Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kalau Jakarta Punya PSBB, Ayah Protektif Punya PABB: Pembatasan Asmara Berskala Besar

Devi Nur Havifah oleh Devi Nur Havifah
15 April 2020
A A
Sebagai Anak Tengah, Saya Muak pada Glorifikasi Sulung dan Bungsu terminal mojok.co

Sebagai Anak Tengah, Saya Muak pada Glorifikasi Sulung dan Bungsu terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta baru kali ini mengalami Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), saya sudah sejak jauh-jauh hari. Lingkupnya memang kecil, hanya di diri saya, pengambil kebijakannya adalah ayah saya sendiri, dan yang seolah jadi wabah corona adalah nasib percintaan saya.

Anak gadis dengan ayah tipe security pasti pernah merasakannya, diperlakukan bagai ODP oleh ayah sendiri. Ternyata ada untungnya, ketika yang lain sambat bosan #dirumahaja, saya sudah terlatih sejak dini karena nasib.

ADVERTISEMENT

Rata-rata orang tua memang lebih mengkhawatirkan keselamatan anak perempuannya. Stigma bahwa wanita tidak sepandai laki-laki dalam hal pertahanan diri terkadang merugikan anak perempuan pas bersosialisasi. Tapi kalau saya pikir-pikir, PSBB-nya Pakde Jokowi tidak sebanding dengan PSBB yang diterapkan ayah saya. Pakde kan cuma melakukan pembatasan sosial secara fisik saja, sementara saya saat berumur belasan, sampai mengalami pembatasan sosial di dunia maya. Main hape di jaman puber itu dibatasi, apalagi kalau ketahuan haha hihi sama cowok di medsos. Sampai-sampai saya harus mengakali mengganti nama Budi jadi Susanti biar aman chat sama doi.

Saat PSBB, polisi mungkin melakukan sidak di jalanan saja. Sementara Ayah sidak isi chat medsos ketika saya sedang tidur. Eeeh, bangun-bangun hape yang tadinya di pelukan sudah raib. Kalau ketemu yang aneh-aneh, harus siap mental diinterogasi atau hape disita berhari-hari. Pokoknya kalau mau chat sama doi harus jaga attitude, jangan sampai senyum-senyum sendiri.

Polisi sekarang sedang sibuk melakukan sidak di jalanan karena salah satu aturan PSBB itu dilarang berboncengan, atau kalau mau membawa penumpang, juga harus atur jarak dan tujuannya kudu searah. Beda lagi dengan aturan my lord ayah tercinta. Dilarang keras berboncengan dengan orang lain apalagi itu laki-laki. Belum pernah waktu putih abu-abu saya diantar jemput sama cowok. Jadi kadang curi-curi diantar-jemput, tapi nanti kami berhenti depan gang. Pas ditanya pergi atau pulang sama siapa, jawabnya sama si Hawa.

Jadi lirik lagu Bung Fiersa yang bunyinya, “Berboncengan denganmu mengelilingi kota menikmati surya perlahan menghilang.” Di saya ini tidak berlaku dan hanya halu, persis lagu Febby. Jangankan berboncengan denganmu, chat haha hihi juga mikir berkali-kali. Ini bukan PSBB lagi, Pakde, tapi PABB. Pembatasan Asmara Berskala Besar. Tapi saya tetap love Ayah.

Sudah nasib memang punya ayah tipe security. Teman main saja bisa dihitung dengan jari. Ditambah lagi ayah saya berkumis lebat, kulit hitam, tinggi kekar. Lengkap sudah, memang persis security. Tidak sedikit teman rumah yang enggan mengajak main di hari libur. Bayangkan saja, ketika pergi main tiba-tiba suara motor yang memang tak asing lewat. Ya! si Babeh mendadak jadi penguntit. Saya heran apakah beliau segabut itu.

Kejadian seperti itu tidak terjadi sekali dua kali saja, tapi hampir tiap kali main. Pantas saja teman-teman saya mulai enggan mengajak main. Kalaupun saya menawarkan diri untuk tidak apa-apa pasti mereka berdalih, “Nggak usah, nanti kamu dicariin lagi sama buapakmu.”

Baca Juga:

Pesan dari orang tua untuk sesama orang tua, stop paksa anak yang baru masuk SD jadi juara kelas

Orang tua masa kini lebih percaya sekolah swasta daripada sekolah negeri

Jika main di siang hari libur saja masih dibuntutin, apalagi keluar malam. Anak laki-laki mungkin bukan masalah kalau mereka main malam hari, tapi kalau untuk anak perempuan, itu menyangkut harga diri. Ini bukan lagi masalah PSBB orang tua, tapi mulut tetangga yang lebih kejam dari ibu tiri. Anak cewek kok keluyuran malam-malam, pasti habis main sama laki-laki. Bahkan tidak ada celah untuk khusnudzon bagi mereka, padahal mungkin saja si anak disuruh ayahnya beli bodrek.

Mustahil bisa keluar malam hari kalau bukan karena ada jadwal mengaji sehabis Magrib. Lha wong saya pergi ke ndalem pak kiai untuk mengaji saja, kalau jam 8 malam belum sampai rumah, ayah saya sudah tangkring di halaman depan. Kelabakan kalau-kalau anak gadisnya diculik bujang. Ini lho, dengan alasan fisabilillah untuk menuntut ilmu saja ia masih berpatroli. Subhanallah, Masyaallah. Tabarakallah.

Kalian yang bernasib sama dengan saya pasti setuju kalau PABB ini melampaui PSBB. Dibatasi secara fisik, online, batin, sampai dijauhkan dari dunia bucin. Dulu saya sempat kesal dan merasa sial kenapa ayah saya benar-benar mirip security. Kalau boleh, saya mau adopsi orang tua baru karena pasti enak wara-wiri di usia remaja.

Semua memang ada hikmahnya. Semakin dewasa, saya makin maklum dengan sikap posesif orang tua dulu. Bahkan merasa bersyukur karena mungkin saja kalau orang tua jor-joran dan kita tidak kuat iman, ambyar sudah. Tapi kalau nasib kita beda karena orang tua kalian lebih santai, semoga kalian tidak menyia-nyiakan kepercayaan.

Halo, corona. Karena kamu jadi ada #dirumahaja untuk kita semua. PSBB mulai diterapkan di beberapa daerah. Tapi saya sih santai karena sudah terlatih sedari dini dididik ayah tipe security tapi hatinya Hello Kitty.

BACA JUGA Analisis Statistik Tingkat Keambyaran Lagu-lagu Didi Kempot

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 April 2020 oleh

Tags: BapakOrang TuaPacaranpsbbRemaja
Devi Nur Havifah

Devi Nur Havifah

Makhluk alakadarnya.

ArtikelTerkait

buaya

Riset Saya yang Bisa Dijadikan Panduan untuk Membedakan Seorang Pria dan Buaya

24 Maret 2020
Alasan Kenapa Orang Pacaran Memacu Motornya Begitu Pelan terminal mojok.co

Orang Pacaran yang Memacu Motornya Begitu Pelan Itu Dimaklumi Aja, sih!

15 Januari 2021
joker film review bioskop kekerasan rating R D 17 bawa anak ke bioskop kekerasan joaquin phoenix

Ortu Bebal Rating yang Masih Ngeyel Nonton Joker Bareng Anak Kecil

7 Oktober 2019
Curhatan Seorang Caregiver: Ikhlas Merawat Agar Pasien Tetap Sehat

Curhatan Seorang Caregiver: Ikhlas Merawat Agar Pasien Tetap Sehat

4 Mei 2023
Betapa Protektifnya Bapak-bapak dengan Alat Pertukangan Mereka terminal mojok.co

Betapa Protektifnya Bapak-bapak dengan Alat Pertukangan Mereka

20 Desember 2020
perlengkapan bayi baru lahir akta kelahiran nggak ada nama bapak mojok

Daftar Perlengkapan Bayi Baru Lahir yang Wajib Ada Sebelum HPL

24 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

4 kebiasaan warga Jogja yang biasanya menular ke pendatang

28 Juli 2026
Tarif parkir SCBD Jakarta bikin syok, bisa buat dua kali makan di kampung  Mojok.co

Tarif parkir SCBD Jakarta bikin syok, bisa buat dua kali makan di Jogja

27 Juli 2026
Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

31 Juli 2026
Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik Mojok.co

Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik

28 Juli 2026
Rute kucing UGM, spot lari Jogja yang kalcer dan ramah untuk pelari pemula Mojok.co

Rute kucing UGM, spot lari Jogja yang kalcer dan ramah untuk pelari pemula

29 Juli 2026
Saya kapok pakai tumbler mahal yang tahan panas dingin, mendingan tetap setia pakai botol Tupperware jadul kesayangan Ibu

Saya kapok pakai tumbler mahal yang tahan panas dingin, mendingan tetap setia pakai botol Tupperware jadul kesayangan Ibu

29 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.