Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Butuh HP Android Murah? Lirik Ponsel Zaman Old untuk Alternatif di Tengah Pandemi!

Christian Evan Chandra oleh Christian Evan Chandra
16 Mei 2020
A A
Butuh HP Android Murah? Lirik Ponsel Zaman Old untuk Alternatif di Tengah Pandemi! Memangnya Ada Stiker Miskin Kalau Pakai HP Xiaomi dan Sepeda Motor Beat?
Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah pandemi corona seperti ini, kita semua berusaha memotong pengeluaran mengingat ketidakpastian sampai kapan kondisi ini berlangsung. Terlebih lagi yang dipotong gajinya bahkan dirumahkan, mereka akan memotong pengeluaran sampai mendekati nol. Eh, ponsel rusak dan terpaksa mencari yang baru. Pilihan ponsel seken bukanlah solusi yang bagus karena mungkin ponselnya juga sudah sakit-sakitan.

Untuk penggunaan kelas bawah, di artikel terdahulu di rubrik Konter di Mojok, saya menyarankan Redmi 8 4GB/64GB seharga Rp1,85 juta sebagai solusi ideal. Baterainya besar dengan kapasitas 5000mAh dan pengecasan cepat 18W, meskipun harus membeli adaptor lagi. Akan tetapi, Snapdragon seri 4-nya itu mungkin membuat Anda terbelalak! Jadi, berikut beberapa saran lain dari saya.

Satu: Realme 3

Siapa tak kenal dengan Realme, subbrand Oppo yang menjual ponsel berspesifikasi tinggi dengan harga terjangkau alias pesaing ketat Redmi. Saat ini, mereka sudah hadir dengan generasi kelima, yaitu Realme 6 (ya, mereka melompati angka empat). Akan tetapi, Realme 6 itu di atas Rp3 juta dan sama sekali tidak cocok untuk menggantikan Redmi 8. Oke, kita mundur dua generasi ke Realme 3 keluaran 2019, bagaimana?

Dari sisi tampilan, ponsel ini terlihat meniru tren bodi kaca dengan warna gradasi yang dirintis oleh Huawei dan kemudian diadopsi juga oleh Xiaomi di generasi Redmi ketujuhnya. Ponsel ini tampil lebih mewah meski tidak istimewa. Layarnya yang beresolusi HD+ itu pun tidak kekinian untuk 2020, masih mengandalkan waterdrop notch yang membuat tampilan menjadi tidak penuh alias berponi.

Beralih ke dapur pacu, Realme 3 di Indonesia mengandalkan MediaTek Helio P60. Performanya berbeda tipis dengan Helio P70 yang menjadi senjata Oppo A91 (seharga Rp3 jutaan) mengingat upgrade dari P60 ke P70 sebatas di clock speed inti prosesor ARM Cortex-A73. Dibandingkan ponsel sekelasnya, fabrikasi prosesor Realme 3 paling unggul dengan 12nm yang berimbas pada konsumsi daya lebih irit dan produksi panas lebih rendah. Sayang seribu sayang, Realme 3 dikabarkan tidak memiliki sertifikasi Widevine L1 sehingga Anda tidak bisa menonton tayangan NETFLIX HD dengan ponsel ini.

Skor AnTuTu ponsel ini luar biasa, 130000an, masih jauh lebih baik dari raihan Redmi 8 yang tetap di bawah seratus ribu. Maklumlah, Helio P60 didesain untuk bersaing melawan Snapdragon seri 6, bukan seri 4 seperti milik Redmi 8.

Kamera belakangnya juga mengandalkan dual camera beresolusi 13MP sebagai lensa utama dan 2MP sebagai lensa depth of field alias bokeh. Namanya juga keluaran masa lalu, belum mengikuti era tiga apalagi empat kamera, juga resolusi tinggi yang ujungnya hanya untuk di-binning. Kamera depan? Juga beresolusi 13MP. Kemampuan merekam videonya masih mentok di 1080p dengan framerate sebesar 30fps. Untuk Anda yang senang berfoto di malam hari, gunakan fitur Nightscape dan Chroma Boost untuk hasil yang lebih optimal. Dibandingkan ponsel midranger sekarang, masih oke lah hasilnya.

Realme 3 cukup cocok disebut sebagai ponsel anti-lowbatt dengan baterai berkapasitas 4230mAh, meski memang kalah cukup signifikan dari Redmi 8. Teknologi fast charging tidak ada sehingga mentok di daya 10W, sesuatu yang masih tergolong biasa untuk ponsel sekelasnya. Meski kalah jauh dari Redmi 8, tetapi ingat bahwa Anda masih harus membeli adaptor terpisah. Ketika varian 4GB/64GB meluncur tahun lalu seharga Rp2,4 juta, kini bisa Anda bawa pulang dengan harga sekitar Rp1,85 juta dari toko yang masih memiliki sisa stoknya.

Baca Juga:

Blu by BCA: Bank Digital dengan Tampilan Unyu Kekinian tapi Kurang Ramah bagi Pengguna HP Android Entry Level

Ribet Pakai iPhone, Setelah 5 Bulan Saya Memilih Pakai Android Lagi

Dua: Redmi Note 7

Varian ponsel pertama yang dijual oleh Redmi pasca melepaskan diri dari Xiaomi adalah Redmi Note 7 ketika sekarang mereka sudah memiliki keluarga Redmi Note 9 (meski belum datang ke sini). Penampilannya yang jauh lebih mewah dengan warna gradasi dan material kaca membuatnya jauh di atas pendahulunya sesama Redmi Note. Ada beberapa hal yang layak dilirik dari ponsel ini.

Pertama, prosesornya sangat menakjubkan untuk segmen harga Rp2 jutaan, yaitu Qualcomm Snapdragon 660. Dengan tiga kombinasi RAM dan ROM yaitu 3GB/32GB, 4GB/64GB, dan 6GB/64GB, ponsel ini bisa memproduksi skor Antutu hingga 144.000 alias setara dengan Snapdragon 821. Satu lagi, prosesor ini terkenal hemat daya dan tidak panas sehingga layak dipertimbangkan untuk daily driver maupun gaming di layarnya yang sudah 1080p itu. Meski, dia masih belum didukung secara umum oleh Fortnite selain untuk Samsung Galaxy A9 (2018). Berita baiknya, prosesor ini tak kalah dari milik Redmi Note 8 yang hanya sedikit meningkat ke Snapdragon 665.

Kedua, resolusi kameranya terdengar luar biasa yaitu 48MP dengan sensor Samsung GM1. Akan tetapi, seperti banyak dibicarakan, jangan harap kualitasnya jauh lebih luar biasa dibandingkan smartphone flagship karena sejujurnya sensor ini memiliki ukuran piksel yang kecil untuk selanjutnya disatukan melalui teknologi pixel binning menjadi resolusi 12MP, default milik aplikasi kamera. Jika ingin resolusi aslinya alias 48M, Anda harus menggunakan mode Pro. Satu hal, selama saya menggunakan Redmi 4X dan teman-teman saya menggunakan seri Redmi lain, kami merasa kualitas fotonya kurang maksimal dan untunglah ponsel ini mendukung Camera2API tanpa harus melakukan rooting. Disebutkan juga bahwa Xiaomi Redmi Note 7 bisa merekam video hingga 120 fps untuk resolusi 1080p, luar biasa memang tetapi apa daya jika tidak bisa merekam 4K? Jadi hambar.

Ketiga, ketersediaan teknologi Quick Charge 4.0 untuk daya pengecasan 18W. Hal ini bahkan lebih menakjubkan dibandingkan Samsung Galaxy S10 yang masih menggunakan charger 15W dan melengkapi baterai 4000mAh milik Redmi Note 7 yang tahan lama. Sahabat mobilitas? Oke banget! Baterai besar, pengecasan cepat. Eits, charger cepatnya beli terpisah ya karena Anda hanya akan mendapatkan charger Redmi standar berdaya 10W. Uang lagi, duh.

Keempat, garansi delapan belas bulan yang menjadi awal kebiasaan baru di keluarga Redmi. Tidak usah dikatakan apa-apa lagi, Redmi benar-benar menjual komitmen atas kualitas barangnya yang tahan lama dan durasi garansi ini tak tertandingi. Saya pikir langkah keberanian Redmi ini mengikuti saudara sekampungnya, DFSK, yang juga memberikan garansi lebih panjang untuk mobil Glory 580-nya. Ketika meluncur pertama kali, Rp2 juta hanya cukup untuk membeli varian 3GB/32GB. Sekarang? Varian 4GB/128GB sudah dijajakan dengan harga mulai dari Rp1,9 juta. Tipis selisih harganya dari Redmi 8, selisih performanya cukup lumayan.

Tiga: Redmi 7

Redmi 7 duduk tepat sebagai kakak langsung dari Redmi 8 dan dia meluncur tahun 2019. Bodinya Realme 3, tidak istimewa tetapi setidaknya tidak murahan juga. Urusan proteksi fisik, Redmi 7 paling unggul dengan P2i Nano Hydrophobic Coating sebagai water repellant dan Corning Gorilla Glass 5.

Dapur pacunya mengandalkan Qualcomm Snapdragon 632 dengan skor potensial AnTuTu sekitar 100000an, tidak impresif untuk gaming tetapi tersedia tiga kombinasi RAM dan ROM, yaitu 2GB+16GB, 3GB+32GB, dan 4GB+64GB. Memori masih bisa ditambah melalui dedicated slot MicroSD hingga 512GB.

Konfigurasi kamera belakangnyanya mirip dengan Realme 3, tepatnya beresolusi 12MP + 2MP. Meski beresolusi sedikit lebih rendah, ukuran pikselnya lebih besar sehingga bisa menangkap detil cahaya dan warna lebih baik ditambah ukuran gambar maksimal tanpa pecah yang lebih besar dibandingkan Realme 3. Untuk kamera depan, cukup 8MP saja. Resolusi videonya juga mentok di 1080p, tetapi framerate lebih unggul hingga 60fps.

Ciri khas Redmi terdahulu masih terbawa. Bagusnya, baterai cukup besar berkapasitas 4000mAh dengan maksimum daya pengisian 10W melalui port microUSB, daya tahan menjanjikan tetapi perkembangannya masih stagnan dibandingkan Redmi 4X milik saya saat ini. Satu lagi, infrared port untuk menjadi remote TV atau AC yang jarang dimiliki ponsel lainnya. Minusnya, tentu masih membawa-bawa MIUI yang terkenal dengan segudang iklan dan konsumsi data yang boros meski produsen berjanji akan menguranginya seiring keluhan pelanggan yang semakin hari semakin menjadi. Entahlah. Dulu diluncurkan dengan harga tepat Rp2 juta, kini toko daring menjualnya mulai dari Rp1,4 jutaan. Tentunya penghematan harus dikompensasi dengan apa? Iklan.

Akhirnya, keputusan saya kembalikan kepada Mojokers dan selamat memilih ponsel untuk dibawa pulang. Mau ponsel kekinian untuk masa depan sistem operasi yang lebih panjang, tetapi dengan performa yang tanggung? Atau ponsel keluaran tahun lalu dengan performa lebih baik tetapi memang masa depan sistem operasinya lebih pendek.

BACA JUGA Potensi Kebaikan Sales Penyebar Brosur di Depan Konter Hape untuk Pengendara dan tulisan Christian Evan Chandra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 Mei 2020 oleh

Tags: HP androidpandemi coronaRealme 3Redmi 7Redmi Note 7
Christian Evan Chandra

Christian Evan Chandra

Narablog di akhir pekan ketika tidak bekerja. Memperhatikan dan menulis berbagai hal, mulai dari pariwisata, teknologi, sampai otomotif.

ArtikelTerkait

Mal yang Masih Ramai saat Pandemi Itu Salah Manajemen atau Pengunjungnya? Grebe: 'Mall Kecil' Bikinan Arief Muhammad dengan Konsep Out of The Box

Mal yang Masih Ramai saat Pandemi Itu Salah Manajemen atau Pengunjungnya?

21 Mei 2020
Empati Warkop Pitulikur dan Fenomena Siswa Belajar Online di Warkop_ yang Prihatin Seharusnya Pemerintah MOJOK.CO

Empati Warkop Pitulikur dan Fenomena Siswa Belajar Online di Warkop, yang Prihatin Seharusnya Pemerintah

22 Juli 2020
panduan new normal

Apa yang “New” dari Kitab “Panduan New Normal” yang Dikeluarkan Badan POM?

27 Mei 2020
Pertanyaan Retoris Jokowi dan Cara Ngeles Elegan yang Sering Terjadi

Pertanyaan Retoris Jokowi dan Cara Ngeles Elegan yang Sering Terjadi

24 April 2020
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa?

15 Mei 2020
Hanoman yang Terpaksa Alih Profesi Jadi Kurir

Hanoman yang Terpaksa Alih Profesi Jadi Kurir

7 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Membayangkan Jatinangor Tanpa Unpad, ITB, IPDN, dan Ikopin: Nggak Terkenal, Nggak Berkembang, Pokoknya Menyedihkan sumedang, bandung

Berhentilah menyebut Jatinangor sebagai Bandung coret, tolong hormati Sumedang

15 Juli 2026
Bakso Malang adalah makanan khas Jawa Timur terbaik no debat (Wikimedia Commons)

Bakso Malang adalah makanan khas Jawa Timur yang paling bisa diterima semua lidah orang Indonesia ketimbang kuliner Jatim lainnya

12 Juli 2026
Kredit Motor Memang Jauh Lebih Menyiksa daripada Kredit yang Lainnya, bahkan Bikin Kredit Rumah Keliatan Masuk Akal

Kredit Motor Memang Jauh Lebih Menyiksa daripada Kredit yang Lainnya, bahkan Bikin Kredit Rumah Keliatan Masuk Akal

12 Juli 2026
Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng Mojok.co

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

16 Juli 2026
Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

17 Juli 2026
Potensi Pantai Cibugel Indramayu jadi sia-sia karena nggak diurus secara serius Mojok.co

Potensi Pantai Cibugel Indramayu jadi sia-sia karena nggak diurus secara serius

11 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.