Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Jangan Samakan Bubur Ayam Jakarta dan Cirebon, Mereka Beda!

Dodik Suprayogi oleh Dodik Suprayogi
22 Juni 2026
A A
Jangan Samakan Bubur Ayam Jakarta dan Cirebon, Mereka Beda! Mojok.co

Jangan Samakan Bubur Ayam Jakarta dan Cirebon, Mereka Beda! (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi sebagian orang, bubur ayam mungkin hanya sekadar menu sarapan yang lewat di depan rumah setiap pagi. Sepiring bubur nasi putih, diberi suwiran ayam, kecap, dan kerupuk. Selesai. Namun, bagi saya sarapan bubur bak ritual sakral. 

Itu mengapa, soal bubur saya agak sensitif. Mencampuradukan atau menyamakan bubur ayam Jakarta dan bubur ayam Cirebon jadi penistaan luar biasa bagi saya. Asal tahu saja, keduanya berada di kutub yang sepenuhnya berbeda, lahir dari filosofi rasa yang tidak bisa dikompromikan.

Ketidakpahaman ini sering kali membuat saya gemas sendiri saat menemani teman sarapan di pinggir jalan. Banyak yang asal tunjuk gerobak tanpa tahu mazhab bubur mana yang akan masuk ke dalam perut mereka. 

Berulang kali saya harus menahan napas ketika melihat seseorang memesan bubur Cirebon, tapi pasang ekspektasi rasa gurih kunyit khas ibu kota, sebuah salah kaprah yang sebenarnya sangat mudah dihindari sejak awal.

“Bubur ayam jakarta dan cirebon jelas beda, kuahnya nih lihat.”Kalimat itu selalu saya ucapkan tiap kali ada yang gagal paham. Agar tidak bingung dan salah beli lagi, saya punya panduan jelas untuk membedakannya langsung dari mata turun ke lambung.

Kuah bubur ayam Jakarta dan Cirebon itu berbeda

Cara paling mudah untuk membedakan keduanya adalah dengan melihat cairan yang menyiram bubur tersebut. Bubur ayam Jakarta mengandalkan kuah kuning yang kaya rempah, mirip kuah soto, tapi lebih pekat. Rasa kunyit dan kemiri langsung menyengat lidah, berfungsi memberikan rasa pada bubur putihnya yang cenderung netral.

Sementara itu, bubur ayam Cirebon sama sekali tidak menggunakan kuah kuning. Penjualnya akan menyiramkan kaldu encer gurih berwarna kecoklatan yang beraroma sate, lengkap dengan minyak sayur yang khas. Rasa asin-gurihnya sangat intens dan langsung menusuk hidung begitu mangkuk disajikan di atas meja.

Toping-nya juga berbeda

Perbedaan kedua yang sangat mencolok terletak pada urusan toping di atas mangkuk. Bubur ayam Jakarta adalah penganut paham kenyamanan klasik. Komponen wajibnya adalah potongan cakwe yang kenyal-renyah, kacang kedelai goreng, bawang goreng, dan tumpukan kerupuk oranye. Jika saya melihat cakwe di dalam etalase gerobak, sudah pasti itu versi Jakarta.

Baca Juga:

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu banget mau pindah ke Salatiga

Saat Jakarta terasa lebih tenang dibanding mudik ke Jawa Timur gara-gara teror pawai sound horeg Agustusan

Sementara itu, bubur ayam Cirebon justru “mengharamkan” cakwe. Sebagai gantinya, mereka menggunakan tongcay yang memberikan sentuhan rasa asin-asam yang unik. Selain itu, bubur Cirebon selalu dicirikan dengan taburan daun bawang yang sangat melimpah, suwiran ayam yang super halus, serta pilihan sate usus atau ati ampela berbumbu kecap sebagai pendampingnya.

Tekstur bubur ayam keduanya serupa, tapi tak sama

Bukan hanya soal apa yang ditaburkan di atasnya, esensi dari bubur itu sendiri juga berbeda total saat sendok pertama diangkat. Saya perhatikan, bubur ayam Jakarta memiliki tekstur yang lebih padat, kental, dan kokoh. Ketika diaduk, akan menyatu menjadi satu kesatuan rasa yang tidak mudah berair.

Hal ini berbeda dengan bubur ayam Cirebon yang teksturnya sejak awal cenderung lebih encer dan lembut mengalir. Keenceran ini membuat kuah kaldu asinnya meresap sempurna ke dalam setiap bulir bubur, membuat permukaannya selalu terlihat agak menggenang dan basah saat disuap.

Jadi, dengan memahami tiga perbedaan struktur ini, saya tidak akan pernah lagi keliru membedakan keduanya di jalan. Membandingkan atau bahkan menyamakan kedua jenis bubur ini jelas menunjukkan ketidakpedulian terhadap kekayaan rasa Nusantara, karena bagi saya, tiap mangkuk memiliki batas identitas kuliner yang mutlak dan tidak boleh tertukar. 

Penulis: Dodik Suprayogi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Dosa Pedagang Bubur Ayam Khas Jakarta yang Berjualan di Jogja.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Juni 2026 oleh

Tags: bubur ayambubur ayam cirebonbubur ayam jakartacirebonJakartakuliner cirebonkuliner Jakarta
Dodik Suprayogi

Dodik Suprayogi

Penggiat pertanian yang sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Ekonomi di Universitas Trisakti Jakarta.

ArtikelTerkait

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026
Flyover Kalibata Pantas Dinobatkan sebagai Salah Satu Flyover Ruwet di Jakarta Mojok.co

Flyover Kalibata Pantas Dinobatkan sebagai Flyover Paling Ruwet di Jakarta

8 Agustus 2024
Kenapa Sate Klathak di Jakarta Nggak Bisa Menyaingi Bantul? (Agung P/Mojok)

Kenapa Sate Klathak di Jakarta Nggak Bisa Menyaingi Bantul?

6 Desember 2024
5 Salah Kaprah tentang UIN Jakarta yang Terlanjur Diyakini Banyak Orang, Termasuk Calon Mahasiswanya Mojok.co

5 Salah Kaprah tentang UIN Jakarta yang Terlanjur Dipercaya Banyak Orang, Termasuk Calon Mahasiswanya

27 November 2025
Malang Masa Kini Berpotensi Tidak Enak Ditinggali seperti Jakarta (Unsplash) hidup di malang

Malang Dulu Ramah untuk Tempat Tinggal tapi Kini Sudah Hampir Mirip Jakarta Berkat Kemacetan dan Parkir Liar yang Menjadi Penyakit

11 Mei 2025
naik krl

Berjibaku Naik KRL di Bawah Bayang-Bayang Virus Corona

13 Maret 2020
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Bulan Agustus kebanyakan agenda, pekerja jadi kewalahan bagi waktu antara kerja dan kegiatan agustusan Terminal

Bulan Agustus kebanyakan agenda, pekerja jadi kewalahan bagi waktu antara kerja dan kegiatan agustusan

15 Agustus 2026
Kalimat “pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar” itu omong kosong, saya sudah membuktikannya Mojok.co

Kalimat “pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar” itu omong kosong, saya sudah membuktikannya

15 Agustus 2026
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026
Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura Mojok.co

Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura

20 Agustus 2026
Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga Mojok.co

Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga

20 Agustus 2026
Stop denial, sound horeg adalah diskotik yang dipaksa masuk desa (Unsplash)

Stop denial, sound horeg adalah diskotik yang dipaksa masuk desa hanya demi memuaskan ego merusak milik segelintir orang

17 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.