Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Penderitaan Penumpang Kapal Penyeberangan Kangean ke Pulau Jawa: Harus Ekstra Sabar dan Doa Kencang agar Selamat

Thoha Abil Qasim oleh Thoha Abil Qasim
4 Juli 2025
A A
Penderitaan Penumpang Kapal Penyeberangan Kangean ke Pulau Jawa: Harus Ekstra Sabar dan Doa Kencang agar Selamat

Penderitaan Penumpang Kapal Penyeberangan Kangean ke Pulau Jawa: Harus Ekstra Sabar dan Doa Kencang agar Selamat (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Satu-satunya moda transportasi yang menghubungkan Pulau Kangean dan Pulau Jawa adalah kapal laut. Tetapi kapal penyeberangan Kangean ini pun bikin penumpang mengelus dada.

Pulau seperti Kangean yang masih merupakan bagian dari Sumenep, Madura, memiliki transportasi sangat terbatas. Rata-rata warga di sini memiliki kendaraan sendiri, dan itu sudah cukup. Soalnya pulau ini nggak terlalu luas, jadi kalau mau bepergian, warga cukup mengandalkan sepeda motor. Kecuali bepergian ke luar pulau, seperti Jawa misalnya, barulah warga menggunakan kapal.

Kapal yang menjadi transportasi umum warga pun terbatas. Baik dari jadwal pelayarannya maupun kapasitas penumpangnya. Makanya penumpang kapal laut Kangean tak pernah sepi. Selalu membeludak. Apalagi di musim mudik seperti kemarin, penumpang berkumpul kayak di padang Mahsyar.

Jadwal kapal penyeberangan Kangean ke Pulau Jawa hanya ada seminggu sekali dengan waktu tempuh 10 jam

Warga kepulauan yang jauh dari kota besar memang nasibnya tak selalu beruntung. Kalau mau pergi ke Jawa saja kami nggak bisa langsung berangkat dari Kangean. Kami harus menunggu jadwal keberangkatan kapal. Belum lagi kalau cuaca sedang nggak baik-baik saja.

Di Pulau Kangean memang ada beberapa kapal, tapi tujuannya beda-beda. Ada yang ke Kalianget Sumenep, ada juga yang langsung ke Jangkar Situbondo. Jadi, walaupun bisa dibilang tiap hari ada kapal berangkat, bukan berarti memenuhi kebutuhan semua warga.

Kalau mau pergi langsung ke Pulau Jawa, kapalnya nggak berangkat setiap hari. Hanya satu kali seminggu, tiap Kamis. Sisanya, kapal di Kangean bertujuan ke Kalianget. Padahal kebanyakan masyarakat Kangean tujuannya ke Jawa.

Pokoknya warga yang mau bolak-balik ke Pulau Jawa jadi kesulitan. Sudah jadwalnya seminggu sekali, perjalanannya pun lama, sekitar 10 jam sekali berlayar. Kebayang kan betapa beratnya kehidupan warga Pulau Kangean, Sumenep.

Perjalanan panjang yang mengancam keselamatan

Berlama-lama di tengah laut tentu sangat berisiko tinggi. Ketakutan penumpang umumnya ada pada ombak yang tiba-tiba menggulung dan angin yang bertiup kencang. Kalau sudah begitu, para penumpang kapal penyeberangan Kangean bakal berdoa kencang-kencang karena takut kapal mereka karam kayak Titanic.

Baca Juga:

Tugu Keris dan Terminal Sumenep Proyek Buang-buang Uang: Sudah Tak Menarik, Kualitasnya Jelek pula

Sapeken, Pulau Tertinggal di Sumenep Madura yang Tak Layak Diremehkan

Belum lagi waktu tempuh yang hampir 10 jam terasa lama jika berada di lautan. Membuat penumpang umumnya merasa bosan karena tak ada hiburan di atas kapal layaknya kapal pesiar.

Kebanyakan penumpang harus merasakan kepanasan dan sempit saat naik kapal penyeberangan Kangean. Fasilitas di atas kapal banyak yang kurang maksimal. Meski begitu warga tak punya pilihan lain. Seperti saya sampaikan, jadwal kapal terbatas, tak setiap hari berlayar. Itu pula harus menyesuaikan kondisi cuaca dan gelombang.

Cuaca dan gelombang tak boleh disepelekan. Pernah terjadi beberapa laka laut lho saat penyeberangan dari Kangean ke Situbondo atau sebaliknya. Misalnya kasus KLM Tunas Abadi yang karam dihantam ombak saat mengangkut kebutuhan warga Kangean. Memang kapal tersebut tak membawa penumpang sebagaimana kapal penumpang, tapi kan itu membuktikan kalau perjalanan laut dari Kangean ke Jawa sangat berisiko.

Penumpang kapal penyeberangan Kangean dituntut banyak sabar

Kalau kalian naik kapal penyeberangan Kangean-Jawa, butuh kesabaran ekstra. Soalnya kalau nggak, kalian pasti akan menggerutu sepanjang perjalanan. Ya gimana nggak, misalnya kita sedang tidur, badan dilangkahi orang lain. Lagi duduk-duduk, eh, penumpang lain lalu-lalang tepat di depan muka. Mau ke toilet juga harus antre karena seperti yang saya bilang sebelumnya, fasilitasnya kurang memadai.

Kapal ini juga nggak cuma mengangkut penumpang, tapi juga kendaraan seperti motor dan mobil. Belum lagi barang bawaan penumpang menggunung, jadi sudah dipastikan kapal bakal penuh muatan barang dan penumpang.

Mulai dari masuk kapal sampai keluar, rasanya penumpang nggak bakal tenang. Maklum, manusia itu sifatnya buru-buru dan nggak mau ketinggalan. Jadi masuk dan keluar kapal saja harus berdesak-desakkan. Padahal sudah tahu kapalnya nggak cuma menampung 10 orang, tapi tetap saja saling dorong.

Warga Kangean mendambakan transportasi umum yang layak dan memudahkan

Kadang saya mikir, seandainya ada pesawat di sini, warga bakal terbantu. Saya nggak tahu ukuran seberapa mendesaknya warga sini sehingga pemerintah memberikan pesawat. Tetapi sejauh pengamatan saya, pulau ini sudah layak ada pesawat. Penumpangnya tak pernah sepi dan lahannya pun ada.

Tetapi kalau selamanya transportasi penghubung Kangean dan Jawa serta pulau lainnya hanya kapal penyeberangan, ya tolong dipermudah. Mungkin waktu tempuh yang lama bisa dimaklumi warga. Ya namanya juga menyeberang laut. Tetapi tolong berikan fasilitas yang nyaman dan aman bagi para penumpang.

Setidaknya kapal-kapal yang digunakan untuk penyeberangan diperbaiki dan dimaksimalkan fasilitasnya. Bahkan beberapa waktu lalu kapal milik pemkab sempat diprotes karena sering tak beroperasi. Akibatnya warga harus membayar lebih agar bisa menyeberang Kangean dengan kapal milik swasta.

Sejujurnya saya pribadi kerap deg-degan saat mau berlayar. Entah untuk pulang ke Kangean atau mau berangkat ke Jawa. Saya harus siap dengan risiko dan penderitaan yang akan saya alami selama perjalanan. Satu-satunya usaha yang bisa saya lakukan adalah berdoa, tak lupa sambil menghibur diri.

Penulis: Thoha Abil Qasim
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Pengalaman Naik Kapal Pelni Menuju Banda Neira: Berkawan dengan Kecoa, dan Berakhir Memahaminya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Juli 2025 oleh

Tags: kangean sumenepkapal kangeansumenep madura
Thoha Abil Qasim

Thoha Abil Qasim

ArtikelTerkait

Culture Shock di Sumenep Madura: Kikil Campur Kacang Hijau Bernama Kaldu Kokot

Culture Shock di Sumenep Madura: Kikil Campur Kacang Hijau Bernama Kaldu Kokot

1 Oktober 2024
Kecamatan Ganding Sumenep Madura Ditakuti karena Rawan Maling padahal Punya 7 Kelebihan yang Bikin Bangga Warga

Kecamatan Ganding Sumenep Madura Ditakuti karena Rawan Maling padahal Punya 7 Kelebihan yang Bikin Warga Bangga

27 Juni 2024
Pengalaman Berkunjung ke Sumenep Madura: Suasananya Mirip Mojokerto di Masa Lalu bangkalan, madura

Pengalaman Berkunjung ke Sumenep Madura: Suasananya Mirip Mojokerto di Masa Lalu

14 Oktober 2024
Bertahun-tahun Hidup di Sumenep Madura Bikin Saya Nggak Sadar kalau 3 Kebiasaan Ini Aneh di Mata Orang Jember Mojok.co

Bertahun-tahun Hidup di Sumenep Madura Bikin Saya Nggak Sadar kalau 3 Kebiasaan Ini Ternyata Aneh di Mata Orang Jember

20 Juni 2024
Sapeken, Pulau Tertinggal di Sumenep Madura yang Tak Layak Diremehkan

Sapeken, Pulau Tertinggal di Sumenep Madura yang Tak Layak Diremehkan

12 Desember 2024
Hal-hal yang Biasa di Jember, tapi Nggak Lumrah di Sumenep Madura mojok

Hal-hal yang Biasa di Jember, tapi Nggak Lumrah di Sumenep Madura

15 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi Mojok.co

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi

16 Januari 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Fenomena Alumni Abadi di Organisasi Kampus: Sarjana Pengangguran yang Hobi Mengintervensi Junior demi Merawat Ego yang Remuk di Dunia Kerja

18 Januari 2026
5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo Mojok.co

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo

15 Januari 2026
Guru Honorer Minggat, Digusur Negara dan Guru P3K (Unsplash) dapodik

Bantuan untuk Guru Honorer Memang Sering Ada, tapi Dapodik Bikin Segalanya Jadi Ribet dan Guru Nasibnya Makin Sengsara

20 Januari 2026
Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

17 Januari 2026
Dilema Pemuda Sragen: Bertahan Nggak Berkembang, Ditinggal Dikira Nggak Sayang Kampung Halaman Mojok.co

Dilema Pemuda Sragen: Bertahan Nggak Berkembang, Ditinggal Dikira Nggak Sayang Kampung Halaman 

20 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Berkah di Luar Arena: Ojol Jakarta Terciprat Bahagia dari “Pesta Rakyat” Indonesia Masters 2026 di Istora
  • Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali
  • Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat
  • Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.