Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Kereta Api Lebih Akan Selalu Lebih Unggul dari Bus Meskipun Harga Tiketnya Lebih Mahal

Georgius Cokky Galang Sarendra oleh Georgius Cokky Galang Sarendra
3 Mei 2025
A A
Kereta Api Jauh Lebih Unggul dari Bus Meskipun Tiketnya Mahal (Unsplash)

Kereta Api Jauh Lebih Unggul dari Bus Meskipun Tiketnya Mahal (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Kereta api dan bus masih menjadi opsi terbaik moda transportasi umum via jalur darat. Namun belakangan ini, popularitas kereta api sepertinya jauh melesat mengalahkan bus. Padahal dari segi harga tiket, menggunakan bus bisa memangkas ongkos lebih murah ketimbang menggunakan kereta yang makin hari makin mahal.

Sekilas terlihat aneh. Logikanya, orang akan lebih memilih menggunakan transportasi yang tarifnya lebih murah. Tapi untuk kasus ini, saya sepakat. Kereta api adalah opsi terbaik.

Tidak ada yang namanya macet di jalur kereta api

Salah satu hal yang membedakan antara kereta api dan bus adalah hambatan jalurnya. Sebagai jalur prioritas, kereta api jelas lebih unggul daripada bus yang bisa saja menjumpai kemacetan, bertemu banyak lampu merah, dan masalah-masalah di jalan lainnya.

Menggunakan kereta api bisa membuat hati lebih lega jika sedang dikejar waktu. Sebagai contoh, memilih membayar Rp8 ribu untuk menggunakan KRL dari Jogja-Prambanan bisa lebih worth it, ketimbang menggunakan Trans Jogja dengan tarif Rp3 ribuan dan rute yang sama. 

Kenapa? Karena tarif KRL meskipun lebih mahal tapi estimasi waktunya hanya 20 menitan. Kalau naik Trans Jogja, waktu tempuh bisa 30 menit lebih, apalagi harus menerjang Jalan Solo-Jogja yang macetnya parah.

Bus kurang cocok untuk orang yang mabuk perjalanan

Pengalaman terakhir saya menaiki bus harus berakhir dengan momen buruk. Kebetulan saat itu saya duduk bersebelahan dengan seorang mas-mas. Awalnya memang biasa saja, tapi kemudian tiba-tiba orang di sebelah saya muntah-muntah. Untungnya saya tidak terkena cairan muntahnya.

Tapi saya akui, bus memang kurang cocok buat orang yang gampang mabukan. Salah satu penyebabnya adalah AC bus yang baunya sangat menyengat di hidung. Buat orang yang sensitif, tentu itu jadi masalah. 

Alasan lainnya karena di beberapa medan jalan yang tidak rata, menggunakan bus akan terasa sekali goncangannya. Tentu berbeda dengan kereta yang memiliki medan jalur yang lebih stabil.

Baca Juga:

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat

Lingkungan stasiun kereta api lebih ramah untuk penumpang

Sejak adanya perubahan besar di tubuh KAI, saya sekarang sangat mengagumi lingkungan stasiun-stasiun kereta api yang mulai membaik. Salah satu buktinya adalah penataan stasiun yang melarang pedagang asongan berjualan di area dalam stasiun. 

Satu hal lain yang saya suka adalah hilangnya calo dan akses pembelian tiket yang sekarang sangat modern. Kemudian banyaknya satpam yang berjaga lebih membuat penumpang menjadi lebih lega selama berada di stasiun.

Sayangnya, saya belum melihat perubahan tersebut di banyak terminal. Suasana di terminal masih terlihat kurang bersahabat untuk beberapa penumpang, terutama mereka yang malas berurusan dengan preman. 

Jujur saja, premanisme di beberapa terminal masih sangat tumbuh subur. Belum lagi calo-calo meresahkan yang kerap menghantui penumpang dan hobinya maksa.

Keamanan barang lebih terjamin

Saya lebih merasa aman membawa banyak barang dan tas ketika memilih moda kereta api. Alasannya jelas, karena keamanan lebih terpercaya. Ada banyak staf dari KAI yang terlibat dalam 1 kali perjalanan kereta. Jadi kalau ada apa-apa, saya tinggal lapor.

Ini berbeda dengan bus yang biasanya hanya ada sopir dan asistennya. Pengawasannya pun jadi lebih minim. Dan juga banyak kasus orang kehilangan barang berharganya ketika berada di bus. Bukan berarti kereta akan 100% aman, tapi keamanan di kereta bisa lebih terjamin bagi saya.

Salah satu hal yang membuat bus rentan akan pencurian barang adalah karena adanya oknum-oknum pedagang atau pengamen yang biasanya naik-turun bus. Hal ini membuat kewaspadaan menjadi naik, karena mereka adalah orang asing yang notabenenya bebas berkeliaran di bus. Maka tidak heran, jika kadang sopir punya kode khusus ke penumpang jika ada seseorang yang mencurigakan.

Itulah alasan kenapa kereta api adalah transportasi umum yang lebih baik daripada bus. Kalau kalian masih tetap suka naik bus juga tidak masalah, karena semua tergantung ke pilihan hati masing-masing. Ngomong-ngomong, terima kasih banyak Pak Jonan sudah merevolusi KAI hingga sebaik ini.

Penulis: Georgius Cokky Galang Sarendra

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Cara Dapat Tiket Kereta Eksekutif Murah Tanpa Ribet

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Mei 2025 oleh

Tags: Buscalo buskereta apiKRLKRL Jogja-Solopreman terminalstasiun keretaTerminal
Georgius Cokky Galang Sarendra

Georgius Cokky Galang Sarendra

Penulis dengan perspektif khas Mas-mas Jawa. Tumbuh besar dengan lagu-lagu Oasis dan drama Manchester United, kini sedang meniti jalan panjang (dan pasti) menuju kesuksesan

ArtikelTerkait

5 PO Legendaris Pulau Jawa, Busnya Masih Masih Aktif Wira-Wiri di Jalanan

5 PO Legendaris Pulau Jawa yang Masih Aktif Wira-wiri di Jalanan

3 Maret 2023
Madura Justru Amat Butuh Kereta Api!

Madura Justru Amat Butuh Kereta Api!

28 Juni 2023
Alasan di Balik Stasiun Prambanan Ditulis Brambanan

Alasan di Balik Nama Stasiun Prambanan Ditulis Brambanan

11 Juli 2024
Tidak Semua Mahasiswa Asal Blora di Semarang Bisa Naik Kereta Api, tapi Mereka Tetap Menikmati Mudik meski Punggung Menjerit

Tidak Semua Mahasiswa Asal Blora di Semarang Bisa Naik Kereta Api, tapi Mereka Tetap Menikmati Mudik meski Punggung Menjerit

10 Juli 2024
Kapok Naik Trans Jogja Setelah Satu Kali Mencobanya MOJOK.CO

Trans Jogja Memang Nggak Cocok untuk Mereka yang Pengin Buru-buru

18 Agustus 2020
KA Dhoho-Penataran Surabaya-Malang, Kereta yang Menyiksa Penumpang tapi Tetap Dibutuhkan

KA Dhoho-Penataran Surabaya-Malang, Kereta yang Menyiksa Penumpang tapi Tetap Dibutuhkan

1 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Keindahan Pantai Nanggelan Jember Hanya Bisa Dinikmati oleh Mereka yang Rela Repot, Wisatawan Manja Minggir Dulu Mojok.co

Keindahan Pantai Nanggelan Jember Hanya Bisa Dinikmati oleh Mereka yang Rela Repot, Wisatawan Manja Minggir Dulu

31 Mei 2026
Karyawan Indomaret Pekerja Paling Underrated di Indonesia (Unsplash)

Karyawan Indomaret adalah Pekerja Paling Underrated di Indonesia

2 Juni 2026
Naik Bus Rosalia Indah Kelas Super Top Double Decker Bikin Saya Betah Berlama-lama di Dalam Bus Mojok.co

Naik Bus Rosalia Indah Kelas Super Top Double Decker Bikin Saya Betah Berlama-lama di Dalam Bus

31 Mei 2026
Mimpi Buruk Tol Solo Jogja Bagi Warga Gamping, Sleman (Unsplash)

Salah satu Dampak Buruk Tol Solo Jogja Dirasakan Warga Gamping: Hilangnya Ruang Hidup ketika Warga Lokal Tidak Sanggup Membeli Tanah Kelahiran Sendiri

30 Mei 2026
Korupsi Mandala Krida Bunuh Marwah Jogja Kota Budaya (Wikimedia Commons)

Kasus Korupsi Mandala Krida Membuat Jogja Kehilangan Marwahnya Sebagai Kota Beradab

29 Mei 2026
Pengalaman Saya Menemani Anak 3 Tahun untuk Sunat (Unsplash)

Pengalaman Saya Sebagai Bapak Milenial Mengalahkan Rasa Takut untuk Menemani Anak Sunat di Usia 3 Tahun

29 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.