Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Dear Mahasiswa Baru, Tidak Semua Organisasi Layak untuk Diikuti, Banyak yang Akhirnya Cuma Bikin Kalian Depresi

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
30 Mei 2026
A A
Dear Mahasiswa Baru, Tidak Semua Organisasi Layak Untuk Diikuti, Banyak yang Akhirnya Cuma Bikin Kalian Depresi Mojok.co

Dear Mahasiswa Baru, Tidak Semua Organisasi Layak Untuk Diikuti, Banyak yang Akhirnya Cuma Bikin Kalian Depresi (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kita tak perlu memungkiri bahwa bisa kuliah masih merupakan barang mewah di Indonesia. Maka maklum jika menyandang sebutan mahasiswa baru (maba) akhirnya menjadi kebahagian yang tiada tara. 

Itulah yang saya rasakan dahulu ketika diterima di universitas. Ada perasaan senang bukan kepalang. Itu mengapa, saya bertekad mencoba semua peluang, tidak boleh ada yang ketinggalan. 

Akan tetapi, tidak semua berjalan sesuai ekspektasi. Beberapa malah hanya bikin saya depresi. Demikian yang pula dirasakan oleh teman-teman saya. Ya, inilah dampak perasaan yang terlalu senang karena menjadi mahasiswa, akhirnya saat membuat keputusan tidak dulu mempertimbangkan baik buruknya.

Untuk para adik-adik maba yang baru saja diterima, saya tak ingin kalian merasakan hal yang sama seperti saya. Nah, maka dari itu, berikut saya jelaskan bahwa tak semua organisasi saat kuliah itu masih layak untuk diikuti.

Baca juga Mahasiswa Madura Serasa “Tamu” di Universitas Trunojoyo Madura, Mahasiswa hingga Dosen Isinya Pendatang.

Ingat mahasiswa baru, Ormek bukan segalanya

Saat pertama kali memasuki dunia kampus, bagi senior organisasi, para maba adalah sasaran yang sangat empuk. Organisasi yang saya maksud terutama organisasi eksternal (ormek). Atau, kalau kita mau lebih jujur menyebutnya, mereka ini adalah partai di negara-negaraan yang kita sebut universitas.

Nah, para maba, harap hati-hatilah pada senior partai ini. Tidak semua ormek benar-benar mau mendidik kadernya, banyak sebetulnya yang hanya cari suara untuk kebutuhan pemilihan umum nantinya.

Biasanya, untuk menggaet maba, senior ormek akan berargumen bahwa ormek itu segalanya. Belajar nggak selalu di kelas, tapi juga di ormek. Ruang kelas itu terlalu teoritis, di ormek kita langsung praktik. Ormek juga nyediain relasi, atau bahasa lainnya orang dalam. Kesimpulannya, kalian tidak akan bisa apa-apa jika tak berorganisasi. 

Baca Juga:

Niat ikut organisasi mahasiswa di UIN cuma mau cari teman, malah jadi terpaksa ikut pengkaderan yang rumit

Meski terancam DO karena modal nekat, kuliah akan selalu menjadi keputusan paling bijak yang pernah saya ambil

Saya katakan, semua itu omong kosong. Percaya, kalian tetap bisa menjadi apa saja, asal kalian semua giat belajar!

HMP dan BEM kini lebih mirip brand ambassador

Kemudian, organisasi yang juga kerap kurang kritis saat kita melihatnya yakni organisasi internal di kampus. Karena kita disambut kakak-kakak senior yang gagah, kita langsung berkesimpulan bahwa mereka patut menjadi teladan. Akhirnya, semua maba berlomba-lomba mengikuti jejaknya, yakni berusaha terlibat di organisasi internal, entah di HMP (Himpunan Mahasiswa Program Studi), BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa), atau lain sebagainya.

Padahal, sadarkah kalian bahwa buku jangan dulu dinilai dari sampulnya. Begitupun saat melihat senior kalian, jangan cepat-cepat menilai dari kaus Pakaian Dinas Harian atau PDH-nya. Kalau kalian mau kritis, organisasi internal kampus itu sebetulnya kini lebih mirip brand ambassador universitas. Ya, tiada lain selain untuk membranding institusi mereka sendiri. Baik prodinya, fakultasnya, ataupun universitasnya.

Jadi kan enak, kampus punya sapi perahan gratis untuk mengiklankan universitasnya.

Akan tetapi, tentu tidak semua ya meskipun kita mudah kok menemukan. Maka dari itu, sebelum benar-benar masuk ke organisasi internal kampus, analisis dulu track record-nya. Prokernya full cuma jadi event organizer (EO) atau berani kontra pada pihak kampusnya. Kalau full EO, jangan deh saran saya, bisa-bisa kalian depresi mikiran acara yang nggak ada jedanya.

Baca juga Ditolak Universitas Trunojoyo Bukan Akhir dari Segalanya, Masih Ada 3 Kampus di Madura Lain yang Layak Jadi Plan B.

Organisasi yang ideal lebih banyak di luar kampus

Sebetulnya, saya tidak melarang mahasiswa baru ikut jenis organisasi yang saya jelaskan di atas. Tapi, beberapa pengalaman teman saya, begitu juga saya, akhirnya hanya merasakan penyesalan saja. Sebab saat sudah masuk, ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi sebelumnya.

Nah, untungnya saya tak menghabiskan semua masa studi saya di organisasi-organisasi itu, melainkan saya juga mencoba organisasi di luar kehidupan kampus. Dan ya, saya merasa organisasi ini jauh lebih sehat.

Organisasi yang saya maksud ini yakni organisasi yang emang benar-benar ingin membawa perubahan. Misalnya, komunitas lingkungan, organisasi yang mewadahi para anak jalanan agar berkembang, pecinta sastra dan budaya, dan lain sebagainya.

Saya menafsirkan organisasi demikian adalah organisasi yang tumbuh karena dorongan kemanusiaan. Sangat berbeda dengan organisasi internal kampus, apalagi ormek, isinya cuma kisrah-kisruh ngerebutin jabatan.

Ya, demikianlah pendapat saya, mungkin juga bisa disebut saran saya, bagi maba yang ingin ikut organisasi. Tentunya, semua itu tetap kembali kepada diri kalian masing-masing. Kita lebih nyaman dimana, tapi jangan sampai, karena kita tidak mempertimbangkan terlebih dahulu, akhirnya malah penuh dengan penyesalan.

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Chat Aneh Mahasiswa ke Dosen Muda, Tolong Jangan Dibiasakan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Mei 2026 oleh

Tags: KampusKuliahmabaMahasiswamahasiswa baruorganisasiorganisasi mahasiswa
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

hidup tanpa circle pertemanan itu asyik dan simpel mojok.co

5 Alasan Nggak Punya Circle Itu Nggak Buruk-buruk Banget

27 Agustus 2020
3 Alasan Poltekkes Semarang Jadi Poltekkes Terbaik di Indonesia

3 Alasan Poltekkes Semarang Jadi Poltekkes Terbaik di Indonesia

9 Juli 2023
salah jurusan

Maba, Bukan Hanya Rentan Salah Jurusan, Tapi juga Salah Pilih Organisasi

30 Agustus 2019
ngapak

Gugatan Orang Ngapak yang Didiskriminasi Saat Bulan Puasa

1 Juni 2019
sastrawan

Beban Ganda Lulusan Sastra Indonesia Jika Ingin Jadi Sastrawan

10 Juli 2019
4 Hal Jadi Mahasiswa UNESA Itu Nggak Enak terminal mojok.co

4 Hal Jadi Mahasiswa Unesa Itu Nggak Enak

17 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Trauma menginap di hotel murah Cikarang yang lebih cocok jadi tempat uji nyali daripada tempat bermalam Mojok.co

Trauma menginap di hotel murah Cikarang yang lebih cocok jadi tempat uji nyali daripada tempat bermalam

30 Juli 2026
Akal-akalan pemandu yang bikin liburan di Lembang Bandung berakhir kecewa Mojok.co

Akal-akalan pemandu yang bikin liburan di Lembang Bandung berakhir kecewa

28 Juli 2026
Warga Semarang Bawah layak dapat gelar warga paling kuat dan tabah di Semarang banjir di semarang

Banjir di Semarang selama ini tak hanya perkara alam, tapi justru gara-gara ulah warganya sendiri,

27 Juli 2026
Benteng Engelenburg sudah lenyap, tapi jasanya menandai hari jadi Klaten pada 28 Juli akan selalu diingat Mojok.co

Benteng Engelenburg sudah lenyap, tapi perannya untuk hari jadi Klaten akan selalu diingat

28 Juli 2026
Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

31 Juli 2026
Pertemukan dengan duit Rp100 miliar, saya akan bangun usaha kue, laundry kiloan, dan toko buku Mojok.co

Pertemukan dengan duit Rp100 miliar, saya akan bangun usaha kue, laundry kiloan, dan toko buku

29 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.