Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

11 Istilah Penyakit dalam Bahasa Jawa yang Terdengar Lucu

Wulan Maulina oleh Wulan Maulina
29 Mei 2026
A A
11 Istilah Penyakit dalam Bahasa Jawa yang Terdengar Lucu Mojok.co

11 Istilah Penyakit dalam Bahasa Jawa yang Terdengar Lucu (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebelumnya, di Terminal Mojok saya pernah membahasa kata-kata dalam bahasa Jawa untuk menyebut hujan. Ternyata satu situasi itu bisa diterjemahkan dalam 12 kata yang berbeda. 

Bahasa Jawa itu memang kaya. Setiap situasi atau kegiatan punya istilah sendiri-sendiri. Bahkan, kadang, kegiatan atau situasi yang sama bisa punya istilah yang berbeda tergantung konteksnya.

ADVERTISEMENT

Nah, kali ini, saya akan membahas istilah-istilah penyakit dalam bahasa Jawa. Istilah-istilahnya tidak kalah unik di telinga: 

#1 Lara untuk menggambarkan berbagai macam penyakit dalam bahasa Jawa

Istilah paling umum untuk menyebut sakit dalam bahasa Jawa adalah lara. Dibacanya loro. Lara untuk menggambarkan atau mengungkapkan sakit apa saja. Jadi lawan bicara belum tahu penyakit spesifik yang dirasakan atau diderita oleh orang yang sakit. Misalnya, “Aku rasido melu dolan, palah lara” yang artinya Aku nggak jadi ikut main karena sakit. 

Nah, dari contoh percakapan tersebut lawan bicara tahu jika sakit tapi belum tahu sakit apa yang diderita. Penggunaan kata lara digunakan untuk teman sebaya atau yang lebih mudah. Tidak digunakan untuk orang yang lebih tua.

#2 Gerah bahasa Jawa krama dari lara

Untuk menjelaskan atau menanyakan rasa sakit ke yang lebih tua menggunakan bahasa Jawa krama gerah. “Ngapunten jenengan nembe gerah punapa?” yang artinya Maaf kamu lagi sakit apa? Itu contoh penggunaan gerah dalam dialog sehari-hari.

#3 Boyoken untuk menyebut sakit punggung dalam bahasa Jawa

Paling sering yang dirasakan saat sudah berumur atau kecapekan adalah sakit pinggang atau punggung. Dalam bahasa Jawa istilah untuk mengungkapkan ini disebut boyoken. Contohnya jika dipakai dalam dialog sehari-hari, “aku rasido melu malah boyoken” Maknanya aku nggak jadi ikut karena sakit pinggang.

#4 Nggreges untuk menyebut tidak enak badan

Saat musim hujan biasanya badan terasa nggak enak. Apalagi jika hampir setiap hari kehujanan di jalan. Badan akan tidak nyaman, badan terasa lemas dan badan mulai panas. Kalau dalam bahasa Jawa ini disebut nggreges. 

Baca Juga:

7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, bahkan oleh penutur aslinya

Upin Ipin Serial TV yang Tampak Aman untuk Anak-Anak, tapi Aslinya Bisa Merusak kalau Ditonton Tanpa Dampingan Orang Dewasa

Intinya untuk menggambarkan badan yang nggak enak, panas, flu, dan menggigil. “Aku arep prikso sek soale awake nggreges,” yang artinya aku mau periksa ke dokter dulu karena badan nggak enak.

#5 Cumpleng-cumpleng mirip dengan nggreges

Cumpleng-cumpleng hampir mirip dengan greges. Perbedaannya jika ini biasanya didominasi dengan flu dan pusing.

#6 Geliyeng untuk menggambarkan rasa pusing yang berlebih dalam bahasa Jawa

Istilah satu ini masih mirip dengan 2 istilah sebelumnya. Bedanya, geliyeng spesifik mendeskripsikan rasa pusing saat berjalan, seperti akan pisang. Mereka yang geliyeng biasanya punya rasa pusing berlebih.

#7 Suduken, bahasa Jawa untuk sakit perut setelah makan

Orang tidak disarankan untuk langsung beraktivitas berat setelah makan supaya perutnya tidak sakit. Nah, rasa sakit perut seperti nyeri tersebut disebut dengan suduken dalam bahasa Jawa. Bisa digunakan dalam kalimat seperti ini, “Aduh, aku bar playon malah suduken” yang artinya aduh setelah lari aku jadi sakit perut.

#8 Pilek parah disebut juga dengan sentrepen

Sentrepen adalah istilah untuk menggambarkan kondisi pilek parah sering mengganggu pernapasan dan harus sedia tisu banyak. Contoh kalimatnya seperti ini, “Aku rasido melu bukber, wong malah sentrepen” yang berarti “Aku tidak jadi ikut bukber karena pilek parah”.

#9 Gomen adalah sariawan

Sepertinya istilah ini sudah jarang lagi terdengar yaitu gomen. Gomen digunakan untuk menjelaskan sariawan. “Lagi gomen lara tenan” yang artinya sedang sariawan yang sangat menyakitkan.

#10 Trimbilen atau bisul mata

Istilah bahasa Jawa satu ini mungkin terdengar lucu, trimbilen. Namun, ketika mengalami penyakitnya, kalian sungguh menderita. Trimbilen adalah istilah digunakan untuk orang yang lagi sakit di bagian mata, tepatnya bisul yang ada di kelopak mata. “Si Andi ra mangkat sekolah amarga trimbilen” yang artinya “Si Andi tidak berangkat sekolah karena bisul di matanya.

#11 Pancingen, istilah lain dari radang tenggorokan

Pancingen juga termasuk istilah yang terdengar lucu. Pancingen digunakan untuk mengungkapkan radang tenggorokan yang sakit banget. “Adek lagi pancingen, dadi nangis terus,” yang berarti Adik sedang radang tenggorokan jadi dari tadi nangis terus.

Itulah tadi beberapa istilah sakit dalam bahasa Jawa yang banyak dan terdengar lucu. Kira-kira masih ada istilah sakit lainnya yang populer di daerahmu nggak?

Penulis: Wulan Maulina
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 8 Istilah Bahasa Jawa yang Masih Bikin Sesama Orang Jawa Salah Paham.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

 

Terakhir diperbarui pada 29 Mei 2026 oleh

Tags: Bahasabahasa indonesiaBahasa JawaIndonesiaJawa
Wulan Maulina

Wulan Maulina

Lulusan Bahasa Indonesia Universitas Tidar. Suka menulis tentang kearifan lokal dan punya minat besar terhadap Pengajaran BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Beranggapan memelihara kata ternyata lebih aman daripada memelihara harapan.

ArtikelTerkait

Orang Sunda Punya Aksen Paling Indah di Indonesia, Terdengar Lembut dan Merdu di Telinga Arek Suraboyo seperti Saya Mojok.co

Orang Sunda Punya Aksen Paling Indah di Indonesia, Terdengar Lembut dan Merdu di Telinga Arek Suroboyo seperti Saya

16 Juni 2024
jadi presiden selama sehari lambang negara jokowi nasionalisme karya anak bangsa jabatan presiden tiga periode sepak bola indonesia piala menpora 2021 iwan bule indonesia jokowi megawati ahok jadi presiden mojok

Iwan Bule, Ketua PSSI Terbaik Sepanjang Masa

30 Desember 2020
Lebaran Ketupat di Jawa: Momen Penghiburan untuk Arwah Anak-anak

Lebaran Ketupat di Jawa: Momen Penghiburan untuk Arwah Anak-anak

22 April 2023
mewartakan orang meninggal

Ragam Cara Orang Jawa Mewartakan Orang Meninggal dan Nilai Sufisme di Dalamnya

21 April 2020
Contoh Perumpamaan dalam Bahasa Sunda yang Bisa Digunakan mntuk Mencela terminal mojok.co

Bahasa Jawa Krama Inggil Membuat Penuturnya Tidak Bisa Marah

25 Juli 2020
Tulungagung

Suwung dan Kosakata Khas Tulungagung Lainnya

27 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stasiun KCIC Padalarang: mewah di dalam, semrawut di luar, bukti pembangunan nggak mikirin tata ruang

Stasiun KCIC Padalarang: mewah di dalam, semrawut di luar, bukti pembangunan nggak mikirin tata ruang

26 Juli 2026
4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

4 kebiasaan warga Jogja yang biasanya menular ke pendatang

28 Juli 2026
Tempe mendol yang endul gusur bakso Malang dari hati saya (Wikimedia Commons)

Bakso Malang minggir dulu, status makanan khas Malang mending kasihin ke tempe mendol yang endul itu

26 Juli 2026
Warga Semarang Bawah layak dapat gelar warga paling kuat dan tabah di Semarang banjir di semarang

Banjir di Semarang selama ini tak hanya perkara alam, tapi justru gara-gara ulah warganya sendiri,

27 Juli 2026
Meski terancam DO karena modal nekat, kuliah akan selalu menjadi keputusan paling bijak yang pernah saya ambil

Meski terancam DO karena modal nekat, kuliah akan selalu menjadi keputusan paling bijak yang pernah saya ambil

28 Juli 2026
Sisi Gelap Pangalengan Bandung yang Katanya Indah bak Surga Dunia

Label wisata elit Pangalengan itu bualan, selama transportasi umumnya masih jalan di tempat

28 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.