Lawson X Jujutsu Kaisen nggak boleh dilewatkan pencinta anime…
“Mas! Nanti mau keluar nggak?” tanya adik sepupu saya mendadak. Saya tahu itu adalah kode, entah dia akan titip rokok, camilan, atau makan malam. Tetapi malam itu dia punya kebutuhan yang lebih penting: sebuah kartu random di meja kasir Lawson. Trading Card kolaborasi Lawson dan Jujutsu Kaisen. Dan kartu itu adalah bonus jika membeli produk kolaborasi tempat nongkrong sekaligus minimarket ini.
“Penting kartunya, Mas. Jajanannya habisin aja,” imbuh adik saya sembari menyerahkan uang Rp50 ribu. Lumayan sih, saya bisa jajan gratis asalkan membawa pulang amplop berisi kartu misterius. Selain itu, yang penting hasrat gacha adik saya tersalurkan. Meski harus saya akui, agak malas keluar rumah karena Jogja hujan sedari siang.
Perjalanan menuju gerai Lawson terdekat terasa dingin. Hampir saja saya menolak tawaran menggiurkan adik saya itu. Tetapi setelah sampai di Lawson, memesan dan menikmati jajanan di sana, saya merasa ini keputusan tepat. Hujan badai Jogja, odeng, dan kopi. Terlalu sempurna!
Kolaborasi Lawson X Jujutsu Kaisen yang Bikin Penasaran
Begitu sampai di gerai Lawson, saya langsung disambut papan promosi. Seri Odeng Jujutsu Kaisen dibanderol 25 ribu. Sedangkan seri Kopi Jujutsu Kaisen hanya 20 ribu. Lumayan, masih ada kembalian. Dan ketika saya hitung, ini lebih murah ketimbang beli menu reguler plus membeli collectible card terpisah.
Saya pikir ini strategi tepat bagi Lawson. Setelah beberapa waktu lalu mereka berkolaborasi dengan One Piece, mereka melanjutkan penetrasi di pasar pencinta anime dan manga. Dan memilih Jujutsu Kaisen jelas tepat. Fanbase-nya lumayan fanatik. Contohnya ya adik saya ini.
Sebelum berangkat saya bertanya perkara manga dan anime Jujutsu Kaisen. Dan… sebaiknya saya tidak perlu menulis penjelasan adik saya karena kalian akan membaca hasil riset komprehensif setebal 300 halaman untuk season 1 saja. Intinya, anime ini bertema supranatural dengan tokoh utama Yuji Itadori. Tetapi dia punya khodam mengerikan bernama Sukuna. Sisanya silakan kalian cari di wiki ataupun tanya adik saya.

Seri khusus Lawson X Jujutsu Kaisen, harga lebih masuk
Saya langsung memesan seri Odeng dan Kopi. Seri Odeng Lawson hanya ada satu paket. Isinya lobster ball, chikuwa jumbo, siomay rolled, dan cheese dumpling. Sementara untuk kopi ada 7 pilihan, dan saya memilih Iced Caramel Vanilla Latte yang biasa saya beli. Kembaliannya? Jelas masuk kantong saya!
“Silakan ambil kartu sama stikernya, Mas,” kata kasir setelah menyelesaikan pesanan saya. Ternyata tiap beli minuman, bonus yang didapat adalah collectible stickers. Sementara beli odeng bonus collectible card.
Saya mengambil keduanya secara acak. Entah apa isinya, yang penting saya bisa jajan enak dan gratis malam itu.
Baca juga: Kopi Lawson Kelewat Murah padahal Rasanya Juara, Ini Jualan Apa Sedekah?
Saya mencoba kalkulasikan harga seri Jujutsu Kaisen dengan pembelian ala carte Lawson. Ternyata memang lebih murah dan dapat bonus pernak-pernik koleksi tadi. Jadi ini masih worth it.
Saya mendapat seri Lawson X Jujutsu Kisen: Hidden Inventory/Premature Death. Ada satu lagi seri bertema Shibuya Death. Dua seri ini punya kemasan jajanan dan seri koleksi yang berbeda. Sebenarnya saya lebih suka seri Shibuya Death karena desain kemasan dan kartunya lebih epic. Tapi tidak masalah. Toh tadi adik saya tidak request seri apa.

Odeng Lawson enak juga
Jujur saja, itu adalah kali pertama saya jajan odeng. Selama ini saya hanya rutin membeli kopi seri Jumbo Lawson untuk bekal kerja. Awalnya saya menduga odeng adalah makanan alien yang membuat dahi saya berkerut dengan rasa tidak karuan ala seblak dan jajanan viral lainnya. Eh, ternyata rasa odeng Lawson lumayan juga.
Saat menyeruput kuahnya, saya langsung yakin ini kaldu jamur. Kaldu jamur yang umami dan segar terasa ringan dan hangat di mulut. Apalagi Jogja sedang hujan dari siang dengan angin yang menusuk tulang. Dengan cuaca yang seperti ini, odeng memang cocok jadi comfort food.
Saya juga menikmati es kopi yang sudah jadi langganan. Tentu sama saja seperti biasa. Bedanya kopi kali ini disponsori adik saya, dan kemasannya bergambar Toji Fushigiro.
Pilihan kopi kali ini sangat tepat, bisa mengimbangi umami kuat dari kuah odeng Lawson. Setelah odeng habis, saya menghabiskan separuh kopi karamel sembari menatap hujan Jogja yang katanya romantis.
Sejujurnya saya sudah lelah kehujanan dan mengutuk hujan malam itu. Tapi benar kata orang, hujan bawa berkah. Meski kehujanan, saya dapat jajanan yang nikmat ditambah kopi segar. Ah, nanti saja mengutuk hujannya. Saya ingin menikmati kopi di teras atas gerai Lawson yang lengang dan cosplay jadi pujangga Jogja yang resah.
Ternyata tangan saya “bau”
Saya tidak menunda pulang begitu kopi habis. Begitu sampai di rumah, saya melempar dua amplop collectibles dari Lawson X Jujutsu Kaisen. Adik saya tidak membalas, dia langsung membuka amplop.
“Tanganmu bau, Mas!” keluhnya sambil melempar kartu dari saya. Saya melirik gambar kartu. Itu Yuji Itadori, si tokoh utama. Pantas saja dia senewen, soalnya kartu serupa sudah ada di meja laptopnya.
“Yowis, besok bayarin jajan lagi.” balas saya enteng. Toh, dia hanya butuh kartunya dan malas keluar rumah. Saya bisa jajan lagi, mengambil kartu dan stiker random lagi, dan terus berulang sampai program kolaborasi Lawson X Jujutsu Kaisen ini selesai.
Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Intan Ekapratiwi
BACA JUGA Rekomendasi 6 Menu Lawson Terbaik yang Wajib Dicicipi Minimal Sekali Seumur Hidup.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















