Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Belajar Akhlak Baik, Akhlak Buruk, dan Iman Dari Tan Malaka

Novianto Topit oleh Novianto Topit
14 Juni 2019
A A
tan malaka

tan malaka

Share on FacebookShare on Twitter

Dari mana kita dapat belajar akhlak baik, akhlak buruk, dan iman? Dari mana lagi, kalau bukan, dari Tan Malaka—seorang Sufi sekelas Rabiatul Adawiyah. Alfatihah—teriring doa semoga mereka berjodoh di surga. Tulisan ini, khususnya saya persembahkan untuk Smart People yang nyinyirin tulisan saya sebelumnya soal Deddy Corbuzier.

Supaya lebih afdol—sebelum membaca tulisan ini dan sebelum bukunya disita tentara—silahkan terlebih dahulu baca Madilog. InsyaAllah, kalau kalian membaca buku ini, kalian kan tercerahkan. Dan biarkan menjadi amal jariyah beliau. Semoga beliau dilapangkan kuburnya, biar beliau tidak perluh mengkritisi Munkar dan Nakir.

Bicara soal akhlak baik, akhlak buruk, dan iman—rasanya Tan Malaka tidak perlu diragukan lagi. Di saat pejuang yang lain bergelimangan harta, Tan Malaka memilih menolak sejahtera untuk kemaslahatan bangsanya. Di saat, pejuang yang lain gonta-ganti pasangan, Tan Malaka tetap bertahan untuk budaya ITP—Indonesia Tanpa Pacaran. Lantas apa kurangnya?

Tan Malaka yang berasal dari keluarga Islam taat—dari kalangan Buya Hamka, berani untuk mengambil resiko—mengutip Kitab Taurat untuk mengajarkan akhlak, yakni 10 perintah yang Musa terima dari Allah. Menurut Tan Malaka 10 perintah itu tidak saja dijunjung tinggi oleh Yahudi, Nasrani, dan Islam, tetapi dalam pokok artinya juga oleh agama Hindu, Budha, dan filsafat Konghucu.

Untuk menguji keabsahannya—mari kita perhatikan bersama, 10 perintah Allah :

1. Akulah Tuhan, Allahmu, Jangan menyembah berhala, berbaktilah kepada-Ku saja, dan cintailah Aku lebih dari segala sesuatu.
2. Jangan menyebut Nama Tuhan Allahmu dengan tidak hormat.
3. Kuduskanlah hari Tuhan.
4. Hormatilah ibu-bapamu.
5. Jangan membunuh.
6. Jangan berzinah.
7. Jangan mencuri.
8. Jangan bersaksi dusta tentang sesamamu.
9. Jangan mengingini istri sesamamu.
10. Jangan mengingini milik sesamamu secara tidak adil.

Silahkan dibaca, sesuai dengan kecepatan agama, dan keyakinan masing – masing. Gimana—bisa dijadikan teladan, tidak? Sebagai pengakuan, saya yang beragama Islam meyakini bahwa perintah ini tidak ada sedikitpun, bertentangan dengan ajaran agama Islam. Menurut saya, Tan Malaka—kalau masih hidup—mungkin sudah diangkat jadi Menteri Agama.

Kalau kita melihat fenomena kriminal saat ini—khususnya di Indonesia yang sama kita cintai—10 perintah Allah itu memang sering menjadi trending topic.

Baca Juga:

Para Pengendara Motor di Jogja Itu Terkenal dengan Santainya, kecuali Orang Bantul Selatan

Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas

Dalam perkara Iman, Tan Malaka menyampaikan sebuah analisis ilmiah. “Dalam umumnya akan cukup kuat menantang kesusahan, kesakitan, kematian, dan terus pula menjalankan kewajibannya.”

Benarkah? Coba lihat, betapa banyak orang yang tiba-tiba jadi rajin sholat, masuk gereja, ke wihara kalau dia dalam keadaan susah, saat sakit secara otomatis dia akan berdoa kepada Tuhan, dan ketika melihat orang mati, dia akan mengingat Tuhan, serta lupa sejenak, kembali ke miras, gaplek, dan apa lagi ya?

Ini sejalan dengan peringatan Allah dalam Alquran. “Dan jika kalian ditimpa kesulitan di lautan, terlupakanlah segala yang disembah, kecuali hanya Dia (Allah) saja. Ketika Allah menyelamatkan mereka ke daratan, kalian berpaling (dari keimanan, keikhlasan, dan amal sholih). Dan manusia sungguh kufur (terhadap nikmat Allah)”—Q.S Al-Israa’ ayat 67. Melihat ini berat untuk mengatakan kutu buku seperti Tan Malaka hanya membaca buku-buku komunis, tanpa membaca Alquran. Hanya—mungkin saja—Tan Malaka tidak mau riya‘ intelektual.

Bernada kritis Tan Malaka juga mengucapkan tausiyah yang agak serius. “Iman itu pecah pada tempat dia tidak boleh pecah, yang memecah Iman itu ialah mereka yang dianggap tak akan memecahkannya.” Dasar Tan Malaka. Saya menduga saat singgah di Cina, Tan Malaka juga belajar ilmu ramal—untuk meramal kejadian di masa yang akan datang. Ilmu yang seperti punyanya Mama Laurent atau Gurita Piala Dunia.

Lihat saja, mulai dari Kampret versus Cebong, sampai dengan perseteruan Ustaz Rahmat Baequni dan Ridwan Kamil. Perseteruannya tidak dibenarkan—di tempat yang tidak tepat pula. Kalian kira Indonesia dan Masjid Al Safar itu tempat yang tepat untuk memecah iman?

Terakhir saya mengutip, nasehat Tan Malaka kepada agama Kristen, Islam, dan juga pejantan tangguh, pada Madilog halaman 531. Iman menentang musuh atau malaikat maut dan sungguh percaya dan takut kecut pada neraka itu, pada azabnya Tuhan.

Sekali lagi tetapi buat terakhir.

Kalau tuan yang menantang musuh atau malaikat itu seorang Kristen tidakkah cukup semangat yang tuan bisa peroleh dari peringatan pada sikap nabi Isa (Yesus) di atas palang gantungan? Saya maksud ialah sikap tabah, jujur.

Kalau tuan menantang musuh atau malaikat maut itu seorang Ilsam sejati tidaklah akan cukup kuat tuan peringatan pada sikap Nabi Muhammad Saw, dalam bermacam bahaya yang saya maksud juga sikap tahan jujur sebagai sikap Nabi Isa.

Kalau tuan seorang yang jantan belumlah tuan bengunkan segala kodrat yang ada dalam badan sendiri dengan perkataan yang jitu dan pemusatan pikiran yang kental dan kukuh?

Tuan ingatlah jago yang sudah berlumur darah itu, yang tak berdaya berdiri lagi itu, kalau dihadapkan kembali pada musuhnya terus menantang.

Semoga dengan membaca nasehat Tan Malaka ini kita bisa tersadarkan dan tercerahkan. Sekaligus mohon doa juga, semoga saya terhindar dari fitnah Dajjal yang dapat mengakibatkan saya dikira komunis.

Ingat! Semua agama mengajarkan kita untuk belajar dengan siapa pun selama yang disampaikan itu baik dan benar—sekalipun itu datang dari orang yang buku-bukunya telah diasingkan.

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2022 oleh

Novianto Topit

Novianto Topit

ArtikelTerkait

Warung Tenda Biru, Kuliner Sekitar UM Penyelamat Mahasiswa yang Nggak Mampu Jajan di Kantin Kampus Mojok.co

Warung Tenda Biru, Kuliner Sekitar UM Penyelamat Mahasiswa yang Nggak Mampu Jajan di Kantin Kampus

20 Februari 2024
radha krishna Sulitnya Hidup Bertangga dengan Orang yang Tidak Paham Adab terminal mojok.co

Bibi Jatila pada Serial Radha Krishna Gambaran Sempurna Tetangga Resek Level Dewa

21 Januari 2021
Jangan Lakukan 5 Hal Ini Saat Pergi ke Pemandaian Air Panas Guci Kabupaten Tegal

Jangan Lakukan 5 Hal Ini Saat Pergi ke Pemandaian Air Panas Guci Kabupaten Tegal

4 Oktober 2024
Mari Bersepakat bahwa Baju Barong Adalah Baju Santai Terbaik Terminal Mojok

Mari Bersepakat bahwa Baju Barong Adalah Baju Santai Terbaik

8 Januari 2021
pengamen dibayar untuk segera pergi request lagu pengamen jalanan mojok.co

Lika-liku Pengamen saat Ini: Dibayar Bukan Untuk Bernyanyi, tapi Agar Segera Pergi

26 Agustus 2020
3 Bisnis Langka di Argodadi Bantul

3 Bisnis Langka di Argodadi Bantul, Bisa Jadi Peluang buat yang Ingin Buka Usaha

27 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Mitos Seputar Skripsi yang Bikin Mahasiswa Stres magang skripsi kuantitatif

Tips Cepat Lulus Skripsi Kuantitatif Tanpa Jadi Tumbal Statistik dari Dosen, Dijamin Waras!

4 Juni 2026
Desa Telagamurni Bekasi Punya Semua Hal yang Dibutuhkan Warga kecuali yang Paling Penting, Kenyamanan Mojok.co

Desa Telagamurni Bekasi Punya Semua Hal yang Dibutuhkan Warga kecuali yang Paling Penting, Kenyamanan

5 Juni 2026
5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya Mojok.co

5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya

8 Juni 2026
4 Hal yang Bakal Saya Rindukan setelah Lulus dari UM Malang kkn

UM BBM: Program KKN ala UM Malang yang Punya Banyak Celah dan Penuh Masalah!

7 Juni 2026
6 Lagu Sheila On 7 yang Kurang "Nyeila", Terdengar seperti Band Lain. Perlu Diputar Berkali-kali untuk Sadar Itu Memang Lagu Mereka Mojok.co

6 Lagu Sheila On 7 yang Kurang “Nyeila”, Terdengar seperti Band Lain. Perlu Diputar Berkali-kali untuk Sadar Itu Lagu Mereka 

6 Juni 2026
Mengurai Inflasi IPK: Dosen Makin Dermawan atau Mahasiswa Makin Pintar?  

Mengurai Inflasi IPK: Dosen Makin Dermawan atau Mahasiswa Makin Pintar?  

3 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.