Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

Aditya Ikhsan Pradipta oleh Aditya Ikhsan Pradipta
20 Agustus 2026
A A
Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Siapa sih yang tidak mengenal Stasiun Gubeng. Stasiun terbesar di Jawa Timur ini memiliki pesona yang hangat karena menjadi salah satu ikon sejarah dan transportasi paling penting di Surabaya bahkan Jawa Timur. Jadi nggak heran kalo kalian ke Surabaya, turun di Stasiun Gubeng terasa seperti gerbang utama memasuki Kota Pahlawan.

Cuman, segala kehangatan tadi rasa-rasanya hanya mengendap di dalam stasiun saja. Karena saat kalian keluar dari stasiun dan ingin melanjutkan perjalanan, ada satu hal yang mengganjal dan makin menyebalkan bagi diriku orang Surabaya ataupun teman-temanku dari kota lain ketika mereka singgah di sini: akses transportasi umumnya itu loh yang belum terintegrasi dengan baik.

ADVERTISEMENT

Sampai di Stasiun Gubeng, bukannya lega, malah jadi bingung harus berjalan ke mana. Beberapa kali temanku dari Jakarta, selalu minta langsung dijemput di stasiun saja daripada harus mandiri naik transportasi umum. Katanya dengan cengengesan, karena ini di Surabaya, lebih baik dirinya merepotkan teman sendiri daripada nyasar dan merepotkan lebih banyak orang, sialan.

Selamat datang di Stasiun Gubeng, silakan cari sendiri transportasi lanjutannya

Stasiun Gubeng berada di lokasi strategis dan menjadi salah satu stasiun dengan volume pengguna tertinggi di area VIII Surabaya, melayani hingga 1 juta pengguna. Data tersebut menunjukan Stasiun Gubeng termasuk stasiun tersibuk di Jawa Timur. Tapi yang sering kali orang lupakan adalah, stasiun bukanlah tujuan akhir perjalanan para pengguna, stasiun hanyalah perantara. Selebihnya paling penting yaitu soal first mile dan last mile.

Bagi diriku, mungkin aku sudah cukup mengenal rute transportasi umum semacam Suroboyo Bus, feeder Wira-wiri atau Trans semanggi, ya karena asli Surabaya dan sering memakainya. Tapi bagi mereka yang baru pertama kali ke Kota Pahlawan, apalagi dengan budget ngepres, pastinya keringat dingin menanti dan plonga-plongo adalah keniscayaan.

Minimnya informasi yang tersedia di Stasiun Gubeng seperti peta rute transportasi umum, arah halte dan informasi moda, menurutku juga menjadi salah satu hal yang perlu dibenahi. Tapi hal ini tentunya perlu sinergi lintas instansi. Ketika signage transportasi umum gampang ditemui, itu akan jauh lebih memudahkan pengguna daripada harus bernego dengan ojek pengkolan, yang sekali getok harga bisa bikin mengumpat berkali-kali.

Dua pintu keluar Gubeng, dua-duanya bikin istighfar

Bagi yang belum tahu, Stasiun Gubeng itu punya dua akses keluar, yaitu Gubeng Lama dan Gubeng Baru. Kalau kalian ingin turun dan lebih dekat dengan pusat kota ataupun arah Surabaya Barat, bisa pilih Gubeng Lama.

Tapi masalahnya, akses menuju transportasi umum terdekat masih mengharuskan kita jalan kaki sekitar 350 meter untuk mencapai bus stop feeder FD2 dan FD7. Nah, kalau mau naik bus besar seperti Trans Semanggi K2, kita harus jalan kaki sekitar 550 meter menuju Halte Pemuda. Sementara kalau mau naik Suroboyo Bus R1 tujuan Terminal Bungurasih, kita harus jalan lebih jauh lagi. Yaaa sekitar 1 kilometer menuju Halte Pangsud.

Baca Juga:

KA Sri Tanjung Adalah Juru Selamat Bagi Kaum Pekerja: Tiketnya Murah dan Nyaman tapi Bikin Menderita karena Sangat Lambat

Surabaya dan Sidoarjo Semakin Tak Terpisahkan. Apakah Kelak Keduanya Akan Melebur Menjadi Satu Daerah?

Bayangkan kalau kalian habis naik kereta Sri Tanjung dari Jogja, dengan kursi tegaknya yang bikin punggung meronta-ronta, lalu turun di Gubeng dan masih harus jalan kaki sejauh 1 kilometer. Apakah ini sebuah pengalaman yang menyenangkan atau selipan itinerary jalan sehat? Belom lagi, kalo kalian bawa koper, sedang hamil atau kalian bersama lansia dan teman disabilitas. Jarak sejauh itu tentu akan jauh lebih sulit dijangkau.

Lalu bagaimana dengan Gubeng Lama? apakah lebih baik dari Gubeng Baru? Sedikit iya, tapi juga nggak. Memang di Gubeng Baru sudah tersedia bus stop feeder FD7 & FD10. Tapi tetap saja kalo ingin mengakses bus besar semacam Trans semanggi, kalian harus jalan kaki sekitar 5 menit dengan melewati jalanan tanpa trotoar dan mblusuk-mblusuk, apalagi kalo malam anggak kurang nyaman disana.

Seharusnya tak hanya jadi tempat berhentinya kereta

Aku kadang iri dengan orang-orang Jakarta. Walaupun harus berdesak-desakan di KRL ataupun TransJakarta, setidaknya ramainya transportasi umum di sana menunjukkan bahwa demand masyarakat terhadap transportasi umum memang tinggi. Setidaknya, ketika keluar dari stasiun dan harus berganti moda, mereka tidak perlu terlalu banyak plonga-plongo. Jalur perpindahannya relatif mudah ditemukan, informasi rute juga tersedia dengan jelas.

Sedangkan di Surabaya? Sudah tentu ngendas pol. Padahal, Stasiun Gubeng seharusnya bisa menjadi contoh keberhasilan integrasi transportasi di Surabaya. Stasiun ini sudah punya kereta antarkota, commuter line, feeder, hingga berbagai layanan bus kota. Tapi kenapa sampai sekarang berbagai moda transportasi umum yang sudah ada belum terasa seperti satu kesatuan? Mosok kalah sama rujak cingur?

Nah, di sinilah Pemerintah Kota Surabaya perlu lebih hadir. Bukan sekadar menyediakan moda transportasi, tetapi memastikan moda-moda tersebut benar-benar mudah digunakan dan saling terhubung. Sebab, integrasi dan kemudahan menggunakan transportasi umum bukan sekadar soal kenyamanan hari ini, melainkan investasi bagi masa depan sebuah kota.

Penulis: Aditya Ikhsan Pradipta
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sisi Gelap Stasiun Gubeng yang Merupakan Jantungnya Perkeretaapian di Jawa Timur

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Agustus 2026 oleh

Tags: stasiun di surabayaStasiun Gubengterminal bus di Stasiun Gubengtransportasi umum di Stasiun Gubeng
Aditya Ikhsan Pradipta

Aditya Ikhsan Pradipta

Seorang dari Kota Pahlawan dan pekerja swasta. Menghabiskan waktu senggang menjadi volunteer sosial, menyukai isu lingkungan, perkotaan dan bonusnya senang guyon.

ArtikelTerkait

5 Pasangan Stasiun Kereta Api Satu Wilayah yang Berbeda Fungsi (Pexels)

5 Pasangan Stasiun Kereta Api Satu Wilayah yang Berbeda Fungsi tapi Saling Melengkapi

26 Januari 2025
KA Sri Tanjung, Juru Selamat yang Bikin Menderita para Pekerja (Wikimedia Commons)

KA Sri Tanjung Adalah Juru Selamat Bagi Kaum Pekerja: Tiketnya Murah dan Nyaman tapi Bikin Menderita karena Sangat Lambat

18 Maret 2026
Stasiun Surabaya Gubeng- Simbol Perpisahan dan Kemarahan (Pexels)

Stasiun Surabaya Gubeng: Simbol Perpisahan dan Kemarahan yang Menjadi Satu

28 Januari 2025
Surabaya dan Sidoarjo Makin Erat. Saatnya Melebur Jadi Satu? (Pexels)

Surabaya dan Sidoarjo Semakin Tak Terpisahkan. Apakah Kelak Keduanya Akan Melebur Menjadi Satu Daerah?

10 Maret 2025
Alasan Saya Kecewa dengan Kondisi Stasiun Malang (Unsplash)

Alasan Saya Kecewa dengan Kondisi Stasiun Malang, Stasiun Terbesar di Malang Raya

4 Juli 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Sisi red flag orang-orang tahlilan yang sulit saya terima, mulai dari rasan-rasan hingga menjadikan piring sebagai asbak Mojok.co

Sisi red flag orang-orang tahlilan yang sulit saya terima, mulai dari rasan-rasan hingga menjadikan piring sebagai asbak

13 Agustus 2026
Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku Mojok.co

Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku

18 Agustus 2026
Kaza Mal Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi Mojok.co

Kaza Mall Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi

19 Agustus 2026
Pengalaman 6 jam mampir ke IKN, saya ringkas untuk kalian yang penasaran dengan kondisinya Mojok.co

Pengalaman 6 jam mampir ke IKN saya ringkas untuk kalian yang penasaran dengan kondisinya

14 Agustus 2026
Mahasiswa Pendidikan Informatika adalah mahasiswa paling patut dikasihani karena hidupnya sudah susah sejak dini

Mahasiswa Pendidikan Informatika adalah mahasiswa paling patut dikasihani karena hidupnya sudah susah sejak dini

14 Agustus 2026
Kisah bapak saya cari kerja bikin iri karena loker banyak dan nggak ribet, tidak seperti zaman sekarang Mojok.co

Kisah cari kerja di generasi bapak saya bikin iri karena loker banyak dan nggak ribet, tidak seperti zaman sekarang

13 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.