Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Penghapusan Jurusan Kuliah yang Tak Relevan dengan Industri Itu Konyol, kayak Nggak Ada Solusi Lain Aja

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
26 April 2026
A A
3 Kebiasaan yang Harus Kamu Lakukan kalau Mau Selamat Kuliah di Jurusan Ilmu Politik

3 Kebiasaan yang Harus Kamu Lakukan kalau Mau Selamat Kuliah di Jurusan Ilmu Politik (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pengangguran di Indonesia itu tinggi karena mismatch dengan kebutuhan industri. Banyak jurusan kuliah yang tidak dibutuhkan, serta, lulusan yang ada pun, tidak sesuai dengan kebutuhan industri, lagi. Entah secara skill, atau secara kuantitas, lulusan yang ada tidak sesuai dengan kebutuhan pasar.

Maka, jurusan kuliah yang tidak sesuai mending dihapus. Daripada nggak sesuai kebutuhan dan menyumbang pengangguran kan, mending dihapus aja.

Nah, itu alasan orang yang malas mikir, atau merasa sudah bisa mikir yang canggih. Omongan ini kerap muncul di tongkrongan, atau di podcast-podcast yang jelas susah untuk didebat, karena nggak ada aksesnya. Orang yang bisa mikir, harusnya sih nggak mengamini ini mentah-mentah.

Masalahnya adalah, opini (aneh) itu malah diamini juga oleh orang pusat. Ada kabar penghapusan jurusan kuliah yang tidak sesuai muncul dari sekelas Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek. Dan ini, jujur, bikin saya kecewa buanget.

Pertama, hal ini harusnya tidak diamini orang pusat. Kudunya diketawain malah. Kedua, orang pusat harusnya tau, pendidikan itu harusnya tidak selalu berkaitan dengan industri. Ketiga, kita semua tahu, masalahnya bukan di jurusan, tapi di kesempatan, materi, serta, yak betul, lapangan kerja yang sudah tidak banyak to begin with.

Keempat, banyak jurusan yang memang tak punya patokan lulusannya jadi apa. Nah, kita bahas satu-satu

Masak orang pusat mikir penghapusan jurusan kuliah adalah solusi?

Ini kita bahas poin pertama dan ketiga sekaligus. Saya percayanya satu hal: kalau mau kerja, yang diperbanyak skillnya. Atau, kamu harus jago tentang satu hal, saking jagonya, nggak ada pilihan lain selain kamu. Jurusan kuliah tentu saja membantu, apalagi jika jurusannya seksi. Tapi apakah jurusan seksi selalu memberimu jaminan pekerjaan?

Dulu, iya. Sekarang, nggak sih. Sumpah, nggak.

Baca Juga:

Kuliah di UIN Dipandang Sebelah Mata, Ditambah Ambil Jurusan Nggak Populer Jadi  Makin Menderita

8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut Jurusan Paling Green Flag

Kita tahu yang terjadi: jurusan seksi kebanyakan lulusan, marketnya nggak gede. Jurusan yang tidak seksi, tidak dilirik, padahal marketnya gede. Lulusan yang ada pun, banyak yang dianggap tidak kompeten (bukan kata saya ya), jadi ya lagi-lagi, kekurangan orang.

BACA JUGA: 5 Jurusan Kuliah yang Sepi Peminat padahal Karier dan Gaji Menggiurkan Capai Dua Digit per Bulan

Nah ini yang bikin saya pusing. Dari hal itu saja, masalahnya keliatan bukan di jurusan, tapi di kesempatan. Oleh karena dari dulu stok lulusan (hampir) selalu lebih banyak dari kebutuhan, makanya kompetensi tambahan jadi nilai yang tak lagi bisa ditawar.

Mudahnya: masalah pekerjaan ini solusinya adalah memperbesar kesempatan—lapangan kerja ditambah, dan memperkuat kompetensi mahasiswa yang ada. Nah, kenapa tiba-tiba yang digodok adalah jurusan kuliah dihapus?

Ini semacam menyalahkan Real Madrid atas krisis yang dialami oleh PSM Makassar, alias ra nyambung!

Kuliah kadang tak selalu tentang kerja

Kalian mau mengelak seperti apa, tapi, jujur saja, pendidikan memang tak selalu tentang urusan pekerjaan. Kalau memang iya dari dulu begitu, nggak ada kayaknya yang kuliah di jurusan sastra. Ini serius.

Coba, misalnya saya, kuliah Sastra Inggris. Apa kira-kira pekerjaan yang cocok buat lulusannya?

Guru bahasa Inggris? Udah ada jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Tour guide? Lebih baik anak Sejarah aja yang ambil, toh tinggal belajar bahasa Inggris. Kerja di Kedubes? Anak HI lebih cocok. Jadi sastrawan? Ini lagi, lebih lucu.

Tapi apakah hanya karena tak ada output yang amat jelas, lalu dihapus? Ya ketawa aja sih aing.

Kuliah, dari esensinya, adalah perkara membuka kesempatan. Membuka potensi pemikiran seseorang, yang “dipaksa” untuk menembus batasnya, dan jadi manusia yang unggul, setidaknya ketimbang kemarin. Juga, tentang membuka relasi dan kesempatan hidup yang lebih baik.

Kuliah dari dulu memang tentang kerja, tapi seringnya bukan karena jurusan, tapi karena kampus menawarkan kesempatan yang besar. Jadi menghapus jurusan kuliah yang dianggap tidak relevan, justru mematikan kesempatan-kesempatan yang ada.

Pusat kok mikire ngene sih.

Jurusan kuliah sama kerja kadang memang nggak nyambung, tapi masalahnya di mana?

Saya lulusan Sastra Inggris. Kini, jadi penulis dan editor media berbahasa Indonesia. Kemampuan bahasa Inggris saya gunakan untuk keseharian. Kadang juga terpakai untuk bekerja, tapi mostly, nope.

Apakah saya menyia-nyiakan kuliah saya? Ya tidak. Karena saya kuliah Sastra Inggris, saya belajar menulis yang lebih baik. Saya bisa baca media berbahasa Inggris, yang bikin saya punya banyak inspirasi gaya menulis yang berbeda. Cara berpikir saya diasah di tempat saya kuliah. Relasi saya juga besar di situ. Kesempatan saya menjadi manusia yang lebih hebat saya dapat di kampus saya.

Sebenarnya, jurusan kuliah dengan kerja saya ya nggak nyambung-nyambung amat. Poinnya adalah, kita sekarang itu dibentuk oleh jurusan kita dulu, sekalipun bukan itu yang kita lakukan sekarang.

Bagi saya justru itulah yang bagus. Sebab, orang jadi punya banyak latar belakang yang unik, tidak seragam, yang bikin mereka punya ragam pemikiran yang bisa jadi kontribusi untuk memecahkan masalah yang ada.

Kalau jurusan kuliah yang dianggap tidak relevan dihapus, lalu semua kuliah sama yang pasar butuhkan, jujur saja, justru itu hal buruk. Ujung-ujungnya sama semua. Malah tidak ada keragaman, dan kita tidak punya opsi memperbaiki solusi yang sebanyak sebelumnya.

Sebenarnya ya, nggak ada masalahnya katakanlah kuliah di Jurusan Bahasa Ikan, lalu kerja jadi akuntan, misalnya. Kalau memang punya kompetensi yang amat mumpuni, masak ya mau ditolak hanya karena jurusan?

Ngurusi yang nggak perlu diurus

Masalah tentang pendidikan sebenarnya banyak banget. Jurusan kuliah malah bukan masalah menurut saya. Kualitas sekolah yang masih buruk, pemerataan pendidikan yang masih begitu jelek, gaji guru yang masih ambruk, serta kurikulum yang hancur lebih masuk akal untuk dijadikan fokus.

Itu baru perkara dasar. Untuk pendidikan tingkat tinggi, kita masih ngomongin perkara kuliah yang begitu mahal dan tak lagi aksesibel. Kualitas universitas yang jujur saja gitu-gitu aja, serta kampus yang tidak membekali kompetensi yang sebenarnya bikin kalian orang pusat mumet juga.

Nah, kenapa fokusnya malah ngehapus jurusan kuliah? Kenapa ngurusi yang nggak perlu diurus? Kenapa selalu salah fokus?

Sebagai penutup, saya sih pengin banget tau apa yang orang pusat maksud dengan relevan di industri ini. Sebab, kebutuhan industri ini kan berubah secepat kilat. Sebagai contoh, 3-4 tahun lalu, orang IT mengeruk emas, kini malah hidup berkalung cemas. Lalu, kalau jurusan kuliah yang ada hanya yang relevan dengan industri, memangnya yakin industrinya bakal masih ada dan berjaya?

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jurusan Kuliah Favorit dan Kesombongannya soal Prospek Karier

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 April 2026 oleh

Tags: jurusan kuliahjurusan kuliah sesuai industrikemendiktisaintek
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Nggak Semua Orang Cocok Kuliah di Jurusan Rekam Medis, Kuliahnya Kaku dan Sering Dianaktirikan Mojok.co

Nggak Semua Orang Cocok Kuliah di Jurusan Rekam Medis, Kuliahnya Kaku dan Sering Dianaktirikan

4 Juni 2024
6 Sisi Gelap Jurusan Psikologi yang Tidak Masuk Brosur Promosi (Unsplash)

6 Sisi Gelap Jurusan Psikologi yang Tidak Masuk Brosur Promosi

24 Januari 2026
Realitas Pahit Lulusan Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Prodi Laris yang Susah Cari Pekerjaan

Realitas Pahit Lulusan Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Prodi Laris yang Susah Cari Pekerjaan

11 November 2025
10 Rekomendasi Jurusan Kuliah yang Tidak Ada Matematika atau Hitung-hitungan

10 Rekomendasi Jurusan Kuliah yang Tidak Ada Matematika atau Hitung-hitungan

7 Februari 2021
Ironi Perpustakaan Sekolah, (Katanya) Gudang Ilmu tapi Nyaris Tak Tersentuh Terminal Mojok jurusan ilmu perpustakaan

Jurusan Ilmu Perpustakaan: Kuliahnya Gampang, Nyari Kerja Juga Gampang, Gampang Ditolak Maksudnya

9 Agustus 2025
Fakta Pahit Jurusan Arkeologi yang Memikat tapi Sepi Peminat

Fakta Pahit Jurusan Arkeologi yang Memikat tapi Sepi Peminat

9 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Bandung dari Kacamata Orang Lokal, Nggak Kalah dari Kampus Negeri Mojok.co PTN

Tradisi Tahunan Datang, Sekolah Kembali Sibuk Merayakan Siswa Lolos PTN, sementara yang Lain Cuma Remah-remah

23 April 2026
Suzuki Jimny Jangkrik hingga Toyota Yaris Bakpao, 6 Julukan Mobil Paling Unik karena Desainnya yang Aneh Mojok.co

Suzuki Jimny Jangkrik hingga Toyota Yaris Bakpao, 6 Julukan Mobil Paling Aneh Terinspirasi dari Bodi yang Unik

20 April 2026
Bangkalan dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia Mojok

Bangkalan Madura dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia

21 April 2026
Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

25 April 2026
Kuliah S2 Itu Wajib Caper kalau Tidak, Kalian Cuma Buang-buang Uang dan Melewatkan Banyak Kesempatan Mojok.co

Kuliah S2 Itu Ternyata Mahal: SPP-nya Bisa Jadi Murah, tapi Akan Ada Biaya Tambahan yang Menghantam!

23 April 2026
Konten Tutorial Naik Pesawat Nggak Norak Sama Sekali, Justru Amat Penting buat Mayoritas Rakyat Indonesia

Konten Tutorial Naik Pesawat Nggak Norak Sama Sekali, Justru Amat Penting buat Mayoritas Rakyat Indonesia

20 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY
  • Hancur Hati Ibu: Amat Percaya ke Daycare LA Jogja dan Suka Kasih Tip ke Pengasuh, Anak Saya Justru Dibuat Trauma Serius
  • Tak Install Mobile Legend untuk Mabar di Tongkrongan: Dicap “Tak Gaul” dan Kosong Hiburan, Padahal Hiburan Orang Beda-beda
  • Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja: Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan
  • Tips Makan Soto Bening Jogja bagi Para Pendatang yang Selalu Gagal Menikmatinya
  • Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.