Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Bangkalan Lebih Cocok Jadi Ibu Kota Provinsi Madura daripada Pamekasan

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
8 Juli 2026
A A
Bangkalan Lebih Cocok Jadi Ibu Kota Provinsi Madura daripada Pamekasan Terminal

Bangkalan Lebih Cocok Jadi Ibu Kota Provinsi Madura daripada Pamekasan (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Pertimbangkan ulang Pamekasan jadi Ibu Kota Provinsi Madura, mending Bangkalan.

Ada hal yang menurut saya kerap tertinggal ketika membicarakan rencana pembentukan Provinsi Madura. Alasannya bukan karena masyarakat lupa, tapi karena keputusannya seperti sudah dianggap final. Tidak perlu diganggu gugat. 

ADVERTISEMENT

Apa yang saya sebut final itu seperti penentuan lokasi pusat ibu kotanya. Kalau kalian tanya pada orang Madura di mana pusat ibu kota yang paling cocok untuk Provinsi Madura, pasti jawabannya adalah Pamekasan. No debat!

Yah, saya tidak heran dengan hal itu. Rata-rata masyarakat memang sudah menyepakati kalau Pamekasan itu punya mandat sejarah sebagai ibu kota. Lokasinya pun strategis, lalu kabupatennya katanya juga paling maju. 

Ah, tapi bagi saya, kesimpulan demikian terlalu cepat. Sebab, kalau kita mau merenungkannya lebih dalam lagi, Bangkalan agaknya lebih cocok jika dijadikan sebagai ibu kota. Tak percaya? Mari saya jelaskan alasan-alasannya.

#1 Posisi lebih strategis daripada Pamekasan

Pahamilah, sekedar pertimbangan sejarah itu tidak cukup untuk memilih sebuah ibu kota. Kita juga perlu melihat bagaimana ke depannya. Nah, Bangkalan sebetulnya lebih menjanjikan daripada Pamekasan di masa depan. Jangan karena sejak zaman penjajahan Pamekasan selalu jadi ibu kota, maka sekarang kita pun langsung mengamininya. Berhenti, itu bekas kolonial.

Karena sisa kolonial itu, banyak orang menganggap bahwa Pamekasan lokasinya strategis sebagai ibu kota Provinsi Madura. Haduh, berada di tengah-tengah bukan otomatis jadi strategis ya. Selain aksesibilitas kabupaten ke provinsi, kita perlu mempertimbangkan bagaimana kemudahan akses dari provinsi ke pusat. Jika kita cek berbagai provinsi lain di Indonesia pun, ibu kotanya nggak melulu di tengah-tengah, tapi malah dekat pesisirnya. Nah, inilah mengapa saya bilang Bangkalan itu lebih cocok.

Bangkalan sudah jadi gerbang utama masuk ke Pulau Madura. Jembatan Suramadu sudah bikin akses masuk ke pulau ini bisa ditempuh kurang dari 20 menit dari Surabaya. Sehingga, apa-apa, logistik misalnya, jadi sangat gampang sampai ke Madura. Kalau ke Pamekasan, terlalu jauh, Kdo. Provinsi Jawa Timur saja ibu kotanya ada di Surabaya bukan di Kediri atau Nganjuk. 

Baca Juga:

Nasib Alumni Universitas Trunojoyo Madura: Balik ke Rumah Menanggung Ekspektasi Orang Sekampung, Merantau Malah Jadi Insecure

Setelah Perpusda Bangkalan Madura Punya Gedung Baru, Saya Kira Semua akan Berubah, Ternyata Tidak

Alasannya ya itu, kemudahan akses dari pusat ke provinsi. Bukan cuma gimana provinsi ke kabupatennya. Hehehe.

#2 Siap dan cocok jadi kawasan urban

Saya tidak menyangkal kalau setiap hal, terutama industri, Pamekasan memang sering lebih duluan daripada Bangkalan. Mulai dari bioskop sampai franchise-franchise dalam negeri terlihat lebih tertarik membuka cabangnya di Pamekasan terlebih dahulu daripada kabupaten lain di Madura. Nah, itu mengapa,  saya rasa Pamekasan fokus saja menjadi kawasan industri. Sementara Bangkalan dikembangkan jadi ibu kota provinsi. Kan bagus!

Kemudian, mau dilihat aspek lainnya pun Bangkalan kini wajahnya memang terasa makin seperti kawasan urban. Pertama, karena ada Universitas Trunojoyo Madura masyarakatnya semakin heterogen. Kedua, sejak ada Trans Jatim, mobilitas antar kota metropolitan Gerbangkertosusilo juga makin mudah dan murah. 

Orang-orang luar Madura pun juga banyak yang makin tertarik membeli rumah di Bangkalan, sebab biaya hidupnya murah, akses ke Surabaya mudah. Saya percaya makin ke depan Bangkalan akan semakin lebih urban daripada Pamekasan.

#3 Bangkalan butuh polesan supaya bisa berkembang

Menurut saya, Bangkalan lebih masuk akal untuk dijadikan sebagai ibu kota provinsi kalau mau melihat Madura secara lebih adil. Sebab, kabupaten ini memang kebetulan tidak punya apa-apa untuk di-branding. Wisata kita kalah, industri pun juga. Sektor lain, pendidikan, budaya, dan lain sebagainya juga kerap tertinggal daripada kabupaten di Madura lain. 

Nah, menjadikan Bangkalan sebagai ibu kota provinsi memungkinkan adanya peningkatan bagi kabupaten ini.

Misalnya nih, karena kita nggak punya wisata, dengan menjadikan Bangkalan sebagai ibu kota, kita bisa membangun kawasan ini lebih tertata. Kan nantinya, Madura bisa berbangga saat ibu kotanya berdampingan dengan Surabaya. Sama-sama bisa melihat city light dari kedua sisinya.

Kalau sekarang kan beda, di Madura kita lihat keindahan lampu-lampu di Surabaya, eh dari Surabaya kita melihat kegelapan Madura. Apalagi kalau disamperin langsung, hmmm pantainya tidak bersih.

Nah, sementara Madura Timur, seperti Pamekasan dan Sumenep, seperti yang saya katakan sebelumnya, mereka sudah indah dari sananya. Tidak perlu polesan campur tangan manusia. Nanti malah menghilangkan orisinalitas mereka.

Demikianlah opini saya mengapa Bangkalan itu lebih cocok jadi ibu kota provinsi Madura. Tentu saja, saya tidak bermaksud meminggirkan aspek lain. Saya yakin, banyak pula kemungkinan-kemungkinan lainnya yang juga perlu dipertimbangkan. Ya maka dari itu, artikel ini hadir sebagai salah satu pertimbangan. Terima kasih.

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 6 Syarat yang Harus Dipenuhi Madura sebelum Bermimpi Menjadi Provinsi Sendiri.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Juli 2026 oleh

Tags: BangklanIbu Kota Provinsi MaduramaduraPamekasan
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Jeritan Petani Sumenep: Krisis Benih Tanaman yang Mengancam Kelangsungan Ekosistem Pertanian

Jeritan Petani Sumenep: Krisis Benih Tanaman yang Mengancam Kelangsungan Ekosistem Pertanian

25 Juli 2023
Bagi Pria Madura, Songkok Hitam Tak Sekadar Penutup Kepala

Bagi Pria Madura, Songkok Hitam Tak Sekadar Penutup Kepala

16 April 2022
Bangkalan Madura, Kabupaten Amburadul Butuh Kerja Nyata (Unsplash)

Bangkalan Madura Sebaiknya Segera Bikin Pusat Kabupaten Baru, Tanah Merah Bisa Jadi Opsi untuk Dipertimbangkan!

14 Maret 2025
Mahasiswa Sok Jagoan yang Bikin Onar Saat Ospek, Borok Paling Menyedihkan yang Melekat pada Universitas Trunojoyo Madura

Mahasiswa Sok Jagoan yang Bikin Onar Saat Ospek, Borok Paling Menyedihkan yang Melekat pada Universitas Trunojoyo Madura

12 Agustus 2024
5 Barang yang Cuma Ada di Warung Madura, Indomaret dan Alfamart Nggak Jual Mojok.co

5 Barang yang Cuma Ada di Warung Madura, Indomaret dan Alfamart Nggak Jual

14 Maret 2025
Bangkalan Kabupaten Seribu Ketua: Organisasinya Banyak, Perubahannya Nol

Bangkalan Kabupaten Seribu Ketua: Organisasinya Banyak, Perubahannya Nol

12 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dear Lembaga Les Privat, Tolong Kasih Upah yang Layak ke Pengajar Mojok.co

Dear Lembaga Bimbingan Belajar, Tolong Pekerjakan Guru Les Privat dengan Layak

2 Juli 2026
Alasan Saya Malas Jajan di Area Food Street AEON Mall Tanjung Barat Mojok.co

Alasan Saya Malas Jajan di Area Food Street AEON Mall Tanjung Barat

2 Juli 2026
Sensus Ekonomi 2026 Hasilkan Sampah, Petugas BPS Dianggap Intel (Unsplash)

Sensus Ekonomi 2026 Cuma Hasilkan Sampah, Petugas BPS Dianggap “Intel Pajak” oleh Warga

5 Juli 2026
Sekolah Negeri yang Seharusnya Gratis Ternyata Menyimpan Biaya Tersembunyi yang Perlu Ditanggung Ortu Mojok.co

Sekolah Negeri yang Seharusnya Gratis Ternyata Menyimpan Biaya Tersembunyi yang Perlu Ditanggung Ortu

3 Juli 2026
Orang Madura Serasa “Tamu” di Universitas Trunojoyo Madura, Mahasiswa hingga Dosen Isinya Pendatang Mojok.co

Nasib Alumni Universitas Trunojoyo Madura: Balik ke Rumah Menanggung Ekspektasi Orang Sekampung, Merantau Malah Jadi Insecure

7 Juli 2026
Jogja Sudah Terlalu Banyak Coffee Shop, yang Kita Butuhkan Sekarang Adalah Ruang Terbuka Hijau

Jogja Sudah Terlalu Banyak Coffee Shop, yang Kita Butuhkan Sekarang Adalah Ruang Terbuka Hijau

4 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.