari 2009, Dustin konsisten jadi penyimak sekaligus pengirim pertanyaan dan komentar dengan diksi-diksi kocak seperti kriuk darjo, hari-hari swalayan, hingga es kelapa Bang Sani.

Saking aneh dan seringnya mengirimkan komentar, Dustin sering menjadi pendengar yang dipilih secara khusus untuk ditelepon saat on-air, bahkan sampai diundang ke acara ulang tahun radio. Nggak heran kan, penyiar sekelas Aldidery, Patra Gamala, Abigail, Ayumi, Leo, hingga Coki-Muslim tergiang-ngiang dengan sosok satu ini. Jangankan penyiar, saya yang kala itu baru seminggu streaming Oz Radio Jakarta aja langsung familier dengan Dustin Zero Logic.

Konsistensi Dustin mengirim komentar jugalah yang membawanya pertama kali diundang ke acara The Comment walaupun kala itu cuma jadi penonton yang sering diajak main games bareng Danang-Darto. Bukan cuma sebagai pendengar dan komentator setia, kuis pun tak luput dari takisan Dustin. Hape miliknya saat ini, misalkan, diketahui dia dapat dari kuis yang dibawakan Deddy Corbuzier, orang yang mengundang Dustin ke podcastnya.

Coba bayangkan, selama sedekade menjadi pendengar hampir semua radio besar Jakarta, ada masa di mana dia mulai bosan dan berhenti sebagai pendengar. Padahal salah satu titik balik hidup Dustin terjadi sekitar dua tahunan lalu atau setelah sembilan tahun menjadi pendengar. Saat itu ia sudah sering ditelepon Coki-Muslim saat siaran, juga dibawa ke MLI untuk menjadi produser sekaligus pengisi konten MLI. Sejak itulah Dustin mulai digilai Deadwood, sebutan militan MLI yang berbasis pengangguran.

Saya yang kala itu mengikuti OZ Radio Jakarta tahu betul bagaimana bisa sosok satu ini bisa masuk ke channel MLI sampai happening banget. Tak heran mantan produser The Comment merekomendasikan Dustin sebagai pengisi acara Malam Malam. Mungkin kalian yang asing dengan Dustin akan bertanya, “Kok bisa duo Vindest berhenti tayang, tapi kekosongannya diisi sama orang ini?” Heuheu. Coba sejenak posisikan diri di tempat Dustin, apakah kalian akan pamrih lalu bertanya, “Aku tiap hari ngomenin orang siaran gini emang dapat apaan? Dapet hadiah juga enggak,” lalu berpikir hidup gini-gini aja, kapan naiknya.

Padahal, pendengar radio lho, jenjang karier apa coba yang bisa didapat? Kalau jadi waiter bisa kali naik jadi koki, lha ini jadi pendengar. Itulah kenapa saya mengangkat kisah Dustin di sini. Kalau orang sukses lain, walau sama panjang prosesnya, kita kan banyak ngelesnya, dia mah emang kaya, emang orangnya pinter sih, dan masih banyak aleman lainnya. Dan… dyar… kali ini cuma mas-mas biasa yang kesehariannya dengerin tiga radio make dua kupingnya.

Baca Juga:

Konten SUNMORI MLI Justru Menegaskan bahwa Imej Tak Bermoral Coki Pardede Hanyalah Gimmick

Kultum Pemuda Tersesat: Akhirnya Ada Wadah untuk Pertanyaan Liar Seputar Agama

Tulisan ini nggak bukan membenarkan orang yang santai jadi pengangguran sih, tapi proses selama menganggur itu ternyata kalau ditelateni ada bisa hasilnya juga. Kita yang hari ini masih insecure, coba deh sikat semua peluang. Kadang passion itu harus dicari. Atau kalau kata Adriano Qalbi salah seorang podcaster, jangan terlalu menyimpulkan, “Bukan passion aku nih,” padahal kerja sebulan aja belum genap. Atau malah nyoba aja belum.

Sumber gambar: Twitter si Dustin

BACA JUGA Menelusuri Apakah Dustin Zero Logic Benar-benar Nggak Logis dan tulisan Dicky Setyawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Juni 2020 oleh

Tags: dustin tiffanidustin zero logicMLI
Dicky Setyawan

Dicky Setyawan

Pemuda asal Boyolali. Suka menulis dan suka teh kampul.

ArtikelTerkait

jicomfest

Menikmati Jicomfest: Merasakan Selera Humor Orang-Orang Berduit

5 Agustus 2019
coki pardede sunmori moralitas palsu mojok

Konten SUNMORI MLI Justru Menegaskan bahwa Imej Tak Bermoral Coki Pardede Hanyalah Gimmick

6 November 2020
Model Dakwah Ala Kultum Pemuda Tersesat Sudah Ada Sejak Zaman Rasulullah terminal mojok.co

Kultum Pemuda Tersesat: Akhirnya Ada Wadah untuk Pertanyaan Liar Seputar Agama

1 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co pasar rebo

Derita Orang Pasar Rebo, Jauh dari Jakarta Bagian Mana pun, Malah Lebih Dekat ke Depok!

22 April 2026
7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa (Unsplash)

Terima Kasih Indomaret, Berkatmu yang Semakin Peduli dengan Lingkungan, Belanjaan Jadi Sering Nyeprol di Jalan Gara-gara Plastik yang Makin Tipis

20 April 2026
Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

21 April 2026
Konten Tutorial Naik Pesawat Nggak Norak Sama Sekali, Justru Amat Penting buat Mayoritas Rakyat Indonesia

Konten Tutorial Naik Pesawat Nggak Norak Sama Sekali, Justru Amat Penting buat Mayoritas Rakyat Indonesia

20 April 2026
Motor Bagus Sebanyak Itu di Pasaran dan Kalian Masih Memilih Beli Motor Honda BeAT? Ya Tuhan, Seleramu lho yamaha mio m3

Setia Bersama Honda Beat Biru 2013: Motor yang Dibeli Mertua dan Masih Nyaman Sampai Sekarang, Motor Lain Mana Bisa?

17 April 2026
Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai Mojok.co

Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai

19 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama
  • Guru, Profesi yang Dihormati di Desa tapi Hidupnya Sengsara di Kota: Dimuliakan Seperti Nabi, Digaji Lebih Kecil dari Kuli
  • Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa
  • 4 Jenis Pengendara Motor di Pantura yang Harus Diwaspadai di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan!

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.