Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu banget mau pindah ke Salatiga

M. Rafikhansa Dzaky Saputra oleh M. Rafikhansa Dzaky Saputra
2 Agustus 2026
A A
5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu pindah ke Salatiga (Unsplash)

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu pindah ke Salatiga (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Salatiga sebetulnya sudah lama naik daun dan jadi salah satu favorit warga Jakarta untuk pindah. Alasannya sih klise. Katanya, kota ini sejuk, jalanan lengang, biaya hidup murah, dan lain-lain. 

Kalau mau pindah ya silakan saja. Namun, izinkan saya membagikan 5 peringatan kepada warga Jakarta yang mau hengkang ke Salatiga berdasarkan pengalaman saya sendiri.

ADVERTISEMENT

#1 Udara Salatiga terlalu dingin buat badan warga Jakarta

Salatiga berada di lereng Merbabu yang membuat suhu udaranya terbilang sejuk hingga dingin. Terutama pada malam dan dini hari. 

Saya masih ingat betul ketika beberapa saudara dari Jakarta sampai di Salatiga. Sehari menghirup udara kota ini, mereka langsung pilek. Bahkan ada yang sampai demam.

Ya gimana ya, bagi warga yang terbiasa hidup dengan suhu 33 derajat Celsius, masuk ke Salatiga dengan suhu 18-23 derajat tentu bisa menjadi tantangan fisik tersendiri.

#2 minimnya transportasi umum bikin warga Jakarta kelabakan

Kalau ada satu hal yang paling sering dikeluhkan saudara dan teman-teman saya dari Jakarta saat berada di Salatiga, jawabannya adalah transportasi umum.

“Males ih di Salatiga, nggak ada KRL ke Solo atau Semarang. Jadi nggak bisa jalan-jalan,” begitu kira-kira kata kakak sepupu saya yang asli Jakarta. Keluhan itu memang benar adanya.

Di Jakarta, mau berpindah kota penyangga tinggal naik KRL. Mau ke pusat kota ada MRT. Mau keliling ibu kota ada TransJakarta. Warga ibu kota bisa menjalani aktivitas sehari-hari tanpa harus memiliki kendaraan pribadi.

Baca Juga:

Saat Jakarta terasa lebih tenang dibanding mudik ke Jawa Timur gara-gara teror pawai sound horeg Agustusan

Tarif parkir SCBD Jakarta bikin syok, bisa buat dua kali makan di Jogja

Sementara itu, di Salatiga, ceritanya jauh berbeda. Transportasi umum yang paling dikenal ya angkot. Itu saja pun hanya mengantar sampai mulut gang atau jalan utama. Sisanya? Ya silahkan jalan kaki atau mencari transportasi lain seperti ojek pengkolan atau ojek online.

#3 Budaya srawung di Salatiga

Srawung sendiri sebenarnya Bahasa Jawa dari ‘bersosialisasi’. Namun di Salatiga, praktiknya tak sesederhana itu. 

Ada paket komplit berupa unggah-ungguh dan ikatan komunal yang wajib diikuti. Bukan bermaksud menyebut warga Jakarta antisosial ya, tapi ritme hidup ibu kota yang serba cepat memang membentuk mereka jadi sosok individualis dan protektif terhadap ruang pribadi.

Sikap seperti itu berpotensi menimbulkan kesalahpahaman. Sebab di sini, tetangga akan rajin menyapa, menanyakan kabar, hingga mengamati rutinitas harian kamu sebagai bentuk kepedulian. Hal yang kemungkinan besar bikin warga Jakarta berpikir, “Kok kepo banget ya?”

Saya tidak bermaksud menjelek-jelekkan budaya di salah satu kota ini, ya. Poin saya adalah, perbedaan budaya dalam kehidupan bermasyarakat ini tentu bakal memaksa warga Jakarta mengeluarkan effort ekstra. 

Apalagi untuk melebur ke dalam tatanan sosial yang super akrab dan kolektifnya warga Salatiga. Sebab jika tidak, gaya hidup tertutup cuma bakal membuat namamu menjadi bahan ghibah di pos ronda.

#4 Hampir nggak ada hiburan

Jakarta adalah surganya hiburan. Sebaliknya, di Salatiga, pilihan hiburannya amat sangat terbatas. 

Sekali melangkah ke kafe lokal atau satu-satunya mall yang ada, daftar tempat hits yang ingin kamu datangi langsung habis tak berbekas.

Bagi warga Jakarta yang sudah terlanjur manja pada fasilitas hiburan serba ada, kesederhanaan Salatiga ini bisa sangat menyiksa. 

Ya gimana, hiburan kami cuma ada angkringan, susu segar, ngopi di pinggir sawah, atau paling mentok berburu pentol di alun-alun kota.

#5 UMR Salatiga bikin prihatin warga Jakarta

Saya sepakat dengan julukan “Salatiga Kota Ternyaman untuk Pensiun”. Tapi kalau niatmu pindah ke sini untuk mengadu nasib dan mencari kerja? Ah, mending buang jauh-jauh niat lugu itu. 

Lebih baik tetaplah mendekam di Jakarta. Jangan sampai romantisasi hidup tenang di kota kecil membuatmu lupa kalau isi rekening juga penting, bukan cuma asupan pemandangan hijau dan udara segar.

UMR Salatiga itu tergolong mungil. Saudara saya dari Jakarta aja kaget saat denger nilainya. Di sini, gaji yang umum cuma 2 jutaan. Untuk yang terbiasa menerima di atas 5 juta, pasti bakal terasa berat.

Itulah 5 peringatan dari saya. Nggak ada yang melarang kamu pindah ke sini. Tapi, pertimbangkan dulu semuanya. Jangan menyesal kemudian, ya.

Penulis: M. Rafikhansa Dzaky Saputra

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Sisi Gelap Salatiga, Kota Terbaik untuk Dihuni yang Katanya Siap Menggantikan Jogja sebagai Kota Slow Living dan Frugal Living

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Agustus 2026 oleh

Tags: Jakartakota pensiunSalatigaslow livingumr jakartaumr salatiga
M. Rafikhansa Dzaky Saputra

M. Rafikhansa Dzaky Saputra

Nama saya M. Rafikhansa Dzaky Saputra lahir di Salatiga, 12 Maret 2003. Saya adalah seorang conten creator. Berbekal latar belakang tersebut, saya memiliki keahlian dalam pengelolaan konten, dokumentasi visual, desain dan lain-lain. Juga seroang Alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta yang pernah berkeliaran di LPM Pabelan dan akrab dengan nasihat bahwa "sukses itu harus jadi PNS"

ArtikelTerkait

bus rute jakarta-sragen

3 Rekomendasi Bus Rute Jakarta-Sragen buat Kalian yang Pengin Mudik

24 Desember 2021
Perlintasan Kereta Volvo Pasar Minggu Memakan Banyak Korban: Bukan Salah Setan!

Perlintasan Kereta Volvo Pasar Minggu Memakan Banyak Korban: Bukan Salah Setan!

27 Januari 2026
Bukan Plat B, Plat AB adalah Plat Nomor Paling Meresahkan di Jalanan Jogja Mojok.co

Bukan Plat B, Plat AB Adalah Plat Nomor Paling Meresahkan di Jalanan Jogja

16 Agustus 2024
5 Tempat di Jakarta yang Sebaiknya Tidak Dikunjungi terminal mojok.co

5 Tempat di Jakarta yang Sebaiknya Tidak Dikunjungi

3 Desember 2021
Gaji Rp5 Juta di Jakarta Itu Layak Banget, Percaya Aja Dulu Terminal Mojok

Gaji Rp5 Juta di Jakarta Itu Layak Banget, Percaya Aja Dulu

11 Oktober 2022
Jangan Ngaku Anak UIN Jakarta kalau Belum ke Situ Gintung!

Jangan Ngaku Anak UIN Jakarta kalau Belum ke Situ Gintung!

15 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan Mojok.co

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

1 Agustus 2026
Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

1 Agustus 2026
Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

31 Juli 2026
Dosen wajib S3 itu bagus, tapi akses beasiswanya bikin pengin istigfar

Dosen wajib S3 itu bagus, tapi akses beasiswanya bikin pengin istigfar

31 Juli 2026
Naik Kereta Dhoho Penataran dari Surabaya ke Kediri: Mata Dimanjakan, tapi Punggung Tersiksa

Kalah war tiket kereta Dhoho Penataran artinya harus menderita, karena berdiri di kereta ini betul-betul menyiksa

29 Juli 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park memang bukan tempat wisata termurah, tapi Jatim Park jelas adalah tempat wisata terbaik, paling worth it, dan masih affordable, kok

30 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.