Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Pindang Tetel: Makanan Khas Pekalongan yang Nggak Masuk Akal tapi Wajib Dijajal

Mei Rahmawati oleh Mei Rahmawati
8 Desember 2025
A A
Pindang Tetel: Makanan Khas Pekalongan yang Nggak Masuk Akal tapi Wajib Dijajal

Pindang Tetel: Makanan Khas Pekalongan yang Nggak Masuk Akal tapi Wajib Dijajal (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pernah mendengar soal pindang tetel? Seperti apa bentuk hidangannya, dan rasa apa yang terbayang di pikiranmu? Kalau penasaran, kamu harus baca artikel ini sampai selesai. Tujuannya satu: supaya kamu tidak salah mengartikan kelezatan makanan khas Pekalongan satu ini di balik namanya yang terdengar sedikit menggelikan.

Tulisan ini berangkat dari cerita salah satu teman saya yang keheranan melihat makanan yang sama sekali tidak selaras dengan namanya. Orang yang baru pertama kali mendengarnya biasanya akan mengira kalau pindang tetel adalah olahan ikan pindang yang diberi berbagai bumbu penyedap.

Jika diartikan secara harfiah dalam bahasa Jawa Pekalongan, pindang adalah olahan ikan yang direbus dan digarami, sementara tetel adalah tetelan. Jadi, pemaknaan lengkapnya mungkin dipahami sebagai “tetelan dari olahan ikan pindang”. Padahal yang mengejutkan, sajian khas warga Pekalongan ini justru tidak ada kaitannya sama sekali dengan pindang maupun tetelan sebagaimana definisi di atas.

Apa itu pindang tetel?

Pindang tetel adalah salah satu makanan khas Pekalongan yang disajikan dengan guyuran kuah hitam dan berbagai bumbu pawon lainnya. Isian dalam kuliner ini justru berupa irisan daging yang dipadukan dengan kerupuk usek. Kerupuk usek adalah kerupuk yang digoreng menggunakan pasir, bukan minyak.

Kuah pindang tetel dimasak cenderung encer, sehingga kesegarannya terasa maknyus saat diseruput. Rasanya gurih, sedikit pedas, dan aromanya khas karena penggunaan kluwek. Kuliner ini paling nikmat disantap ketika masih panas kemebul.

Akan lebih menggugah selera lagi jika kamu menambahkan gorengan ke dalam kuahnya. Beuuuh, wenakeee! Sebagai pelengkap, kamu juga bisa mencocol lontong sebagai pengganti nasi untuk mengganjal perut yang sedang berdendang.

Harga terjangkau

Seporsi pindang tetel di Pekalongan biasanya dihargai sekitar Rp4.000 hingga Rp10.000. Tentu saja harga ini tergantung lokasi. Beberapa warung kecil masih mematok harga di bawah Rp5.000, sementara warung lainnya sudah memasang harga di atas Rp7.000.

Kuliner yang berinovasi

Ternyata bukan hanya teknologi yang bisa berinovasi, kuliner khas Pekalongan ini pun ikut berevolusi pada sisi isiannya. Di beberapa tempat yang pernah saya kunjungi, tersedia menu kluban, yakni campuran irisan berbagai sayuran dengan pindang tetel. Awalnya saya ragu untuk mencicipi, tapi rasa yang dihasilkan justru semakin enak. Perpaduan yang tampak aneh itu ternyata berhasil mengecoh karena kelezatannya.

Baca Juga:

Nasi Megono Wonosobo, Olahan Nasi Terbaik yang Pernah Saya Cicipi dan Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

Pekalongan Masuk Jawa Tengah, tapi Secara Budaya Lebih Dekat dengan Atlantis

Tidak semua warung di Pekalongan menyediakan kluban pindang tetel. Banyak tempat yang tetap menawarkan versi original. Begitu pula selera orang, ada yang lebih suka inovasi, tapi banyak juga yang bertahan pada rasa klasik.

Rekomendasi warung pindang tetel di Pekalogan

Di Pekalongan, kamu bisa menemukan warung pindang tetel di banyak lokasi, seperti kawasan Buaran, Jalur Kedungwuni, dan lainnya. Namun kali ini saya akan merekomendasikan tiga warung yang menurut saya punya daya tarik tersendiri.

Pertama, warung Om Teguh. Berlokasi di Jalan Raya Pakumbulan, Watusalam, Buaran, Pekalongan, warung ini menawarkan pengalaman kuliner yang unik. Warungnya berada di pinggir sawah dengan konsep saung sederhana. Kamu bisa menikmati makanan sambil memandang hamparan sawah hijau.

Seporsi pindang tetel Om Teguh disajikan dalam mangkuk tempurung kelapa. Harganya sangat ramah di kantong, sekitar Rp10.000 per porsi.

Kedua, warung Mbak Isah yang terletak di Sapugarut, Buaran. Hidangan pindang tetel di sini sudah menjadi favorit warga Pekalongan selama sekitar 30 tahun. Berbekal uang Rp15 ribu, kamu sudah bisa mencicipi seporsi pindang tetel yang autentik.

Ketiga, pindang tetel Lapangan Gondang Wonopringgo. Meski lokasi warung terakhir ini agak sulit ditemukan, pindang tetel di sini jadi jujugan warga karena kuahnya yang cukup pekat. Cocok sekali disantap di siang hari sambil menikmati gorengan dan es teh.

Kalau masih ada temanmu yang bingung atau salah paham soal kuliner khas Pekalongan satu ini, coba ajak dia mencicipi kuliner ini langsung. Sayang sekali kalau makanan ikonik ini hanya lewat di telinga tanpa pernah dicoba. Ia layak dikenal bukan karena namanya yang membingungkan, tetapi karena rasanya yang bikin ketagihan.

Penulis: Mei Rahmawati
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Selain Megono, Berikut Kuliner Khas Pekalongan yang Wajib Kalian Ketahui.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Desember 2025 oleh

Tags: Kabupaten Pekalongankuliner khas pekalongankuliner pekalonganmakanan khaspekalonganpindang tetel
Mei Rahmawati

Mei Rahmawati

Alumnus UIN Gusdur Pekalongan yang saat ini mengabdi sebagai guru honorer. Bercita-cita jadi penulis. Penikmat seni, suka mendoan dan teh anget pinggir jalan.

ArtikelTerkait

Betapa Pentingnya Kehadiran McDonald’s di Pekalongan

Betapa Pentingnya Kehadiran McDonald’s di Pekalongan

16 September 2023
3 Rekomendasi Makanan Berkuah Khas Banyuwangi yang Wajib Dicoba sebelum Meninggal

3 Rekomendasi Makanan Berkuah Khas Banyuwangi yang Wajib Dicoba sebelum Meninggal

23 Oktober 2023
Pekalongan Berdosa ketika Gaji UMR Sudah Dianggap Tinggi! (Unsplash)

Dosa Kota Pekalongan: Membiarkan Warganya Percaya kalau Gaji UMR Termasuk Sudah Tinggi, Padahal Itu Upah Minimum!

3 Agustus 2023
Pekalongan Kota Cheater, Julukan yang Bikin Suhu Kerap Dikira (Aslinya) Cupu pekalongancheater

Pekalongan Kota Cheater, Julukan yang Bikin Suhu Kerap Dikira (Aslinya) Cupu

9 Maret 2024
Sudah Saatnya Bandara di Indonesia Menjadi Ruang untuk Mempopulerkan Makanan Khas Daerah

Sudah Saatnya Bandara di Indonesia Menjadi Ruang untuk Mempopulerkan Makanan Khas Daerah

3 Desember 2025
Wingko Babat Kok Jadi Makanan Khas Semarang?

Wingko Babat Kok Jadi Makanan Khas Semarang?

27 November 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026
Ciri Khas 3 Sate Ayam Ponorogo Dilihat dari Daerah Produksinya sate ayam madura

Sate Ponorogo, Sate Terbaik yang Pernah Ada. Sate Madura dan Sate Padang Minggir Dulu Sana ke Pojokan

9 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026
4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Antropologi Unair Diremehkan dan Dianggap “Gampangan”, padahal Kuliahnya Nggak Main-main dan Prospek Kerjanya Luas
  • Evolusi Kelelawar Malam di Album “Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata
  • Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina
  • Buka Bisnis di Desa Menggiurkan, Tapi Bukannya Slow Living Malah Dibayangi Sengsara karena Kebiasaan Warga
  • Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif
  • Sisi Gelap di Balik Naiknya Harga Gudeg Jogja Langganan yang Membuat Stigma Buruk Semua Gudeg Itu Mahal Makin Dihina Orang Tolol

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.