Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Gim Sepak Bola Nggak Melulu PES-FIFA, Ingat Masih Ada Football Manager!

EmArif oleh EmArif
9 Mei 2020
A A
Di Kampung Saya, Orang-orang Lebih Suka Main PES Dibanding FIFA terminal mojok.co

Di Kampung Saya, Orang-orang Lebih Suka Main PES Dibanding FIFA terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam suasana Ramadan di tengah pandemi seperti ini, bermain gim adalah kegiatan yang paling berfaedah. Titik. Itu kalau menurut saya. Selain itu, sebagai upaya untuk menghilangkan kerinduan terhadap sepak bola, maka gim bergenre sepak bola yang saya pilih untuk menemani WFH saya. Ralat, GFH saya–gaming from home.

Namun di sini saya tidak akan ikut serta dalam debat sampai mati antara kaum fanatik FIFA dengan kaum fanatik PES. Karena hanya akan menyita waktu gabut ibadah saya. Sangat unfaedah.

Sebagai gantinya saya akan sedikit menceritakan pengalaman saya bermain gim sepak bola yang bukan PES atau FIFA. Yaitu gim Football Manager. Gim yang paling cocok dengan mahasiswa Teknik Industri macam saya, jurusan yang kata dosen saya lulusannya kelak akan menjadi manajer itu.

Seperti yang gugel bilang, Football manager atau FM adalah gim simulasi manajemen tim sepak bola keluaran Sport Interactive. Gameplay FM menitikberatkan pada pengelolaan tim sepak bola yang mencakup filosofi, strategi, manajemen pemain dan staff, hingga aspek finansial.

Memang pada kedua gim sebelumnya juga menyediakan mode manajerial tim seperti Master League pada PES atau Career mode pada FIFA. Namun, di sini saya tidak akan menjadi pihak ke-tiga yang berlagak sebagai juru adil karena akan sangat tidak etis jika lantas membandingkan FM dengan kedua gim sebelumnya. Selain karena sangat tidak apple-to-apple, jujur dibanding-bandingkan itu rasanya tidaklah enak, Kawan. Percayalah! Hiks.

Dalam bermain Football Manager jangan harap bisa merasakan sensasi menggocek lawan atau melancarkan umpan antar kota-antar provinsi. Sebaliknya kita akan disibukkan dengan kesibukan seorang manajer tim sepak bola, mengepalai seluruh aktivitas tim yang di bawahi.

Gameplay Football Manager akan membawa kita untuk dapat merasakan kuasa penuh atas suatu klub. Mulai dari menentukan filosofi sepak bola, melakukan jual-beli pemain, menentukan strategi, hingga membangun sarana dan prasarana klub. Bahkan ketika nantinya kita dapat memberikan kesuksesan, petinggi klub tidak akan segan untuk mengabadikan nama kita sebagai nama mantu, eh salah, nama stadion.

Pada awalnya kita akan di-hire oleh suatu klub. Setelah mendapat pengarahan dari pemilik klub, kita akan dituntut untuk menentukan filosofi dan ekspektasi klub untuk satu musim mendatang. Selain itu kita juga akan dihadapkan dengan pemain-pemainnya untuk menjelaskan ekspektasi dan strategi-strategi yang akan digunakan selama satu musim mendatang. Untuk mendukung strategi tersebut, sebagai manajer kita akan diberikan keleluasaan untuk melakukan transfer pemain. Namun itu juga tergantung pada pemain yang bersangkutan, apakah ia setuju atau tidak. Selanjutnya kita hanya akan melakukan otak-atik strategi guna memenangkan pertandingan dan menuntun klub meraih trofi.

Baca Juga:

Manajemen Tolol Penyebab PSS Sleman Degradasi dan Sudah Sepatutnya Mereka Bertanggung Jawab!

Olahraga Lari Adalah Olahraga yang Lebih “Drama” ketimbang Sepak Bola

Juga yang tak kalah penting adalah permainan media. Tidak hanya di dunia nyata, di FM pun ocehan atau sekedar nge-twit akan dapat berdampak pada lawan, pemain kita, atau bahkan kita sendiri. Jika tidak di-handle dengan baik akan menjadi senjata makan tuan.

Terbilang mudah? Iya, ketika klub yang ditukangi adalah klub konglomerat macam Real Madrid, Barcelona, PSG, atau Manchester City.

Sensasi bermain Football Manager akan lebih terasa jika kita menukangi klub antah berantah dengan segudang masalah dan finansial yang mereka punya. Sebut saja FC Lorient, St. Pauli, Spartak Subotica, atau bahkan klub-klub lain yang bahkan kita tidak pernah menjumpai nama tersebut sejak kita mengenal macam-macam huruf dan angka.

Sensasi tersebut muncul ketika performa tim yang terus merosot yang mengharuskan kita untuk menaikkan moral para pemain yang terlanjur jeblok. Belum lagi ketika ada pemain yang unhappy dan memilih hengkang dari klub. Maka tidak menutup kemungkinan para petinggi akan memecat kita ketika performa klub tak kunjung membaik.

Namun sebaliknya apabila berhasil mengatasi masalah-masalah tersebut dan memimpin klub memenangi kompetisi-kompetisi elite, maka akan muncul suatu kebanggaan tersendiri. Tidak heran akibat sensasi yang ditimbulkan ini yang menyebabkan FM menyertakan addicted level atau level kecanduan bagi para pemainnya.

Yap, dengan bermain gim ini, saya pun bisa merasakan kegembiraan Om Klopp saat mengangkat si kuping besar bersama Liverpool di masa puasanya atau bahkan perasaan Mbah Wenger terdiam kala melihat spanduk #wengerout terbentang di atas stadion yang dibangun dari jerih payahnya sendiri.

Di luar itu semua, dengan pengalaman saya bermain gim ini setidaknya saya tidak keder saat ditanyai oleh calon mertua tentang profesi dan prestasi saya.

“Le, sebelum kamu meminang anakku, sebelumnya aku pengin tahu nanti anakku ini kamu akan beri makan apa?”

“Gini, Pak. Sebelumnya saya tidak mau sombong kalau saya itu manajer Lazio. Dua kali juara copa Italia, sekali juara Europa League, dan sekali juara Serie A. Untuk gaji saya, nggak besar-besar amat, Pak. 150 ribu paun per minggu cukup lah buat biaya macak sampai masak buat anak Bapak, itu juga belum termasuk bonus.”

“Oalah, Le. Bagus, bagus. Tapi sayang sekali. Kamu belum bisa, Le.”

“Wadaw. Kalo boleh tahu, kenapa ya, Pak?”

“Hehehe. Saya Romanisti, Le.”

“$#!1?!$&!$”

Ambyarr, Pak Dhe. Lalu njoget.

BACA JUGA Soal Game Sepak Bola, PES Lebih Baik daripada FIFA, Titik! atau tulisan EmArif lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pengin gabung grup WhatsApp Terminal Mojok? Kamu bisa klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 Mei 2020 oleh

Tags: fifaFootball ManagerpesSepak Bola
EmArif

EmArif

Dosen muda asal Mojokerto. Menaruh minat pasa isu keagamaan, lingkungan, dan sepak bola.

ArtikelTerkait

Koch justin netizen indonesia @txtdaricoachy ted lasso coach justin pendapat opini assist mojok

‘Ted Lasso’, Series Sepak Bola yang Harus Ditonton Coach Justin

19 Oktober 2020
liverpool

Surat Terbuka: Untuk Jürgen Klopp dan Liverpool FC

31 Mei 2019
Mari Berandai-andai jika Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia terminal mojok

Mari Berandai-andai jika Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia

26 Juni 2021
Menebak Karakter Seseorang dari Tim yang Dipakai di Football Manager wonderkid terminal mojok.co

Daftar Wonderkid yang Harus Anda Beli di Gim Football Manager 2021

9 Desember 2020
ronaldo di madrid

Real Madrid itu Butuh Ronaldo, Bukan Zinedine Zidane

23 Juli 2019
liga 2 judi bola shin tae-yong konstitusi indonesia Sepakbola: The Indonesian Way of Life amerika serikat Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis terminal mojok.co

Sepak Bola Indonesia Sudah Bermasalah dari Hulunya: Curhatan Pemain Tarkam

7 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Publikasi Artikel: Saya yang Begadang, Dosen yang Dapat Nama publikasi jurnal

Publikasi Jurnal Kadang Jadi Perbudakan Gaya Baru: Mahasiswa yang Nulis, tapi Dosen yang Dapat Nama, Logikanya di Mana?

19 Januari 2026
Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

14 Januari 2026
Polban, "Adik Kandung" ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

Polban, “Adik Kandung” ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

18 Januari 2026
Jalan Daendels Jogja Kebumen Makin Bahaya, Bikin Nelangsa (Unsplash)

Di Balik Kengeriannya, Jalan Daendels Menyimpan Keindahan-keindahan yang Hanya Bisa Kita Temukan di Sana

13 Januari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

3 Tips Membeli Point Coffee dari Seorang Loyalis Indomaret, Salah Satunya Cari yang Ada Kursi di Depan Gerainya!

19 Januari 2026
Honda PCX 160 Dibuat Ceper, Modifikasi Motor yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda PCX 160 Dibuat Ceper, Modifikasi Motor yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.