Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

PTC dan PCM, Dua Mall di Surabaya yang Kompak Menganggap Pengguna Motor sebagai Anak Tiri

Ferika Sandra oleh Ferika Sandra
30 Januari 2026
A A
PTC Surabaya dan PCM Surabaya, 2 Mall di Surabaya yang Kompak Menganggap Pengguna Motor sebagai Anak Tiri

PTC Surabaya dan PCM Surabaya, 2 Mall di Surabaya yang Kompak Menganggap Pengguna Motor sebagai Anak Tiri

Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi perantau baru di Surabaya itu awalnya menyenangkan. Kotanya besar, mallnya besar, jalannya besar. Tapi setelah dijalani beberapa alama, barulah hal-hal tak menyenangkan muncul. Salah satunya, perkara parkir motor. Lebih tepatnya, parkir motor di Pakuwon Trade Center dan Pakuwon City Market, atau yang biasa disingkat PTC dan PCM.

Kedua tempat ini, entah kenapa, kompak sekali dalam memperlakukan parkiran motor seperti kerabat jauh yang cuma diingat saat Lebaran. Pengalaman ini bukan mengada-ada. Saya pernah merasakan betapa pusingnya parkir di PTC dan PCM Surabaya..

Parkir motor di luar adalah takdir yang tidak bisa ditawar di PTC dan PCM

Sebagai manusia bermotor, saya datang ke PCM atau PTC Surabaya dengan ekspektasi yang wajar. Minimal, ada pilihan. Mau parkir di dalam gedung dengan tarif sekian, atau di luar dengan tarif lebih murah. Atau kalau lagi penuh, ya terpaksa di luar. Logika ini lazim di banyak kota.

Tapi di PTC dan PCM Surabaya, logika itu gugur sebelum sempat berkembang. Memang parkiran motor hampir di sebagian besar mall di Surabaya itu berada jauh memutar dari pintu depan. Tapi di kedua mall ini, tidak ada parkir motor di dalam. Semua wajib di luar, seakan-akan diminta tahu diri sebelum berjuang.

Kalau mobil mendapat basement yang teduh, motor cukup diberi halaman terbuka. Kalau mobil dinaungi atap, motor harus belajar berdamai dengan cuaca. Fenomena ini menjadi culture shock bagi perantau seperti saya.

Dalam bayangan saya, mall megah dan besar seperti PTC Surabaya semestinya menyediakan parkir motor yang ramah dan teduh. Ternyata yang ramah justru hujan dan panas, lengkap dengan topping kesabaran.

Sehat di badan, tidak di perasaan

Setelah parkir, perjalanan belum benar-benar usai. Masih ada jarak yang harus ditempuh dengan berjalan kaki menuju pintu masuk mall PTC dan PCM. Iya, jalan kaki itu menyehatkan, tapi beda cerita kalau jalan kakimu di Surabaya, dan jauh. Beda. Matahari di sini, cuma sepelemparan batu.

Itu kalau cuaca sedang panas. Kalau hujan, kita akan masuk mall dalam keadaan basah. Di saat-saat itulah mengutuk keadaan ekonomi jadi sebuah hal yang masuk akal. Kalau punya mobil, jelas sudah santai masuk parkiran. Sedangkan pengendara motor, ya sudah, menerima nasib.

Baca Juga:

Jalan Mayjen Jonosewojo Surabaya Kawasan Elite, Kualitas Jalan Sulit: Daerah Mahal kok Aspalnya Rusak!

Pengalaman Saya Mengunjungi THR IT Mall Surabaya: Nuansanya Suram dan Hampir Kena Tipu

Ironisnya, PTC dan PCM adalah mall yang megah. Interiornya modern. Tenant-nya lengkap. Lampunya estetik. Toiletnya wangi. Semua terasa dirancang dengan penuh perhatian. Tapi begitu keluar sedikit saja dari bangunan utama, ke area parkir motor, suasana berubah drastis. Seolah-olah bagian ini tidak masuk prioritas desain.

Padahal, di kota seperti Surabaya, motor bukan minoritas. Ia adalah alat mobilitas utama yang datang setiap hari dan paling setia.

BACA JUGA: 4 Mall di Surabaya yang Paling Nggak Ramah Pengendara Motor, Mall Elite Parkiran Motor Sulit

Pengendara motor memang seperti anak tiri, tapi mereka tetap kembali ke PTC dan PCM

Sebagai perantau dari Malang, kejutan ini terasa lumayan keras. Di Malang, parkir motor di luar itu pilihan sadar. Mau hemat, silakan. Mau nyaman, juga ada opsinya. Bahkan kalau parkiran dalam penuh saat high season, parkir luar tetap terasa sebagai kondisi darurat, bukan sistem permanen.

Sementara di PTC Surabaya dan PCM Surabaya, motor sudah lebih dulu diposisikan di luar pagar kemewahan. Ini bukan soal membandingkan kota mana lebih baik, tetapi perihal perbedaan cara memandang motor sebagai bagian dari ekosistem di mall.

Yang paling menarik, pengendara motor tetap datang dan memenuhi parkiran sejak pagi hingga menjelang mall tutup. Jujur saya heran, bagaimana bisa parkiran motor 2 mall ini seperti tidak pernah kosong sama sekali.

BACA JUGA: 3 Mall di Surabaya yang Sebaiknya Nggak Dikunjungi Jelang Lebaran

Intinya….

Sebenarnya ada banyak pilihan bagi pengunjung mall ini. Jika tidak ingin motor kepanasan atau kehujanan di area parkir PTC dan PCM, solusinya sederhana: tinggalkan motor, naik ojek mobil, lalu masuk mall dengan kondisi rapi dan kering.

Namun justru dari situ saya belajar satu hal yang cukup terang melalui dua mall Pakuwon, bukan hanya barang yang memiliki kasta, kendaraan pun demikian.

Pengunjung sepeda motor di PTC Surabaya dan PCM Surabaya ini barangkali tidak menuntut banyak. Yang kami minta amat sederhana, pengelola mall menyediakan tempat parkir yang proper.

Sepele memang, tapi ya, memang itu saja yang kami, pengendara motor, minta. Semoga PTC Surabaya dan PCM Surabaya mau mendengar keluhan kami.

Penulis: Ferika Sandra
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Alasan Pakuwon Mall Surabaya Lebih Baik daripada Tunjungan Plaza

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Januari 2026 oleh

Tags: mall di surabayapakuwonPakuwon Mall Surabayapcm surabayaptc surabaya
Ferika Sandra

Ferika Sandra

Seorang pustakawan dari Kota Malang yang mencoba menulis untuk menertibkan pikiran. Gemar dengan isu-isu literasi dan kebudayaan.

ArtikelTerkait

Karen Chicken by Olive Chicken Dari Jogja untuk Surabaya (Mojok.co:Agung Purwandono)

Karen Chicken by Olive Chicken Disambut Hangat Warga Surabaya, Masterpiece Ayam Goreng Asal Jogja yang Jadi Primadona

29 Mei 2024
Jalan Mayjen Jonosewojo Surabaya Kawasan Elite, Kualitas Jalan Sulit: Daerah Mahal kok Aspalnya Rusak!

Jalan Mayjen Jonosewojo Surabaya Kawasan Elite, Kualitas Jalan Sulit: Daerah Mahal kok Aspalnya Rusak!

29 Januari 2026
4 Alasan Pakuwon Mall Surabaya Lebih Baik daripada Tunjungan Plaza

4 Alasan Pakuwon Mall Surabaya Lebih Baik daripada Tunjungan Plaza

3 November 2023
Parkir Motor Pakuwon Mall Surabaya Benar-benar Nggak Manusiawi, Bukti Nyata Pengendara Motor Selalu Didiskriminasi

Parkir Motor Pakuwon Mall Surabaya Benar-benar Nggak Manusiawi, Bukti Nyata Pengendara Motor Selalu Didiskriminasi

12 Maret 2024
Pengalaman Saya Mengunjungi THR IT Mall Surabaya: Nuansanya Suram dan Hampir Kena Tipu

Pengalaman Saya Mengunjungi THR IT Mall Surabaya: Nuansanya Suram dan Hampir Kena Tipu

22 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata (Gil Ribeiro via Unsplash)

5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata

30 Januari 2026
Malang Hari Ini Adalah Definisi Cantik tapi Toxic (Unsplash)

Sisi Gelap Malang Hari ini: Masih Cantik, tapi Semakin Toxic

25 Januari 2026
4 Keistimewaan Jadi Driver Ojol yang Saya Yakin Nggak Dirasakan Pekerja Lain Mojok.co

4 Keistimewaan Jadi Driver Ojol yang Saya Yakin Nggak Dirasakan Pekerja Lain

27 Januari 2026
6 Tips Makan Soto Ayam Jalan Bank H. Loso Purwokerto Agar Makin Nikmat Mojok.co

6 Tips Makan Soto Ayam Jalan Bank H. Loso Purwokerto agar Makin Nikmat

26 Januari 2026
3 Makanan Sunda yang Namanya Aneh dan Bikin Nggak Nafsu Makan Mojok.co

3 Makanan Sunda yang Namanya Aneh dan Bikin Nggak Nafsu Makan

29 Januari 2026
5 Rekomendasi Bakmi Jawa Enak di Jogja yang Cocok di Lidah Wisatawan Mojok.co

5 Rekomendasi Bakmi Jawa Enak di Jogja yang Cocok di Lidah Wisatawan

26 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Salah Kaprah Soal Tinggal di Perumahan, Padahal Lebih Slow Living-Frugal Living Tanpa Dibebani Tetangga ketimbang di Desa
  • Sebagai “Alumni” KA Airlangga, Naik KA Taksaka Ibarat “Pengkhianatan Kelas” yang Sesekali Wajib Dicoba Untuk Kesehatan Mental dan Tulang Punggung 
  • Memfitnah Es Gabus Berbahaya adalah Bentuk Kenikmatan Kekuasaan yang Cabul
  • Waste to Energy (WtE): Senjata Baru Danantara Melawan Darurat Sampah di Perkotaan
  • AI Mengancam Orang Malas Berpikir, Tak Sesuai dengan Ajaran Muhammadiyah
  • Menjadi Guru BK Capek Mental dan “Tak Menghasilkan”, Memilih Resign dan Kerja Kantoran Meski Harus Mengubur Cita-Cita

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.