Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Mohammad Rafatta Umar oleh Mohammad Rafatta Umar
31 Januari 2026
A A
Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak! (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Plis deh kalian para pengendara mobil, jalan tikus itu buat kami para pengendara motor. Kalian itu nggak diajak!

Macet di Jakarta memang nggak perlu dipertanyakan lagi. Barisan kendaraan, baik kendaraan beroda dua maupun empat sering terlihat berbaris panjang entah di mana ujungnya. Melihatnya saja sudah stres, apalagi termasuk ke dalam barisan itu. Bisa gila kronis! 

ADVERTISEMENT

Saya jadi teringat video pengendara motor yang teriak-teriak karena macet sampai menggedor-gedor pagar seng proyek di pinggir jalan. Mengingatnya bikin saya ketawa. Tapi, kalau saya mengalami langsung yang dirasakan pengendara tersebut, bisa saja saya melakukan hal yang sama.

Untungnya di tengah Jakarta yang macet, Tuhan memberi orang-orang Jakarta jalan tikus. Meskipun sederhana, jalan ini tuh kenikmatan dari Tuhan yang luar biasa, khususnya bagi pengendara motor. Dengan jalan tikus, waktu perjalanan yang seharusnya lama karena macet bisa dipangkas tanpa stres.

Namun, ada satu masalah serius yang mengganggu kemudahan pengendara motor ketika melewati jalan tikus. Apakah masalah itu? Mobil dan pengendaranya di dalam. Ngapain sih mereka lewat jalan sini?!

Melalui tulisan ini izinkan saya menyampaikan keberatan saya terhadap pengendara mobil yang lewat jalan tikus dan sungguh mengganggu kami para pengendara motor.

BACA JUGA: 5 Jalan Tikus di Kota Malang yang Paling Useless

Jalan tikus itu nggak lebar dan nggak cocok untuk mobil

Kemarin, saat pulang dari kantor magang yang terletak di Jalan TB Simatupang, saya memilih salah satu jalan tikus agar terhindar dari macet. Jalan tersebut memang sudah dikenal banyak orang untuk menghindari macet Simpang Ragunan dan Jalan TB Simatupang. Namun, sayangnya kepopuleran jalur ini sampai juga ke telinga pengendara mobil sehingga banyak mobil yang lewat sini dan menyebabkan kemacetan kecil.

Baca Juga:

Alasan Orang Solo Lebih Hafal Jalan Tikus daripada Jalan Utama

Wuling Air EV, Mobil Listrik yang Jadi Musuh Bersama para Pengendara Mobil di Parkiran

Sebagaimana jalan tikus pada umumnya, jalan tersebut nggak lebar-lebar banget. Paling hanya muat untuk dilewati satu mobil, itu pun kalau tidak ada hambatan apa-apa di depannya. Saat ada mobil yang ikut-ikutan memakai jalan tikus tersebut, itu sungguh mengganggu kami para pengendara motor. Mau tidak mau kami harus menyamakan kecepatan motor dengan mobil tersebut di belakangnya.

Pastilah pengendara mobil tidak berani untuk mengambil kecepatan sedang atau tinggi di jalan yang kecil karena kehati-hatian. Ini membuat kami pengendara motor harus menempuh waktu perjalanan yang lebih lama. Mau nyalip juga susah karena jalanan sempit.

Untungnya, tak lama mobil itu mengambil jalan yang berbeda dari jalan yang ingin saya lewati. Satu masalah selesai. Saya bisa kembali melintasi jalan tikus tersebut dengan agak cepat. Namun, yang namanya hidup pasti selalu ada masalah lain yang berdatangan. 

Ketika ingin keluar dari jalur tikus tersebut, tiba-tiba saya dan delapan pengendara motor lain dihalangi dua mobil dari arah yang berlawanan. Mau nggak mau kami mengalah. Saya dan delapan pengendara tersebut serentak memutarbalikkan motor dan mencari celah di pinggir jalan untuk memindahkan motor kami agar mobil bisa melaju. 

Saat mobil tersebut sudah lewat, saya keluar dari celah tersebut dan melihat mobil tadi kembali terhalang mobil lainnya dari arah yang berlawanan. Ah, bodo amat. Kalian urus aja sendiri. 

BACA JUGA: Alasan Orang Solo Lebih Hafal Jalan Tikus daripada Jalan Utama

Pengendara mobil di jalan raya saja

Sudahlah kalian para pengendara mobil nggak usah maksa lewat jalan tikus. Mending lewat jalan raya saja yang sudah jelas lebih besar dan cocok dengan ukuran mobil kalian. Justru kami para pengendara motor itu sudah termasuk ngalah lho dengan lewat jalan tikus. Kami jadi tidak terlalu memenuhi jalan raya yang biasa kalian lewati.

Saya tahu kalian para pengendara mobil juga ingin cepat pulang ke rumah setelah stres dari kerjaan. Kalau kalian nggak tahan juga dengan macetnya Jakarta dan ingin berjalan cepat, ya pakai motor juga dong atau transportasi umum. Pakai mobil di Jakarta dan berharap nggak terkena macet itu naif sekali. Jangan egois memakai mobil dengan lewat jalan tikus dan menyusahkan kami para pengendara motor.

Penulis: Mohammad Rafatta Umar
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jembatan Pelor Malang, Jalan Tikus yang Memudahkan, tapi Berbahaya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 Februari 2026 oleh

Tags: Jalan TB Simatupangjalan tikusjalan tikus di jakartapengendara mobil
Mohammad Rafatta Umar

Mohammad Rafatta Umar

Mahasiswa Ilmu Politik di Jaksel yang pesimis sama negara.

ArtikelTerkait

Jembatan Pelor Malang, Jalan Tikus yang Memudahkan, tapi Berbahaya di Malang Mojok.co

Jembatan Pelor Malang, Jalan Tikus yang Memudahkan, tapi Berbahaya

19 September 2025
UNJ Kampus yang Nggak Ramah Pejalan Kaki, tapi Ramah ke Pengendara Mobil Mojok.co

UNJ Kampus Negeri yang Nggak Ramah Pejalan Kaki, tapi Ramah ke Pengendara Mobil

13 Februari 2024
Kendaraan Plat F Adalah Maut, Musuh Bersama Pengendara Se-Jadetabek!

Kendaraan Plat F Adalah Maut, Musuh Bersama Pengendara Se-Jadetabek!

29 Juli 2024
Tilang Elektronik: Bukannya Berusaha Mematuhi, Malah Berlomba Mencurangi (Pixabay.com)

Tilang Elektronik: Terobosan Canggih yang Dilematik

31 Maret 2021
Pengendara Mobil Sambil Merokok Adalah Seburuk-buruknya Manusia di Bumi Ini

Pengendara Mobil Sambil Merokok Adalah Seburuk-buruknya Manusia di Bumi Ini

23 November 2024
Memangnya Salah kalau Warga Kabupaten Tuban Kaya Mendadak dan Beli Mobil? terminal mojok.co

Sing Nduwe Mobil i Ngopo Toh Seneng Men Ngebut Nek Udan, Padahal Lak Yo Ra Keudanan?

3 Januari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

3 Agustus 2026
Di Tasikmalaya, jadi tukang parkir liar itu wajar, sebab lapangan kerja di kota ini begitu langka!

Di Tasikmalaya, jadi tukang parkir liar itu wajar, sebab lapangan kerja di kota ini begitu langka!

3 Agustus 2026
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026
Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan Mojok.co

Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan

3 Agustus 2026
Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026
Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura Mojok.co

Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura

3 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.