Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

3 Dosa Penjual Mendoan yang Bikin Warga Lokal Banyumas Marah

Wahyu Tri Utami oleh Wahyu Tri Utami
14 Agustus 2025
A A
3 Dosa Penjual Mendoan yang Bikin Warga Lokal Banyumas Marah Mojok,co

3 Dosa Penjual Mendoan yang Bikin Warga Lokal Banyumas Marah (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai warga asli Banyumas, ada satu makanan yang saya anggap sakral: mendoan. Bagi kami, ini bukan sekadar gorengan biasa. Dia adalah lambang kebanggaan, simbol santai, dan cerita di balik meja kopi yang tak tergantikan.

Sayangnya, ketika makanan ini merambah ke luar Banyumas, di sinilah tragedi bermula.  Ada perasaan marah dan kecewa ketika menyaksikan begitu banyak kesalahpahaman soal mendoan. Para penjual mendoan melakukan kesalahan yang terlihat kecil memang, tapi di mata saya orang Banyumas seperti dosa besar. 

#1 Pakai tempe papan yang dipotong tipis melebar

Mendoan punya aturan tak tertulis soal tempe. Di Banyumas, ada tempe khusus yang sengaja dibuat tipis dan lebar, benar-benar pas dan memang hanya untuk makanan satu ini. Tempe dibungkus daun pisang dan per bungkusnya berisi 2 lembar. Kami, warlok Banyumas juga biasa menyebutnya sebagai tempe dobel.

Sayangnya, banyak penjual di luar Banyumas malah memakai tempe papan yang dipotong tipis melebar, Kadang terlalu tipis sampai rapuh, kadang malah terlalu tebal. Hasilnya? makanan ini jadi keras, mudah patah, dan jauh dari kenikmatan yang seharusnya. Ini seperti membajak resep leluhur tanpa rasa hormat sama sekali.

#2 Digoreng sampai matang bahkan krispi

Mendoan itu sejatinya adalah gorengan setengah matang. Nama mendoan sendiri berasal dari kata “mendo” yang berarti lembek atau setengah matang. Jadi, kalau kamu nemu penjual yang ngotot menggoreng sampai benar-benar matang, itu dosa besar. Apalagi kalau digoreng sampai krispy dan renyah. 

Mendoan yang terlalu matang bukan hanya kehilangan tekstur lembut dan rasa khasnya, tapi juga menghilangkan sensasi nikmat yang jadi ciri khas makanan wong ngapak satu ini. Lebih mirip tempe goreng biasa daripada mendoan yang kita banggakan.

#3 Mendoan tanpa bumbu yang sesuai

Ini juga masalah klasik. Mendoan tanpa cocolan sambal atau bumbu yang pas itu seperti kopi tanpa gula, hambar dan datar. Di Banyumas, camilan satu ini biasanya dinikmati dengan sambal kecap untuk menghasilkan rasa pedas, manis, dan gurih yang seimbang.

Penjual di luar daerah kadang lupa atau bahkan tidak tahu pentingnya bumbu ini, sehingga penyajiannya tanpa sambal atau dengan sambal yang asal-asalan. Akibatnya? Rasanya hambar dan kurang greget, bikin orang yang rindu mendoan asli jadi kecewa.

Baca Juga:

Soto Bukan Makanan Rakyat, Harganya Mahal karena Sate-satean dan Gorengan

Kecamatan Purwokerto Lebih Populer daripada Kabupatennya, Banyumas, Bikin Banyak Orang Salah Paham

Mendoan Bukan Sekadar Gorengan, Tapi Budaya

Melihat tiga dosa besar ini membuat saya sadar, mendoan bukan hanya soal rasa, tapi soal penghormatan terhadap budaya dan tradisi. Setiap gigitan adalah perayaan kecil akan kebanggaan lokal, ikatan sosial, dan sejarah yang tak bisa diabaikan.

Jadi, buat penjual mendoan di luar Banyumas yang baca ini, tolong hargai warisan ini. Gunakan tempe yang benar, goreng setengah matang, dan jangan lupa bumbu yang pas. Biar kami yang warga Ngapak ini bisa bangga, bukan meradang tiap kali mencicipinya jauh dari kampung halaman.

Kalau kamu yang baca artikel ini juga warga Ngapak atau penggemar mendoan, mari kita jaga warisan ini bersama. Mendoan bukan cuma makanan, dia adalah bagian dari kita. 

Penulis: Wahyu Tri Utami
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 4 Menu Rumah Makan Padang yang Sebaiknya Dihindari kalau Tidak Mau Menyesal.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Agustus 2025 oleh

Tags: banyumascamilangorenganmendoantempetempe mendoan
Wahyu Tri Utami

Wahyu Tri Utami

Pembaca buku, penonton film, penulis konten. Sesekali jadi penyelam andal (di internet, bukan di air).

ArtikelTerkait

Banyumas Layak Menjadi Tujuan Utama Study Tour Menggantikan Jogja

Banyumas Layak Menjadi Tujuan Utama Study Tour Menggantikan Jogja

5 Oktober 2023
6 Fakta Menarik tentang Purwokerto yang Perlu Kalian Ketahui Terminal Mojok

6 Fakta Menarik tentang Purwokerto yang Perlu Kalian Ketahui

28 Agustus 2022
Purwokerto-Purbalingga- Saudara Ngapak yang Saling Melengkapi (Unsplash)

Purwokerto dan Purbalingga Adalah Saudara Ngapak yang Bisa Berjalan Secara Beriringan Tanpa Menjatuhkan

29 Juli 2023

4 Camilan Semarang selain Lumpia yang Jarang Dilirik Wisatawan, Sekali Coba Bisa Ketagihan

28 Juli 2025
Pasuruan Ideal, Lebih dari Kota dengan UMR Tertinggi di Indonesia (Unsplash) banyumas, pandaan, bangil

Culture Shock yang Dirasakan Orang Banyumas Ketika Merantau di Pasuruan: Sudah Siap Batin Kena Mental Logat Jatim, eh Justru Sebaliknya

24 Juli 2025
Banyumas Bukan Cuma Ngapak, tapi Juga Surga Nasi Rames Paling Jujur

Banyumas Bukan Cuma Ngapak, tapi Juga Surga Nasi Rames Paling Jujur

10 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Akal-akalan pemandu yang bikin liburan di Lembang Bandung berakhir kecewa Mojok.co

Akal-akalan pemandu yang bikin liburan di Lembang Bandung berakhir kecewa

28 Juli 2026
3 hal yang mendorong saya meninggalkan Alfagift dan beralih Klik Indomaret walau lebih mahal Mojok.co

3 hal yang mendorong saya meninggalkan Alfagift dan beralih Klik Indomaret walau lebih mahal

26 Juli 2026
Setengah anggaran Perpusnas RI dipangkas, bukti pemerintah memang tidak ingin mencerdaskan rakyat Mojok.co

Setengah anggaran Perpusnas RI dipangkas, bukti pemerintah memang tidak ingin mencerdaskan rakyat

27 Juli 2026
Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

31 Juli 2026
5 tempat wisata Berbah yang layak dikunjungi agar plesiran di Sleman nggak cuma di situ-situ aja mojok

5 tempat wisata Berbah yang layak dikunjungi agar plesiran di Sleman nggak di situ-situ aja

27 Juli 2026
Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik Mojok.co

Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik

28 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.