Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Keresahan dosen UIN saat melihat mahasiswanya sendiri memvonis kampusnya “tidak Islam-Islam amat”

Hasan Labiqul Aqil oleh Hasan Labiqul Aqil
27 Agustus 2026
A A
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari lalu, lini masa anak UIN mendadak hangat. Seorang mahasiswa mengunggah kritik panjang lebar yang ditujukan kepada pengelola media sosial HMJ, DEMA, sampai akun fakultas. Inti keresahannya meledak-ledak: UIN ini kampus Islam, tapi konten medsosnya kok “tidak Islam-Islam amat”?

Indikator “dosanya” ada dua dan ditulis sangat detail. Pertama, adegan bersentuhan tangan antara laki-laki dan perempuan non-mahram pas bikin konten promosi jurusan. Kedua, mahasiswi berhijab yang berjoget TikTok sambil melilitkan untaian jilbabnya—yang dituduh sebagai bentuk kasiyat ‘ariyat alias berpakaian tapi telanjang. Di akhir tulisan, si penulis mengutip hadis pasak besi dan punuk unta, lalu mengingatkan para dosen agar lebih aware ke mahasiswanya.

ADVERTISEMENT

Sebagai dosen yang saban hari mondar-mandir di koridor kampus UIN, membaca konten itu membuat saya mengernyitkan dahi. Ada rasa haru melihat semangat amar ma’ruf mahasiswa, tapi ya selebihnya gemas luar biasa.

Apakah haram mutlak?

Refleks pertama orang kalau membaca kritik begitu biasanya langsung kepancing masuk ke debat fiqih yang bikin gancet. Apakah sentuhan tangan pas bikin konten promosi jurusan itu haram mutlak atau ada keringanan? Apakah joget TikTok mahasiswi itu masuk kategori tabarruj atau cuma gaya kekinian Gen-Z?

Tapi ya eling dhisik. Tarik napas sebentar. Sebenarnya masalah utamanya bukan pada apakah adegan di Reels HMJ itu bikin dosa atau tidak. Masalah yang jauh lebih mendasar adalah: sejak kapan urusan “keislaman” sebuah UIN cuma diukur dari postingan Instagram Reels durasi 15 detik?

Mahasiswa tersebut mengkritik itu seolah-olah membayangkan label “Islam” pada kata UIN seperti label “Halal” di bungkus mie instan: barangnya sudah baku, resepnya tunggal, dan tinggal disidak mana yang melenceng. Padahal, yang namanya “Islam Kampus” itu wadah yang dari dulu sengaja dibuka lebar.

Di UIN itu hidup beragam warna: ada Islam kultural khas NU. Ada modernis Muhammadiyah, ada arus dakwah kampus yang tekstualis-puritan, sampai kelompok progresif feminis. Semuanya bernapas di bawah atap yang sama.

Kalau meminjam istilah Laclau dan Mouffe (1985) apa yang mereka sebut dengan floating signifier, “Islam kampus” hari ini sebenarnya sedang berada di posisi tersebut. Alias penanda mengambang yang maknanya terus bergerak dan diperebutkan batasnya. Nah, apa yang dilakukan mahasiswa tersebut pada dasarnya adalah upaya membekukannya menjadi penanda tunggal yang stabil di bawah satu artikulasi tekstualis-puritan.

Baca Juga:

Niat ikut organisasi mahasiswa di UIN cuma mau cari teman, malah jadi terpaksa ikut pengkaderan yang rumit

6 Alasan Saya Nggak Puas Kuliah di Fakultas Ekonomi UIN Saizu Purwokerto yang Dijuluki Fakultas Mahal

Kacamata yang diyakini sendiri

Konten “UIN tidak Islam-Islam Amat” lagi berusaha mengunci definisi “Islam UIN” agar gathuk dan sesuai 100% dengan kacamata yang dia yakini sendiri.

Ironisnya di sini. Ketika kita mematok bahwa “keislaman” UIN cuma dilihat dari sejauh mana mahasiswinya menjaga jarak fisik di depan kamera atau seberapa lebar jilbabnya, kita ini sedang melakukan pendangkalan masif. Kita menyempitkan makna Islam yang maha luas menjadi sekadar urusan tata busana, gestur tubuh, dan koreografi.

Nalar kritis mahasiswa, kepedulian sosial, kebebasan mimbar akademik, sampai ratusan riset dosen seolah-olah mendadak lenyap dari indikator “keislaman”. Semuanya kalah penting cuma gara-gara urusan gulungan kain jilbab di medsos.

UIN memang akan selalu terlihat tidak Islam-Islam amat

Niat mahasiswa ini memang baik, buat reminder. Tapi kalau sampai menuding dosen abai dan mengesankan pengurus HMJ sedang menggali jalan ke neraka cuma gara-gara konten promosi jurusan itu rasanya kok kebangetan. Kayak mau menepuk nyamuk di jidat, tapi pakainya palu bodem.

Pada akhirnya, UIN akan selalu terlihat “tidak Islam-Islam amat” bagi orang-orang yang mendefinisikan Islam secara tunggal, kaku, dan serba curiga. Dan itu ya wajar saja. Lah wong UIN didirikan bukan untuk jadi pesantren raksasa versi digital yang seragam, melainkan ruang perjumpaan yang hidup dari banyak kelompok. Tempat di mana keislaman, keindonesiaan, dan kemodernan terus berdialog dan berkonflik secara sehat—meski sesekali dialognya harus lewat konten Reels yang bikin sampeyan elus dada.

Penulis: Hasan Labiqul Aqil
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kampus Islam Rasa Bebas: Fenomena UIN yang Bikin Bingung Malaikat Pencatat Amal

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Agustus 2026 oleh

Tags: promosi jurusan di UINUINUIN Kampus Islam atau bukan
Hasan Labiqul Aqil

Hasan Labiqul Aqil

Mas-mas biasa yang kadang serius, kadang suka bercanda.

ArtikelTerkait

UIN Sunan Kalijaga Tepati Janji, Maba Tak Menderita Lagi (uin-suka.ac.id) UIN SUKA, UGM, UNY, Jogja

Di UIN Sunan Kalijaga, Mahasiswa Harus Demo Supaya Rektorat Mau Mendengarkan Suara Mahasiswa

14 Januari 2024
5 Kejadian Luar Biasa yang Bikin Ospek UIN Gempar dan Viral, Ada Apa dengan UIN (yang Sekarang)?

5 Kejadian Luar Biasa yang Bikin Ospek UIN Gempar dan Viral, Ada Apa dengan UIN (yang Sekarang)?

10 September 2023
kenaikan ukt UIN

Kabar Kenaikan UKT dan PHP Kemenag Adalah Cara Kampus Menempa Kesolehan Anak UIN

26 April 2020
hmi vs pmii uin ciputat kaderisasi kelemahan kelebihan senioritas uin syarif hidayatullah fakultas adab dan humaniora mojok

Balasan untuk Tulisan tentang HMI vs PMII yang Terbit di Terminal Mojok

22 April 2020
Tidak Turunnya UKT Adalah Misi Membuat Kampus Kaya, Mahasiswa Sengsara terminal mojok.co

Mahasiswa Kampus Islam Negeri Emang Harus Tabah dan Qanaah Menghadapi Kemenag

27 April 2020
Anak UIN Nggak Punya Masa Depan Cerah! Kamu Mau Jadi Apa! (Unsplash)

Stigma Busuk Menyebutkan kalau Anak UIN Nggak Akan Maju dan Punya Masa Depan Cerah, Apalagi Kuliah Pendidikan

5 Mei 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Kuliah di kampus nggak terkenal Universitas Siliwangi Tasikmalaya ternyata nggak buruk-buruk amat Mojok.co

Kuliah di kampus nggak terkenal Universitas Siliwangi Tasikmalaya ternyata nggak buruk-buruk amat

27 Agustus 2026
Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang Mojok.co

Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang

23 Agustus 2026
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026
Trail run, olahraga lari yang nggak bikin bosen (Unsplash)

Yang perlu kamu ketahui tentang trail run, olahraga lari yang nggak bikin bosen

26 Agustus 2026
Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama Mojok.co

Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama

22 Agustus 2026
Hal-hal yang bisa dilakukan di Kopdes Merah Putih selain belanja Mojok.co

Hal-hal yang bisa dilakukan di Kopdes Merah Putih selain belanja

23 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.