Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

Faris Firdaus Alkautsar oleh Faris Firdaus Alkautsar
14 Januari 2026
A A
Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama (Hijrah Abu via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya bersyukur lahir dan besar di Kota Tangerang. Bukan karena kotanya paling indah, apalagi paling estetik buat konten media sosial, tapi karena satu hal yang sering disepelekan orang: mudah dan murah buat jalan-jalan.

Kalimat “wisata mahal” memang sering terdengar di telinga. Tapi lama-lama saya sadar, mahal atau tidaknya wisata sering kali bukan soal tempatnya, melainkan akses menuju ke sana. Bandingkan saja dengan daerah seperti Serang atau Pandeglang. Banyak destinasi alamnya bagus, tapi transportasi belum terintegrasi. Mau tidak mau harus naik kendaraan pribadi, belum lagi urusan pungli yang kadang bikin liburan terasa seperti ujian mental.

Sebagai anak Tangerang, saya punya privilege yang jarang saya sadari sebelumnya: kalau bosan, saya bisa keluar rumah dan langsung sampai tempat wisata tanpa harus mikir bensin, parkir, atau “uang tambahan tak terduga”. Dan ini betul-betul membantu.

Tangerang, kota dengan banyak taman dan ruang bernapas

Tangerang mungkin bukan kota tujuan wisata utama, tapi urusan ruang terbuka hijau, kota ini tidak pelit. Ada sekitar 32 taman tematik, mulai dari taman gajah tunggal, taman burung, sampai taman Situ Cipondoh.

Situ Cipondoh jadi tempat favorit saya karena lokasinya dekat dari rumah. Cukup jalan kaki sekitar satu kilometer, sudah bisa menikmati hal-hal menyenangkan di tempat ini. Di sana ada danau, jogging track, dan floating market kecil yang menjual jajanan. Kalau lagi suntuk, duduk di bangku taman sambil menatap riak air danau sudah cukup bikin kepala adem.

BACA JUGA: Tangerang Selatan (Memang) Masih Jelek, tapi Apa Ada Kota Pinggir Jakarta yang Lebih Baik?

Yang menyenangkan, untuk mengakses Situ Cipondoh tidak perlu tiket masuk. Tidak perlu rencana ribet. Mau melamun bisa, mau jogging santai juga aman. Di kota yang ritmenya makin cepat, ruang-ruang seperti ini terasa penting, untuk menyendiri dan menenangkan diri.

Transportasi umum yang bikin wisata jadi masuk akal

Masalah utama orang malas jalan-jalan biasanya satu: transportasinya gimana. Macet bikin capek, nyetir jauh bikin pantat pegal, dan ongkos bensin sering bikin mikir dua kali. Tapi inilah yang bikin Tangerang juara, sebab tersedia banyak transportasi umum. Jadi ya, naik transportasi umum jadi opsi yang realistis. Ada Bus Tayo dan angkot Si Benteng untuk keliling kota. Mau ke luar kota? Tinggal pilih Transjakarta atau KRL.

Baca Juga:

Poris Plawad, Negeri di Ujung Tangerang yang Katanya Pusat Ilmu Sihir

Pengalaman Sehari-hari Lewat Tol Jakarta-Tangerang yang Bikin Tua di Jalan

Ke Jakarta bisa naik Transjakarta T11 atau T12 dari Terminal Poris Plawad, atau Koridor 13 dari CBD Ciledug. Mau ke Istiqlal tinggal naik T12. Mau ke Petamburan pakai T11. Tinggal sesuaikan arah, tidak perlu pusing.

Tangerang juga punya empat stasiun KRL: Poris, Batu Ceper, Tanah Tinggi, dan Tangerang. Mau KRL-an buat nongkrong, kuliah, atau kerja rasanya cukup nyaman. Kalau turun stasiun dan ojol lagi susah, masih ada ojek pangkalan yang setia menunggu dan mengantar hingga tempat tujuan. Sebagai catatan, jangan lupa tanya hanya dan lakukan penawaran. Saya kurang menyarankan naik opang jika ga kepepet keadaan sebab tarif yang lebih mahal jika dibandingkan opang.

Wisata murah ala mahasiswa

Sebagai mahasiswa, saya merasakan betul bahwa wisata murah itu soal strategi. Mau Jumatan di Istiqlal lalu jalan kaki ke Monas? Bisa. Ongkos Transjakarta pulang pergi sekitar tujuh ribu rupiah. Mau ke Ancol, Bogor, UI, atau sekadar turun di Palmerah buat lihat Gedung DPR, semua bisa diakses dengan KRL.

Kalau tempat wisatanya berbayar, kartu tanda mahasiswa sering jadi penyelamat. Tinggal tunjukkan, harga tiket bisa lebih ramah dibandingkan umum.

BACA JUGA: Nggak Semua Tangerang Itu Mewah dan Modern seperti BSD dan Alam Sutera, Masih Ada Kabupaten Tangerang!

Catatannya satu: murah kalau tidak jajan sembarangan. Bawa bekal dari rumah jauh lebih masuk akal daripada kalap beli makanan yang ujung-ujungnya bikin saldo menipis tanpa sadar. Membawa bekal dari rumah juga menghindari pedagang yang menggetok harga. Walaupun dagangan PKL masih ramah dikantong lebih baik bertanya harga daripada kena getok.

Privilege yang sering tidak disadari 

Pengalaman ini bikin saya sadar, wisata bukan cuma soal niat, tapi soal akses. Tinggal di kota dengan transportasi terintegrasi dan ruang publik yang layak adalah privilege yang sering dianggap biasa.

Dan sebagai anak Tangerang, saya benar-benar bersyukur tentang ini. Saya tidak selalu butuh uang banyak untuk sekadar keluar rumah dan bernapas sebentar. Kadang cukup naik bus, duduk di taman, atau KRL-an tanpa tujuan yang terlalu muluk.

Di tengah narasi bahwa liburan harus mahal dan jauh, Tangerang mengajarkan satu hal sederhana: jalan-jalan itu bisa murah serta mudah, asal kotanya melakukan pembenahan berupa akses yang mudah.

Penulis: Faris Firdaus Alkautsar
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Tangerang Rasa Timur Tengah: Jadi Pusat Bisnis, Minim RTH

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Januari 2026 oleh

Tags: Kota Tangerangstasiun di tangerangtangerangwisata di tangerang
Faris Firdaus Alkautsar

Faris Firdaus Alkautsar

Mahasiswa Akuntansi Universitas Terbuka. Punya motto hidup "walau berjalan di atas bumi, ingatlah bahwa kita hidup di bawah langit".

ArtikelTerkait

Tangerang dan Jakarta Barat Semakin Mirip, Makin Ribet (Unsplash)

Tangerang Kini Menjadi Adik Tiri Jakarta Barat yang Semakin Mirip: Mulai dari Budaya, Ekonomi, Hingga Kemacetan

2 Mei 2025
Depok-Tangerang Sepele, Cuma Tempat Numpang Pekerja Jakarta (Pexels)

Depok dan Tangerang Dipandang Lebih Rendah Dibanding Jakarta karena Sebatas “Tempat Numpang” Para Pekerja

4 Maret 2025
Nyatanya, Malang Benar-benar Indah tangerang UM

Enak Mana, Tinggal di Tangerang atau Malang? Ya Jelas Malang, lah! (Syarat dan Ketentuan Berlaku)

18 Desember 2023
Pemerintah Tangerang Raya Sibuk Bangun Dinasti hingga Nggak Peduli Soal Sampah dan Polusi

Pemerintah Tangerang Raya Sibuk Bangun Dinasti hingga Nggak Peduli Soal Sampah dan Polusi

1 Juni 2024
Jalan Pemda Tigaraksa Tangerang, Jalan yang Menguji Kestabilan Pengendara Motor. Cocok Dilalui sebelum Ujian SIM

Jalan Pemda Tigaraksa Tangerang, Jalan yang Menguji Kestabilan Pengendara Motor. Cocok Dilalui sebelum Ujian SIM

15 April 2024
Poris Plawad, Negeri di Ujung Tangerang yang Katanya Pusat Ilmu Sihir

Poris Plawad, Negeri di Ujung Tangerang yang Katanya Pusat Ilmu Sihir

4 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dominasi Motor Honda Akan Segera Berakhir, sebab Motor Keluaran Baru Yamaha Harus Diakui Lebih Berkualitas!

Dominasi Motor Honda Akan Segera Berakhir, sebab Motor Keluaran Baru Yamaha Harus Diakui Lebih Berkualitas!

9 Januari 2026
Alasan Orang Lebih Memilih Menu Kopi Susu Gula Aren daripada Menu Kopi Lain di Kafe Mojok.co

4 Alasan Orang Lebih Memilih Kopi Susu Gula Aren daripada Menu Kopi Lain di Kafe

12 Januari 2026
Sisi Gelap Solo, Serba Murah Itu Kini Cuma Sebatas Dongeng (Shutterstock)

Sisi Gelap Solo: Gaji Tidak Ikut Jakarta tapi Gaya Hidup Perlahan Mengikuti, Katanya Serba Murah tapi Kini Cuma Dongeng

11 Januari 2026
Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

14 Januari 2026
Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet Mojok.co

Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet 

10 Januari 2026
Pengendara Motor yang Juga Pengguna Kacamata Adalah Orang Paling Sial ketika Hujan

Pengendara Motor yang Juga Pengguna Kacamata Adalah Orang Paling Sial ketika Hujan

8 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan
  • Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa
  • Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua
  • Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga
  • Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut
  • Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.