Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Genio Jadi Pilihan Kedua Setelah Scoopy, tapi Malah Jadi Motor Honda Terbaik yang Tidak Saya Sesali Pembeliannya

Karisma Nur Fitria oleh Karisma Nur Fitria
5 Agustus 2025
A A
Genio Jadi Pilihan Kedua Setelah Scoopy, tapi Malah Jadi Motor Honda Terbaik yang Tidak Saya Sesali Pembeliannya

Genio Jadi Pilihan Kedua Setelah Scoopy, tapi Malah Jadi Motor Honda Terbaik yang Tidak Saya Sesali Pembeliannya (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Disclaimer, tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi saya sebagai pengguna, ya. Jadi, tidak ada unsur menggaet apalagi iklan motor, lho, ya. Ceritanya, sudah sekitar 3 tahun saya bersahabat dengan Genio. Awal pertemuan saya dengan motor keluaran Honda ini sebenarnya suatu kebetulan. Waktu itu saya sedang mencari kendaraan untuk mondar-mandir selama kuliah di Jogja. 

Saya diberi pilihan untuk memutuskan tipe motor yang diinginkan. Coba tebak, apa yang ada di pikiran saya saat itu? Honda BeAT yang jadi pilihan sejuta umat itu? Ya, jelas bukan. Jawabannya, tidak lain adalah Scoopy.

Bukan karena mengerti soal spesifikasi fitur-fiturnya yang “wah”, alasan saya memilih Honda Scoopy karena suka modelnya. Sebagai perempuan yang tidak mengerti spesifikasi motor, yang saya perhatikan pertama tentu saja modelnya.  

Dari situlah saya memulai huru-hara mencari motor second di Salatiga. Ya, untungnya dibantu saudara di sana. Saudara saya sudah sibuk menawarkan motor Scoopy yang saya minta. Ternyata ada saja celah yang bikin tidak cocok. Sepele sih sebenarnya, misalnya sesederhana tidak cocok soal warna. Akhirnya, saya ditawari Genio 2 tahun pakai.

Saya tidak langsung bilang “iya” waktu itu. Kebimbangan mulai muncul. Akhirnya saya menjadikan Genio sebagai second choice alias pilihan kedua. Pilihan pertama sih tetap Scoopy, ya. Tetapi karena tidak kunjung cocok dengan penawaran Scoopy yang diberikan, berakhirlah bersama Genio. Belum lagi, karena saya juga butuh restu Mamak sebagai bendahara keluarga. Hehehe. 

Hal yang membuat Genio jadi pilihan tepat

Pertemuan dengan Genio ternyata jadi hal membahagiakan bagi saya. Ada beberapa hal yang membuat saya merasa demikian. Tetapi yang paling bikin saya bersyukur memiliki motor Honda ini ya karena nyaman.

Saya jadi teringat kata Andmesh dalam lagunya yang berjudul “Nyaman”. Tapi tak pernah aku senyaman ini~ Bukan tanpa alasan saya bilang begini. Masalahnya, di rumah saya juga memakai BeAT, Supra, dan Mio Soul GT. Tetapi tetap saja rasanya tidak ada yang senyaman Genio. 

Kenyamanan ini datang dari beberapa faktor. Misalnya, soal body motor yang nggak gede-gede amat buat ukuran saya. Kompas saja bilang kalau motor ini cocok untuk penduduk Indonesia yang memiliki tinggi kurang dari 170 cm. Saya sangat setuju, sih. Sebagai perempuan dengan postur tubuh “mungil” begini, memang mudah mengendalikan motor ini. Gampangnya sih, jadi nggak perlu jinjit banget kalau naik motor ini.  

Baca Juga:

Astrea Bulus 1991 yang Saya Beli Lima Juta, Dibilang Teman “Ora Jaman”, Ternyata Malah Jadi Motor Paling Masuk Akal Buat Saya

Saya Menyesal Nggak Pakai Vario 125 dari Dulu karena Motor Honda Ini Nggak Bikin Bangga tapi Nyatanya Nggak tergantikan

Lalu, body motor yang compact juga bikin saya semakin yakin bahwa Honda Genio adalah pilihan terbaik. Di tengah kepadatan Kota Jogja, saya tetap bisa sat-set menembus kemacetan tanpa khawatir senggolan dengan kendaraan lain.

Buat perempuan, skutik selalu jadi incaran. Bayangkan saja sih kalau perempuan pakai rok lalu harus naik motor kopling. Bisa sih, cuma ngeri dan ribet pastinya. Ditambah bagasi Genio cukup luas, bikin saya nyaman menempuh perjalanan jauh. Maklum, kata orang “namanya juga perempuan”, biasanya banyak yang perlu dibawa dan disiapkan.

Pernah satu waktu, saya melakukan perjalanan dari Jogja ke Kebumen ketika KKN. Waktu itu saya memasukkan 2 pasang jas hujan, sandal jepit, kanebo dan wadahnya, lalu pakaian sekitar 6 pasang. Semua itu masuk di bagasi Genio, Yah, meski kalau dibandingkan Scoopy masih kalah saing soal gitu. Meski begitu setelah merasakan sendiri kenyamanan Genio, saya tak menyesal tidak jadi berjodoh dengan Scoopy.

Kelebihan sekaligus kekurangan yang perlu dipertimbangkan

Sebenarnya kekurangan Genio ini tidak terlalu saya rasakan. Tetapi mau saya bahas dari sisi orang yang mungkin kurang cocok dengan motor Honda satu ini. Biar adil gitu.

Ternyata kalau dipikirkan ulang, kelebihan Genio soal body motor yang compact juga bisa jadi kekurangan. Jadi begini. Pernah waktu itu seorang kawan dengan tinggi hampir 180 cm pakai Genio saya. Kebayang ya, sesak sekali melihat kakinya yang panjang harus menyesuaikan dengan space kaki Genio yang sempit. Apalagi melihat badannya yang tinggi mengendarai motor ini, tidak cocok blas. Aneh melihatnya.

Lagi-lagi ini soal kebutuhan dan kenyamanan masing-masing orang, sih. Toh, Honda Genio memang diciptakan untuk orang-orang Indonesia dengan tinggi badan seperti saya. Menurut saya, selama 3 tahun bersama Genio di jalan sih masih oke.

Mungkin tulisan ini juga bisa jadi pertimbangan kamu yang lagi cari motor. Harga Genio baru juga masih standar, kok. Dari web resmi AHM (Astra Honda Motor), Honda Genio ada di harga Rp20.075.000 sampai Rp20.695.000. 

Jadi, gimana? Genio, masih bisa masuk pertimbangan ketika mau beli motor, kan?

Penulis: Karisma Nur Fitria
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Pengalaman Melibas Bogor-Jakarta dengan Honda Genio: Asyik, Nyaman, dan Menyenangkan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Agustus 2025 oleh

Tags: honda geniomotor honda
Karisma Nur Fitria

Karisma Nur Fitria

Karisma Nur Fitria, dari menulis dia jadi suka jalan-jalan.

ArtikelTerkait

Menghujat Motor Honda ADV 160, apalagi Membandingkannya dengan Honda BeAT, Adalah Blunder yang Harusnya Tak Pernah Terjadi motor honda revo

Motor Honda ADV 160: Bobot Berat, Desain Aneh, Ini Motor Bagusnya di Mana sih?

28 Februari 2024
Alasan Saya Tetap Bertahan dengan Helm Honda yang Desainnya Norak  Mojok.co

Alasan Saya Bertahan dengan Helm Gratisan Honda yang Desainnya Norak 

24 Maret 2025
motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

Motor Honda Spacy: Performa Tak Bisa Dianggap Sepele, tapi Penjualannya Benar-benar Memble

9 Februari 2025
Motor Honda Supra X 125 Menolak Diisi Pertalite, Merepotkan dan Bikin Boros Aja! Mojok.co

Motor Honda Supra X 125 Menolak Diisi Pertalite, Merepotkan dan Bikin Boros Aja!

5 April 2024
Honda BeAT Terbaru, Motor Berdosa dan Paling Mengecewakan (Shutterstock)

Honda BeAT Terbaru: Generasi yang Menyimpan Dosa Besar, Mengkhianati DNA Honda, dan Paling Mengecewakan

12 Februari 2026
Vario 110, Motor Honda Paling Merepotkan Penyebab Derita (Wikimedia Commons)

Pengalaman Saya Merawat Honda Vario 110 CBS 2010: Motor Honda Paling Merepotkan, Selalu Rewel, dan Minta Jajan

11 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Di Balik Keindahan Brown Canyon Semarang: Kisah Warga yang Harus Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang Mojok.co

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Brown Canyon Semarang, Warga (Terpaksa) Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang

4 Juni 2026
Kebumen Kecamatan Aneh, Kadang Sulit Dipahami Pendatang (Unsplash)

Pengakuan dari Saya, Warga Asli Kebumen yang Menyadari Bahwa Daerah Saya Memang Sulit Dipahami Khususnya Para Pendatang yang Sedang Beradaptasi

31 Mei 2026
Bahaya di Gamping Sleman- Ketika Anak Muda Pesimis Hidup (Unsplash)

Bahaya yang Saya Lihat di Gamping Sleman: Ketika Anak Muda Pesimis dengan Kondisi Ekonomi dan Lari ke Judol Sebagai Pelampiasan

1 Juni 2026
5 Ekspektasi Orang Saat Pindah ke Solo yang Ujung-ujungnya Salah Total Mojok.co

5 Ekspektasi Orang Saat Pindah ke Solo yang Ujung-ujungnya Salah Total

3 Juni 2026
Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang Mojok,co

Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang

5 Juni 2026
Desa Telagamurni Bekasi Punya Semua Hal yang Dibutuhkan Warga kecuali yang Paling Penting, Kenyamanan Mojok.co

Desa Telagamurni Bekasi Punya Semua Hal yang Dibutuhkan Warga kecuali yang Paling Penting, Kenyamanan

5 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.