Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Setelah Penahanan Ijazah, Denda Resign Harusnya Juga Ikut Dihapuskan, Hilangkan Praktik Kotor Perusahaan Culas!

Muhammad Bintang Aldijana oleh Muhammad Bintang Aldijana
30 Mei 2025
A A
Setelah Penahanan Ijazah, Denda Resign Harusnya Juga Ikut Dihapuskan, Hilangkan Praktik Kotor Perusahaan Culas!

Setelah Penahanan Ijazah, Denda Resign Harusnya Juga Ikut Dihapuskan, Hilangkan Praktik Kotor Perusahaan Culas!

Share on FacebookShare on Twitter

Belum lama ini aturan penahanan ijazah oleh perusahaan telah resmi dilarang melalui surat edaran menaker. Ini merupakan angin segar bagi para pencari kerja yang selama ini enggan melamar karena aturan yang berpotensi merugikan mereka. Namun, harusnya bukan hanya aturan penahanan ijazah yang dihapuskan,tapi juga denda resign yang secara sepihak menguntungkan perusahaan tapi membuat pekerjanya merana.

Misal, di tahun lalu teman saya pernah yang resign mesti membayar denda yang nominalnya berlipat-lipat dari gaji yang ia terima. Selain kerugian nominal yang begitu besar, ia akhirnya memutuskan kontak dengan sebagian besar mantan rekan kerjanya karena mungkin berusaha menjauhkan diri dari ingatan pengalaman buruk pasca resign itu.

Kisah teman saya itu hanya satu dari sekian banyak. Denda resign ini sudah semestinya mulai dilenyapkan. Para pekerja yang selama ini nasibnya tak kunjung dilirik penguasa harus ganti rugi ke perusahaan ia bekerja pula. Padahal, antara pekerja dan pemberi kerja sama-sama punya hak dan kewajiban yang setara.

Ironi dunia kerja modern

Di era modern seperti sekarang, pekerjaan bisa dilakukan di mana saja sampai muncul istilah WFH, WFA, remote working, dan lain sebagainya. Namun kenyataannya, penyelesaian ketimpangan relasi kuasa perusahaan terhadap karyawan bak jalan di tempat. Masih banyak perusahaan yang memperlakukan pekerjanya seperti budak bersyarat: kalau mau resign harus bayar. Padahal, pekerja punya andil besar dalam berkembangnya suatu perusahaan.

Di satu sisi, perusahaan bisa melakukan PHK kapan saja terhadap karyawannya. Berbeda halnya dengan karyawan yang dari awal dituntut memberikan pemberitahuan jauh sebelum ia memutuskan resign. Bahkan, setelah memutuskan resign bukannya diberi kompensasi malah sering kali harus mengganti rugi.

Selain itu, denda resign itu adalah wujud dari pemaksaan halus. Kalau cinta saja tak boleh dipaksakan, kenapa kontrak kerja harus dibedakan. Denda resign itu ibarat seseorang dalam toxic relationship yang bilang, “kamu boleh mutusin hubungan kita, tapi harus ganti rugi semua biaya yang udah aku keluarkan!” Ya mending kalau ganti ruginya masih sepadan, kalau berlipat-lipat itu namanya pemerasan.

Kontrak yang tak seimbang, hapuskan denda resign!

Kalaupun di awal kesepakatan pekerja harus mengganti rugi, jaminan apa yang bisa perusahaan berikan apabila mereka tak lagi merasa nyaman bekerja di perusahaan itu di tengah jalan? Dan bagaimana jika pekerja merasa tak mendapat support yang cukup bahkan diperlakukan tidak adil di tempat kerja? Tak selamanya karyawan yang memutuskan resign itu karena tak tahu berterima kasih. Mereka juga manusia yang memiliki batas toleransi.

Resign itu bukanlah dosa, tapi merupakan salah satu hak dasar dari pekerja. Ibarat hak mereka untuk makan, minum, dan istirahat itu bisa mereka lakukan dengan leluasa, kenapa saat hendak menggunakan hak resign-nya harus membayar sejumlah nominal yang tak masuk akal? Kalau perusahaan bisa berkembang, kenapa mereka tak diperbolehkan berganti haluan dan menentukan arah kariernya sendiri?

Baca Juga:

Gen Z Kuliah di Kampus Ternama, Berakhir Menderita Kerja di Perusahaan Asing dengan Gaji Kecil, Tanpa Kontrak Kerja, Overtime Setiap Hari

Jika boleh membandingkan dengan negara lain, para pekerja di sana bisa melaporkan perusahaan mereka bekerja apabila hak mereka tak terpenuhi agar mendapat perlindungan dari negara. Bagaimana dengan para pekerja di negeri ini?

Marilah kita sudahi praktik kontrak kerja kotor yang bernuansa gladiator sekaligus predator ini. Mereka yang bekerja itu sudah semestinya diperlakukan adil tanpa harus dibebani denda resign yang tak manusiawi. Mereka bekerja untuk melanjutkan hidupnya dan keputusan untuk bertahan atau berpindah haluan sepenuhnya ada di tangan mereka. Selain penahanan ijazah, denda resign merupakan “dosa besar” yang kerap dipoles dengan embel-embel komitmen padahal aslinya jebakan.

Penulis: Muhammad Bintang Aldijana
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Bos yang Toxic adalah Waktu yang Tepat untuk Resign

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Mei 2025 oleh

Tags: denda resignkontrak kerja
Muhammad Bintang Aldijana

Muhammad Bintang Aldijana

Lulusan Sastra Inggris UIN Malang. Saat ini bekerja sebagai tutor di Kampung Inggris Pare.

ArtikelTerkait

Gen Z Lulus Kampus Ternama, dapat Gaji Kecil dan Diperbudak MOJOK.CO

Gen Z Kuliah di Kampus Ternama, Berakhir Menderita Kerja di Perusahaan Asing dengan Gaji Kecil, Tanpa Kontrak Kerja, Overtime Setiap Hari

24 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja Mojok.co

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

3 April 2026
Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.