Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Resign demi Wirausaha Itu Memang Ceroboh, tapi Saya Nggak Menyesal sekalipun Bangkrut

Dimas Junian Fadillah oleh Dimas Junian Fadillah
18 April 2026
A A
Resign demi Jadi Wirausaha Itu Memang Ceroboh, tapi Saya Nggak Menyesal sekalipun Bangkrut

Resign demi Jadi Wirausaha Itu Memang Ceroboh, tapi Saya Nggak Menyesal sekalipun Bangkrut

Share on FacebookShare on Twitter

Keputusan untuk memilih resign dari tempat kerja memang kerap membayang-bayangi setiap orang, tak terkecuali saya. Apalagi pekerjaan yang dulu saya lakoni teramat monoton. Rutinitas yang begitu-begitu aja, menangani keluhan pelanggan yang itu-itu terus, membuat tak kuasa menahan rasa bosan dan ingin mencoba peruntungan baru: wirausaha. Konyol? Oke, tapi biarkan saya bercerita dulu.

Kala itu, alternatif yang paling rasional di kepala saya setelah angkat kaki dari kantor adalah menjadi wirausaha. Berbekal tabungan pribadi dan dukungan finansial dari orang tua, saya merasa punya “amunisi” yang cukup. Apalagi, usaha yang akan saya jalani memang sudah saya rintis pelan-pelan sejak masih bekerja.

Tidak bisa tidak, usaha ini sempat menjadi sumber optimisme baru. Saya merasa memiliki kendali penuh atas hidup saya sendiri. Membangun sesuatu dari nol memberikan kepuasan batin yang selama ini belum saya temukan di balik meja karyawan korporat. Sampai akhirnya saya sadar setelah dihajar habis-habisan oleh ketidakpastian itu sendiri.

Kesalahan pertama adalah berpikir bakal hidup ayem atau lebih slow living

Bekerja di kantor memang menawarkan kepastian gaji, tapi sering terasa menjemukan karena ritmenya yang repetitif dan ruang gerak yang terbatas. Dari situlah muncul dibayangan saya bahwa keluar dari sistem dan membangun usaha sendiri akan menghadirkan hidup yang lebih santai, lebih fleksibel, dan—kalau boleh jujur—lebih “manusiawi”.

Namun realitasnya tidak sesederhana itu. Fleksibilitas yang dibayangkan ternyata datang bersama ketidakpastian yang jauh lebih besar. Tidak ada lagi jaminan pemasukan bulanan, sementara kebutuhan tetap berjalan seperti biasa. Alih-alih hidup lebih ayem, justru muncul beban baru yang sifatnya konstan: memikirkan keberlangsungan usaha, menghadapi fluktuasi pendapatan, dan mengambil keputusan-keputusan yang dampaknya langsung terasa ke kondisi finansial pribadi.

Jadi ya kalau ada quote tentang slow living menjadi wirausaha jangan ditelan mentah-mentah. Yang berubah bukan hanya ritme kerja, tapi juga struktur risikonya. Jika sebelumnya tekanan datang dari sistem kerja, kini tekanan itu berpindah menjadi tanggung jawab penuh atas hidup sendiri bahkan keluarga. Dan di situlah letak kesalahan pertama saya: mengira kebebasan otomatis berarti ketenangan, padahal keduanya tidak selalu berjalan beriringan.

BACA JUGA: Hanya Ada 2 Tipe Orang yang Bisa Menetap di Jogja, yaitu Orang yang Berjiwa Wirausaha atau Orang yang Nggak Butuh Duit

Wirausaha bukan hanya butuh tempat strategis, tapi juga kebijakan yang populis

Dulu saya menempatkan lokasi sebagai faktor utama untuk menentukan keberhasilan memulai usaha. Asumsi ini tidak sepenuhnya serampangan tanpa pertimbangan, karena lokasi strategis memang dapat meningkatkan visibilitas dan peluang interaksi dengan pelanggan.

Baca Juga:

Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian 

5 Hal Tak Terduga yang Bikin Bahagia di Kantor

Dalam banyak kasus, aksesibilitas dan arus lalu lintas konsumen bahkan menjadi modal krusial yang bisa dibilang cukup efektif untuk mendorong penjualan, terutama pada tahap awal merintisnya.

Namun, di luar faktor yang terlihat itu, ada elemen lain yang justru lebih menentukan keberlangsungan usaha dalam jangka panjang. Stabilitas harga bahan pokok, kelancaran distribusi, serta keberpihakan kebijakan terhadap pelaku usaha kecil merupakan faktor eksternal yang kerap luput dari perhitungan awal padahal amat-amat penting. Ketika aspek-aspek ini tidak terjaga, pelaku usaha berada dalam posisi yang rentan—harus menghadapi kenaikan biaya yang tidak menentu, sementara kemampuan untuk menyesuaikan harga jual juga sangat terbatas.

Pengalaman ini membuat saya menyadari banyak hal yang sebelumnya tidak terbesit dalam pikiran. Misal seperti kelangkaan gas LPG, lonjakan harga cabai hingga beberapa kali lipat, serta fluktuasi harga ayam per kilogram menjadi contoh nyata bagaimana dinamika pasar tidak selalu berjalan seiring dengan rencana bisnis.

Dari situ terlihat amat jelas bahwa keberhasilan usaha tidak hanya bergantung pada kesiapan pribadi, strategi, atau lokasi. Tetapi juga pada sejauh mana kebijakan publik mampu menciptakan ekosistem yang stabil dan mendukung pelaku usaha kecil.

Tergantung mana yang mau dipertarungkan

Memulai atau tidak memulai menjadi wirausaha sama-sama mengandung risiko; bedanya hanya pada jenis pertarungan yang kita pilih. Tidak ada pilihan yang sepenuhnya aman—yang ada hanya pilihan tentang risiko mana yang sanggup kita tanggung dan kelola.

Pada titik itu pula, saya jadi teringat pernyataan Tirta Mandira Hudhi atau biasa dikenal dr. Tirta yang bilang, “Pengusaha itu bertarung dengan uncertainty (ketidakpastian) di setiap hidupnya.” Kalimat ini mungkin terdengar sederhana, tapi setelah diresapi, rasanya cukup presisi menggambarkan realitas. Karena ketidakpastian bukan sekadar kemungkinan, tapi sudah bagian dari rutinitas itu sendiri.

Pada akhirnya, mungkin keputusan ini memang terlihat ceroboh dan bahkan berujung gagal, tapi di antara segala keluh, resah, dan ketidakpastian yang saya hadapi, saya tetap nggak menyesal—karena setidaknya saya pernah benar-benar memilih jalan hidup saya sendiri, dengan segala konsekuensinya.

Penulis: Dimas Junian Fadillah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Terjalnya Jalan Wirausaha Jika Kamu Tulang Punggung Keluarga

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 April 2026 oleh

Tags: bangkrutresigntips bisnisWirausaha
Dimas Junian Fadillah

Dimas Junian Fadillah

Magister Administrasi Publik, tertarik menulis isu lokal, politik dan kebijakan publik.

ArtikelTerkait

Cari Kerja Memang Susah, tapi Bertahan di Lingkungan Kerja Toxic Juga Nggak Ada Gunanya

Cari Kerja Memang Susah, tapi Bertahan di Lingkungan Kerja Toxic Juga Nggak Ada Gunanya

30 Oktober 2025
10 Makanan Khas Karyawan Resign: Dari Donat sampai Tumpeng Mojok.co

10 Makanan Khas Karyawan Resign dari Donat sampai Tumpeng

22 November 2023
4 Alasan Tokoh Utama Sinetron Azab Lebih Memilih Wirausaha daripada Jadi PNS

4 Alasan Tokoh Utama Sinetron Azab Lebih Memilih Wirausaha daripada Jadi PNS

30 Juni 2023
memulai usaha

Memulai Usaha, Mulainya dari Mana?

30 Juli 2019
4 Alasan PNS Enggan Mengambil Tugas Belajar Terminal Mojok

PNS Masih Bisa Berbisnis, tapi Pebisnis Belum Tentu Bisa Jadi PNS, Rumus dari Mana?

9 April 2023
Hal yang Seharusnya Tidak Dilakukan Istri Ketika Suami Ngopi-ngopi terminal mojok.co

Tips dari Pelanggan yang Hobi Nongkrong tapi Nggak Pesan buat Pemilik Kafe

13 September 2020
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima Mojok.co

Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima

18 Agustus 2026
Tegalrejo, kecamatan uderrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita Mojok.co

Tegalrejo, kecamatan underrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita

20 Agustus 2026
5 hal berkesan selama jadi peneliti lapangan yang bikin saya bersyukur telah memilih pekerjaan ini (Mojok.co)

5 hal berkesan selama jadi peneliti lapangan yang bikin saya bersyukur telah memilih pekerjaan ini 

16 Agustus 2026
Selain Gaji Kecil, Inilah 4 Sisi Gelap Menjadi Guru Sekolah Swasta yang Jarang Terekspos

Sekolah swasta yang melarang gurunya mendaftar ASN itu aneh, ngasih gaji layak nggak mau, tapi seenaknya menghentikan impian seseorang

15 Agustus 2026
Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga Mojok.co

Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga

20 Agustus 2026
Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

20 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.