Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Hari Buruh dan Realitas di Morosi: Buruh Lokal DiPHK, TKA Diterima

Jaswanto Jahuddin oleh Jaswanto Jahuddin
1 Mei 2020
A A
hari buruh

Hari Buruh dan Realitas di Morosi: Buruh Lokal DiPHK, TKA Diterima

Share on FacebookShare on Twitter

Setiap tahunnya buruh diseluruh dunia memperingati May day yang jatuh setiap tanggal 1 Mei. Di Indonesia juga sama.

Jika kita telisik dari sejarah kelahirannya, May day (Hari buruh) lahir dari sejarah panjang perjuangan kelas pekerja diawal abad 19 untuk menuntut keadilan dari situasi tertekan karena minimnya upah kerja, jam kerja yang menekan, hingga buruknya kondisi di tingkatan pabrik menjadi alasan  munculnya perlawanan dari kelas pekerja.

Awal ditetapkannya 1 Mei sebagai hari buruh adalah saat kongres buruh internasional yang diselenggarakan di Jenewa Swiss pada tahun 1886. Kongres tersebut dihadiri oleh beberapa perwakilan buruh di seluruh dunia. Di sana diputuskan kalau hari buruh sedunia atau May Day 1 Mei ini akan jadi pengingat perjuangan kelas pekerja dalam melawan penindasan yang mereka alami.

Di indonesia sendiri perayaan hari buruh pertama kali dilakukan 1 Mei 1918 di Surabaya. Perayaan hari buruh ini konon disebut sebagai perayaan hari buruh pertama di benua Asia. Yang menarik, saat itu hari buruh bukan hanya dirayakan oleh kelompok komunis, tapi non komunis seperti serikat buruh yang di pimpin Hos Tjokroaminoto bersama muridnya Soekarno yang ada di bawah pengaruh Sarekat Islam.

Perayaan hari buruh di Indonesia sempat dilarang pada masa Pemerintahan Presiden Soeharto karena dianggap sebagai kegiatan politik yang subversif.

Baru di era Presiden BJ Habibie, konvensi ILO No 81 tentang kebebasan berserikat buruh diratifikasi. Diikuti dengan keluarnya Undang-undang No. 21 Tahun 2000 di masa Presiden Abdurahman Wahid (Gusdur) yang semakin memberikan keleluasaan pekerja untuk membuat gerakan/serikat untuk menyampaikan suara buruh dan melakukan advokasi terhadap hak-hak buruh.

Terakhir, di era Presiden SBY, hari buruh ditetapkan menjadi hari libur nasional di tahun 2014.

Sayangnya sampai sekarang sejarah panjang dari perjuangan kaum buruh dalam menuntut keadilan masih belum menemui titik terang. Perasan keringat yang mereka teteskan masih banyak yang belum sebanding dengan upah yang mereka dapatkan.

Baca Juga:

Sejarah May Day, Hari Raya Kaum Buruh yang Berlumuran Darah

Hal ini terjadi di daerah saya. Di Provinsi Sulawesi Tenggara. Di provinsi ini dipusatkan kawasan mega industri yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat sejak berapa tahun lalu, di Kec Morosi Kab Konawe tepatnya.Di sini dibangun smelter pemurnian nickel dan stainless steel terbesar di indonesia timur dengan nilai investasi triliunan rupiah. PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT. Obsidian Stainless Steel (OSS) adalah dua perusahaan asal China yang akan menggarap proyek ini.

Dengan jumlah investasi sebesar itu tentunya harapan kami sebagai warga lokal proyek ini dapat menyerap tenaga kerja dan membantu berkurangnya angka pengangguran di daerah. Sayangnya, dua pabrik ini malah banyak mempekerjakan tenaga kerja asing (TKA). Hal ini membuat banyak konflik terjadi antara pekerja lokal dan TKA.

Bukan bermaksud rasis atau apa, tapi kedatangan para TKA China di Morosi jadi masalah karena mereka melakukan banyak hal yang dinilai bertentangan dengan norma dan aturan masyarakat yang ada.

Contohnya, belum lama ini PT. VDNI dan PT. OSS malah mendatangkan 49 TKA di Kendari ketika jelas-jelas WNA China tidak seharusnya berpergian di tengah pandemi. Hal ini tentu saja sempat membuat kehobohan hingga Kapolda Sulawesi Utara sampai melakukan misinformasi.

Kabarnya Pemerintah Pusat juga akan mendatangkan 500 TKA asal China ke Sulawesi Tenggara. Hal ini diketahui dari surat rencana penggunaan tenaga kerja asing (RPTKA) yang diajukan pada 1 April 2020 oleh dua perusahaan, yakni PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) yang telah disetujui oleh Kementrian tenaga kerja.

Ini jelas mencurigakan karena Kemenaker sendiri yang Februari 2020 lalu menyampaikan kalau pekerja China tidak diizinkan masuk dan kerja di Indonesia. Apa ini artinya pemerintah tidak punya kuasa untuk menolak permintaan perusahaan?

Jangan-jangan bagi perusahaan itu, keberadaan investasi mereka di Morosi bikin mereka jadi raja yang bisa melakukan apa saja. Jadinya mereka merasa sah-sah saja untuk menabrak aturan selama investasi terus jalan.

Bagi saya ini sangat menyakitkan. Ketika banyak perusahaan mengumumkan bahwa mereka akan merumahkan sejumlah tenaga kerja lokal karena pandemi, perusahaan besar di Morosi ini malah ingin mendatangkan TKA asal negaranya.

Ini kita baru membicarakan perusahaan di satu daerah saja lho. Tapi pemerintah seolah tidak berdaya dan mau-maunya menuruti keinginan pemilik perusahaan itu.

Bagaimana kaum buruh tak asing di Negeri sendiri jika Pemerintah lebih mementingkan investasi asing jalan terus ketimbang memperhatikan nasib kaum buruh yang di PHK dimasa pandemi ini.

Mungkin ada benarnya jika pekerja aseng/asing lebih berharga di negeri ini ketimbang pemerintah memikirkan ribuan nasib buruh (lokal) yang mengalami PHK.

BACA JUGA Kalau Negara Gagal Nyediain Lapangan Kerja, Masak Buruh yang Bayar? atau tulisan Jaswanto Jahuddin lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 Mei 2020 oleh

Tags: buruh lokalhari buruhtenaga kerja asing
Jaswanto Jahuddin

Jaswanto Jahuddin

Advokat Muda Sulawesi Tenggara dan aktivis buruh

ArtikelTerkait

Sejarah May Day, Hari Raya Kaum Buruh yang Berlumuran Darah Terminal Mojok

Sejarah May Day, Hari Raya Kaum Buruh yang Berlumuran Darah

1 Mei 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar Mojok.co

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar

13 Maret 2026
Terminal Ir Soekarno Klaten Terminal Terbaik di Jawa Tengah

Terminal Ir Soekarno Klaten: Terminal Terbaik di Jawa Tengah yang Menjadi Tuan Rumah Bagi Siapa Saja yang Ingin Pulang ke Rumah

18 Maret 2026
Normalisasi Utang Koperasi demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah Seperti Keluarga Mojok.co

Normalisasi Utang Koperasi Kantor demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah seperti Keluarga

18 Maret 2026
9 Rekomendasi Mobil Bekas di Bawah 100 Juta Terbaik untuk Pemula Berkantong Cekak

Cari Mobil Bekas Murah buat Lebaran? Ini Motuba di Bawah 60 Juta yang Terbukti Nggak Rewel

14 Maret 2026
Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang  Mojok.co

Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang 

13 Maret 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons)

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

19 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa
  • Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin
  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 
  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.