Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Panduan Mengenal Kota Solo, Solo Raya, Solo Coret, dan Surakarta untuk Perantau yang Sering Bingung

Muhammad Nur Azza oleh Muhammad Nur Azza
24 November 2025
A A
3 Hal yang Bikin Mahasiswa Semarang Iri Berat sama Mahasiswa Solo solo raya, surakarta, kota solo

3 Hal yang Bikin Mahasiswa Semarang Iri Berat sama Mahasiswa Solo (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Buat kamu yang baru merantau ke Solo, entah sebagai mahasiswa, karyawan, atau bahkan siap-siap jadi menantunya orang Solo, kemungkinan besar kamu pernah dengar istilah Solo, Surakarta, Solo Raya, sampai Solo Coret. Awalnya mungkin terdengar mirip, tapi kok konteksnya beda-beda. Tenang, kamu tidak sendirian. Banyak yang tinggal di Kota Solo bertahun-tahun saja masih suka bingung bedain mana yang administratif, mana yang cuma istilah pergaulan.

Mulanya kita harus memahami dulu soal Solo dan Surakarta. Sederhananya, Surakarta itu nama resmi secara administratif, yang dipakai dalam dokumen, undangan pernikahan, STNK, sampai pengumuman CPNS. Sementara Solo adalah nama nonresmi yang justru lebih populer dalam percakapan, branding pariwisata yang boleh dikatakan, Solo itu nama gaulnya Surakarta lah.

Hubungan keduanya itu semacam dua kepribadian dalam satu tubuh. Resmi iya, akrab juga iya….kayak alter ego lah. Hampir mirip Yogyakarta dan Jogja. Tapi bedanya, kalau Jogja tinggal dipotong dari nama resminya, sementara Solo ini benar-benar nama yang berbeda.

Kalau ditarik dari sejarah, ceritanya cukup menarik. Ketika Raja Mataram yakni Pakubuwana II memindahkan ibu kota Mataram dari Kartasura, ia memilih sebuah desa bernama Sala. Nah yang unik, cara bacanya bukan “Sala”, tapi “Solo”, yakni dengan bunyi “o” seperti di kata “roti”, bukan “o” bulat kayak di kata “orang”. Orang Belanda kesulitan mengucapkan Sala versi aslinya, lalu terbiasa menyebut Solo.

Nama itu kemudian melekat, sampai sekarang jadi lebih populer daripada nama resmi Surakarta. Jadi kalau kamu tanya ke warga lokal, “Asalnya mana?” Sebagian dari mereka akan menjawab, “Solo” (dengan pelafalan aslinya), bukan “Surakarta”. Kecuali kalau sedang wawancara kerja atau daftar sekolah.

Solo Raya dan Coret

Nah, sekarang masuk ke istilah Solo Raya dan Solo Coret. Ini dua istilah yang enggak ada dalam struktur pemerintahan, tapi hidup di tengah masyarakat. Solo Raya adalah sebutan untuk kawasan yang lebih luas dari Kota Solo, terdiri dari enam kabupaten sekelilingnya: Sukoharjo, Karanganyar, Boyolali, Klaten, Sragen, dan Wonogiri serta Kota Solo itu sendiri.

Ini semacam wilayah metropolitan, di mana Solo menjadi pusat ekonomi, pendidikan, budaya, dan peran-peran administratif lainnya. Makanya, orang Klaten kuliah di Solo, orang Boyolali ngantor di Solo, orang Wonogiri ngopi ke Solo, dan orang Karanganyar kalau nikahan suka bilang, “Resepsinya di Solo Coret ya…”

Nah, istilah “Solo Coret” ini muncul untuk menyebut orang yang tinggal dekat Solo, tapi bukan di wilayah Kota Solo itu sendiri. Coret di sini bukan berarti dicoret atau dianaktirikan, tapi semacam ekspresi gaul, identitas sosial yang jujur tapi santai. Tidak ada dalam peta, tapi ada dalam percakapan. Solo Coret itu ibarat “Solo versi pinggiran”, tapi tetap merasa dekat dan terkoneksi.

Baca Juga:

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

Jatuh di Rel Bengkong Purwosari Solo Bukan Kejadian Mistis, tapi Apes Aja

Jadi kalau ada yang bilang, “Aku aslinya Solo, tapi Solo Coret,” itu maksudnya ia tinggal di Solo Raya, tapi bukan di Kota Solo. Makin sering dipakai, makin terasa “resminya”. Biasanya, Solo Coret ini dipakai buat orang yang rumahnya masih Solo Raya, tapi bukan yang pinggiran alias sangat dekat dengan Kota Solo. Misalnya Colomadu, Kartasura, Solo Baru dan kawasan Bandara Adi Soemarmo.

Batas administrastif beda, tapi nyambungnya ke sana juga

Kalau kamu perantau atau mahasiswa dan ngekos di Colomadu atau Kartasura, lalu sesekali ngaku “tinggal di Solo”, itu juga sah-sah saja. Bahkan banyak pendatang baru yang merasa bingung ketika pertama tinggal di Kartasura atau Palur, lalu kok alamatnya disebut Sukoharjo atau Karanganyar, padahal tiap hari aktivitasnya di “Solo”. Memang begitulah Solo Raya. Secara batas administratif sangat berbeda, tapi secara budaya, ekonomi, dan kegiatan sehari-hari nyambungnya ke Solo.

Yaa contohnya deh…nama-nama institusi resmi di Solo Raya yang berada di luar Kota Solo tetap pakai nama Solo. Misal Universitas Muhammadiyah Surakarta, padahal kampusnya di Sukoharjo (Pabelan), UIN RM Said Surakarta padahal kampusnya di Sukoharjo dan Klaten. Bahkan bandaranya yakni Bandara Adi Soemarmo yang letaknya di Boyolali, tetap pakai nama Solo.

Jadi, kalau nanti ada temanmu ngaku dirinya orang Solo, jangan buru-buru menyimpulkan. Bisa jadi dia dari Kota Solo, bisa jadi Solo Raya, atau Solo Coret.

Penulis: Muhammad Nur Azza
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Solo dan Jogja, 2 Kota yang Kelihatannya Sangat Mirip tapi Punya Perbedaan yang Nggak Banyak Disadari

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 November 2025 oleh

Tags: eks kerisidenan surakartaKota SoloSolo Rayasurakarta
Muhammad Nur Azza

Muhammad Nur Azza

Warga Solo coret yang sedang belajar Hubungan Internasional di Solo. Menaruh perhatian pada konservasi alam dan arkeologi. Suka baca Doraemon.

ArtikelTerkait

5 Hal Unik tentang Kota Solo di Mata Turis Lokal terminal mojok.co

5 Hal Unik tentang Kota Solo di Mata Turis Lokal

5 Desember 2021
Sapa Mantan Kamu Putusin Aku Setelah Pegangan Tangan di Bioskop (Unsplash)

Sapa Mantan: Kamu Putusin Aku Setelah Pegangan Tangan di Bioskop

10 Februari 2023
7 Hal Menyenangkan di Solo yang Bikin Kota Lain Cuma Bisa Gigit Jari

7 Hal Menyenangkan di Solo yang Bikin Kota Lain Cuma Bisa Gigit Jari

29 Oktober 2025
3 Kuliner Solo yang Kurang Cocok di Lidah Wisatawan

3 Kuliner Solo yang Kurang Cocok di Lidah Wisatawan

24 November 2024
Jalan Slamet Riyadi Solo, Pusat Ekonomi Sekaligus Pengubur Rezeki Mojok.co solo, surakarta, kartasura, solo baru

Jalan Slamet Riyadi Solo, Pusat Ekonomi Sekaligus Pengubur Rezeki

23 November 2023
3 Hal Tidak Menyenangkan yang Saya Jumpai di Perlintasan Kereta Pasar Nongko Solo

3 Hal Tidak Menyenangkan yang Saya Jumpai di Perlintasan Kereta Pasar Nongko Solo

28 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

30 Januari 2026
Cara Pilih Kursi Kereta Api Paling Enak, Jangan Asal supaya Nggak Menyesal Mojok.co

Cara Pilih Kursi Kereta Api Paling Nyaman, Jangan Asal supaya Nggak Menyesal

29 Januari 2026
Bagi Orang Bengkel, Honda Beat Adalah Motor Paling Masuk Akal yang Pernah Mengaspal MOJOK.CO

Bagi Orang Bengkel, Honda Beat Adalah Motor Paling Masuk Akal yang Pernah Mengaspal

28 Januari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026
8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Mengecewakan Pembeli (Danangtrihartanto - Wikimedia Commons)

8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Sering Disepelekan Penjual dan Mengecewakan Pembeli

30 Januari 2026
3 Makanan Sunda yang Namanya Aneh dan Bikin Nggak Nafsu Makan Mojok.co

3 Makanan Sunda yang Namanya Aneh dan Bikin Nggak Nafsu Makan

29 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana
  • Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan
  • Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik
  • Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”
  • Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal
  • Megahnya Jogja City Mall Bergaya Romawi dengan Filosofi Keberuntungan, Nyatanya Makin Menyesatkan Orang “Buta Arah” Seperti Saya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.