Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

4 Pengalaman Duka yang Dirasakan saat Rumah Dijadikan Tempat Nongkrong

Muhammad Khairul Anam oleh Muhammad Khairul Anam
10 Juni 2020
A A
4 Pengalaman Duka yang Dirasakan saat Rumah Dijadikan Tempat Nongkrong

4 Pengalaman Duka yang Dirasakan saat Rumah Dijadikan Tempat Nongkrong

Share on FacebookShare on Twitter

Kita pernah membayangkan, kalau mempunyai banyak teman dan selalu bisa nongkrong itu menyenangkan. Kita bisa mengobrol setiap hari sehingga kita bisa menjauh dari kesepian dan kepedihannya. Tetapi, bayangan itu tidak sepenuhnya benar. Ada juga beberapa hal yang tidak menyenangkan. Apalagi, jika di rumah kita dijadikan tempat nongkrong.

Ketika kita berkumpul dengan teman-teman, tentunya kita akan membutuhkan satu tempat yang mana itu akan menjadi sentral atau menjadi titik kumpul. Dan tempat itu kalau tidak kafe, restoran, rumah makan, atau hiks, bisa juga di rumah salah satu dari kita dan teman kita. Kalau saya dan teman-teman, dari beberapa rumah kami, rumah sayalah yang dirasa enak buat nongkrong. Makanya, teman-teman senang datang ke rumah saya.

Awalnya saya senang karena saya tidak perlu jauh-jauh pergi mencari tongkrongan. Tetapi lambat-laun saya merasakan hal yang tidak menyenangkan. Kesan tidak menyenangkan itu hanya bisa tersimpan di hati, menggumpal menjadi kedongkolan. Tidak mungkin saya akan memberitahu mereka tentang kesan itu. Alangkah baiknya, saya menyimpan rasa itu sendirian.

Ternyata, semakin bertambahnya hari, bertambah pula kedongkolan saya, maka saya akan menuliskan 4 pengalaman duka saat rumah menjadi tempat nongkrong.

#1 Jadi orang yang paling repot karena harus membereskan dan bersih-bersih dulu ketika semua sudah pulang

Kita tahu ketika teman-teman datang dan nongkrong di rumah, mereka pasti membawa sesuatu yang nantinya akan menjadi sampah. Misalnya membawa plastik es teh dan rokok. Kalian pasti mengamati tingkah laku teman kalian, kalau misal mereka membawa es teh, kalau es itu habis, pasti plastiknya akan diletakkan begitu saja di atas meja dan tidak mungkin mereka akan membuangnya langsung. Begitu juga dengan bungkus rokok. Rokok habis.

Sialnya, ketika mereka pulang, mereka tanpa berdosa hanya berpamitan dengan cara say hello. Mereka lupa atau entah sengaja, tidak membawa sampah yang mereka letakkan begitu saja di atas meja. Saya hanya basa-basi tersenyum begitu saja membalas mereka, sambil melirik sampah-sampah yang mereka tinggal. Namun, mereka tidak sadar dan langsung pergi.

Mau tidak mau, saya terpaksa membereskan dulu teras rumah yang dijadikan tempat nongkrong. Menyapu, menata kursi yang berantakan karena dipindah-pindah, dan membuang plastik serta puntung rokok.

#2 Menyiapkan bahan-bahan memasak dan mencuci peralatan dapur sendirian

Pengalaman kedua ini, biasanya terjadi ketika di rumah dijadikan tempat masak-masak bareng teman-teman. Biasanya, kami menyepakati H-1 mau masak apa dan di mana. Sialnya, rumah saya yang selalu disetujui untuk masak-masak.

Baca Juga:

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang

Kami iuran dua puluh ribu untuk membeli bahan-bahan. Dana yang kadang mepet dan peralatan yang tidak lengkap, memaksa tuan rumah harus menyediakan bahan-bahan dan peralatan yang kurang. Sudah iuran, disuruh tambah lagi.

Kalau tidak, pasti teman-teman akan menyindir. Jika kalian bertanya kenapa tidak saya pukul saja? Saya tentu akan menjawab, cara itu mirip dengan cara anak-anak bermain. Jadi saya mengalah saja karena bukan takut, tetapi karena ingin menyikapi dengan dewasa, hitung-hitung latihan menjadi orang dewasa.

Menjengkelkannya lagi, ketika selesai masak-masak dan makan-makan, mereka pamit tanpa mau membantu saya membereskan dan mencuci piring. Piring, sendok, garpu, tergeletak begitu saja di teras. Saya kesal dan hanya bisa mengumpat berkali-kali sembari membereskan semuanya.

#3 Kalau ketiduran suka difoto

Tidak enaknya kalau rumah dijadikan tempat nongkrong itu kita tidak bisa bebas tidur. Apalagi, kamar kalian di depan dan ada jendelanya. Kamar saya termasuk kategori yang mengerikan dan tidak baik dijadikan kamar untuk anak perempuan. Karena kamar saya berada di paling depan, ada jendelanya dan tidak ada pintunya.

Ditambah lagi, di rumah saya itu dibebaskan. Teman-teman saya, teman-teman adik boleh masuk begitu saja asalkan nyapa atau minta izin. Lah, pengalaman duka sekaligus sial ini terjadi ketika saya ketiduran.

Tidur saya terus terang saja ngowoh. Dan ketika saya ketiduran kamera-kamera teman-teman mengabadikan kengowohan saya lalu di-share ke grup kampung, status WA, hingga status media sosial. Oh sial, martabat saya hancur seketika. Tetapi saya tidak membalasnya, saya hanya membalas dengan perilaku yang setimpal. Siklus semacam ini terus berjalan entah sampai kapan. Kalau ada yang lengang sedikit, pasti akan terkena jepretan kamera-kamera nakal.

#4 Tidak bisa izin nggak ikut main walaupun tidak punya uang

Dan pengalaman terakhir inilah pengalaman terparah. Rencana main itu selalu diagendakan setiap setahun kira-kira tiga kali atau empat kali. Sialnya, kadang rencana itu diagendakan bertepatan dengan keringnya kantong saya.

Sebenarnya saya mau izin, tetapi tempat berkumpulnya sebelum keberangkatan ada di rumah saya. Mau tidak mau saya yang hanya menggantungkan hidup pada honor tulisan harus utang. Jadi, setiap saya menerima honor tulisan, uangnya bukan untuk senang-senang tapi buat bayar utang.

Menyedihkan bukan?

BACA JUGA Pengalaman Ngekos di Kamar Kos yang Tak Ada Jendela dan tulisan Muhammad Khairul Anam lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 31 Oktober 2021 oleh

Tags: nongkrongRumah
Muhammad Khairul Anam

Muhammad Khairul Anam

Suka melamun dan merindukan calon istri

ArtikelTerkait

10 Ciri Kamar Mandi Ideal, Bikin Penggunanya Bahagia Terminal Mojok

10 Ciri Kamar Mandi Ideal, Bikin Penggunanya Bahagia

25 Oktober 2022
5 Alasan Punya Rumah Dekat Pabrik Itu Nggak Enak

5 Alasan Punya Rumah Dekat Pabrik Itu Nggak Enak

5 Juli 2022
nongkrong

Mau Nongkrong Takut Kere, Tak Ikut Nongkrong Malah Dighibahin, Tuman!

2 Juli 2019
Tips Beli Rumah biar Nggak Tertipu Harga Murah terminal mojok.co

Tips Beli Rumah biar Nggak Tertipu Harga Murah

16 April 2021
Mengenal Makna Joglo, Rumah Tradisonal Khas Jawa terminal mojok

Mengenal Makna Joglo, Rumah Tradisional Khas Jawa

21 September 2021
Rumah Atap, Hunian Populer bagi Tokoh Drakor dan Warga Korea Selatan terminal mojok

Rumah Atap, Hunian Populer bagi Tokoh Drakor dan Warga Korea Selatan

9 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan
  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.