Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Perjalanan Pertama Lidah Saya Mengenal Couvee: Kesan Pertama Biasa Saja, tapi Jadi Penasaran dengan Menu Lainnya

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
18 Juli 2025
A A
Perjalanan Pertama Lidah Saya Mengenal Couvee: Kesan Pertama Biasa Saja, tapi Jadi Penasaran dengan Menu Lainnya

Perjalanan Pertama Lidah Saya Mengenal Couvee: Kesan Pertama Biasa Saja, tapi Jadi Penasaran dengan Menu Lainnya

Share on FacebookShare on Twitter

Pengalaman saya merasakan Couvee memang tak spesial, tapi justru gara-gara itu, saya penasaran dengan menu  Couvee lainnya

Jujur saja, saya ini bukan ahli kopi yang paham betul setiap karakteristik sajian minuman kopi berikut komposisi yang digunakan. Saya cuma penikmat kopi rekreasional yang nggak mewajibkan diri kudu menenggak minuman tersebut setiap hari. Bagi saya, enak di lidah dan nggak bikin dompet tipis sudah cukup jadi kriteria untuk mencoba.

Nah, suatu malam di sebuah hotel di Jogja, saya iseng scrolling aplikasi pemesanan makanan online. Pikir saya, mending beli camilan dari luar sekalian ketimbang pesan dari hotel yang opsinya itu-itu saja dan harganya sering nggak satu frekuensi sama anggaran jajan. Akhirnya, karena termakan kabar burung kalau rasa kopi Couvee itu beda dari kebanyakan kopi kekinian, saya memutuskan memesan salah satu minumannya.

Saat itu, saya pesan Oatmilk Brown Latte dari gerai yang paling dekat dengan hotel, yakni di Jalan K.H. Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Alasannya, saya terbiasa menikmati kopi merek lain yang dikombinasikan dengan susu oat. Biar nggak bias dan lebih adil penilaian pertamanya, gitu.

Couvee kok gini doang ya?

Kesan dari tegukan pertama, jujur, biasa saja. Jelas, saya agak kaget menemui kesan seperti itu. Soalnya, kok, nggak sepadan dengan hype yang berseliweran. Bukan artinya nggak enak, semua campurannya cukup oke di indra perasa pecinta kopi amatiran ini.

Cuma, menurut saya, sensasi beda yang konon bikin “wow” itu nggak saya dapatkan pada pengalaman pertama. Sekali lagi, ini soal preferensi saja. Sampai detik itu, plant-based coffee buatan merek lokal lainnya yang cukup sering saya pesan, masih menempati peringkat juara.

Kebingungan ini sempat saya utarakan kepada salah seorang kenalan yang mungkin adalah pelanggan loyal Couvee karena berdomisili di Kota Gudeg, tempat lahirnya Couvee. Katanya, mungkin saja rasa Oatmilk Brown Latte tadi kurang sangar lantaran sudah nggak sepenuhnya segar. Masuk akal, soalnya kopi tersebut harus menempuh jalanan Jogja yang cukup macet saat musim liburan sebelum sampai ke tangan saya.

Kepuasan konsumen itu, kan, sifatnya relatif. Bisa jadi, ekspektasi saya waktu itu yang terlalu tinggi sehingga nggak match dengan realita segelas kopi dalam genggaman saya. Namun, harus diakui, karya Couvee ini benar-benar kopi, bukan minuman asal jadi yang diberi label kopi.

Baca Juga:

Pengalaman Mencoba Coffee Gold Indomaret: Enak, Murah, tapi Bingung karena Kasir Indomaret Merangkap Baristanya

Kasta Kopi Minimarket dari yang Paling Enak sampai Skip Aja daripada Kecewa

Tapi, kopinya beneran kopi

Maksud saya, masyarakat juga tahu kalau ada label kopi internasional di Indonesia yang minumannya seolah hanya mengandalkan nama besar. Rasa kopinya nggak ada. Yang dominan malah manis gula, topping, dan whipped cream menggunung.

Sementara, rasa pahit dan aroma kopi buatan Couvee sangat kentara meskipun sudah dicampur dengan susu oat. Gula aren yang dipakai juga menyatu sempurna. Manisnya pas walaupun kala itu saya pesan yang less sweet. Sama sekali tidak ada satu elemen yang paling menguasai.

Selain itu, kopinya terbilang nyaman di tenggorokan dan perut. Setiap tegukan tidak menimbulkan perasaan nyegrak saat membasahi kerongkongan. Beberapa saat setelah tandas pun, kondisi perut saya aman, tidak timbul rasa mulas.

Bukan tidak mungkin, jika latte yang saya pilih memakai jenis susu dan takaran gula berbeda, penilaian pribadi atas rasa Couvee akan lebih tinggi. Intinya, banyak faktor dan subjektivitas yang berperan ketika melontarkan pendapat tentang kulineran.

Ditambah lagi, kalau ditilik dari jumlah penjualan di gerai terkait, plant-based coffee ini tidak menempati urutan tertinggi. Bila menu kopi lainnya sukses menyentuh angka ribuan, plant-based coffee ala Couvee di gerai tempat saya beli, hanya sampai di angka tiga ratusan cup.

Jadi penasaran menu lainnya

Fakta ini mengindikasikan bahwa kopi berbahan dasar susu oat bukan menu andalan Couvee. Atau, dugaan lain, mereka belum sempat saja bereksplorasi dan bereksperimen lebih jauh untuk mengawinkan kopi dengan susu oat. Padahal, bukan mustahil kalau suatu saat Couvee berhasil menelurkan menu lain berkategori plant-based coffee yang rasanya nampol.

Yang pasti, pengalaman pertama mencicip hasil karya Couvee sangat jauh dari efek bikin saya kapok. Malah, saya jadi penasaran dengan menu lainnya. Memang sebaiknya, pembelian pertama itu jatuh ke salah satu menu signature yang sudah pasti jadi jagoan mereka.

Saran kenalan saya tadi, harusnya pesan kopi Java saja. Katanya, meski merupakan menu yang paling murah, Java ini justru yang paling nendang. Setelah saya tengok lagi, ternyata benar minuman tersebut menyandang predikat best seller yang tembus hingga 10 ribu cups penjualan di satu gerai saja.

Pokoknya, saya pasti akan kembali membeli Couvee. Toh, pengalaman terbaik nggak selalu terjadi di momen pertama, kan?

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kopi Susu Couvee dan Tuku Jogja Tidak untuk Dibanding-bandingkan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Juli 2025 oleh

Tags: couveecouvee jogjaes kopi
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Derita Bisnis Es Teh Jumbo yang Terancam Gulung Tikar (Unsplash)

Derita Pedagang Es Teh Jumbo yang Jualannya Terancam, Sudah Pasang Harga Murah Masih Kedatangan Pesaing Berat

11 Juli 2025
6 Aturan Tidak Tertulis Saat Beli Kopi di Fore Coffee yang Perlu Diketahui Pembeli

6 Aturan Tidak Tertulis Saat Beli Kopi di Fore Coffee yang Perlu Diketahui

15 Mei 2025
Kalian Terlalu Sibuk Membandingkan Tuku dan Couvee di Jogja Sampai Melupakan Calf, Kopi Underrated yang Enak Banget

Kalian Terlalu Sibuk Membandingkan Tuku dan Couvee di Jogja Sampai Melupakan Calf, Kopi Underrated yang Enak Banget

16 April 2025
Kopi Kenangan, Janji Jiwa, Fore Coffee: Mana Es Kopi Susu Kekinian yang Pas dengan Seleramu? terminal mojok.co

Kopi Kenangan, Janji Jiwa, Fore Coffee: Mana Es Kopi Susu Kekinian yang Pas dengan Seleramu?

30 November 2020
Coffee Gold Indomaret: Kopi Hemat yang Layak Dicoba

Coffee Gold Indomaret: Kopi Hemat yang Layak Dicoba

10 November 2024
Menghitung Waktu Ideal Nongkrong di Coffee Shop jika Memesan Es Teh Seharga 15 Ribu

Menghitung Waktu Ideal Nongkrong di Coffee Shop jika Memesan Es Teh Seharga 15 Ribu

18 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

MU Menang, Dunia Penuh Setan dan Suram bagi Fans Liverpool (Unsplash)

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

1 Februari 2026
Cara Pilih Kursi Kereta Api Paling Enak, Jangan Asal supaya Nggak Menyesal Mojok.co

Cara Pilih Kursi Kereta Api Paling Nyaman, Jangan Asal supaya Nggak Menyesal

29 Januari 2026
Pandawa Water World Sempat Jadi Destinasi Wisata Primadona Solo Baru Sebelum Mangkrak seperti Sekarang Mojok.co

Pandawa Water World Sempat Jadi Destinasi Wisata Primadona Sukoharjo sebelum Mangkrak seperti Sekarang

30 Januari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Dihujat ‘Salah Pilih Suami’ usai Menikah karena Terlanjur Resign dari Pramugari, Kini Jadi Pedagang Kopi Keliling
  • Racun Pinjol Sangat Mematikan, Gen Z Berani Utang Ratusan Juta di Usia 19 Tahun meski Tanpa Cuan Apalagi Tabungan: Tips Lepas dari Jerat Pinjol
  • 5 Penginapan di Lasem: Dari Megahnya Bangunan Tionghoa hingga Sunyinya Pengunjung
  • Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT
  • Juru Selamat “Walkman” di Bantul yang Menolak Punahnya Musik Analog
  • FOMO Finansial: Akhir Bulan yang Cemas karena Gaji Tak Cukup dan Rayuan Berinvestasi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.