Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

UNNES Semarang Rajin Menambah Mahasiswa, tapi Lupa Menyediakan Parkiran yang Cukup

Ramanda Bima Prayuda oleh Ramanda Bima Prayuda
24 Februari 2026
A A
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! (PL09Puryono via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Sejak resmi menyandang status mahasiswa UNNES Semarang, saya baru sadar bahwa perjuangan akademik ternyata punya bab tambahan yang tidak tertulis di buku panduan, yaitu soal parkiran.

Kampus boleh bangga dengan peningkatan kuota mahasiswa baru tiap tahun, lengkap dengan spanduk penerimaan yang makin keren desainnya. Tapi ada satu arena yang pertumbuhannya terasa stagnan yaitu lahan untuk sekadar menaruh motor dengan tenang. Di UNNES Semarang, datang lebih awal sering kali bukan bentuk ambisi akademik, melainkan strategi bertahan hidup.

ADVERTISEMENT

Tulisan ini bukan sedang mempersoalkan semangat kampus berkembang. Melainkan mencatat ironi sederhana ketika mahasiswa terus bertambah, parkiran tetap setia pada luasnya yang dulu, dan kami yang muter-muter inilah yang paling paham rasanya.

Datang lebih pagi demi parkir, bukan demi prestasi

Saya pernah datang ke kampus 1 jam lebih awal, bukan karena ingin mengejar masa depan, tapi karena ingin mengejar lahan kosong. Di UNNES Semarang, niat jadi mahasiswa rajin sering kalah oleh trauma muter parkiran tiga kali tanpa hasil. Datang mepet itu bukan soal telat presensi, tapi soal siap-siap jadi atlet putar balik.

Lucunya, rasa bahagia menemukan satu slot kosong itu lebih nyata daripada dapat nilai A. Motor berdiri rapi, hati tenang, hidup terasa plong. Padahal baru jam sembilan pagi dan energi sudah terkuras setengah mati. Belum masuk kelas, tapi sudah merasa memenangkan olimpiade parkir tingkat fakultas.

BACA JUGA: Kampus bak Kebun Binatang hingga “Jalur Gaza”, Hal-hal Seputar UNNES Semarang yang Nggak Lumrah di Kampus Lain

Parkiran UNNES Semarang penuh, kreativitas mahasiswa ikut tumbuh

Ketika parkiran sudah penuh, mahasiswa mendadak jadi arsitek improvisasi. Sela sempit yang tadinya mustahil tiba-tiba terlihat seperti peluang emas. Motor bisa miring sedikit, geser sedikit, yang penting masuk dulu urusan aman belakangan.

Saya pernah parkir di posisi yang kalau dilihat lagi rasanya seperti menantang takdir. Tapi di UNNES, khususnya FISIP, keberanian kadang lahir dari kepepet. Kami belajar satu hal penting yaitu kreativitas bukan cuma lahir dari tugas presentasi, tapi juga dari rasa panik yang konsisten.

Baca Juga:

Konsep Gramedia Jalma Semarang Menarik, tapi Jujur Agak Sedih ketika Tempat Favorit Saya Berubah Wajah

Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan 

Ironisnya, Setiap tahun kampus dengan bangga mengumumkan peningkatan kuota mahasiswa baru. Saya ikut senang, tanda kampus makin diminati. Hanya saja, parkiran tampaknya tidak ikut rapat evaluasi.

Mahasiswa bertambah drastis, tapi luas lahan tetap setia pada ukuran lamanya, kalaupun ditambah, tetap masih tidak mencukupi. Rasanya seperti mengundang satu angkatan penuh ke kos tanpa beli tikar tambahan. Yang akhirnya terjadi bukan kehangatan, tapi himpit-himpitan yang penuh kepasrahan.

BACA JUGA: Ketemu Monyet hingga Kuliner Pinggir Jurang, Hal-hal yang Wajar di UNNES Semarang, tapi Nggak Lumrah di Kampus Lain

Kampus berkembang, kenyamanan masih tertinggal

Mencari parkir di jam sibuk itu seperti ikut permainan strategi tanpa tutorial. Mata harus cepat menangkap motor yang hendak keluar. Begitu ada satu orang mengarah ke motor yang diparkirkan, kami siaga.

Kadang saya merasa perjuangan lolos seleksi masuk UNNES lebih manusiawi daripada perjuangan parkir hari Senin-Kamis. Minimal waktu tes, saya tahu kapan selesai. Kalau parkir, tidak ada kepastian selain muter dan berharap ada yang keluar duluan.

UNNES terus berkembang, itu tidak bisa dimungkiri. Gedung makin banyak, mahasiswa makin ramai, spanduk penerimaan makin mentereng. Tapi yang konsisten ya parkiran. Tiap tahun ya segitu-segitu aja.

Kami paham kampus punya banyak prioritas besar. Tapi setiap kali muter sambil menahan emosi, rasanya sulit tidak berpikir sederhana. Sebab sebelum bicara soal visi internasional dan akreditasi unggul, mahasiswa cuma ingin satu hal realistis yaitu datang kuliah tanpa harus merasa seperti ikut gladi resik rebutan lahan.

Penulis: Ramanda Bima Prayuda
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA UNNES Semarang: Ada Semarang dalam Namanya, tapi Ternyata Jauh dari Pusat Kota Semarang

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Februari 2026 oleh

Tags: Kampus UNNES Semarangparkiran UNNES SemarangSemarangUNNES Semarang
Ramanda Bima Prayuda

Ramanda Bima Prayuda

Mahasiswa Sarjana Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang.

ArtikelTerkait

UNNES Semarang Bukan Lagi Tempat yang Ramah buat Mahasiswa Pas-pasan, Kos Mahal, Uang Kuliah Melejit, Gaji Part Time Seuprit Pula makelar kos

UNNES Semarang: Ada Semarang dalam Namanya, tapi Ternyata Jauh dari Pusat Kota Semarang

1 Agustus 2025
Jalan Magelang-Semarang Adalah Halang Rintang Berkedok Jalan Raya Mojok.co

Jalan Magelang-Semarang Adalah Halang Rintang Berkedok Jalan Raya 

21 Maret 2024
Pengalaman Tinggal di Semarang Menyadarkan Saya kalau Cikarang Ternyata Nggak Buruk-Buruk Amat Mojok.co

Pengalaman Tinggal di Semarang Menyadarkan Saya kalau Cikarang Ternyata Nggak Buruk-Buruk Amat

23 Februari 2024
3 Kawasan yang Jadi Tempat Jualan Hewan Kurban Dadakan di Semarang

3 Kawasan yang Jadi Tempat Jualan Hewan Kurban Dadakan di Semarang

22 Juni 2023
3 Kafe ala Korea di Semarang, Seru buat Nongkrong dan Kulineran

3 Kafe ala Korea di Semarang, Seru buat Nongkrong dan Kulineran

21 Mei 2023
Semarang Unggul Jauh dari Surabaya dari sisi BRT (Unsplash)

Cek Fakta! Klaim Surabaya Lebih Unggul dari Semarang Soal BRT Itu Nggak Masuk Akal

25 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bukannya Ogah Berbagi Ilmu, Para Karyawan Cuma Nggak Punya Cukup Waktu untuk Membimbing PKL Mojok.co

Bukannya Ogah Berbagi Ilmu, Para Karyawan Cuma Nggak Punya Cukup Waktu untuk Membimbing PKL

21 Juni 2026
Warlok Semarang Muak dengan Mal Baru, Lebih Butuh Ruang Terbuka Hijau yang Terjangkau Mojok.co

Warlok Semarang Muak dengan Mal Baru, Lebih Butuh Ruang Terbuka Hijau yang Terjangkau 

24 Juni 2026
Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending Mojok.co

Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending

22 Juni 2026
Jangan Samakan Bubur Ayam Jakarta dan Cirebon, Mereka Beda! Mojok.co

Jangan Samakan Bubur Ayam Jakarta dan Cirebon, Mereka Beda!

22 Juni 2026
Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis Mojok.co

Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli Lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis

23 Juni 2026
Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi itu hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi Itu Hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

24 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.